Senin, 22 Desember 2025 – Hari Biasa Khusus Adven

Frater Novtavianus Aldi Prayoga SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St. Maria Tak Bernoda Tegalrejo Belitang OKUT SumSel – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 24: 7

Tinggikanlah tiangmu, hai gapura-gapura, dan lebarkanlah dirimu, hai gerbang abadi, supaya masuklah Raja Mulia.

PENGANTAR:

Dua orang wanita ditampilkan dalam bacaan, yaitu Hana dari Maria, yang dengan gembira bersujud kepada Tuhan. Hana telah mohon seorang putra yang akan dipersembahkan untuk melayani Bait Allah: kini ia membawa Samuel kecil ke Bait Allah di Silo. Dalam kidung Magnificat Maria mengungkapkapkan kebahagiaannya yang mendalam. Ia mengagumi kebesaran Allah. Allah yang mahakuasa dan mahamulia melaksanakan karya agung dalam hidup seorang wanita sederhana yang penuh iman.

DOA KOLEKTA:

Marilah bedoa: Allah Bapa maha penyayang, Engkau menaruh perhatian kepada nasib kami, manusia yang terjerumus dalam perangkap maut. Maka, Engkau mengutus Putra-Mu menebus kami. Semoga kami mengimani penjelmaan-Nya dengan tulus ikhlas, dan dipersatukan dengan Dia, Penebus kami, yaitu Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Pertama Samuel 1:24-28

“Hana bersyukur atas kelahiran Samuel.”

Sekali peristiwa, setelah Samuel disapih oleh ibunya, Hana, ia dihantar ke rumah Tuhan di Silo, dan bersama dia dibawalah seekor lembu jantan yang berumur tiga tahun, satu efa tepung dan sebuyung anggur. Waktu itu Samuel masih kecil betul. Setelah menyembelih lembu, mereka mengantar kanak-kanak itu kepada Eli. Lalu Hana berkata kepada Eli, “Mohon bicara, Tuanku! Demi Tuanku hidup, akulah perempuan yang dahulu berdiri di sini, dekat Tuanku untuk berdoa kepada Tuhan. Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan Tuhan telah memberikan kepadaku apa yang kuminta dari pada-Nya. Maka aku pun menyerahkannya kepada Tuhan; seumur hidupnya terserahlah anak ini kepada Tuhan.” Lalu sujudlah mereka semua menyembah Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

KIDUNG TANGGAPAN: 1Samuel 2:1. 4-5. 6-7, 8abcd

Ref. Hatiku bersyukur karena Tuhan, penyelamatku.

  1. Hatiku bersukacita karena Tuhan, aku bermegah-megah karena Allahku. Mulutku mencemoohkan musuhku, aku bersukacita karena pertolongan-Mu.

  2. Busur para pahlawan telah patah, tetapi orang-orang lemah dipersenjatai kekuatan. Orang yang dulu kenyang kini harus mencari nafkah tetapi yang dulu lapar kini boleh beristirahat. Orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi ibu yang banyak anaknya menjadi layu.

  3. Tuhan berkuasa mematikan dan menghidupkan. Ia berkuasa menurunkan ke dalam maut dan mengangkat dari sana. Tuhan membuat miskin dan membuat kaya. Ia merendahkan dan meninggikan juga.

  4. Ia menegakkan orang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia di antara para bangsawan, dan memberi dia kursi kehormatan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : O Tuhan, Raja segala bangsa dan batu penjuru Gereja, datanglah, dan selamatkanlah manusia yang Kaubentuk dari tanah. Alleluya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 1:46-56

“Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku.”

Dalam kunjungannya kepada Elisabet, ketika dipuji bahagia, Maria memuliakan Allah dan berkata, “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memerhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, dan nama-Nya adalah kudus. Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya, dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya, dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.” Kira-kira tiga bulan lamanya Maria tinggal bersama Elisabet, lalu pulang ke rumahnya.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Frater Novtavianus Aldi Prayoga SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa dengan saya Frater Novtavianus Aldi Prayoga SCJ dari Komunitas Paroki St. Maria Tak Bernoda Tegalrejo, Belitang dalam Resi – Renungan Singkat Dehonian edisi Senin, 22 Desember 2025. Sabda Tuhan yang akan kita

