Kamis, 01 Januari 2025 – Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah

Rm. Thomas Suratno SCJ dari Komunitas SCJ Teluk Betung Bandar Lampung Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA: 

Salam, Bunda Kudus, engkau melahirkan Sang Raja, yang memerintah surga dan dunia sepanjang segala masa.

KATA PENGANTAR:

SELAMAT TAHUN BARU. Hari ini adalah tahun baru untuk kalendarium Masehi. Namun, buka ini inti perayaan kita pada hari ini. Liturgi kita mengajak untuk mensyukuri peranan Bunda Maria yang mendapat gelar sebagai Bunda Allah. Maria dipilih menjadi Bunda Penebus. Jawabannya pada Malaikat , “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-mu” membuat Maria sempurna menyediakan diri dipakai oleh Allah dalam karya keselamatan untuk semua bangsa. Perayaan Ekaristi pada tahun baru ini dapat pula merupakan jawaban kesanggupan kita menempuh perjalanan waktu dengan penuh tanggung jawab sebagaimana Bunda Maria.

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Putra Allah yang menjadi manusia, Putra Bunda Maria yang suci dan tak bernoda. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkaulah Putra Allah, yang dilahirkan oleh Bunda Maria di gua Betlehem yang amat sederhana. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Engkaulah Putra Allah, yang datang guna menyelamatkan umat manusia dan mengangkat kami menjadi putra dan putri Allah Bapa serta Bunda Maria. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA KOLEKTA:

Marilah berdoa: Ya Allah, Engkau memberikan anugerah keselamatan abadi kepada umat manusia dengan bantuan doa Santa Perawan Maria. Maka, kami mohon semoga kami merasakan pertolongannya karena melalui dia kami diperkenankan menerima Putra-Mu, sumber kehidupan kami, yang bersama denan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Bilangan 6:22-27

“Mereka harus meletakkan nama-Ku atas orang Israel: maka Aku akan memberkati mereka.”

Sekali peristiwa Tuhan berfirman kepada Musa, “Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 67:2-3.5.6.8

Ref. Berbelaskasihlah Tuhan dan adil Allah kami adalah rahim.

  1. Kiranya Allah mengasihani dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya. Kiranya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.

  2. Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku di atas bumi.

  3. Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takwa kepada-Nya!

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Galatia 4:4-7

“Allah mengutus Anak-Nya yang lahir dari seorang perempuan.”

Saudara-saudara, setelah genap waktunya, Allah mengutus Anak-Nya yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!” Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli waris-ahli waris, oleh karena Allah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Ibr 1:1-2) Dahulu Allah berkata kepada leluhur kita dengan perantaraan para nabi; kini Ia bersabda kepada kita dengan perantaraan Putra-Nya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 2:16-21

“Mereka mendapati Maria, Yusuf, dan si Bayi. Pada hari kedelapan Ia diberi nama Yesus.”

Setelah mendengar berita kelahiran penyelamat dunia, para gembala cepat-cepat berangkat ke Betlehem, dan mendampati Maria dan Yusuf serta Bayi yang terbaring di dalam palungan. Ketika melihat Bayi itu, para gembala memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu dalam hati dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. Ketika genap delapan hari umurnya, Anak itu disunatkan, dan Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan!
U. Terpujilah Krsitus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Thomas Suratno SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Saudara-saudari yang terkasih, kita jumpa lagi dalam Resi – Renungan Singkat Dehonian  hari ini – Kamis-01 Januari 2026, HARI RAYA SP MARIA BUNDA ALLAH. Bersama saya Romo Thomas Suratno, SCJ dari Komunitas SCJ Teluk Betung-Bandar Lampung, mendengar dan merenungkan sabda Tuhan, yakni friman Tuhan yang tersurat dalam Luk 2:16-21.

Hari ini seluruh Gereja Katolik merayakan Santa Perawan Maria Bunda Allah. Seperti dikatakan dalam warta Injil tadi bahwa  “Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.” Luar biasa…dia tidak bertanya, tidak protes tetapi secara bijak menyimpan dalam hati dan diam merenung! Dialah Bunda Maria, Bunda Yesus Kristus Sang Imanuel, Allah beserta kita. Namun siapakah dan bagaimana dia sampai disebut atau digelari Bunda Allah dan kita rayakan pada hari ini? 

Ad Jesum per Mariam” (Menuju Yesus melalui Bunda Maria) adalah istilah yang sering kita dengar. Namun sudahkah kita menghayati pepatah ini, dan menjadikannya sebagai semboyan hidup sendiri? Barangkali proses pemahaman tentang hal ini akan memakan waktu sepanjang hidup kita, dan semoga hari demi hari Tuhan menambahkan kepada kita pemahaman yang semakin mendalam.   “Ad Jesum per Mariam“, pepatah ini berguna bagi pemahaman akan inti penghormatan kita kepada Bunda Maria. Mengapa? Karena penghormatan kita kepada Bunda Maria tidak terlepas dari penghormatan kita kepada Yesus. Kita menuju Yesus melalui Bunda Maria.

Maka, secara prinsip, dapat dikatakan demikian: 1. Seluruh gelar dan kehormatan Maria yang diberikan Allah kepadanya adalah demi kehormatan Yesus Kristus Putera-Nya, dan penghormatan ini selalu berada di bawah penghormatan kepada Kristus. 2. Dasar penghormatan kepada Bunda Maria adalah karena perannya sebagai Bunda Allah. 3. Sebagai Bunda Allah, Maria dikuduskan Allah dan mengambil peran istimewa dalam keseluruhan rencana keselamatan Allah: Untuk itu Maria dipersiapkan Allah, dengan dibebaskan dari dosa asal sejak terbentuknya di dalam kandungan (Immaculate Conception).  Kemudian, Bunda Maria menjalankan perannya sebagai Bunda Allah dan bekerjasama dalam rencana keselamatan Allah. Kerjasama Maria ini terlihat dari ketaatan-Nya dalam mendengarkan dan melaksanakan Sabda Allah. Oleh sebab itu, kerjasama Bunda Maria ini tidak hanya terbatas oleh kesediaannya untuk mengandung dan melahirkan Yesus; namun juga kesetiaannya dalam membesarkan dan mendampingi Yesus dalam menjalankan misi keselamatan Allah.  Akhirnya, Kerjasama Bunda Maria dengan rahmat Allah yang diterimanya, menghasilkan:

(i) persatuannya dengan Kristus, baik saat ia hidup di dunia ini, maupun pada saat ia beralih dari dunia ini dan sesudahnya dalam kehidupan kekal; kemudian (ii) Oleh jasa pengorbanan Kristus, Bunda Maria diangkat ke surga; dan (iii) Maria menjadi bunda semua umat beriman, karena Kristus telah memberikannya kepada kita sebagai ibu kita juga; Lalu (iv) Setelah ia diangkat ke surga, Bunda Maria tetap menjadi pengantara kita kepada Kristus dengan doa- doa syafaatnya; Akhirnya (v) Bunda Maria diangkat oleh Allah menjadi Ratu Surga.

Seluruh gelar dan kehormatan Maria adalah demi Putera-Nya Yesus dan selalu berada di bawah penghormatan kepada Yesus. Cardinal Newman mengatakan “the Glories of Mary are for the sake of her Son”. Ini berarti bahwa apapun gelar dan penghormatan kepada Maria selalu “secondary” (berada di bawah) setelah Puteranya, Yesus Kristus. Ini juga berarti bahwa semua penghormatan dan gelar yang diberikan kepada Maria, senantiasa berakar pada hubungannya yang begitu istimewa dengan Tritunggal Maha Kudus. Inilah keyakinan Gereja Katolik. Ingat akan salam kepada Maria di awal doa Rosario yang hampir didoakan oleh seluruh umat katolik? “Salam puteri Allah Bapa, salam Bunda Allah Putera dan salam mempelai Roh Kudus”.

