
Rm. Aegidius Warsito SCJ dari Komunitas SCJ Toronto Kanada
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA – lih. Mazmur 119:151-152
Engkau sungguh dekat, ya Tuhan, dan segala jalan-Mu benar; sejak dulu aku tahu dari sabda-Mu, bahwa Engkau selalu besertaku.
PENGANTAR:
Tembok Berlin telah dihancurkan. Semula tembok itu mem beri kesan akan tetap berdiri sepanjang zaman. Kasih setia Tu han terhadap umat bertahan sepanjang zaman. Bila kita berani mempercayakan diri kita kepada-Nya, maka kita akan menemu kan batu karang kokoh kuat dan benteng pertahanan yang tahan uji.
DOA KOLEKTA:
Marilah berdoa: Allah Bapa mahakuasa, perlihatkanlah kekuasaan-Mu dan bantulah kami dengan kekuatan-Mu. Semoga rahmat-Mu mempercepat penebusan yang dihambat oleh dosa kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, yang ….
ATAU:
Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kehidupan, orang-orang yang mendambakan Dikau, memperoleh pertanda hidup dalam diri Yesus, Sabda-Mu. Kami mohon, laksanakanlah janji-Nya dan datangkanlah kerajaan-Mu, agar kami dapat memperoleh kebahagiaan, sebab Engkau berkenan menjadi kekuatan, kedamaian, dan harapan kami, kini dan sepanjang masa.
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 26:1-6
“Bangsa yang benar dan tetap setia biarlah masuk.”
Pada masa itu nyanyian ini akan dinyanyikan di tanah Yehuda, “Kita mempunyai kota yang kuat! Tuhan telah memasang tembok dan benteng untuk keselamatan kita. Bukalah pintu-pintu gerbangnya, agar masuklah bangsa yang benar dan yang tetap setia. Engkau menjaga orang yang teguh hatinya dengan damai sejahtera, sebab ia percaya kepada-Mu. Percayalah kepada Tuhan selama-lamanya, sebab Tuhan Allah adalah gunung batu yang kekal. Kota-kota di atas gunung telah ditaklukkan-Nya; benteng-benteng yang kuat telah dirobohkan-Nya, diratakan-Nya dengan tanah dan dicampakkan-Nya menjadi debu. Kaki orang-orang sengsara dan telapak orang-orang lemah akan menginjak-injaknya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 118:1.8-9.19-21.25-27a
Ref. Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan.
-
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya. Lebih baik berlindung pada Tuhan daripada percaya kepada insan! Lebih baik berlindung pada Tuhan daripada percaya kepada para bangsawan.
-
Bukakan aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada Tuhan. Inilah pintu gerbang Tuhan, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya. Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.
-
Ya Tuhan, berilah kiranya keselamatan! Ya Tuhan, berilah kiranya kemujuran! Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan! Kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan. Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali pada tanduk-tanduk mezbah.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya, alleluya
S : (Yes 55:6) Carilah Tuhan, selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya, selama Ia dekat.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 7:21.24-27
“Barangsiapa melakukan kehendak Bapa akan masuk Kerajaan Allah.”
Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, ‘Tuhan! Tuhan’ akan masuk Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga. Semua orang yang mendengar perkataan-Ku dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana yang membangun rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu. Tetapi rumah itu tidak roboh sebab dibangun di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang bodoh, yang membangun rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu. Maka robohlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”
Demikianlah Injil Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Aegidius Warsito SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Jumpa lagi saudara-saudari pendengar Resi Dehonian bersama saya: Rm. Aegidius Warsito SCJ, dari Komunitas SCJ Toronto Kanada, di dalam Resi: renungan singkat Dehonian edisi hari Kamis Pekan Pertama Masa Advent. Mari kita baca bersama perikopa pada hari ini yang diambil dari Injil Matius 7:21, 24-27
Para pendengar Resi Dehonian yang budiman, di dalam perikopa yang baru saja kita baca dan dengarkan bersama, Yesus berbicara tentang dua tipe orang yang membangun rumahnya. Yang satu membangun rumahnya di atas batu karang yang kokoh, sementara yang lain membangun rumahnya di atas pasir. Dalam hal ini, Yesus memuji orang yang membangun rumahnya di atas batu karang.
