Rabu, 12 Mei 2021 — Hari Biasa Pekan VI Paskah

Fr. Gregorius Virdiawan Mubin SCJ dari Komunitas Provinsialat SCJ Palembang – Indonesia

 
 
 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 17:30; 21:23

Aku hendak memuji Engkau, ya Tuhan, dan mewartakan nama-Mu kepada saudara-saudaraku. Aleluya.

DOA PEMBUKA

Marilah berdoa:Allah Bapa maharahim, dengan gembira kami rayakan misteri kebangkitan Putra-Mu. Dengarkanlah doa kami, semoga kami dapat bergembira pula bersama semua orang kudus, bila Kristus datang kembali. Sebab Dialah Putra-Mu, ….

ATAU: 

Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, penuhilah kami dengan Roh- Mu, agar kami merasa senang di dalam bait-Mu, agar merasa lega menjadi orang yang menyerupai Yesus, Adam Baru, gembala dan pemimpin kami. Sebab Dialah Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 17:15.22-18:1

“Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberikan kepada kamu.”

Pada waktu itu terjadilah kerusuhan di kota Berea. Maka Paulus pergi dari sana. Orang-orang yang mengiringi Paulus menemaninya sampai di kota Atena, lalu kembali dengan pesan kepada Silas dan Timotius, supaya mereka selekas mungkin menyusul Paulus. Di Atena Paulus pergi berdiri di atas Aeropagus dan berkata, “Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa. Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu. Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia. Ia juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup, nafas dan segala sesuatu kepada semua orang. Dari satu orang saja Allah telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi, dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka serta batas-batas kediaman mereka. Maksudnya supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah serta menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah dikatakan juga oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.” Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia. Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberikan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua orang harus bertobat. Karena Allah telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia dengan perantaraan seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan orang itu dari antara orang mati.” Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata, “Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu.” Lalu Paulus pergi meninggalkan mereka. Tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan Paulus dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis Aeropagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka. Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 148:1-2.11-12b.12c-14a.14bcd

Ref. Surga dan bumi penuh dengan kemuliaan-Mu.

  1. Pujilah Tuhan di surga, pujilah Dia di tempat tinggi! Pujilah Dia, hai segala malaikat-Nya, pujilah Dia, hai segala tentara-Nya!

  2. Pujilah Tuhan, hai raja-raja di bumi dan segala bangsa, pembesar-pembesar dan semua pemerintah dunia. Pujilah Tuhan, hai teruna dan anak-anak dara, orang tua dan orang muda!

  3. Biarlah semuanya memuji-muji Tuhan, sebab hanya nama-Nya yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit.

  4. Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Yoh 14:16) Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 16:12-15

“Roh Kebenaran akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.”

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.”

Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

RESI DIBAWAKAN OLEH Fr. Gregorius Virdi Mubin SCJ

Vivat Cor Jesu, Per Cor Marie! Hiduplah Hati Kudus Yesus, melalui Hati Maria!

Sahabat Resi Dehonian yang direngkuh dalam cinta Hati Kudus Yesus. Kembali bersama saya, Fr. Gregorius Virdi Mubin SCJ dari Palembang, dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Rabu, 12 Mei 2021 dalam pekan VI Masa Paskah.

Mari kita persiapakan hati untuk mendengarkan bacaan hari ini. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin

Saudara-saudari, sahabat Resi Dehonian, yang penuh rahmat dalam Hati Yesus. Tak terasa kita sudah memasuki pekan Paskah keenam, masa yang semestinya masih dipenuhi sukacita iman, karena kebenaran akan harapan semakin benderang berkat kebangkitan Sang Kristus. Namun sukacita adalah bagian dari dinamika manusiawi. Mungkin saja sukacita Paskah telah memudar dan semakin terkikis seturut keadaan hidup yang saat ini tengah kita hadapi. Seakan kepastian hidup timbul dan tenggelam dan menyita sukacita Paskah.

Paskah sejatinya memupuk harapan kita untuk bangkit dari keterpurukan, namun entahlah apakah saat ini kita masih berkutat di jalanan golgota, atau bergantung di kayu salib hidup kita, atau berdiam dalam kegelapan makam. Kita memang berada di situasi yang tidak mudah berhadapan dengan pandemi yang tak kunjung membaik, dampak ekonomi yang memberatkan, tata pendidikan yang kurang ideal, beban pekerjaan, persaudaraan manusiawi yang terus menerus dirongrong oleh konflik dan permusuhan, atau banyak keadaan lainnya yang menyita sukacita. Yang pasti kita tak boleh putus harapan. Bangkit! Kita masih berada di masa Paskah dan tak ingin kehilangan euforia kegembiraan Paskah yang penuh harapan. Tuhan Yesus sendiri memelihara sukacita sejati dan menjamin kepastian akan masa depan kekal kita berkat karunia Roh Kudus.

