Selasa, 10 Februari 2026 – Peringatan Wajib St. Skolastika, Perawan

Rm Benediktus Mulyono SCJ dari Komunitas Resistencia Provinsi Chaco – Argentina – Argentina

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA — Mzm. 15:5-6⁣

Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku, dalam tangan-Mulah nasíbku. Tanah permai akan menjadi bagianku, milik pusakaku menyenangkan hatiku⁣⁣

PENGANTAR⁣: 

Tentang Santa Skolastika hanya berita dari Paus Gregorius Agung yang ada. Skolastika itu adik Santo Benediktus, dan sehagai biarawati ia tinggal di dekat Biara Monte Casino.Sekali setahun ia mengunjungi kakak- nya untuk percakapan rohani. Percakapan yang terakhir itulah yang luar biasa. Ia mendorong kakaknya agar diperpanjang sampas semalam suntuk. Tetapi Benediktus menolak. Skolastika berdoa dan terjadilah prahara yang menghalangi keduanya meninggalkan rumah tempat pertemuan diadakan. Skolastika lebih kuasa, karena cinta kasihnya lebih besar, kata Gregorius. Tiga hari kemudian, Benediktus melihat adiknya dalam rupa burung merpati naik ke surga. ⁣⁣

DOA KOLEKTA:⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa kami yang mahakudus, hari ini kami memperingati Santa Skolastika dengan permohonan semoga kami meniru dia dan mengabdi dengan cinta kasih menyala, sehingga dapat memperoleh hasil kasih sayang-Mu. Demi Yesus Kristus, Putra-Mu…⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja 8:22-23.27-30

“Engkau telah bersabda, “Nama-Ku akan tinggal di sana.” Dengarkanlah permohonan umat-Mu Israel.”

Pada hari pentahbisan rumah Allah, Raja Salomo berdiri di depan mezbah Tuhan di hadapan segenap jemaah Israel. Ia menadahkan tangannya ke langit, lalu berkata, “Ya Tuhan, Allah Israel! Tidak ada Allah seperti Engkau di langit di atas, dan di bumi di bawah. Engkau memelihara perjanjian dan kasih setia kepada hamba-hamba-Mu yang dengan segenap hatinya hidup di hadapan-Mu. Benarkah Allah hendak diam di atas bumi? Sedangkan langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Engkau, apalagi rumah yang kudirikan ini! Karena itu berpalinglah kepada doa dan permohonan hamba-Mu ini, ya Tuhan Allahku, dengarkanlah seruan dan doa yang hamba panjatkan di hadapan-Mu pada hari ini! Kiranya siang malam mata-Mu terbuka terhadap rumah ini, terhadap tempat yang tentangnya Kaukatakan: ‘Nama-Ku akan tinggal di sana’. Dengarkanlah doa yang hamba-Mu panjatkan di tempat ini. Dan dengarkanlah permohonan hamba-Mu dan umat-Mu Israel, yang mereka panjatkan di tempat ini; dengarkanlah dari tempat kediaman-Mu di surga; dan apabila Engkau mendengarnya maka Engkau akan mengampuni.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 84:3.4.5.10.11

Ref. Betapa menyenangkan kediaman-Mu, ya Tuhan semesta alam!

  1. Jiwaku merana karena merindukan pelataran rumah Tuhan; jiwa dan ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.

  2. Bahkan burung pipit mendapat tempat dan burung laying-layang mendapat sebuah sarang, tempat mereka menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya Tuhan semesta alam, ya Rajaku dan Allahku!

  3. Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu, yang memuji-muji Engkau tanpa henti. Lihatlah kami, ya Allah, perisai kami, pandanglah wajah orang yang Kauurapi.

  4. Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu daripada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku daripada diam di kemah-kemah orang fasik.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Mzm 119:36a.29b) Condongkanlah hatiku kepada perintah-Mu, ya Allah dan kurniakanlah hukum-Mu kepadaku.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 7:1-13

“Kamu akan mengabaikan perintah Allah untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”

Pada suatu hari serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus. Mereka melihat beberapa murid Yesus makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh. Sebab orang-orang Farisi – seperti orang-orang Yahudi lainnya – tidak makan tanpa membasuh tangan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat-istiadat nenek moyang. Dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas tembaga. Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada Yesus, “Mengapa murid-murid-Mu tidak mematuhi adat-istiadat nenek moyang kita? Mengapa mereka makan dengan tangan najis?” Jawab Yesus kepada mereka, “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadat kepada-Ku, sebab ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat-istiadat manusia.” Yesus berkata kepada mereka, “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat-istiadatmu sendiri. Karena Musa telah berkata: ‘Hormatilah ayahmu dan ibumu!’ Dan: ‘Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati’. Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapa atau ibunya: ‘Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk kurban, yaitu persembahan kepada Allah’, maka kamu membiarkan dia untuk tidak lagi berbuat sesuatu pun bagi bapa atau ibunya. Dengan demikian sabda Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat-istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan!”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Benediktus Mulyono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Marie. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria…

