
Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA – lih. Mazmur 55:17.20.23
Ketika aku berseru kepada Tuhan, la mendengarkan daku dan membebaskan daku dari musuh-musuhku. Serahkanlah nasibmu kepada Tuhan, dan Dia akan menolong engkau.
PENGANTAR:
Masa Prapaskah bukan hanya masa pantang dan puasa. Sebagai persiapan Paskah, kita perlu memperbarui diri: Siapakah Yesus itu? Sejauh mana kita mengikuti jejak-Nya? Yesus akan men derita dan wafat, tetapi pada hari ketiga akan bangkit. Dialah yang harus kita ikuti dengan memanggul salib kita sehari-hari.
DOA KOLEKTA:
Marilah berdoa: Allah Bapa pangkal dan tujuan kegiatan kami, terangilah hati dan budi kami dalam merencanakan pekerjaan kami. Dampingilah kami dalam melaksanakannya dan berikanlah rahmat-Mu untuk menyelesaikannya dengan baik. Demi Yesus Kristus, ….
ATAU:
Marilah berdoa: Allah Bapa, pangkal dan tujuan kegiatan kami, bimbinglah kami selalu, agar hidup kami selaras dengan sabda-Mu. Berkatilah kami dalam usaha mencari damai-Mu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Ulangan 30:15-20
“Pada hari ini aku menghadapkan kepadamu: berkat dan kutuk.”
Di padang gurun di seberang Sungai Yordan Musa berkata kepada bangsanya, “Ingatlah, pada hari ini aku menghadapkan kepadamu kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan. Karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi Tuhan, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan serta peraturan-Nya. Dengan demikian engkau hidup dan bertambah banyak, dan diberkati oleh Tuhan, Allahmu, di negeri yang kau masuki untuk mendudukinya. Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, apalagi jika engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya, maka pada hari ini aku memberitahukan kepadamu bahwa pastilah kamu akan binasa, dan tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi Sungai Yordan, untuk mendudukinya. Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: Kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau tidak mati, baik engkau maupun keturunanmu, yaitu dengan mengasihi Tuhan, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya. Sebab hal itu berarti hidup bagimu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan Tuhan dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGAPAN: Mazmur 1:1-2.3.4.6
Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe, harapanku pada Allah Tuhanku
atau: Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada Tuhan.
-
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.
-
Ia seperti pohon, yang di tanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
-
Bukan demikianlah orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiup angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal
S : (Mat 10:7) Bertobatlah, sabda Tuhan, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 9:22-25
“Barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.”
Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat lalu dibunuh, tetapi dibangkitkan pada hari ketiga. Kata-Nya kepada mereka semua, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ
Vivat Cor Iesu, Per Cor Marie. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Para Sahabatku, Saudari-saudara yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia.dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Kamis, 19 Februari 2026. Hari Kamis sesudah Rabu Abu masa Prapaskah. Semoga Belas Kasih dan Kerahiman dari Hati Yesus yang Maha Kudus memberkati Anda semua. Amin. Tema Resi kita kali ini adalah “Memikul Salib, Menemukan Hidup Sejati” Namun sebelumnya, mari kita persiapakan hati dan kita awali permenunga kita dengan tanda kemenangan Kristus. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus..
Para sahabatku, Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Pada Injil hari ini menampilkan bahwa Tuhan Yesus dengan jujur mengungkapkan jalan yang akan Ia tempuh:yaitu Dia akan menderita, ditolak, wafat, dan bangkit. Lalu Tuhan Yesus mengarahkan sabda itu kepada para murid: “Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikuti Aku.” Tuhan Yesus juga mengingatkan bahwa siapa yang ingin menyelamatkan nyawanya akan kehilangan, tetapi siapa yang kehilangan nyawanya karena Dia akan menyelamatkannya. Sebuah undangan yang tidak mudah, tetapi justru di situlah jalan kehidupan sejati.
Lalu apa yang bisa kita refleksikan?
-
Mengikuti Tuhan Yesus berarti berani menyangkal diri. Masa Prapaskah mengajak kita masuk ke dalam kejujuran hati. Mengikuti Tuhan bukan sekadar menjalankan rutinitas rohani, tetapi berani menyangkal ego, kenyamanan, dan kehendak diri yang tidak selaras dengan kehendak Allah. Penyangkalan diri bukan berarti membenci diri, melainkan menata hati agar lebih bebas untuk mengasihi. Saat kita belajar berkata “tidak” pada keegoisan, kita justru sedang membuka ruang bagi kasih Tuhan bertumbuh.
-
Memikul salib setiap hari adalah jalan menuju hidup. Tuhan Yesus tidak berkata memikul salib sesekali, tetapi setiap hari. Salib itu bisa berupa tugas yang berat, relasi yang menantang, kelelahan, atau pengorbanan yang sunyi. Namun salib yang dipikul bersama Kristus tidak pernah sia-sia. Justru melalui kesetiaan dalam hal-hal kecil dan berat sehari-hari, hidup kita dimurnikan. Di situlah kita menemukan makna terdalam: bahwa hidup sejati tidak ditemukan dalam kenyamanan, tetapi dalam kasih yang rela berkorban.
Makasih Br
Amin
Amen♥️
Terimakasih 🙏
Berkah Dalem 🙏🙏
Terima kasih Bruder
Terima kasih Romo. Tuhan Yesus Memberkati kita semua. Amin
Maturnuwun. Besuk saya bacakan ulang dalam doa pagi persekutuan doa karyawan RSUD tempat kami bekerja.