Rabu, 21 Juni 2023 – Peringatan Wajib St. Aloysius Gonzaga, Biarawan

Rm. Agustinus Sugiarno SCJ dari Komunitas Provinsialat SCJ Palembang Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

 

ANTIFON PEMBUKA:

Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, akan mendaki gunung Allah dan menghadap kemuliaan-nya.

PENGANTAR:

Sudah sejak kecil  putera seorang bangsawan ini mengarah pada hidup religius. Pada umur sembilan tahun ia sudah berniat hidup wadat. Umur 17 tahun diserahkannya hak-hak warisannya dan masuk Ordo Yesuit. Mungkin terasa juga kekanak-kanakannya dan romantismenya. Tetapi sebenarnya diperlukan ketabahan hati. Hal itu dibuktikan oleh Loisius ketika berjangkit wabah pes. Begiut sungguh-sungguh ia merawat para penderita, sehingga ia sendiri kejangkitan dan meninggal pada usia amat muda.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa, pemberi rahmat surgawi, dalam diri Santo Aloisius Engkau menyatukan hidup suci dengan semangat tapa. Kami takkan mampu menyamai kesuciannya. Maka semoga berkat jasa dan doanya kami sekurang-kurangnya meneladan semangat tapanya. Demi Yesus Kristus, …

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada umat di Korintus 9:6-11

“Allah mengasihi orang yang memberi sukacita.”

Saudara-saudara, camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit pula. Sebaliknya orang yang menabur banyak akan menuai banyak pula. Hendaklah masing-masing memberi menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau terpaksa. Sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kalian, supaya kalian senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. Seperti ada tertulis, “Ia murah hati, orang miskin diberi-Nya derma. Kebenaran-Nya tetap untuk selama-lamanya.” Dia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Dia juga yang akan menyediakan benih bagi kalian serta melipatgandakannya, dan menumbuhkan buah kebenaranmu. Kalian akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 112:1-2.5-6.7-8.9

Ref. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka akan segala perintah-Nya.

  1. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka akan segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; keturunan orang benar akan diberkati.

  2. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap dikenang selama-lamanya. Bagi orang benar ia bercahaya laksana lampu di dalam gelap, ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil.

  3. Ia murah hati, orang miskin diberinya derma; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Yoh 14:23) Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 6:1-6.16-18

“Bapamu yang melihat yang tersembunyi, akan mengganjar engkau.”

Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Hati-hatilah, jangan sampai melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat. Karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga. Jadi, apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong supaya dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri di rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya’. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya’. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Sugiarno SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Para sahabat RESI jumpa dengan saya Rm Agustinus Sugiarno, SCJ, dari komunitas Provinsialat SCJ Palembang dalam edisi Rabu 21 Juni 2023. Mari kita dengarkan bersama Injil Mat 6:1-6.16-18.

Setiap perbuatan tentu ada tujuannya. Tindakan sepele, mungkin untuk tujuan sepele. Tindakan yang penuh pertimbangan dan menuntut pemikiran, mungkin untuk suatu tujuan penting pula. Jadi, tidak ada suatu perbuatan apa pun yang tidak punya tujuan. Itu artinya, tindakan dimaksudkan untuk sesuatu. Maka, pantaslah kita ingat kata si bijak: Setiap perkataan belum tentu mengubah sesuatu, tetapi setiap perbuatan selalu punya efek bagi kehidupan.

Injil hari ini menunjuk beberapa tindakan penting dalam kehidupan kita sebagai orang beriman. Tindakan ini penting, maka perlu mendapatkan penekanan dan diajarkan. Tindakan ini penting, maka perlu menuntut perhatian dan pemahaman yang benar dari kita. Jika hal ini tidak diperhatikan dan dilakukan dengan kesungguhan dan penuh iman, maka tujuan sejatinya akan hilang. Ibarat pepatah mengatakan: mengembangkan layar tanpa menambah ketebalannya akan mudah sobek, mempertinggi bangunan tanpa memperkuat pondasinya akan mudah runtuh. Demikianlah halnya dengan latihan hidup beriman yang kita lakukan. Jika tidak disertai kesungguhan, maka akan membuahkan kehampaan.

Memberi sedekah atau bantuan adalah perbuatan mulia untuk melatih kelekatan. Berdoa adalah perbuatan mulia untuk melatih kedekatan dan kesetiaan kepada Tuhan. Berpantang atau berpuasa adalah perbuatan mulia untuk mendisiplinkan diri dari aneka keinginan manusiawi yang tidak ada batasnya. Perbuatan-perbuatan mulia tersebut harus dilakukan dengan ketulusan dan kesalehan, agar membuahkan efek yang meneguhkan serta menyehatkan jiwa dan raga.

Ini artinya melakukan segala sesuatu secara tersembunyi tidak untuk `SAYA DAN SAYA` tetapi semata-mata untuk `TUHAN DAN TUHAN`. Maka kita harus benar-benar menyadari bahwa Bapa yang tersembunyi melihat hati kita yang dengan tulus dan jujur mencintai Dia dalam apa pun yang kita lakukan dalam ketersembunnyian. Di hadapan Tuhan nilai sesuatu hal yang kita lakukan bukan berdasarkan besar atau hebatnya dalam pandangan orang lain, tetapi Tuhan melihat motivasi dan cinta kita yang besar yang menjiwai perbuatan itu.