Lalu pertanyaannya: apakah dimaksud dengan batu karang itu? Yang Yesus maksudkan dengan Batu Karang adalah diri-Nya sendiri dan ajaran-ajaran-Nya, firman-Nya, hidup-Nya, dan teladan-Nya. Namun, mendengarkan firman-Nya atau sekadar membacanya saja tidaklah cukup. Yang juga dibutuhkan, yang sama pentingnya dengan membaca, adalah tindakan konkrit.
Kata “Rumah” sebagaimana Yesus gunakan dalam Injil pada hari ini dapat diartikan sebagai hidup kita dan seluruh perjalanan hidup kita. Sehubungan dengan perjalanan hidup ini, Yesus tidak hanya ingin menjadi atap (yang menaungi dari terik matahari dan hujan). Yesus tidak hanya ingin menjadi tembok (yang melindungi dari kekuatan luar). Yesus tidak hanya ingin menjadi pintu atau jendela (yang menawarkan jalan keluar, pelarian). Akan tetapi Yesus juga ingin menjadi batu karang – landasan atau fondasi, yang menopang segalanya.
Para pendengar Resi yang budiman, diawal perikopa yang kita baca bersama tadi, Yesus dengan sangat jelas menegaskan bahwa tidak cukup bagi kita hanya sekedar membaca atau merenungkan Firman-Nya. Bagi Yesus, action atau tindakan konkrit sama pentingnya dengan membaca dan merenungkan Firman-Nya. Oleh karena itu Yesus berkata: “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di Surga.” Dengan pernyataan ini Yesus dengan sangat jelas mengatakan kepada kita bahwa tidak ada jalan lain untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga kecuali melakukan kehandak Bapa-Nya.
Kalau kita ditanya: bagian mana yang terpenting dalam Gereja? Mungkin kita akan menjawab “Altar” karena di sinilah Roti dan Anggur dikonsekrasikan menjadi “Tubuh dan Darah Kristus.” Atau mungkin kita akan mejawab “Mimbar atau Ambo” karena di sinilah Firman Tuhan diwartakan dan homili disampaikan. Baik Altar maupun Mimbar adalah hal yang penting dalam Gereja, akan tetapi ada satu bagian yang amat penting yang tidak boleh dilupakan, yaitu “Pintu ke luar.” Pintu keluar menjadi bagian yang sangat penting, karena jika kita tidak menghayati dan mesharingkan apa dan siapa yang telah kita terima di dalam Ekaristi ke dalam kehidupan nyata di luar Gereja maka semuanya akan menjadi sia-sia. Dengan kata lain, kekatolikan yang kita butuhkan saat ini bukan hanya kekatolikan di dalam Gereja, melainkan kekatolikan di dalam kehidupan nyata sehari-hari.
Maka untuk menutup permenungan kita pada hari ini, baiklah kita bertanya kepada diri kita sendiri: apa yang harus kita laukan untuk bisa membangun fondasi iman kita yang kuat? Untuk apa kita membangun fondasi iman yang kuat itu? Apa yang hendak kita lakukan dengan fondasi iman yang kuat ini?
Semoga bacaan pada hari ini membantu kita untuk memiliki iman yang kuat dan hidup dengan iman itu dalam kehidupan kita sehari-hari. Akhir kata, semoga kasih Tuhan memberkati langkah perjuangan kita di sepanjang hari ini, dan semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita semua. Amin
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa mahakudus, semoga ibadat yang kami lakukan di hadapan-Mu dalam perjalanan ziarah kami, kelak mendatangkan anugerah penebusan kekal. Demi Kristus,…..
ATAU:
Allah Bapa mahamulia, semoga persembahan roti dan anggur ini Kaujadikan tanda kedatangan kerajaan-Mu, yang membawa kedamaian sekarang dan pada waktu mendatang.
ANTIFON KOMUNI – lih. Titus 2:12-13
Hendaklah kita hidup jujur dan saleh di dunia ini, sambil menantikan dengan penuh harapan kedatangan Tuhan yang membahagiakan.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Allah Bapa mahamulia, semoga ibadat kami ini mendatangkan keselamatan. Kiranya Engkau mengajar kami mendambakan harta surgawi di tengah suka-duka dunia ini. Demi Kristus, ….
ATAU:
Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, bila kami memperhatikan sabda-Mu, Engkau tinggal dalam diri kami. Kami mohon, sudilah tinggal bersama kami demi Yesus Kristus Putra-Mu, yang telah sudi mengenakan hidup kami dan menjadikan kami umat-Mu terpilih. Sebab Dialah
DOWNLOAD AUDIO RESI:
No Comments