Minggu, 14 Desember 2025 – Hari Minggu Adven III – Minggu Gaudete

Fr Thomas Mersudi Tomo SCJ dari Komunitas SCJ Visma Vijaya Praya (VVP) Yogyakarta – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Flp. 4:4-5

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan. Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Sebab Tuhan sudah dekat.

PENGANTAR:

Warta gembira akan tahun rahmat Tuhan membuat kita semakin siap menyambut peristiwa Allah yang menjadi manusia. Kesiapan itu tidak boleh hanya dalam rupa tata lahir saja, namun harus meresap dalam batin, siap lahir dan batin. Yohanes Pembaptis menjadi nabi yang menyerukan persiapan batin bagi orang yang menantikan kedatangan-Nya. Semua pewartaan hari ini dikemas dalam suasana gembira, bukan kelesuan, bukan ketakutan, namun penguh pengharapan.

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah pembawa sukacita sejata, yang dinanti-nantikan umat manusia. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkaulah penyembuh jiwa raga, yang dirindukan umat manusia. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Engkaulah juga pembawa keselamatan kekal, yang diharapkan oleh umat manusia. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA KOLEKTA:

Marilah bedoa: Ya Allah Yang Mahabaik, Engkau menghendaki agar kami selamat. Maka, dengan sabar dan penuh kasih, Engkau mempersiapkan kami untuk menyambut kedatangan Putra-Mu, Sang Juru Selamat, yang  Kaujanjikan. Bantulah kami mengatasi kelemahan kami dan bukalah hati kami untuk mengenal Putra-Mu yang hadir di tengah-tengah kami. Dialah Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang bersama Engkau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 35:1-6a.10

“Tuhan sendiri datang menyelamatkan kamu.”

Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorai dan berbunga. Seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai! Kemuliaan Libanon, semarak Karmel dan Saron, akan diberikan kepadanya. Orang akan melihat kemuliaan Tuhan, semarak Allah kita. Kuatkanlah tangan yang lemah lesu, dan teguhkanlah lutut yang goyah. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati, “Kuatkanlah hatimu, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan membawa pembalasan dan ganjaran. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!” Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka; orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai. Pada waktu itu orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sementara sukacita abadi meliputi mereka. Kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 146:7.8-9a.9b-10

Ref. Bangkitkanlah, ya Tuhan, kegagahan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.

  1. Dialah yang menegakkan keadilan bagi orang yang diperas, dan memberi roti kepada orang-orang yang lapar. Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung. Dia tetap setia untuk selama-lamanya.

  2. Tuhan membuka orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tertunduk, Tuhan mengasihi orang-orang benar. Tuhan menjaga orang-orang asing.

  3. Anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-menurun.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Rasul Yakobus 5:7-10

“Teguhkanlah hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat.”

Saudara-saudara, bersabarlah sampai kedatangan Tuhan, seperti petani yang menantikan hasil tanahnya yang berharga: Ia sabar sampai turun hujan musim gugur dan hujan musim semi, demikian kamu pun harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Ingatlah, Hakim telah berdiri di ambang pintu. Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Yes 61:1; 2/4) Roh Tuhan menaungi aku; Aku diutus-Nya menyampaikan warta gembira kepada kaum papa.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 11:2-11

“Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?”

Sekali peristiwa Yohanes Pembaptis yang berada di penjara mendengar tentang pekerjaan Kristus. Lalu ia menyuruh murid-muridnya bertanya kepada Yesus, “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” Yesus menjawab mereka, “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Berbahagialah orang yang tidak sangsi dan tidak menolak Aku.” Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak tentang Yohanes, “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih daripada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau! Ia akan mempersiapkan jalan di hadapan-Mu. Aku berkata kepadamu: Camkanlah, di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis. Namun demikian, yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar daripada Yohanes.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Fr Thomas Mersudi Tomo SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Saudara-Saudari, salam jumpa bersama saya Fr. Thomas Mersudi Tomo SCJ dari Skolastikat, Yogyakarta dalam RESI (Renungan Singkat) Dehonian: Minggu, 14 Desember 2025.

Sukacita penantian di dalam Kritus.

Saudara-saudara terkasih dalam Kristus, hari ini kita merayakan Hari Minggu Adven III (Minggu Gaudete atau Minggu Sukacita).

Bacaan injil hari ini berkisah mengenai Yohanes Pembaptis, yang sedang di penjara, mendengar tentang pekerjaan Kristus. Ia menyuruh murid-muridnya bertanya kepada Yesus: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” Yesus menjawab bukan dengan pengakuan langsung, melainkan dengan menunjukkan bukti karya-Nya: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, dan orang miskin mendengar kabar baik.