Saudara-Saudari, salam jumpa bersama saya Rm Benediktus Mulyono SCJ dari Resistencia, Argentina dalam RESI (Renungan Singkat) Dehonian: Selasa, 10 Februari 2026. Peringatan Wajib Santa Skolastika.

Saudara-saudara terkasih dalam Kristus, Dalam Injil hari ini, kita melihat perdebatan antara Yesus dan para pemimpin agama tentang tradisi dan praktik keagamaan. Para farisi mengkritik murid-murid Yesus karena makan tanpa membasuh tangan menurut adat mereka. Namun, Yesus dengan tegas mengingatkan mereka tentang apa yang paling penting dalam setiap peraturan keagamaan sekalipun; yaitu memberikan penghargaan akan pentingnya martabat manusia di atas segala praktik peraturan-peraturan.

Yesus menekankan pentingnya memiliki hati yang bersih dan niat yang suci. Tradisi memang memiliki tempatnya, tetapi jangan sampai kita kehilangan makna sejati dari iman kita karena terperangkap dalam ritual tanpa pemahaman dan tanpa belas kasih. 

Mari kita membuka hati untuk merenungkan: Apakah tindakan kita mencerminkan kasih dan kebaikan yang diajarkan Yesus? Sudahkah kita membersihkan hati kita dari segala kepura-puraan dan kita fokus untuk mengutamakan hubungan kita dengan Tuhan di atas segalanya?

Dan secara pribadi kita perlu mawas diri dengan bertanya apakah kita (aku) juga lebih sering dan senang melihat kekurangan dan kesalahan orang lain daripada fokus untuk memperbaiki kesalahan dan kekurangan diri sendiri? Dengan cara ini, kita tidak hanya menjadi pengikut yang taat pada tradisi, tetapi juga menjadi pribadi yang hidup di dalam kasih dan kebenaran.

Marilah berdoa: Tuhan, bantu kami untuk selalu memeriksa hati kami dan menjauhkan diri dari ritual kosong dan kecenderungan omong kosong. Omong kosong tentang Engkau, omong kosong tentang diri sendiri, dan omong kosong tentang orang lain. Biarkanlah setiap tindakan kami selalu mencerminkan kasih-Mu yang sempurna.

Berkat Allah Yang Maha Kuasa untuk kita: (+) Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

(Salam Kasih dan Doa kami dari Komunitas SCJ, Kota Resistencia – Provinsi Chaco – ARGENTINA).

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: 

Allah Bapa di Surga, dalam diri Santa Skolastika Kaulebur manusia lama dan Kauciptakan manusia baru menurut citra-Mu. Semoga kami pun Kauperbaharui, sehingga Engkau berkenan menerima kurban perdamaian yang kami rayakan ini. Demi Kristus,…..

ANTIFON KOMUNI – lih. Mat 19:27-29

*Sungguh Aku bersabda kepadamu, kalian telah meninggalkan semuanya dan mengikuti Aku. Kalian akan menerima ganjaran seratus kali lipat dan menerima hidup abadi.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, semoga berkat sakramen cinta kasih ini kami belajar dari teladan Santa Skolastika. Kiranya kami mengutamakan Dikau di atas segalanya dan di dunia ini hidup sebagai manusia baru yang penuh cinta kasih. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.

DOWLOAD AUDIO RESI:

Santa Skolastika

Saudara kembar St.Benediktus

Santa Skolastika adalah saudara kembar dari Santo Benediktus pendiri Ordo Benediktin. Mereka dilahirkan di Nursia, Italia pada tahun 480. Skolastika adalah seorang gadis yang cerdas dan peramah. Ia juga seorang yang religius; sejak belia ia telah menyerahkan dirinya kepada Tuhan.

Ketika mereka berusia dua puluh tahun, Benediktus pergi mengasingkan diri sebagai pertapa dalam sebuah gua terpencil di Subiako. Di kemudian hari, ia pergi ke Monte Kasino dan mendirikan biara Benediktin di sana. Skolastika menyusul saudaranya dan tinggal di Plombariola yang berjarak kurang lebih 5 mil dari biara Benediktus. Dengan bantuan dan petunjuk Benediktus, Skolastika mendirikan dan memimpin biara wanita. 

