Selasa, 23 Desember 2025 – Hari Biasa Khusus Adven

Rm. Gregorius Virdiawan Mubin SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St. St. Petrus Kota Batak Riau – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKAAN – lih. Yesaya 9:6; Mazmur 72:17

Seorang Putra akan lahir bagi kita dan akan dinamai Allah perkasa. Dalam Dia, segala bangsa akan diberkati.

PENGANTAR: 

Yohanes Pembaptis adalah perintis jalan Yesus. Bukankah selayaknya pada hari-hari terakhir masa Adven kita kenang kembali kelahirannya? Sebuah nubuat Nabi Maleakhi membicarakan seorang utusan yang ditugasi menyiapkan jalan. Kejadian-kejadian sekitar kelahiran Yohanes nyata, namun ajaib juga. “Akan menjadi apakah anak ini kelak? Sebab tangan Tuhan menyertai dia.”

DOA KOLEKTA: 

Marilah bedoa: Allah Bapa mahakuasa dan kekal, hari kelahiran Putra-Mu semakin mendekat. Sabda-Mu berkenan menjadi manusia dalam rahim Perawan Maria dan tinggal di antara kami. Kami mohon, semoga Ia menaruh belas kasih kepada kami. Sebab Dialah ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Maleakhi 3:1-4;4:5-6

“Aku akan mengutus Nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan.”

Beginilah firman Tuhan semesta alam, “Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sungguh, Ia datang! Sipakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Siapakah yang dapat tetap berdiri apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia laksana api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan perak; dan Ia akan mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan kurban yang benar kepada Tuhan. Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan berkenan di hati Tuhan seperti pada hari-hari dahulu kala, dan seperti di tahun yang sudah-sudah. Sesungguhnya, Aku akan mengutus Nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati para bapa berbalik kepada anak-anaknya, dan hati anak-anak kepada bapanya, supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 25:4b-5b.8-9.10.14

Ref. Bangkitlah dan angkatlah mukamu sebab penyelamatanmu sudah dekat.

  1. Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.

  2. Tuhan itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.

  3. Segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian dan peringatan-peringatan-Nya. Tuhan bergaul karib dengan orang yang takwa pada-Nya, dan perjanjian-Nya Ia beritahukan kepada mereka.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
L : O Tuhan, Raja segala bangsa dan batu penjuru Gereja, datanglah dan selamatkanlah umat-Mu.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 1:57-66

“Kelahiran Yohanes Pembaptis.”

Genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika para tetangga serta sanak saudaranya mendengar bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepada Elisabet, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu, dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya. Tetapi Elisabet, ibunya berkata, “Jangan, ia harus dinamai Yohanes!” Kata mereka kepadanya, “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian.” Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anak itu. Zakharia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: Namanya adalah Yohanes. Dan mereka pun heran semuanya. Seketika itu juga terbukalah mulut Zakharia, dan terlepaslah ikatan lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Semua orang yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata, “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia.
Demikianlah Injil Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Gregorius Virdiawan Mubin SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Saudara sekalian yang direngkuh oleh Hati Yesus, kembali bersama saya Pastor Gregorius Virdi Mubin SCJ, dari komunitas SCJ Paroki Kota Batak – Riau. Mari sejenak kita merenungkan bacaan Injil hari ini, hari Selasa Masa Adven IV, 23 Desember 2025. Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus. Dua hari menjelang Natal, kita diantar ke sebuah rumah di pegunungan Yudea yang sedang diliputi ketegangan batin. Bukan ketegangan karena duka, melainkan sebuah pergulatan antara desakan tradisi dan interupsi ilahi. Kita seringkali menempatkan diri kita seperti seorang aktor utama yang merasa paling berhak mendikte jalan cerita hidup kita sendiri. Kita telah menulis naskah yang rapi: kapan kita harus sukses, bagaimana keluarga kita harus dipandang, dan “nama besar” apa yang harus kita wariskan. Namun, tepat di tengah panggung kehidupan, Sang Sutradara Agung seringkali datang menginterupsi dan mengubah naskah kita secara radikal.

Keluarga Zakharia dipaksa untuk memilih: mengikuti arus suara tetangga yang menginginkan pengulangan masa lalu, atau tunduk pada kehendak baru yang sedang Allah kerjakan. Nama “Yohanes” atau Yehochanan bukan sekadar pilihan kata, melainkan sebuah proklamasi bahwa “YHWH bermurah hati”. Dengan melepaskan nama keluarganya sendiri, Zakharia sedang melakukan sebuah pengosongan diri. Ia menyadari bahwa selama kita masih sibuk meninggikan nama dan ego kita sendiri, kita akan tetap “bisu” dan kelu terhadap karya keselamatan Allah yang lebih besar.

Sembilan bulan kebisuan Zakharia adalah sebuah “liturgi keheningan”. Seringkali, Tuhan harus membisukan kebisingan ambisi kita agar kita bisa kembali mengeja bahasa rahmat. Mukjizat sejati dalam Injil hari ini tidak terjadi saat bibir Zakharia sembuh secara medis, tetapi saat ia meminta pinakidion, batu tulis dan menuliskan ketaatannya. Saat jemarinya menuliskan nama Yohanes, saat itulah ikatan lidahnya terlepas. Ini adalah pesan yang sangat dalam bagi kita: kemerdekaan batin kita tidak datang dari kemampuan kita mengendalikan situasi, melainkan dari keberanian kita untuk menuliskan “Ya” atas rencana Tuhan di dalam hati kita.

Jangan takut jika Tuhan menginterupsi rencana-rencana kita, karena naskah-Nya selalu berakhir dengan keselamatan. Biarlah hidup kita menjadi tanda tanya yang suci bagi dunia. Biarlah orang bertanya, “Menjadi apakah orang ini nanti?”, karena mereka melihat tangan Tuhan menyertai kita yang berani hidup berbeda. Ambillah batu tulis batinmu hari ini, hapuslah egomu, dan tuliskanlah pengakuan akan kebaikan Tuhan. Maka, mulutmu yang selama ini terikat oleh kekhawatiran akan terlepas untuk menyanyikan madah pujian menyambut Sang Raja Damai.

Amin. Tuhan memberkati.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: 

Ya Bapa, persembahan ini Kaukehendaki sebagai kebaktian yang sempurna. Semoga Engkau sudi menerimanya, supaya kami dapat merayakan kelahiran Penebus kami dengan hati yang murni. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Wahyu 3:20

Aku berdiri di muka pintu dan mengetuk. Barangsiapa mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, akan Kukunjungi.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kedamaian, berikanlah damai-Mu kepada kami yang sudah Kausegarkan dengan sakramen-Mu. Semoga kami layak menyongsong kedatangan Putra-Mu dengan pelita bernyala. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

1 Comment

  • Epin Roma Desember 23, 2025 at 9:31 pm

    Terima kasih Romo atas renungannya Tuhan memberkati kita semua

    Reply

Leave a Comment