Kamis, 03 Maret 2025 – Hari Biasa Pekan IV Prapaskah

Rm. Thomas Suratno SCJ dari Komunitas SCJ Teluk Betung Bandar Lampung Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA — Mazmur 105:3-4⁣⁣

Bergembiralah orang yang mencari Tuhan. Rindukanlah Tuhan dan kamu akan dikuatkan. Pandanglah selalu wajah-Nya. ⁣⁣⁣⁣

PENGANTAR: 

⁣⁣Bacaan hari ini menampilkan Musa dan Yesus, Keduanya ada lah nabi dan guru, keduanya bertindak sebagai pengantara dan pendamai, dan keduanya harus mengatasi ketidakpercayaan masyarakat sekitarnya. Yesus mendasarkan kewibawaan Musa. Lebih lanjut, Ia menyatakan kesaksian-Nya mengatasi kesaksian siapa pun, bahkan kesaksian Yohanes Pembaptis. Kita pun diajak mengakui Yesus sebagai utusan Bapa-Nya.⁣⁣⁣⁣

DOA KOLEKTAN⁣⁣: 

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus, kami telah Kausucikan karena bertobat dan melatih diri dalam amal baik. Dengan rendah hati kami mohon kemurahan hati-Mu, semoga kami selalu menaati perintah-Mu dengan tulus ikhlas, agar dapat merayakan Paskah dengan hati murni. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, …⁣⁣⁣⁣

ATAU :⁣⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber hidup abadi, semoga hati kami selalu terbuka untuk menerima segala yang tertulis tentang Dikau, dan ajarilah kami mengakui, bahwa Engkaulah Allah kami yang maha esa, yang membebaskan kami dari maut, dan membuka harapan kami akan hidup abadi. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….⁣⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Keluaran 32:7-14

“Allah menyesali malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya.”

Di Gunung Sinai Allah berfirman kepada Musa, “Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak perilakunya. Begitu cepat mereka menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka. Mereka telah membuat anak lembu tuangan, dan kepadanya mereka sujud menyembah serta mempersembahkan kurban, sambil berkata: Hai Israel, inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.” Lagi firman Tuhan kepada Musa, “Telah Kulihat bangsa ini, dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk! Oleh sebab itu biarkanlah murka-Ku bangkit terhadap mereka, dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar.” Lalu Musa mencoba melunakkan hati Tuhan, Allahnya, dengan berkata, “Mengapakah Tuhan, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat? Mengapakah orang Mesir akan berkata: Dia membawa mereka keluar dengan maksud menimpakan malapetaka kepada mereka dan membunuh mereka di gunung dan membinasakannya dari muka bumi? Berbaliklah dari murka-Mu yang bernyala-nyala itu, dan menyesallah akan malapetaka yang hendak kaudatangkan kepada umat-Mu. Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri dengan berfirman kepada mereka: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimilikinya untuk selama-lamanya.” Dan menyesallah Tuhan atas malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 106:19-20.21-22.23

Ref. Ingatlah akan daku, ya Tuhan, demi kemurahan-Mu terhadap umatku.

  1. Mereka membuat anak lembu di Horeb, dan sujud menyembah kepada patung tuangan; mereka menukar Yang Mulia dengan patung sapi jantan yang makan rumput.

  2. Mereka melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka, yang telah melakukan hal-hal yang besar di tanah Mesir; yang melakukan perbuatan-perbuatan ajaib di tanah Ham, dan perbuatan-perbuatan dahsyat di tepi laut Teberau.

  3. Maka Ia mengatakan hendak memusnahkan mereka, kalau Musa, orang pilihan-Nya, tidak mengetengahi di hadapan-Nya, untuk menyurutkan amarah-Nya, sehingga Ia tidak memusnahkan mereka.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S : (Yoh 3:16) Begitu besar kasih Allah kepada dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya, beroleh hidup yang kekal.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 5:31-47

“Yang mendakwa kamu adalah Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapan.

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang Yahudi, “Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar. Ada yang lain yang bersaksi tentang Aku, dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar. Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes, dan ia telah bersaksi tentang kebenaran. Tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. Yohanes adalah pelita yang menyala dan bercahaya, dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu. Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting daripada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku supaya Aku melaksanakannya. Pekerjan itu jualah yang sekarang Kukerjakan, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. Dialah yang bersaksi tentang Aku! Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat, dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya. Kamu menyelidiki Kitab-Kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa olehnya kamu mempunyai hidup kekal. Tetapi walupun Kitab-Kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu. Aku tidak memerlukan hormat dari manusia. Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah. Aku datang dalam nama Bapa-Ku, dan kamu tidak menerima Aku. Jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia. Bagaimanakah kamu dapat percaya, karena kamu menerima hormat seorang dari orang lain tetapi tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa? Jangan kamu menyangka bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa yang kepadanya kamu menaruh pengharapan. Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab Musa telah menulis tentang Aku. Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulis oleh Musa, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Aku katakan?”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Thomas Suratno SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Mariae.

Sahabat Resi yang terkasih, kita jumpa lagi dalam Renungan Singkat Dehonian hari ini: Kamis – 03 April 2025: Pekan Biasa IV. Bersama saya, Romo Thomas Suratno, SCJ dari Komunitas SCJ Telukbetung-Bandar Lampung mendengar dan merenungkan Sabda Tuhan, yakni Firman Tuhan yang tersurat dalam Yoh 5:36b-38. 45-47

Sahabat Resi yang terkasih, Warta Injil hari ini merupakan kelanjutan perikopa yang kemaren kita renungankan, yakni tentang kesaksian Yesus tentang diri-Nya. Kesaksian Yesus tentang dirinya berawal dari kolam Betesda dimana Ia menyembuhkan orang pada hari sabat dan menyuruh orang tersebut mengangkat tilamnya. Konteks luas dari perikopa ini pun juga masih diseputar Yerusalem. Yesus memberik kesaksian tentang diri-Nya dalam konteks Ia berada di Yerusalem.

Melanjutkan permenungan kemaren, sahabat Resi yang terkasih, hari ini Yesus semakin mempertegas relasi satu kesatuan diri-Nya dengan Bapa. Yesus dan Bapa adalah satu tak terpisahkan. Tugas perutusan Yesus berasal dari Bapa. Ia mendapat kuasa dari Bapa sendiri. Maka Ia mempunyai kasih dan kuasa seperti Bapa.

Yohanes mengajak kita untuk mengingat bahwa tugas perutusan Yesus berasal dari Bapa. Ketika Ia dibabtis Yohanes pembaptis, ada suara keluar dari dalam awan, dan Roh Tuhan yang dilambangkan dengan burung merpati hinggap di atas Yesus. Ketika di Gunung Tabor, suara Bapa semakin memperkuat keputraan Yesus. Pesan Bapa adalah supaya kita mendengarkan Yesus. Kesaksian Bapa itulah yang dijadikan Yohanes dalam bab 5 injilnya ini sebagai bentuk yang dapat dipertanggungjawabkan berkaitan dengan kesatuan Yesus dan Bapa. Yesus tidak memberi kesaksian tentang diri-Nya sendiri seorang diri, namun Bapa juga meneguhkan kesaksian Yesus tentang diri-Nya.

Sahabat Resi yang terkasih, Yesus menampilkan Musa dalam kesaksian-Nya. Musa sebagai ‘pencipta’ hukum Taurat mendapat tempat yang istimewa dalam umat Yahudi. Musa yang sudah hidup jauh dari zaman Yesus, mempunyai hubungan yang tak terpisahkan dengan Yesus. Dalam beberapa kesempatan, Yesus mengatakan bahwa Abrahampun tidak lebih besar dari Putera Manusia. Dengan demikian, Musa juga dalam pengertian yang sederhana tidak lebih besar dari Putera Manusia.

Sahabat Resi yang terkasih, Relasi Yesus dan Musa tidak terputuskan. Dengan demikian Yesus hendak berbicara bahwa Ia mempunyai kaitan yang erat dalam sejarah keselamatan dari mulai masa lampau hingga saat ini. Musa ‘menciptakan’ hukum taurat, namun Yesus adalah sumber hukum itu sendiri. Taurat penuh dengan ‘pendakwaan’, dan orang Yahudi mempunyai sumber hidupnya dari Taurat. Pengharapan mereka baru sampai pada Musa dengan tauratnya. Namun Yesus membawa pengharapan baru, Ia datang dengan menawarkan ‘taurat’ baru, yakni diri-Nya sendiri. Di dalam Dia ada pengharapakan akan pengajaran baru, yakni ‘taurat kasih’ yang berasal dari Bapa. Hukum dan pengharapan baru diberikan Bapa dalam Putera-Nya yang tunggal.

Sahabat Resi yang terkasih, Bagi kita, hukum dan pengharapan baru itu menjadi sumber hidup kita. Hukum dan pengharapan baru berasal dari Yesus dengan suluruh sabda dan karya-Nya. Membaca dan merenungkan sabda-Nya adalah jalan yang paling bisa dimengerti yang bisa kita tempuh. Pengharapan baru senantiasa ada dalam nama Yesus. Seringkali pengharapan itu tidak mudah kita lihat, karena kita kurang merenungkan sabda-sabda-Nya. Tidak jarang dalam berbagai persoalan hidup kita kehilangan harapan.

Sahabat Resi yang terkasih, Harapan adalah sebuah jalan keluar yang berharga bagai siapa saja yang sedang dalam kesusahan. Harapan itulah yang menjadikan kita mampu untuk bertahan dan berkembang. Harapan itulah yang ada dalam Yesus. Senantiasa membaca dan merenungkan sabda-sabda Tuhan memampukan kita untuk senantiasa mempunyai sumber pengharapan yang tidak pernah meninggalkan kita sedetikpun. Bersama Yesus, di dalam Yesus, dan bagi Yesuslah harapan keselamatan kita perjuangkan dan kita persembahkan.

DOA:

Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rejeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.

Semoga Allah yang mahakuasa memberkati saudara dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN⁣⁣ PERSEMBAHAN: 

Allah Bapa mahakuasa, kami mohon, semoga kurban yang kami persembahkan ini membersihkan kami dari segala kejahatan dan menguatkan kami dalam kelemahan. Demi Kristus, ….⁣⁣⁣⁣

ATAU :⁣⁣

Allah Bapa mahasetia, berilah kami rezeki untuk bekal di jalan, berilah kami Roh-Mu, dan bimbinglah kami masuk ke tanah perjanjian Demi Kristus, …⁣⁣⁣⁣

ANTIFON PENUTUP  — Yeremia 31:33⁣⁣

Tuhan bersabda, “Hukum-Ku Kutaruh dalam batin mereka dan Kutulis dalam hati mereka. Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka menjadi umat-Ku.”⁣⁣⁣⁣

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus, murnikanlah hati kami berkat anugerah yang telah kami terima. dan hapuskanlah segala dosa Semoga kami yang sungguh menderita karena menyadari kesalahan kami, boleh berbangga karena menerima pengampunan berlimpah. Demi Kristus, ..⁣⁣⁣⁣

ATAU : ⁣⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, cahaya telah bersinar di antara manusia, yakni Yesus Kristus, saksi yang sejati. Kami mohon, semoga kami mentaati sabda-Nya dan menaruh cinta kasih pada nama-Nya. Sebab Dialah ….

DOWNLOAD AUDIO RESI:

No Comments

Leave a Comment