Sebagai puteri Allah Bapa, Bunda Maria senantiasa taat dan senantiasa melaksanakan kehendak Allah Bapa di sepanjang langkah hidupnya. Sebagai puteri Allah Bapa, Maria menunjukkan ketaatannya untuk bekerjasama dengan Allah dalam karya keselamatan. Sebagai bunda Allah Putera, Maria berpartisipasi dalam karya penyelamatan manusia dan senantiasa membawa seluruh umat Allah kepada Puteranya. Sebagai mempelai Allah Roh Kudus, Maria menjadi sosok yang kudus dan tak bercela.

Konsili Vatikan II mengajarkan tentang hal ini demikian: “Karena pahala putera-Nya ia ditebus secara lebih unggul, serta dipersatukan dengan-Nya dalam ikatan yang erat dan tidak terputuskan. Ia dianugerahi kurnia serta martabat yang amat luhur, yakni menjadi Bunda Putera Allah, maka juga menjadi Puteri Bapa yang terkasih dan kenisah Roh Kudus. Karena anugerah rahmat yang sangat istimewa itu ia jauh lebih unggul dari semua makhluk lainnya, baik di sorga maupun di bumi….” (Lumen Gentium, 53)

Gereja Katolik mengajarkan: “Maria adalah sungguh- sungguh Bunda Allah”  Doktrin Maria sebagai Bunda Allah/ “Theotokos” ……. dinyatakan Gereja melalui Konsili di Efesus (431) dan Konsili keempat di Chalcedon (451). Pengajaran ini diresmikan pada kedua Konsili tersebut, namun bukan berarti bahwa sebelum tahun 431, Bunda Maria belum disebut sebagai Bunda Allah. Kepercayaan Gereja akan peran Maria sebagai Bunda Allah dan Hawa yang baru sudah berakar sejak abad awal. Keberadaan Konsili Efesus yang mengajarkan “Theotokos” tersebut adalah untuk menolak pengajaran sesat dari Nestorius, yang menyatakan bahwa: Nestorius hanya mengakui Maria sebagai ibu kemanusiaan Yesus, tapi bukan ibu Yesus sebagai Tuhan, sebab menurut Nestorius yang dilahirkan oleh Maria adalah manusia yang di dalamnya Tuhan tinggal, dan bukan Tuhan sendiri yang sungguh menjelma menjadi manusia. Konsili Efesus mengajarkan: “Jika seseorang tidak mengakui bahwa Emmanuel adalah Tuhan sendiri dan oleh karena itu Perawan Suci Maria adalah Bunda Tuhan (Theotokos); dalam arti di dalam dagingnya ia [Maria] mengandung Sabda Allah yang menjelma menjadi daging [seperti tertulis bahwa “Sabda sudah menjadi daging”], terkutuklah ia.” (D113)

Kemudian, bahwa Maria adalah Bunda Allah adalah pengajaran Gereja sepanjang sejarah dan ini ditegaskan kembali dalam Konsili Vatikan II: “Sebab perawan Maria, yang sesudah warta Malaikat menerima Sabda Allah dalam hati maupun tubuhnya, serta memberikan Hidup kepada dunia, diakui dan dihormati sebagai Bunda Allah dan [Bunda] penebus yang sesungguhnya.” (Lumen Gentium 53)

Peran Bunda Maria sebagai Bunda Allah memberikan buah yang membahagiakan, walaupun tak lepas juga dari penderitaan yang harus ditempuhnya demi kesatuannya dengan Kristus Putera-Nya. Persekutuan yang sempurna antara Bunda Maria dengan Kristus inilah yang membuatnya menjadi kudus, yang paling berbahagia di antara segala yang diciptakan, dan hal ini sudah dinubuatkan dalam Kitab Suci. Bunda Maria yang dikandung tanpa noda, dan hidup tanpa dosa, kemudian diangkat ke surga oleh Kristus di akhir hidupnya, dan kini dimuliakan di Surga bersama Kristus. Namun bagi kita umat Katolik, hal penghargaan kepada Bunda Maria ini sesungguhnya bukan semata berpusat kepada Maria tetapi juga bagi kita semua sebagai anggota Gereja-Nya, pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Maria sungguh menjadi Bunda Gereja, ibu bagi para orang percaya. 

