Jumat, 31 Oktober 2025 – Hari Biasa Pekan XXX

Rm. Alexander Pambudi SCJ dari komunitas Wisma Keuskupan Agung Palembang – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 147:12-13

Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion. Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anak yang ada padamu.

PENGANTAR:

Banyak yang mengira dengan mengubah strukturnya Gereja dapat diperbarui. Perubahan lahiriah tanpa roh takkan mampu bertahan, betapapun sempurnanya. Persoalan yang hendaknya kita tanyakan ialah: ‘Apakah kita selalu setia pada pewartaan Kristus? Sudahkah kita terjemahkan demikian rupa, sehingga orang dapat hidup dan merasa bahagia?’

DOA KOLEKTA:

Marilah bedoa: Allah Bapa kami yang mahaagung, Engkau datang mengunjungi kami untuk menyembuhkan kami dari kesombongan, kelalaian, dan dosa-dosa lainnya melalui Yesus Putra-Mu terkasih. Kami mohon, semoga berkat sabda-Nya dunia lebih menyenangkan untuk didiami. Demi Yesus Kristus, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma 9:1-5

“Aku rela terkutuk demi saudara-saudaraku.”

Saudara-saudara, demi Kristus aku mengatakan kebenaran, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus, bahwa aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati. Bahkan aku rela terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku menurut daging. Sebab mereka itu adalah orang Israel. Mereka telah diangkat menjadi anak Allah, telah menerima kemuliaan dan perjanjian-perjanjian, hukum Taurat, ibadat dan janji-janji. Mereka itu keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias sebagai manusia, yang mengatasi segala sesuatu. Dialah Allah yang harus dipuji selama-lamanya. Amin.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 147:12-13.14-15.19-20

Ref. Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem.

  1. Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anak yang ada padamu.

  2. Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik. Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari.

  3. Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan dan hukum-hukum-Nya kepada Israel. Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Yoh 10:27) Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan, Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 14:1-6

“Siapakah yang anak atau lembunya terperosok ke dalam sumur tidak segera menariknya keluar meski pada hari Sabat?”

Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua orang yang hadir mengamat-amati Dia dengan seksama. Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit busung air berdiri di hadapan Yesus. Lalu Yesus bertanya kepada para ahli Taurat dan orang-orang Farisi, “Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?” Tetapi mereka semua diam saja. Lalu Yesus memegang tangan si sakit itu dan menyembuhkannya serta menyuruhnya pergi. Kemudian Ia berkata kepada mereka, “Siapakah di antara kalian yang anak atau lembunya terperosok ke dalam sumur, tidak segera menariknya ke luar, meski pada hari Sabat?” Mereka tidak sanggup membantah-Nya.
Demikianlah Sabda Tuhan!
Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Alexander Pambudi SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Dehonian yang terkasih, salam jumpa dengan saya, Rm. Alexander Pambudi SCJ, dari Komunitas Keuskupan Agung Palembang, dalam RESI-Renungan Singkat Dehonian, edisi Jumat, 31 Oktober 2025

Sahabat resi yang terkasih, Yesus datang ke rumah seorang pemimpin Farisi pada hari Sabat. Di sana, Ia diperhatikan dengan curiga oleh orang-orang yang hadir. Mereka ingin melihat apakah Yesus akan melanggar aturan Sabat. Situasi itu menunjukkan bahwa orang bisa saja beragama, tetapi hati mereka penuh kecurigaan. Mereka lebih tertarik mencari kesalahan orang lain daripada membuka diri pada kebenaran. Inilah bahaya sikap rohani yang hanya formalitas tanpa kasih.

Di hadapan Yesus ada seorang yang sakit busung air. Orang Farisi sengaja diam, mereka tidak peduli pada penderitaan orang itu. Mereka lebih sibuk memikirkan aturan daripada manusia. Yesus menantang mereka dengan sebuah pertanyaan sederhana: “Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?” Namun mereka tetap bungkam. Diamnya mereka menunjukkan hati yang tertutup terhadap belas kasih.

Yesus akhirnya menyembuhkan orang itu. Ia menunjukkan bahwa kasih lebih utama daripada aturan. Hukum Allah tidak pernah dimaksudkan untuk menghalangi perbuatan baik. Kehadiran Yesus membongkar kemunafikan rohani: taat aturan tetapi tidak peduli sesama. Yesus mengajarkan bahwa iman sejati harus menghasilkan tindakan kasih. Tanpa kasih, kesalehan berubah menjadi topeng.

Sering kali kita pun mirip orang Farisi. Kita bisa rajin ke gereja, aktif dalam kegiatan rohani, tetapi cuek terhadap sesama. Kita cepat menilai orang lain tetapi lambat membantu. Kadang kita menutup mata terhadap penderitaan orang di sekitar kita. Bahkan kadang kita merasa cukup beriman hanya karena ikut Ekaristi. Padahal Yesus menunggu tindakan nyata dari kita.

Yesus memberi contoh yang sangat konkret. Ia menyembuhkan, Ia mengangkat yang menderita, Ia hadir bagi yang lemah. Iman yang sejati selalu menyentuh hidup sesama. Dalam keluarga, di lingkungan, atau di tempat kerja, panggilan kita sama: membawa kebaikan di mana pun kita berada. Jangan menunda untuk berbuat baik. Sekecil apa pun kebaikan, tetap bernilai di mata Tuhan.

Injil hari ini mengajak kita memeriksa hati. Apakah iman kita sudah menjadi aksi, atau hanya rutinitas rohani? Apakah kita lebih sibuk menghakimi daripada menolong? Belas kasih bukan sekadar kata, tetapi sikap hidup. Yesus mengutamakan manusia di atas aturan. Mari belajar dari-Nya: berbuat baik kapan saja, kepada siapa saja, dan dengan hati yang tulus.

Tuhan memberkati. Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa maha pengasih, berkenanlah mengunjungi kami berkat roti anggur ini, dan sembuhkanlah kami dari segala dosa dan tobatkanlah kami. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Lukas 14:6

Siapakah di antara kalian yang anak atau lembunya terperosok ke dalam sumur, tidak segera menariknya keluar, meski pada hari Sabat?

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber segala harapan, kami bersyukur karena Putra-Mu telah datang menyembuhkan kami. Semoga kami secara sukarela bersedia berbuat baik kepada sesama. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

2 Comments

  • Herlin Oktober 31, 2025 at 6:33 am

    Amin

    Reply
  • Firmus dega Oktober 31, 2025 at 10:56 am

    Makasih Romo

    Reply

Leave a Comment