Pesannya adalah hendaklah perbuatan apa pun dalam kehidupan ini selalu memiliki muatan rohani dan cinta kasih. Sebab tanpa ini, semuanya akan sia-sia. Biarlah tindakan kita selalu menambah ketebalan iman dan menguatkan pondasi kekristenan kita sebagai pengikut Kristus.

Semoga demikian, Hati Kudus Tuhan Yesus memberkati.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa, Raja mahamulia, curahkanlah kekayaan rahmat-Mu kepada kami yang ikut serta dalam kurban perjamuan ini. Semoga seturut teladan Santo Aloisius kami selalu mengenakan pakaian pesat dan siap sedia, sehingga Kauperkenankan ikut serta pula dalam perjamuan raya di surga. Demi Kristus, …

ANTIFON KOMUNI

Roti surgawi diberikan kepada manusia. Roti malaikat menjadi santapan mereka.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahakudus, kami sudah disegarkan dengan santapan para malaikat. Semoga berkat teladan dan doa restu Santo Aloisius yang kami peringati hari ini, kami mengabdi-Mu dengan hidup suci dan selalu ingat bersyukur kepada-Mu. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI:

St. Aloysius Gonzaga, Biarawan

Aloysius, santo pelindung pemuda pemudi Katolik, dilahirkan pada tanggal 9 Maret 1568. Karena ia begitu penuh semangat hidup, ayahnya berangan-angan agar kelak ia menjadi seorang perwira yang hebat. Ketika Aloysius baru berumur lima tahun, ayahnya mengajaknya ke kemah tentara. Di sana, Aloysius kecil ikut berarak dalam barisan. Suatu hari, ia bahkan berhasil mengisi dan menembakkan senapan ketika pasukan tentara sedang beristirahat. Ia juga belajar umpatan dan kata-kata kasar dari para prajurit. Ketika mengetahui apa arti kata-kata tersebut, Aloysius merasa menyesal bahwa ia telah mengucapkannya.

Pemuda Aloysius dikirim ke istana-istana para raja dan pangeran. Kelicikan, kedengkian dan kecemaran merupakan hal biasa di sana. Tetapi, semuanya itu mempengaruhi St. Aloysius hanya dalam satu hal, yaitu lebih berhati-hati agar tetap hidup sesuai tanggung jawab Kristianinya. Aloysius jatuh sakit. Hal itu memberinya kesempatan untuk mempergunakan lebih banyak waktu untuk berdoa dan membaca buku-buku yang baik. Ketika Aloysius berumur enam belas tahun, ia memutuskan untuk menjadi seorang imam Yesuit. Ayahnya menentang keinginannya itu.

Tetapi, setelah tiga tahun, akhirnya ia mengijinkannya juga. Begitu bergabung dengan Yesuit, Aloysius wajib melakukan pekerjaan-pekerjaan berat dan kasar. Ia melayani di dapur dan mencuci piring-piring kotor. Ia biasa mengatakan, “Aku ini sepotong besi yang bengkok. Aku datang kepada agama agar dijadikan lurus oleh palu penyangkalan diri dan laku tobat.”

Ketika suatu wabah menyerang kota Roma, Aloysius mohon agar diijinkan merawat mereka yang sakit. Dia, yang biasa dilayani oleh pelayan-pelayan, dengan senang hati menyeka mereka yang sakit serta merapikan tempat tidur mereka. Ia melayani orang-orang sakit hingga akhirnya penyakit itu menyerangnya juga.

St. Aloysius baru berusia dua puluh tiga tahun ketika ia wafat pada malam tanggal 20 Juni 1591. Ia hanya mengatakan, “Aku akan pergi ke surga.” Jenazah St. Aloysius Gonzaga disemayamkan di Gereja St. Ignatius di Roma. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Benediktus XIII pada tahun 1726.

Bagaimana aku bersikap ketika aku merasa orang-orang lain memaksaku untuk mengatakan atau melakukan hal-hal yang tidak pantas? Aku harus berdoa mohon keberanian untuk melakukan apa yang benar.

Arti Nama

Aloysius adalah bentuk lain dari nama Louis/ Ludovicus yang berarti : Kesatria Terkenal

Variasi Nama

Lewis (English), Chlodovech, Clodovicus, Ludovicus, Clovis, Hludowig (Ancient Germanic), Koldobika, Koldo (Basque), Loïc (Breton), Lluís (Catalan), Alojz, Alojzije (Croatian), Alois, Ludvík, Luděk (Czech), Ludvig (Danish), Ludoviko, Luĉjo (Esperanto), Loïc, Louis, Ludovic, Lou (French), Lois (Galician), Alajos, Lajos (Hungarian), Lúðvík (Icelandic), Alaois (Irish), Alvise, Lodovico, Ludovico, Luigi, Gino, Luigino, Vico (Italian), Ludis, Ludvigs (Latvian), Liudvikas (Lithuanian), Aloys (Medieval Occitan), Ludvig (Norwegian), Loís (Occitan), Alojzy, Ludwik (Polish), Aloisio, Luís, Luisinho (Portuguese), Luiz (Portuguese (Brazilian)), Alojz (Slovak), Alojz, Alojzij, Ludvik, Lojze (Slovene), Luis, Lucho (Spanish), Ludvig, Ludde (Swedish)

Sumber: https://katakombe.org/para-kudus/juni/aloysius-gonzaga.html

No Comments

Leave a Comment