DOA: Ya Allah Bapa di surga, kami bersyukur dan berterimakasih pada-Mu atas Santa Perawan Maria yang telah Kau anugerahkan kepada kami sebagai Bunda Allah. Semoga dia selalu setia mendoakan, melindungi, dan menolong kami dalam kesatuan dan bersumber pada kasih karunia puteranya, Yesus Kristus, Tuhan dan pengantara kami satu-satunya kepada-Mu. Amin.

Semoga Allah yang mahakuasa memberkati saudara sekalian, Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA UMAT:

I : Allah Bapa berkenan tinggal bersama kita di dalam diri Kritus Putra-Nya. Marilah kita penjatkan doa-doa kita kepada-Nya agar selalu siap sedia menyambut kedatangan-Nya seperti Bunda Maria.

L : Bagi Gereja: Ya Bapa, semoga Gereja-Mu menjadi ibu yang penuh kasih serta pelabuhan yang aman sentosa bagi siapa pun yang sedang menghadapi kesulitan dan tersesat.

U : Ajarilah kami untuk selalu siap sedia dan penuh kasih dalam mewartakan karya keselamatan-Mu sebagaimana Bunda Maria yang setia dan penuh kasih dalam mendampingi Sang Juru Selamat, Tuhan kami, Yesus Kristus

L : Bagi nusa dan bangsa: Ya Bapa, berkatilah nusa dan bangsa kami satu tahun mendatang agar dapat berhasil mengusahakan kemanan, kedamaian, dan kesejahteraan umum.

U : Tuntunlah pula kami umat-Mu untuk semakin berani hidup atas dasar Sabda kebenaran-Mu.

L : Bagi anak-anak dan orang tua: Ya Bapa, dampingilah anak-anak kami untuk selalu bertumbuh sesuai dengan kehendak-Mu sehingga kayra kasih-Mu semakin diwartakan dan nama-Mu semakin dimuliakan.

U. Bimbinglah pula para orang tua dalam mendampingi putera-puterinya agar semakin setia dan penuh kasih seperti Bunda Maria dan Bapa Yusuf.

L : Bagi kita semua: Ya Bapa, dampingilah kami agar dalam tahun ini kami berhasil maju dalam menaruh berbelas kasih kepada sesama.

U : Semoga kami semakin rendah hati dan tidak menuntut yang lebih berat kepada orang lain melebihi tuntutan kepada diri sendiri.

I : Allah Bapa kami, semoga doa dan pertolongan Bunda Maria yang Kauperkenankan mengandung Allah Manusia, selalu Kauindahkan bagi kepentingan dan kebaikan kami. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Ya Allah Yang Maharahim, Engkau berkenan memulai segala yang baik dan menyempurnakannya. Kami mohon, bantulah kami yang dengan gembira merayakan pesta Santa Maria Bunda Allah agar kami bermegah  atas awal karunia-Mu dan bersukacita atas kepenuhannya. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin

ANTIFON KOMUNI – Ibr 13:8

Yesus Kristus tetap sama: dahulu, sekarang, dan selama-lamanya.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Ya Allah, dengan hati gembira kami telah menerima sakramen surgawi. Kami berbangga mengakui Santa Perawan Maria yang tetap perawan, sebagai Ibu yang melahirkan Putra-Mu dan yang menjadi Bunda Gereja. Maka, kami mohon semoga sakramen surgawi ini membawa kami ke hidup yang kekal. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment