Kamis, 30 Oktober 2025 – Hari Biasa Pekan XXX

Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia

 
 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Roma 8:39

Makhluk mana pun takkan dapaT memisahkan kita dari cinta kasih Allah, yang dinyatakan dalam Kristus Yesus Tuhan kita.

PENGANTAR:

Tiada seorang pun yang dapat mencegah Kristus melaksanakan tugas yang diberikan oleh Bapa-Nya. Satu-satunya alasan yang memaksa Dia adalah cinta kasih Bapa-Nya terhadap manusia. Gambaran induk ayam yang mengumpulkan anak-anaknya mengungkapkan cinta kasih itu. Jika Sang Guru demikian, mengapa para murid mau lain?

DOA KOLEKTAN:

Marilah bedoa: Allah Bapa kami yang mahakuasa dan kekal, kami tak perlu takut sedikit pun karena Engkau memihak kami. Kami mengucap syukur, karena telah Kauberi janji kasih setia-Mu dalam diri Yesus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma 8:31b-39

“Tiada makhluk mana pun yang dapat memisahkan kita dari cinta kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus.”

Saudara-saudara, jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Allah bahkan tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi menyerahkan-Nya demi kita sekalian. Bagaimana mungkin Dia tidak menganugerahkan segalanya bersama Anak-Nya itu kepada kita? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka! Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus yang telah wafat? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit? Yang juga duduk di sisi kanan Allah? Yang malahan menjadi pembela kita? Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan? Penganiayaan? Kelaparan? Ketelanjangan? Bahaya? Atau pedang? Seperti ada tertulis, ‘Karena Engkaulah kami berada dalam bahaya maut sepanjang hari dan dianggap sebagai domba sembelihan’. Tetapi dalam segalanya itu kita akan menang oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, baik maut maupun hidup, malaikat-malaikat maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa baik yang di atas maupun yang di bawah, atau suatu makhluk lain mana pun, takkan dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 109:21-22.26-27.30-31

Ref. Selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu, ya Tuhan.

  1. Engkau, ya Allah, Tuhanku, bertindaklah kepadaku demi kebesaran nama-Mu, lepaskanlah aku karena kasih setia-Mu yang murah! Sebab sengsara dan miskinlah aku, dan hatiku terluka dalam diriku.

  2. Tolonglah aku, ya Tuhan, Allahku, selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu, supaya mereka tahu, bahwa tangan-Mulah ini, bahwa Engkaulah, ya Tuhan, yang telah melakukannya.

  3. Aku hendak bersyukur nyaring kepada Tuhan dengan mulutku, aku hendak memuji-muji Dia di tengah-tengah orang banyak, Sebab Ia berdiri di sebelah kanan orang miskin untuk menyelamatkan dia dari orang-orang yang menghukumnya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Luk 13:35; Mrk 11:10) Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Terpujilah Engkau di surga.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 13:31-35

“Tidak semestinya seorang nabi dibunuh di luar Yerusalem.”

Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: “Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau.” Jawab Yesus kepada mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai. Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria. 

Para Sahabatku, Saudari-saudara yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia.dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Kamis, 30 Oktober 2025. Hari Biasa pekan ke XXX. Semoga Belas Kasih dan Kerahiman dari Hati Yesus yang Maha Kudus memberkati Anda semua. Amin.

Tema Resi kita kali ini adalah “Kasih yang Tak Menyerah di Hadapan Penolakan” Namun sebelumnya, mari kita persiapakan hati dan kita awali permenunga kita dengan tanda kemenangan kristus. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus..

Para sahabatku, Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus mendapat peringatan dari orang-orang Farisi bahwa Herodes ingin membunuh-Nya. Namun Tuhan Yesus tidak mundur. Dia tetap melanjutkan perjalanan-Nya ke Yerusalem, tempat Dia akan menyerahkan diri demi keselamatan manusia. Dia tahu bahwa di sanalah Ia akan ditolak dan disalibkan. Namun justru di sanalah kasih Allah dinyatakan sepenuhnya. Tuhan Yesus berseru dengan hati yang penuh belas kasih: “Yerusalem, Yerusalem, engkau membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu!” Kasih-Nya terluka, tetapi tidak berhenti mencintai.

Nah para sahabatku, apa yanhg bisa kita ambil maknanya dari perikop ini. Saya menawarkan 3 hal saja.

  1. Kasih Sejati Tidak Mundur di Hadapan Ancaman: Tuhan Yesus tahu bahwa bahaya dan penolakan menantinya, tetapi Ia tidak lari. Ia tetap setia pada misi kasih Bapa. Yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah: “Apakah aku tetap setia dalam kasih ketika menghadapi penolakan, kritik, atau penderitaan dalam pelayanan? Ataukah aku mudah menyerah ketika cintaku tidak disambut?”

  2. Hati yang Menangis, Bukan Menghakimi: Tuhan Yesus tidak membalas Yerusalem dengan kemarahan, melainkan dengan air mata. Ia meratapi kota itu karena kasih-Nya yang tak dimengerti. Hati-Nya adalah Hati yang penuh belas kasih, bukan hati yang menuntut balas. tanyakanlah dalam dirimu, “Apakah aku memiliki hati yang lembut seperti Hati Yesus, yaitu hati yang mampu berbelas kasih kepada mereka yang menolak atau menyakiti aku?”

  3. Jalan Salib Adalah Jalan Kasih yang Menyelamatkan: Tuhan Yesus tahu bahwa salib bukan kegagalan, tetapi jalan menuju kebangkitan. Setiap penderitaan yang dijalani dengan kasih menjadi persembahan bagi keselamatan dunia. Pertanyaan refleksinya adalah:Apakah aku berani melihat penderitaanku sebagai bagian dari panggilan untuk ikut ambil bagian dalam karya penyelamatan Kristus?”

Tuhan Yesus tetap melangkah menuju Yerusalem, karena digerakkan oleh belas kasih kepada umat yang dicintai-Nya, karena Dia mencintai tanpa batas. Sebagai pengikut-Nya, kita pun dipanggil untuk memiliki hati yang seperti itu yakni hati yang berani mencintai meski terluka, tetap berharap meski ditolak, dan tetap berjalan meski disalib. Semoga kita menjadi pewarta kasih yang tak menyerah, seperti Hati Kudus Yesus yang setia mengasihi sampai akhir. Amin.

Hati Yesus yang lemah lembut dan rendah hati, jadikanlah hati kami seperti Hati-Mu. Dan semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita. Amin. Tuhan memberkati. Berkah Dalem.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa kami maha pengasih, perkenankanlah kami melihat dalam roti anggur, dalam diri Yesus Putra-Mu, bahwa tiadalah yang dapat memisahkan kami cinta kasih-Mu. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 109:26-27

Tolonglah aku, ya Tuhan Allahku, selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu, supaya mereka tahu, bahwa tangan-Mulah ini, bahwa Engkaulah ya Tuhan, yang telah melakukannya.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, yang maharahim, kami bersyukur atas Dia, yang Kauutus mendatangi kami atas nama-Mu, ialah Yesus Kristus, Saudara kami. Berkenanlah bersabda kepada kami melalui Sabda-Mu yang penuh belas dan cinta kasih, yaitu Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment