Minggu, 01 Februari 2026 – Hari Minggu Biasa IV

Rm Antonius Tugiyatno SCJ dari komunitas Kokonao Timika Papua – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

 

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 106:47

Selamatkanlah kami, ya Tuhan Allah kami, dan kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang kudus dan bermegah-megah dalam puji-pujian kepada-Mu.

PENGANTAR:

Paulus pernah menulis: Yang bukan apa-apa dipilih Tuhan untuk membinasakan yang berarti”. Nabi Zefanya membicarakan suatu inti kecil Israel yang dengan rendah hati mencari perlindungan pada Tuhan, sedangkan kaum sombong akan binasa. Dan di dalam Injil Yesus memberikan program hidup-Nya dan hidup kita: “Berbahagialah orang yang bersemangat miskin, sebab merekalah yang memiliki kerajaan surga”. Bukanlah orang yang menganggap dirinya penting atau mengangkat dirinya di suatu ketinggian, yang berharga di hadapan Tuhan, melainkan dia yang dengan rendah hati dan penuh cinta kasih mendengarkan sabda Allah.

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghendaki agar kami bertobat dan merendahkan diri di hadapan-Mu. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkau mengajak kami untuk bersemangat terbuka dan miskin dan bukan untuk menyombongkan diri. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Engkaulah kebijaksanaan, kekuatan dan kekayaan kami Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA KOLEKTA:

Marilah bedoa: Allah Yang Mahakuasa dan kekal, cinta kasih-Mu mengarah kepada kaum miskin, lapas, haus dan para penderita cacad atau sakit. Dan Engkau mengajak kami untuk bersemangat terbuka dan miskin dan bukan untuk menyombongkan diri. Kami mohon kepada-Mu, bukalah hati kami, lapangkanlah dada kami, agar seruan-Mu janganlah sia-sia belakan, melainkan menghasilkan bua kehidupan yang tak terbatas.. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Zefanya 2:3; 3:12-13

“Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah.”

“Carilah Tuhan, hai semua orang yang rendah hati di negeri, hai semua yang melakukan hukum-Nya: carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan Tuhan.” Dan Allah berfiriman, “Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, yang akan mencari perlindungan pada nama Tuhan. Mereka itulah sisa Israel. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong. Dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu. Sebaliknya mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring tanpa ada yang mengganggunya.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm 146:1.7.8-9a.9b-10

Ref. Berbahagia orang yang suci hatinya sebab bagi mereka Kerajaan Surga

  1. Dialah yang menegakkan keadilan, bagi orang yang diperas, dan memberi roti kepada orang-orang yang lapar, Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung.

  2. Tuhan membuka mata orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tertunduk, Tuhan mengasihi orang-orang benar. Tuhan menjaga orang-orang asing.

  3. Anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya, Allah-Mu, ya Sion, turun-menurun!

BACAAN KEDUA : Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus 1:26-31

“Yang lemah dan tak berdaya dipilih Allah.”

Saudara-saudara, coba ingatlah bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. Karena itu seperti ada tertulis: “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Mat 5:12a) Bersukacitalah dan bergembiralah sebab besar ganjaranmu di surga.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 5:1-12a

“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah.”

Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit, sebab melihat orang banyak. Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Yesus mulai berbicara dan menyampaikan ajaran ini kepada mereka, “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kalian, jika demi Aku kalian dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacitalah dan bergembiralah, sebab besarlah ganjaranmu di surga.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Antonius Tugiyatno SCJ 

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Saudara–saudari sahabat Resi Dehonian yang dikasihi oleh Tuhan, kita berjumpa kembali dalam Resi renungan singkat Dehonian edisi Minggu Biasa ke IV, 1 Februari 2026. Bersama saya Romo Antonius Tugiyatno SCJ dari komunitas Kokonao Timika Papua. Kita akan mendengarkan dan merenungkan Sabda Tuhan dari Injil Matius 5: 1-12. Marilah kita memulainya dengan membuat tanda kemenangan Tuhan, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kuduss, amin.

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Tuhan, menurut pandangan saya setiap orang yang hidup menginginkan situasi hidupnya bahagia. Dari situasi kebahagiaan itu terdapat beberapa pandangan, misalnya bahwa bahagia itu kalau hidupnya aman, ekonominya cukup, badannya sehat, pekerjaannya berhasil, dihormati orang banyak dan sebagainya. Maka banyak orang yang juga mengejar kebahagiaan dengan caranya masing-masing: ada yang bekerja keras, ada yang berjuang mengumpulkan, ada yang berjuang menempati posisi strategis dalam masyarakat, tetapi di sisi lain seringkali juga terjadi persaingan antar manusia sehingga saling mengalahkan.

Belajar dari situasi dan pengalaman yang demikian, kalau kita kontraskan peristiwa itu dengan ajaran Yesus yang kita dengarkan tadi tampak ada hal yang berbeda. Tentu Yesus juga menginginkan semua orang berbahagia, tetapi versi ajaranNya tidak berisi daftar kesuksesan. Yesus mengatakan: “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah… yang berdukacita… yang lapar dan haus akan kebenaran… yang dianiaya karena kebenaran.” Tentu hal ini di hadapan dunia, terdengar aneh, tetapi di hadapan Allah itulah peta jalan menuju kebahagiaan sejati. Maka melalui ajaran delapan sabda Bahagia ini, saya merenungkan dua hal kecil:

Pertama saya merenungkan bahwa kebahagiaan itu tidak bergantung pada keadaan

Yesus berkata: “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah.” Miskin di hadapan Allah bukan soal tidak punya apa-apa, tetapi soal hati yang sadar bahwa hidupnya bergantung sepenuhnya pada Tuhan. Ia tidak menjadikan dirinya pusat, tidak menganggap kekuatan, jabatan, atau prestasi sebagai sandaran utama. Orang seperti ini bisa tetap berbahagia meski hidup sederhana, meski jauh dari sorotan, meski tidak selalu dipuji. Karena sumber damainya bukan situasi, melainkan relasi: dengan Allah yang mendalam. Inilah kebahagiaan yang tidak rapuh. Dunia memberi bahagia yang barangkali mudah hilang tetapi Yesus memberikan bahagia yang berakar di dalam dan tidak mudah hilang.

Ke dua saya merenungkan bahwa kebahagiaan juga dapat lahir dari hati yang mengasihi

Yesus melanjutkan:“Berbahagialah orang yang lemah lembut… yang murah hati… yang membawa damai.” Melalui sabda ini saya merenungkan bahwa kebahagiaan sejati tidak lahir dari menerima, tetapi dari memberi. Bukan dari menuntut, tetapi dari mengasihi. Bukan dari menguasai, tetapi dari melayani. Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, hati yang penuh belas kasih mungkin sering terluka, sering lelah, sering tidak dihargai. Tetapi justru di sanalah Tuhan bekerja paling dalam, karena di situlah hati manusia merasakan pengalaman yang paling mirip dengan Hati Kristus sendiri. Kita belajar mencintai Hati Yesus yang tertikam: Hati yang terluka, tetapi tetap mengasihi; Hati yang dikhianati, tetapi tetap memberi diri.

Maka bagi kita orang kristiani sebagai pengikut Kristus, berbahagia bukan berarti hidup tanpa salib, akan tetapi ketika kita dapat menemukan Tuhan di dalam salib itu sendiri di sanalah kebahagiaan sejati dapat ditemukan. Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita.

DOA UMAT:

I : Kristus mengajak kita untuk selalu bersukacita dan berbahagia sebagai putra-putri Allah Bapa Yang Mahakasih. Marilah kita panjatkan doa kita kepada Bapa, sumber kebahagiaan sejati kita.

L: Bagi para pemimpin Gereja: Semoga para pemimpin Gereja menunaikan tugas pelayanan mereka dengan rendah hati seturut teladan Kristus, yang datang untuk melayani, dan bukan melayani. Marilah kita mohon …

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L : Bagi orang tua kaum remaja: Semoga para orang tua kaum remaja selalu sabar dan tekun dalam membimbing anak-anaknya ke arah kedewasaan seturut kehendak Allah. Marilah kita mohon ..

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L : Bagi orang-orang yang menderita: Semoga orang-orang yang menderita selalu teguh dalam iman, harapan, dan kasih berkat Sabda kasih Allah sendiri yang mengalir melalui kebaikan hati sesamanya. Marilah kita mohon …

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L : Bagi kita sendiri: Semoga kabar sukacita Injil senantiasa membimbing dan meneguhkan kita dalam menghayati semangat Kristus di tengah masyarakat. Marilah kita mohon …

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

I : Ya Bapa Yang Mahabaik, dengarkanlah doa-doa kami, berilah agar kami senantiasa bersemangat miskin dan rendah hati demi keselamatan sesama seturut teladan Yesus Kristus, Putra-Mu dan Pengantara kami. Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Tuhan Allah kami, dengan rendah hati dan jujur kami persembahkan roti dan anggur ini. Kami mohon kepada-Mu, agar di situ kami dapat mengenal Yesus, Putera-Mu, yang memelihara kami dalam cinta kasih sejati sekarang dan selama-lamanya. Amin

ANTIFON KOMUNI – Matius 5:3-5

Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang lemah lembut karena mereka akan memiliki bumi.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Tuhan Allah kami, untuk membangun Gereja di tengah masyarakat kami Kaupersenjatai dengan cinta kasih-Mu dalam diri Yesus, Putera-Mu. Perkenankanlah kami membangunnya dengan kerukunan, ketekunan dan kesabaran, sehingga apa pun yang kami lakukan merupakan madah syukur dan cinta kasih kepada-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment