Jumat, 19 Mei 2023 – Hari Biasa Pekan VI Paskah (Novena Roh Kudus Hari Pertama)

Rm. V. Teja Anthara SCJ dari Komunitas SCJ Seminari St. Paulus Palembang Indonesia

 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Wahyu 5:9-10

Tuhan, Engkau telah menebus kami dengan darah-Mu dari tiap suku, bahasa, rakyat, dan bangsa, dan Engkau telah menjadikan kami raja dan imam bagi Allah. Alleluya.

PENGANTAR:

“Kalau Tuhan bersama kita, siapa berani melawan kita?” Kita tidak usah menunggu sampai dunia penuh bunga untuk begembira dan berbahagia. Tuhan menjaga kita. Kita tak usah cemas. Yesus telah menubuatkan sukacita itu. “Kamu akan sedih, tetapi kesedihanmu akan berubah menjadi sukacita.” Kita yang yakin bahwa Yesus hidup punya alasan untuk selalu tabah dan gembira.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa pokok keselamatan kami, berkat kebangkitan Kristus kami lahir kembali dalam pembaptisan dan menerima hidup baru. Arahkanlah hati kami kepada Kristus, yang kini duduk di sisi kanan-Mu. Semoga kami Kauanugerahi hidup abadi, bila Penyelamat kami datang dalam kemuliaan. Sebab Dialah Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 18:9-18

“Banyak umat-Ku di kota ini!”

Ketika Paulus ada di kota Korintus, Tuhan berfirman kepadanya pada suatu malam di dalam suatu penglihatan, “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini.” Maka tinggallah Paulus di situ selama satu tahun enam bulan, dan ia mengajarkan firman Allah di tengah-tengah mereka. Akan tetapi setelah Galio menjadi gubernur di propinsi Akhaya, bangkitlah orang-orang Yahudi bersama-sama melawan Paulus. Mereka membawa dia ke depan pengadilan. Kata mereka, “Ia ini berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah dengan jalan yang bertentangan dengan hukum.” Ketika Paulus hendak memulai berbicara, berkatalah Galio kepada orang-orang Yahudi itu, “Hai orang-orang Yahudi, sekiranya dakwaanmu mengenai suatu pelanggaran atau kejahatan, sudahlah sepatutnya aku menerima perkaramu. Tetapi dalam hal ini adalah perselisihan tentang perkataan, nama, atau hukum yang berlaku di antara kamu, maka hendaklah kamu sendiri mengurusnya; aku tidak rela menjadi hakim atas perkara yang demikian.” Lalu Galio mengusir mereka dari ruang pengadilan. Maka semua orang menyerbu Sostenes, kepala rumah ibadat, lalu memukulinya di depan pengadilan itu; tetapi Galio sama sekali tidak menghiraukan hal itu. Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Lalu ia minta diri kepada saudara-saudara di situ, dan berlayar ke Siria, sesudah ia mencukur rambutnya di Kengkrea, karena ia telah bernazar.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 47:2-3.4-5.6-7

Ref. Allah telah naik, diiringi sorak-sorai. Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala.

  1. Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! Sebab Tuhan, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja agung atas seluruh bumi.

  2. Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita, Ia menundukkan suku-suku bangsa ke bawah telapak kaki kita; Ia memilih bagi kita tanah pusaka kita, kebanggan Yakub yang dikasihi-Nya.

  3. Allah telah naik diiringi sorak-sorai, Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala. Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah! Kidungkanlah mazmur bagi Raja kita, kidungkan mazmur!

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya.
S : (Luk 24:46,26) Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 16:20-23a

“Tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu daripadamu.”

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira, dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa pada-Ku.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Valentinus Teja Anthara SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah hati Yesus melalui Hati Maria.

Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya Romo Valentinus Teja Anthara scj dari Komunitas SCJ, Seminari Menengah St. Paulus – Palembang, – Indonesia, dalam Resi – renungan singkat – dehonian edisi hari Jumat – tanggal Sembilan belas  –– Mei  tahun dua ribu dua puluh tiga – hari biasa Pekan ke IV, Paskah.

Sahabat Resi yang bahagia. Pergumulan hidup yang kita hadapi didunia ini, sering disertai dengan penderitaan, dukacita dan penuh dengan kesengsaraan. Banyak diantara kita yang tidak bertahan dan jatuh dalam situasi ini. Mengeluh, protes dan lari dari Tuhan, cari selamatnya sendiri dari jalan ini. Hidup rasanya menjadi gelap dan Tuhan menjauh dari hidup ini. Kita kalau bisa mau menghindar dan menolaknya.

Harapan menjadi pupus. Mungkin, kitapun sedang dan masih mengalami keadaan  yang sama sekarang ini. Ingat, jangan sampai kita kehilangan ‘harapan’. Tumbuhkan dan yakinlahlah, bahwa harapan selalu ada. Harapan itu pasti. Harapan itulah yang menggerakkan kita untuk terus berusaha, berjuang dan kreatif dalam hidup ini.

Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku.”

Sahabat yang dikasihi Tuhan, nasehat Yesus ini kongkrit, nyata dari kehidupan sehari. Diberikan sebagai sabda perpisahan, kuasa dan maknanya luar biasa. Apa maksudnya? Yang dimaksud Yesus ialah bahwa para murid akan merasa kehilangan Dia. Ia akan mengalami penderitaan dan akhirnya mati di kayu salib. Yesus tidak akan ada lagi ada di antara mereka. Namun pada hari ke tiga sesudah kematian-Nya, Ia akan bangkit.

Kebangkitan-Nya akan membuat mereka bersukacita. Inilah harapan. Hal ini yang memberikan suka-cita yang mengatasi duka-cita bahwa kelak mereka akan bangkit seperti Yesus sendiri. Tidak ada suatu kebahagiaan yang datang dengan sendirinya. Kebahagiaan atau sukacita harus dilalui dengan perjuangan berat. Ingat pepatah: “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian; bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Tidak ada kebahagian itu ‘gratis’, tetapi selalu perlu pengorbanan. Maka kesetiaan dan kerelaan menjalani ‘derita’ hidup akan menimba buahnya. Inilah istilah yang sering kita dengar dengan akrab ditelinga kita bahwa “penderitaan membawa kebahagiaan”

Perhatikanlah dengan seksama kisah kebangkitan. Setelah Yesus bangkit, Ia beberapa kali menampakkan diri kepada para muridNya. Ia berpesan agar mereka menjadi saksi kebangkitan untuk mewartakan Injil. Itu adalah misi pertama dan utama. Namun juga harus disertai  dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik kepada semua orang. Mereka harus tetap tabah dan setia meskipun harus menghadapi penolakan dan penganiayaan. Bahkan resiko kematian.

Sahabat yg terkasih. Kita tidak perlu khawatir dan takut karena tugas perutusan itu. Yesus adalah adalah jaminanNya. Bahkan kita harus berani berkata bahwa Yesus adalah andalanku. Dia adalah sumber kebahagiaan dan suka-citaku.  Yesus telah meneguhkan kita dengan  berkata: “tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku.” Suka-cita, kebahagian itu sudah ‘sempurna’ menjadi milikiku. Tidak ada yang akan merampasnya.

Marilah kita selalu memohon kepada Allah Bapa dalam nama Yesus agar kita selalu diberi kekuatan dan ketabahan dalam mengikuti kehendakNya. Dan semoga HatiNya yang Kudus menjadi sumber hati kita yang suci. Amin.

DOA MOHON TUJUH KURNIA ROH KUDUS (Didoakan setelah homili)

1. Datanglah, ya Roh Hikmat,

P+U.   turunlah atas diri kami. Ajarlah kami menjadi orang bijak, terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi. Dan semoga kami Kau lepaskan dari belenggu dosa dunia ini.

2. Datanglah, ya Roh Pengertian,

P+U.   turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

3. Datanglah, ya Roh Nasihat,

P+U.  dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini. Semoga kami selalu melakukan yang baik dan benar, serta menjauhi yang jahat.

4. Datanglah, ya Roh Keperkasaan,

P+U.   kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kau kuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.

5. Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah,

P+U.  ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami, agar tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Bimbinglah kami, agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.

6. Datanglah, ya Roh Kesalehan,

P+U.   bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarilah kami menjadi orang yang tahu berterimakasih atas segala kebaikan-Mu. Semoga kami berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.

7. Datanglah, ya Roh Takut akan Allah,

P+U.   ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu, dimana pun kami berada. Tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa pengasih dan penyayang, terimalah roti anggur umat-Mu. Semoga dengan bantuan perlindungan-Mu kami tetap memelihara anugerah-Mu di dunia dan memperoleh kurnia-Mu di surga. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Roma 4:25

Kristus Tuhan kita telah diserahkan karena dosa kita, dan dibangkitkan untuk menyelamatkan kita. Alleluya.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa maharahim, kasihanilah kami dan jagalah selalu umat yang sudah Kauselamatkan. Kami sudah ditebus oleh wafat dan derita Putra-Mu. Semoga kami bergembira atas kebangkitan-Nya. Demi Kristus ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

2 Comments

  • Herlin Mei 19, 2023 at 8:58 am

    Datangalah Ya Roh Kudus
    Baharuklah iman ku.utk bisa menerima karunia Allah yg terbaik baig keselamatan hidupku dan kemuliaan Allah Trinitas yg Maha Kudus.
    Amin

    Reply
  • Firmus dega Mei 19, 2023 at 10:12 am

    Makasih romo

    Reply

Leave a Comment