Sahabat Resi Dehonian yang terkasih. Dalam kehidupan kita kadang kala kita banyak menyimpan barang-barang lama dan tidak dipakai lagi karena kita sudah bosan memakainya, misalnya Sepatu, baju, celana dan lain-lain. Kadang kala barang-barang itu sampai berdebu, kotor dan kita tidak tertarik lagi untuk memakainya. Kalau di lihat barang-barang itu masih bisa dipakai bahkan bisa disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan, misalnya kepada korban bencana alam atau kepada orang miskin. Cerita singkat di atas secara simbolis juga mau menggambarkan kehidupan Maria ibu Yesus yang dipakai oleh Allah dalam karya keselamatan-Nya.

Bunda Maria adalah perempuan biasa dari Nazaret yang oleh banyak orang tidak diperhitungkan lagi, tidak dianggap sebagai perempuan luar biasa yang memiliki peran dalam Masyarakat. Namun apa yang terjadi padanya, ketika dia dipilih oleh Allah dia menjadi perempuan yang memiliki peran luar biasa dalam karya keselamatan Allah. Dia dipercaya dan dipakai oleh Allah untuk mengandung Sang Putera yakni Yesus Kristus.

Hari ini Bunda Maria melambungkan kidung yang megah. Kidung Maria terucap karena kekagumannya pada kebesaran Allah yang ia rasakan dalam dirinya. “Jiwaku memuliakan Tuhan” pada (Ayat 46-47) dalam kata aslinya Magnificat berarti “memperbesar”. Maria tidak memperbesar dirinya sendiri; ia memposisikan dirinya sebagai “kaca pembesar” bagi kemuliaan Tuhan. Sukacitanya bukan karena ia hebat, melainkan karena Allah adalah Juruselamatnya.

Maria mengakui “kerendahan hamba-Nya”. Hal ini mau menunjukkan bahwa Allah tidak mencari mereka yang merasa penuh dengan diri sendiri, melainkan mereka yang kosong agar bisa diisi oleh rahmat-Nya. Maria menegaskan pola kerja Allah: Ia mencerai-beraikan orang yang sombong dan meninggikan yang rendah.

Maria memperlihatkan kesetiaan Janji Allah kepada umat-Nya: Maria menghubungkan apa yang terjadi padanya dengan janji Allah kepada Abraham. Ini menunjukkan bahwa Allah adalah pribadi yang setia pada sejarah keselamatan. Maria adalah titik temu antara janji Perjanjian Lama dan penggenapan di Perjanjian Baru. Maria mengagungkan Tuhan karena kebesaran-Nya yang memakai dirinya sebagai pribadi yang terlibat dalam karya keselamatan Allah.

Saudara-saudari yang terkasih, oleh karena teladan Maria kita juga mau meniru sikap Maria ketika menerima perutusan dalam hidup kita. Kita diundang untuk menjadi pribadi yang tidak mengagungkan kelebihan kita, tidak menjadikan kelebihan kita menjadi sebuah kesombongan melainkan menjadikan kita untuk seperti Maria yang memiliki kerendahan hati yang sempurna. Itulah bentuk penyerahan diri yang total. Maria menyerahkan diriNya pada Allah supaya dipakai sesuai rencana Allah. Begitu juga dengan kita, hendaknya kita menyerahkan diri kita pada Sang Guru besar yaitu Tuhan Allah yang berkuasa atas segalanya. Semoga oleh karena penyerahan diri kita yang total kepada Allah, kita menjadi orang yang semakin rendah hati dan mengandalkan Allah dalam segalanya. Dan semoga Hati Kudus Yesus selalu membimbing dalam hidup kita. Tuhan Memberkati. Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Sambil mengharapkan kerelaan-Mu, ya Bapa, kami datang membawa persembahan ke altar-Mu. Semoga kami dibersihkan oleh rahmat-Mu dan disucikan oleli ibadat yang kami selenggarakan. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI: – Lukas 1:46.49

Aku mengagungkanTuhan, sebab perkasalah perbuatan tangan-Nya

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus, semoga kami dikuatkan berkat sakramen yang kami sambut, sehingga dapat menyongsong kedatangan Putra-Mu dengan perihidup yang layak dan pantas menerima kurnia yang membahagiakan. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

1 Comment

Leave a Comment