Minggu, 21 Desember 2025 – Hari Minggu Adven IV

Rm. Agustinus Riyanto SCJ dari Komunirtas SCJ Palembang Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Yes 45:8

Hai langit, turunkan embun, hai awan, curahkan yang adil, hai bumi, bukalah dirimu, tumbuhkanlah Sang Penyelamat.

PENGANTAR:

Telah tiga minggu kita mempersiapkan diri menyambut kelahiran Tuhan Yesus. Perlahan tapi pasti, kita sudah diarahkan untuk meyakini bahwa peristiwa kelahiran Yesus adalah sebuah sejarah kehidupan. Tokoh-tokoh yang disebut dalam kelahiran Yesus sudah mulai ditegaskan. Yesaya menyebut bahwa seorang perawan akan melahirkan Immanuel, Allah beserta kita. Maria ibu Yesus, Yusuf, dan Elisabet, saudari Maria, adalah pribadi-pribadi yang dipilih Allah untuk menjadi sarana keselamatan dalam Yesus Kristus. Semakin kuatkah batin kita untuk menerima Dia yang akan lahir dengan hati yang gembir dan pantas?

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Putra Bapa yang menjelma menjadi manusia. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkaulah Putra Bunda Maria, yang terkandung berkat kuasa Roh Kudus. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Engkaulah tanda kehadiran Allah di tengah-tengah kami. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA KOLEKTA:

Marilah bedoa: Allah Yang Mahabaik, kami percaya bahwa Engkau selalu menyertai kami dalam diri Yesus Kristus, Putra-Mu, Sang Immanuel. Kami mohon, bukalah hati kami agar dapat mengenal kehadiran dan penyertaan-Nya dalam hidup kami sehari-hari. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami, yang bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 7:10-14

“Seorang perempuan muda akan mengandung.”

Beginilah firman Tuhan Allah kepada Ahas bin Yotam bin Uzia, raja Yehuda, “Mintalah suatu pertanda dari Tuhan, Allahmu, entah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah, entah sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas.” Tetapi Ahas menjawab, “Aku tidak mau minta! Aku tidak mau mencobai Tuhan!” Lalu berkatalah Nabi Yesaya, “Baiklah! Dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu, Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya seorang perempuan muda akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamai Dia Imanuel.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAAN: Mazmur 24:1-2.3-4b.5-6

Ref. Bukalah pintu hatimu, sambutlah Raja Sang Kristus.

  1. Miliklah Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagad dan semua yang diam di dalamnya.  Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan, dan menegakkannya di atas sungai-sungai.

  2. Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan muni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan, dan tidak bersumpah palsu.

  3. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma 1:1-7

“Yesus Kristus, keturunan Daud itu adalah Anak Allah.”

Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. Injil itu dahulu telah dijanjikan-Nya dengan perantaraan para nabi dalam kitab-kitab suci. Pokok isinya ialah tentang Anak Allah, yang menurut daging dilahirkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan sebagai Anak Allah yang berkuasa oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Dia itulah Yesus Kristus Tuhan kita. Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya. Dan kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus, kamu pun termasuk di antara mereka. Kepada kamu semua yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Semoga kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, menyertai kamu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Matius 1:23; 2/4) Seorang gadis akan mengandung dan melahirkan putra, nama-Nya: Imanuel, Allah beserta kita.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 1:18-24

“Yesus lahir dari Maria, tunangan Yusuf, anak Daud.”

Kelahiran Yesus Kristus adalah sebagai berikut: Pada waktu Maria, ibu Yesus, bertunangan dengan Yusuf, ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf, suaminya, seorang yang tulus hati, dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi, dan berkata,”Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab Anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Maria akan melahirkan Anak laki-laki, dan engkau akan menamai Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. Hal itu terjadi supaya genaplah firman Tuhan yang disampaikan oleh nabi: Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamai Dia Imanuel, yang berarti: Allah menyertai kita.” Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Riyanto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

BERSERAH SEPERTI YUSUF

Saudara-saudari pencinta RESI yang terkasih, Injil hari ini mengisahkan awal kelahiran Yesus. Tetapi yang menarik, Injil tidak langsung berbicara tentang Yesus, melainkan tentang Yusuf, seorang manusia biasa, dengan perasaan yang sangat manusiawi. Yusuf sedang berada dalam situasi yang sulit. Ia bertunangan dengan Maria, tetapi Maria ternyata mengandung. Kita bisa membayangkan pergolakan batin Yusuf: kecewa, bingung, terluka, dan mungkin juga takut. Hidupnya tidak berjalan sesuai rencana. Dan justru di saat hidup Yusuf kacau dan tidak jelas, Allah masuk dan bertindak. Hal ini menjadi pesan penting bagi kita, bahwa Allah tidak menunggu hidup kita rapi dan sempurna untuk berkarya. Allah justru hadir dalam kekacauan, dalam kebingungan, dalam luka-luka hidup kita.

Yusuf digambarkan sebagai orang yang tulus hati. Ia tidak ingin mempermalukan Maria. Ia memilih jalan yang paling manusiawi dan penuh kasih menurut kemampuannya. Ini menunjukkan bahwa Allah bekerja melalui hati manusia yang baik dan terbuka. Namun, kebaikan Yusuf saja belum cukup untuk memahami rencana Allah. Maka malaikat Tuhan datang dalam mimpi dan berkata: “Janganlah engkau takut.”

Saudara-saudariku, kalimat ini sering kita dengar dalam Kitab Suci. Mengapa? Karena ketakutan sering menjadi penghalang terbesar bagi kita untuk percaya sepenuhnya kepada Allah. Yusuf diminta untuk tidak takut menerima Maria, tidak takut menerima situasi yang tidak ia pahami, dan tidak takut mengambil tanggung jawab yang besar. Di sini kita belajar bahwa iman sering menuntut keberanian, bukan kepastian; berani untuk berserah kepadaNya.

Keberanian Yususf untuk berserah mengubah hidupnya. Respons Yusuf adalah inti dari sikap berserah dirinya. Setelah bangun dari tidur, ia langsung berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan. Tidak ada bantahan, tidak ada penundaan, tidak ada negosiasi. Ia menerima realitas yang sama sekali berbeda dari yang ia rencanakan. Ketaatan Yusuf adalah ketaatan yang berisiko dan ketaatan yang mengubah jalan hidupnya dan semua itu hanya demi terwujudnya kehendak Allah bagi  keselamatan dunia.

Sahabat Resi, Sama seperti Yusuf, kita pun seringkali dihadapkan pada situasi yang tidak terduga, yang mengguncang rencana dan harapan kita karena masalah pekerjaan, keluarga, kesehatan, relasi dan aneka persoalan hidup lainnya. Semoga kita belajar dari Yusuf, untuk tidak takut tetapi berserah. Bersama Yusuf, marilah kita songsong Natal dengan menjadi pribadi yang rendah hati, berani percaya, dan setia berjalan bersama Allah, karena Allah tidak pernah meninggalkan kita dalam sejarah hidup kita. Tuhan memberkati dan menyertai kita semua. Amin.

DOA UMAT:

I : Cinta kasih Allah Bapa sungguh amat agung. Marilah kita ungkapkan doa-doa kita sebagai wujud syukur dan imankita akan kasih sayang-Nya.

L : Bagi Gereja Allah yang kudus: Allah Bapa Mahakasih, teguhkanlah dan perbaharuilah Gereja-Mu dalam mewartakan kasih-Mu bagi keselamatan dunia berkat perayaan penjelmaan Putra-Mu. Marilah kita mohon …

U : Tuhan, Engkaulah tumpuan harapan dan keselamatan kami.

L : Bagi masyarakat kita: Allah Bapa Mahabaik, tuntunlah masyarakat kami dalam menanggapi Sabda-Mu sehingga kami semakin mengakui misteri cinta kasih-Mu dalam diri Yesus Kristus, Putra-Mu. Marilah kita mohon …

U : Tuhan, Engkaulah tumpuan harapan dan keselamatan kami.

L : Bagi kaum muda: Allah Bapa Mahabaik, dampingilah kaum muda kami, yang saat ini sedang berjuang menyelami arti kedatangan Putra-Mu di tengah umat manusia dengan terlibat berbagi hidup bagi sesama. Marilah kita mohon …

U : Tuhan, Engkaulah tumpuan harapan dan keselamatan kami.

L : Bagi kita semua di sini: Allah Bapa Mahasetia, berkatilah kami semua dalam berbagai kegembiraan Natal, khususnya bagi mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel. Marilah kita mohon …

U : Tuhan, Engkaulah tumpuan harapan dan keselamatan kami.

I : Allah Bapa Yang Maha Pengasih, kami bersyukur atas cinta kasih-Mu, yang tampak dalam diri Yesus Kristus. Semoga perayaan kelahiran Yesus Kristus, Putra-Mu, memperbarui dan mengobarkan cinta kasih kami, hingga kami semakin sehati dan sejiwa dengan Yesus, Sang Juru Selamat kami. U : Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Bapa Yang Mahakudus, jadikanlah roti dan anggur yang kami persembahkan ini sebagai tanda kehadiran-Mu di tengah-tengah kami dalam diri Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami. Amin

ANTIFON KOMUNI – Yesaya 7:14

Seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan diberi nama Immanuel.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa Yang Mahakuasa, kami telah menerima jaminan penebusan abadi. Semoga dengan semakin dekatnya hari keselamatan, kami semakin giat menyiapkan diri agar pantas merayakan misteri kelahiran Putra-Mu, yang hidup dan berkuaa sepanjang segala masa. U : Amin

RESI DIBAWAKAN OLEH: 

No Comments

Leave a Comment