Setahun sekali Skolastika mengunjungi saudaranya untuk membicarakan masalah-masalah rohani. Karena regula (peraturan) biara tidak memperbolehkan perempuan memasuki biara Monte Kasino, maka Benediktus ditemani dengan beberapa muridnya akan menemui Skolastika di sebuah rumah yang tidak jauh letaknya dari gerbang biara. Pada suatu hari Skolastika datang berkunjung dan Benediktus menemuinya bersama beberapa orang murid. Sepanjang hari itu mereka memuji Tuhan dan berbicara mengenai hal-hal rohani. Ketika malam tiba mereka makan malam bersama. Pembicaraan terus berlanjut sementara malam semakin larut. Berkatalah Skolastika kepada saudara kembarnya;

“Jangan tinggalkan aku malam ini; mari kita berbicara mengenai suka cita kehidupan rohani sampai pagi.”

“Saudariku,”  jawab Benediktus, “Apakah yang engkau katakan itu? Aku tidak boleh tinggal di luar biaraku.”

Karena Benediktus menolak permintaannya, wanita suci ini menangkupkan kedua tangannya di atas meja, menundukkan kepala dan berdoa. Ketika ia mengangkat kepalanya kembali, halilintar datang sambar-menyambar, gemuruh guntur bersahut-sahutan dan hujan badai membasahi bumi sehingga Benediktus dan murid-muridnya tidak dapat pulang. Karena sedih, Benediktus mengeluh :

“Semoga Tuhan mengampuni engkau, saudariku. Apa ini yang telah engkau lakukan?”

“Yah,”  sahut Skolastika, “aku mohon padamu tetapi engkau tidak mau mendengarkan aku; jadi aku mohon pada Tuhan-ku dan Ia sungguh mendengarkan aku. Sekarang pergilah jika engkau bisa, tinggalkan aku dan kembalilah ke biaramu.”

Jadi, demikianlah malam itu mereka tidak tidur semalaman, asyik dengan pembicaraan mereka tentang sukacita kehidupan rohani.

Tiga hari kemudian, Benediktus sedang berada di kamarnya di biara. Ketika ia menengadah menatap langit, ia melihat jiwa saudarinya meninggalkan jasadnya dalam rupa seekor burung merpati, dan terbang tinggi menuju suatu tempat rahasia di surga. Benediktus amat bersukacita, ia berterima kasih kepada Tuhan yang Mahakuasa dengan nyanyian serta puji-pujian. Kemudian ia memerintahkan para muridnya untuk menjemput jenasah saudarinya dan membawanya ke biara. Benediktus membaringkan jenasah Skolastika dalam kubur yang telah dipersiapkannya bagi dirinya sendiri; kubur di mana kelak tubuhnya pun dibaringkan.

Skolastika wafat pada tahun 543. Pestanya dirayakan setiap tanggal 10 Februari.

Arti Nama

Nama latin yang berasal dari kata “Scholasticus yang berarti ahli pidato, orator”.

Variasi Nama

Scholastique(French), Scholastica (English), Escolàstica (Catalan),  Escolástica (Spanish), Scolastica (Italian), Escolástica (Portugues), Scholastyka (Polish)  

 

SUMBERhttps://katakombe.org/para-kudus/februari/skolastika.html

6 Comments

  • Epin Roma Februari 10, 2026 at 2:40 am

    Terima Kasih Romo Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin

    Reply
  • Asty Februari 10, 2026 at 6:17 am

    Amiiiin 🙏
    Trimakasih utk renungan hari ini Romo..
    Semoga dlm kehidupan sehari-hari aq bisa meneladani apa yg diajarkan oleh Yesus..
    Salam sehat
    Berkah Dalem😇

    Reply
  • Adriana Februari 10, 2026 at 7:05 am

    Terima kasih untuk renungan yang bagus dan sangat dekat dgn kehidupan sehari-hari sehingga mudah dipahami. Salam Damai dalam Kasih Tuhan..

    Reply
  • Firmus Dega Februari 10, 2026 at 8:04 am

    Makasih Romo

    Reply
  • Herlin Februari 10, 2026 at 8:29 am

    Sta.Skolastika.
    Doakanlah kami

    Reply
  • Yan Christin Februari 10, 2026 at 11:21 am

    Terimakasih Romo atas renungan nya ,,hati yang tergerak oleh belas kasih semoga bs terus menghidupi dalam relasi kami dengan sesama untuk kemuliaan Tuhan…

    Reply

Leave a Comment