Saudara-saudari yang terkasih, bacaan hari ini menarik untuk memberi kesadaran bagi kita tentang makna penantian. Yesus menggarisbawahi bahwa “Mesias” yang dinantikan murid Yohanes bukan terletak di masa depan, tetapi di hadapan matanya. “Mesias” sebagai pribadi yang memiliki kuasa Ilahi mampu menyelamatkan dan memberi kebahagiaan sejati itu hadir di depan matanya. Namun ternyata murid Yohanes masih ragu dan bertanya “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?.” Keraguan ini mungkin juga terjadi pada kita. bagaimana saya bisa bersukacita ketika saya masih menunggu, masih merasa kurang, atau bahkan sedang menderita?

Kita bisa belajar dari kisah petani yang menantikan hasil panen. Penantian bukan sebagai “waktu yang terbuang”, melainkan waktu pertumbuhan. Seorang petani tidak hanya duduk diam; ia mengolah tanah, menjaga tanaman, lalu bersabar menunggu hujan. Saat kita menunggu kesuksesan, atau kesembuhan. Kita diajak untuk tetap produktif melakukan bagian kita, melakukan hal yang bisa kita lakukan, sembari membiarkan Tuhan melakukan bagian-Nya. Tindakan pasif mengeluh menandakan lemahnya iman pada karya Yesus di setiap dinamika hidup.

Dalam penantian itu, hal yang kita butuhkan bukan sebuah tanda besar dari Yesus, tapi kerendahan hati kita untuk memaknai tanda-tanda kecil sebagai hasil karya Allah. Seringkali kita kehilangan sukacita karena terlalu fokus pada “penjara” kita atau masalah besar kita. Mari, kita fokus pada penantian di dalam Kristus. Harapan orang kristiani bukan sekadar optimisme kosong (“semua akan baik-baik saja”), melainkan sebuah kepastian bahwa penderitaan bukanlah akhir dari cerita. Hal ini memberikan kekuatan mental bahwa: “Saya sanggup menanggung masa sulit ini karena saya tahu ada sukacita yang sedang Tuhan siapkan di ujung jalan.”

Berkat Allah Yang Maha Kuasa menjadi kekuatan bagi kita untuk selalu percaya dan berharap: (+) Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin. (Salam Kasih dan Doa kami dari Komunitas Skolastikat SCJ, Yogyakarta, Indonesia).

DOA UMAT:

I : Allah Bapa kita adalah Allah yang setia, yang selalu memperhatikan dan menyertai hidup serta perjuangan kita. Marilah kita memanjatkan doa-doa sebagai wujud pengharapan akan janji keselamatan-Nya bagi kita.

L : Marilah kita berdoa bagi para pemimpin Gereja. Ya Bapa, dampingilah para pemimpin Gereja-Mu agar selalu siap sedia dan rendah hati dalam memberikan kesaksian Injil-Mu di dunia yang tengah dilanda oleh berbagai tantangan keputusasaan ini. Marilah kita mohon:

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan

L : Marilah kita berdoa bagi para pemimpin masyarakat: Ya bapa, terangilah para pemimpin masyarakat kami dengan Sabda-Mu agar mereka selalu berjuang demi memajukan kesejateraan umum.

Marilah kita mohon:

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan

L : Marilah kita berdoa bagi mereka yang sakit dan putus asa.: Ya Bapa, hiburlah mereka yang sakit dan putus aa, melalui kasih dan perhatian serta kehadiran orang-orang yang dengan setia melayani, mendampingi, dan memperjuangkan kehidupan mereka.

Marilah kita mohon:

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan

L : Marilah kita berdoa bagi kita yang berkumpul di sekitar altar ini: Ya Bapa, semoga Masa Adven ini menjadi masa saat kami menantikan dengan penuh pengharapan akan cahaya dan kasih-Mu bagi kami yang takkan berkesudahan.

Marilah kita mohon:

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan

I : Allah Bapa kami, dengan gembira kami menanti-nantikan kedatangan Putra-Mu. Semoga, dalam masa penantian ini kami mampu membersihkan hati dan budi kami sehingga layak menyongsong kelahiran Putra-Mu, Yesus, Sang Juru Selamat kami. Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Kami mohon, ya Allah, semoga kurban ini, yang merupakan tanda bakti kami, senantiasa kami persembahkan kepada-Mu. Wujudkanlah sepenuhnya dalam diri kami karya penyelamatan-Mu, yang sudah dimulai dalam misteri kudus ini. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin

ANTIFON KOMUNI – Bdk. Yes. 35:4

Katakanlah kepada yang tawar hati: Tabahkanlah hatimu dan jangan takut. Lihatlah,Tuhan akan datang menyelamatkan kita.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Ya Allah Bapa Yang Mahamurah, semoga oleh daya ilahi Sakramen Mahakudus ini, kami dibersihkan dari cacat cela dan dengan demikian kami siap menyambut hari raya mendatang. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

2 Comments

Leave a Comment