
Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA – lih. Yesaya 11:1; 40:5; Lukas 3:6
Suatu tunas akan terbit dari akar Isai, kemuliaan Tuhan memenuhi seluruh bumi, dan semua orang melihat penyelamatan oleh Allah kita.
PENGANTAR:
Kita diajak memandang ke depan, melihat misteri kelahiran Yesus. Dalam bacaan pertama dari Kitab Yesaya dibicarakan tentang seorang wanita muda yang akan melahirkan. Putra-Nya itu akan dinamai Emanuel, yang berarti “Allah-Beserta-Kita”. Kita sungguh disayangi Tuhan, sampai-sampai Tuhan turun tangan dalam sejarah umat manusia. Setelah malaikat menyatakan “Tuhan menyertai engkau” maka Maria menyata-kan kesediaannya.
DOA KOLEKTA:
Marilah bedoa: Allah Bapa mahaluhur, Santa Perawan Maria telah menerima kabar malaikat dan mengandung Putra-Mu berkat kuasa Roh Kudus. Semoga kami mengikuti teladan Santa Perawan Maria dan menaati kehendak-Mu dengan rendah hati. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 7:10-14
“Seorang perempuan muda akan mengandung.”
Tuhan berfirman kepada Raja Ahas, “Mintalah suatu pertanda dari Tuhan, Allahmu, entah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah, entah sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas.” Tetapi Ahas menjawab, “Aku tidak mau minta! Aku tidak mau mencobai Tuhan!” Lalu berkatalah Nabi Yesaya, “Baiklah! Dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu, Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamai Dia Imanuel.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 24:1-2. 3-4ab. 5-6
Ref. Gapuramu, lapangkanlah, menyambut Raja mulia. Bukalah pintu hatimu, sambutlah Raja Sang Kristus.
-
Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagat dan semua yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan, dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
-
Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan.
-
Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya, alleluya
S : O Tuhan, Kunci Kerajaan Allah, datanglah dan bebaskanlah umat-Mu dari perbudakan.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 1:26-38
“Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki.”
Dalam bulan yang keenam Allah mengutus Malaikat Gabriel ke sebuah kota di Galilea, bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf, dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata, “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hati, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya, “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan melahirkan seorang Anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamai dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhurnya. Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya, dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya, “Roh Kudus akan turun atasmu, dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya, dan inilah bulan yang keenam bagi dia yang dikatakan mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada hal yang mustahil.” Maka kata Maria, “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu.” Lalu malaikat itu meninggalkan Maria.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Mariae.
Para Sahabatku, Saudari-saudara yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia.dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Sabtu, 20 Desember 2025. Hari biasa Khusus Adven. Semoga Belas Kasih dan Kerahiman dari Hati Yesus yang Maha Kudus memberkati Anda semua. Amin. Tema Resi kita kali ini adalah “Ketika Tuhan Datang, Apakah Aku Siap Menjawab?”. Namun sebelumnya, mari kita persiapakan hati dan kita awali permenunga kita dengan tanda kemenangan kristus. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus..
Para sahabatku, Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Injil hari ini mengisahkan perjumpaan Bunda Maria dengan Malaikat Gabriel. Di sebuah desa kecil yang nyaris tidak diperhitungkan yotu di Nazaret, Tuhan Allah menyapa seorang perempuan yang sederhana dan menyampaikan rencana-Nya yang besar: yitu ia akan mengandung oleh kuasa Roh Kudus dan melahirkan Sang Juru Selamat. Tentu saja Bunda Maria terkejut dan bertanya, bahkan merasa tidak mengerti sepenuhnya. Namun di tengah kebingungan dan ketidakpastian, Bunda Maria tidak menutup diri. Ia mendengarkan, merenungkan, lalu menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada kehendak Allah: “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataan-Mu.” Lalu apa yang bisa kita pelajari dari perisyiwa yang agung ini? Saya menawarkan 3 hal saja:
-
Allah sering datang dengan cara yang tidak kita duga. Bunda Maria tidak sedang menantikan malaikat atau wahyu besar; ia hanya menjalani hidup sehari-hari. Namun justru di situ Allah hadir dan berbicara. Dalam hidup kita, Tuhan pun sering menyapa lewat hal-hal sederhana: tugas yang tiba-tiba berubah, permintaan tolong yang tak direncanakan, atau situasi yang mengganggu kenyamanan kita. Lalu yang pemjadi pertanyaan bagi kita adalah: “Apakah aku peka melihat kehadiran Tuhan di balik peristiwa-peristiwa kecil yang mengusik rutinitasku?”
-
Iman tidak selalu berarti langsung mengerti, tetapi berani percaya. Bunda Maria bertanya, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi?” Pertanyaannya bukan tanda penolakan, melainkan kejujuran hati. Iman bukan meniadakan kebingungan, melainkan tetap melangkah meski belum memahami segalanya. Bisa juga kita alami dalam hidup kita misalnya pada saat kita harus menjalani tugas atau keputusan penting tanpa kepastian hasil, namun tetap melakukannya dengan niat baik dan kepercayaan pada penyelenggaraan Tuhan. Maka pertanyaan refleksi bagi kita adalah: “Apa yang paling membuatku sulit percaya kepada Tuhan: ketidakpastian, rasa takut gagal, atau keinginan untuk selalu mengendalikan segalanya?”
-
Penyerahan diri membuka jalan bagi karya Allah. Jawaban Bunda Maria bukanlah perhitungan untung-rugi, melainkan penyerahan total. Dalam spiritualitas Dehonian, inilah sikap persembahan: hati yang rela dipakai Tuhan, Ecce Ancilla (aku ini hamba Tuhan), apa pun konsekuensinya. Misalnya berani menerima tanggung jawab yang tidak populer, tetap setia melayani meski tidak terlihat atau dihargai. Yang menjadi pertanyaan adalah: “Apakah aku berani berkata “ya” kepada Tuhan, meski itu menuntut pengorbanan dan kesediaan berkurban?”
Terima kasih Romo Tuhan memberkati