Yesus memang tak lagi bisa menemani kita secara fisik dalam perjuangan hidup kita masing-masing. Namun tak perlu bersedih, karena dalam amanat sebelum kembali ke surga, Ia mengaruniakan Roh Kebenaran yang semakin meyakinkan kita akan indahnya rencana baik Allah bagi kita, umat kecintaan-Nya. Bersukacitalah karena karunia ilahi ini bukanlah omong kosong. Kita bahkan dimampukan untuk melampaui ragam kesulitan yang ada berkat tuntunan Roh, sehingga kita mampu memancarkan kebenaran dan kebajikan hidup dalam seluruh perjuangan hidup.

Kita bisa belajar dari Gereja Perdana yang dituntun oleh Roh Kebenaran itu. Meski dalam kesulitan yang ada, penghayatan dan kesaksian hidup dari Paulus di Athena misalnya, berhasil memancarkan Sang Kebenaran kepada Jemaat Aeropagus yang terpelajar dan haus akan pengetahuan. Hal itu bukan saja karena kehebatan Paulus, melainkan karena Roh Kudus yang menerangi Paulus. Beberapa orang di Athena kemudian memutuskan untuk menerima Kristus dalam hidup mereka dan membuka diri bagi Karya Roh untuk menyempurnakan tatanan hidup mereka. Kebenaran itu terus memancar hingga  akhirnya menjangkau kita semua di zaman ini dalam kesatuan sebagai warga Gereja. Maka memang menjadi tugas kitalah untuk meneruskan sukacita iman kita dengan menjadi terang bagi dunia yang tak pasti.

Sahabatku yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus, mari kita membuka diri bagi Roh Kebenaran yang menuntun dan menjamin hidup kita. Mari kita bersyukur atas jaminan penebusan dari Kristus dan prakarsa Allah pencipta yang membuat kita berkecukupan dan menjadi pribadi yang cakap dalam menghadapi tantangan duniawi. Sebab Roh Penghibur sungguh telah kita terima untuk memimpin hidup kita dalam kebenaran yang memerdekakan. Semoga hidup kita senantiasa menjadi saluran belaskasih Allah bagi sesama kita.

Semoga Hati Kudus Yesus selalu merajai hati kita. Amin. Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin. Tuhan memberkati!

DOA PERSIAPAN PERSEMBAN

Allah Bapa sumber kebenaran iman, roti anggur persembahan kami ini akan Kauubah menjadi tubuh darah Kristus. Demikian pula kami manusia lemah ini, Kauangkat menjadi putra dan putri-Mu sendiri. Kami mohon, semoga kami hidup sesuai dengan kebenaran yang kami imani ini. Demi Kristus, ….

ATAU:

Allah Bapa maharahim, kuduskanlah kiranya roti anggur ini menjadi lambang belas kasih-Mu. Demi Kristus, …

ANTIFON KOMUNI – Yohanes 15:16-19

Tuhan bersabda, “Akulah yang memilih kamu. Kamu telah Kutetapkan agar pergi dan berbuah, dan buahmu tinggal tetap.” Aleluya.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber pembaruan hidup, Engkau telah menyegarkan umat Mu dengan sakramen-Mu. Semoga kami dapat beralih dari hidup lama ke hidup yang baru. Demi Kristus, ..

ATAU: 

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kebahagiaan, kami bersyukur atas janji kehidupan, yang telah kami terima melalui sabda-Mu. Semoga kesanggupan-Mu itu menjadi daya kekuatan yang membimbing dan mendorong kami mencari cinta kasih Yesus, Putra-Mu, yang sudi menjadi hamba demi kebahagiaan kami dan kini menjadi pengantara kami di hadapan-Mu, sepanjang segala abad.

2 Comments

  • Herlin djunaidy Mei 11, 2021 at 9:15 pm

    Amin

    Reply
  • Lucy Mei 11, 2021 at 11:48 pm

    Terima kasih Romo,semoga sukacita tetap bersama kita semua

    Reply

Leave a Comment