
Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA — Mamur 30:11
Tuhan telah mendengarkan suaraku dan berbelas kasih Tuhanlah penolongku.
PENGANTAR:
Pada awal Prapaskah ini, kita diingatkan akan bahaya penipuan diri. Penderitaan tetangga jauh lebih penting dari kegiatan pilihan sendiri. Menegakkan keadilan lebih diperlukan dari pres tasi matiraga Pengabdian kepada sesama menjadi pengabdian kepada Tuhan yang benar.
DOA KOLEKTA:
Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus. bantulah kami membarui diri dengan tobat Semoga usaha matiraga yang kami mulai dapat kami selesaikan dengan hati tulus ikhlas. Demi Yesus Kristus Putra-Mu…..
ATAU:
Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus, ajarilah kami berpantang dan berpuasa seturut kehendak-Mu: berbuat amal, rukun serta bantu-membantu, agar dapat bebas dari kekuasaan jahat dan hidup dengan pantas sebagai putra dan putri Bapa yang satu dan sama. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ..
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 58:1-9a
“Berpuasa yang Kukehendaki ialah engkau harus membuka belenggu-belenggu kelaliman.”
Beginilah firman Tuhan Allah, “Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka, dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka! Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalan-Ku. Seperti bangsa yang berlaku benar dan tidak meninggalkan hukum Allahnya mereka menanyai Aku tentang hukum-hukum yang benar. Mereka suka mendekat menghadap Allah, dan bertanya, “Kami berpuasa, mengapa Engkau tidak memperhatikannya juga?” Kami merendahkan diri, mengapa Engkau tidak mengindahkan juga?” Camkanlah! Pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu. Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi, serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan cara berpuasa seperti ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi. Inikah puasa yang Kukehendaki: Mengadakan hari merendahkan diri? Menundukkan kepala seperti gelagah? Dan membentangkan kain sarung serta abu sebagai lapik tidur? Itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada Tuhan? Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki ialah: Engkau harus membuka belenggu-belenggu kelaliman dan melepaskan tali-tali kuk; membagi-bagikan rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah; dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian, dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar, dan lukamu akan pulih dengan segera. Kebenaran menjadi barisan depanmu, dan kemuliaan Tuhan barisan belakangmu. Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan Tuhan akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia berkata: Ini Aku!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 51:3-4.5-6a.18-19
Ref. Kasihanilah, ya Tuhan, Kaulah pengampun yang rahim, dan belas kasih-Mu tak terhingga.
Atau: Hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.
-
Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku.
-
Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa, yang jahat dalam pandangan-Mu kulakukan.
-
Tuhan, Engkau tidak berkenan akan kurban sembelihan; kalaupun kupersembahkan kurban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Persembahanku kepada-Mu ialah jiwa yang hancur. Hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.
BAIT PNGANTAR INJIL:
U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S : (Am 5:14) Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup, dan Allah akan menyertai kamu.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 9:14-15
“Mempelai itu akan diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”
Sekali peristiwa datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus, dan berkata, “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka, “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
RESI DIBAWAKAN OLEH Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ
Vivat Cor Jesu per Cor Maria. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Para Sahabatku, Saudari-saudara yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia.dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Jumat, 20 Februari 2026. Hari Jumat sesudah Rabu Abu masa Prapaskah. Semoga Belas Kasih dan Kerahiman dari Hati Yesus yang Maha Kudus memberkati Anda semua. Amin. Tema Resi kita kali ini adalah “Puasa yang Mengalir dari Kasih” Namun sebelumnya, mari kita persiapakan hati dan kita awali permenunga kita dengan tanda kemenangan Kristus. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus..
Para sahabatku, Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Pada Bacaan Injil hari ini, para murid Yohanes datang kepada Tuhan Yesus dan bertanya mengapa mereka dan orang-orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid Tuhan Yesus tidak. Lalu Tuhan menjawab dengan gambaran sederhana namun sangat mendalam: bawa selama mempelai laki-laki masih bersama para sahabatnya, mereka tidak berpuasa. Akan tetapi akan tiba masanya bahwa mempelai itu akan diambil, dan pada saat itulah mereka akan berpuasa. Perikop ini muncul di tengah pelayanan Yesus yang menghadirkan sukacita Kerajaan Allah. Ia mengajak kita memahami bahwa puasa bukan sekadar kewajiban lahiriah, tetapi berkaitan erat dengan relasi kita dengan Dia, Sang Mempelai.
Nah sahabatku, apa yang bisa kita pelajari dari sabda Tuhan hari ini? Saya menawarkan 2 hal saja:
-
Puasa sebagai Ungkapan Relasi Cinta: Tuhan Yesus mengingatkan bahwa puasa bukanlah rutinitas kosong atau sekadar tradisi. Tetapi puasa adalah ungkapan kerinduan akan kehadiran Allah. Jika kita merasa dekat dengan Tuhan, hidup kita dipenuhi sukacita. Namun ketika kita menyadari jarak, kelemahan, dan dosa kita, puasa menjadi jalan untuk kembali merindukan-Nya dengan lebih mendalam. Puasa adalah ungkapan cinta: menahan diri agar hati semakin peka pada kehendak Hati Kudus Yesus. Pertanyaan refleksi bagi kita: “Apakah puasa yang saya jalani sungguh lahir dari kerinduan untuk semakin dekat dengan Tuhan?”
-
Puasa yang Mengubah Hati dan Sikap: Tuhan Yesus mengajak para murid untuk melihat makna puasa secara lebih mendalam, yaitu: Puasa sejati mengubah cara kita hidup: lebih peka, lebih sederhana, dan lebih siap berkorban. Puasa bukan hanya soal menahan makan dan minum, tetapi juga menahan ego, amarah, dan keinginan untuk selalu diutamakan. Puasa menjadi latihan hati agar lebih lapang bagi Tuhan dan sesama. Inilah puasa yang menyenangkan Hati Kudus Yesus: puasa yang melahirkan kasih dan kesiapsediaan untuk berkorban. Lalu yang menjadi pertanyaan refleksi bagi kita adalah: “Dalam masa puasa ini, sikap apa yang ingin saya ubah agar hati saya semakin serupa dengan Hati Yesus?”
Amin
Makasih Br
Amen
Terimakasih Br 🙏
Tuhan Yesus memberkati 🙏🙏
Terima kasih Romo Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin