Kamis, 05 Februari 2026 – Hari Biasa Pekan II Prapaskah

Rm. Y. Eko Yuniarto SCJ dari Komunitas RR La Verna Pajar Isuk-Pringsewu Lampung-Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA  —  lih. Mazmur 139:23-24⁣

Ya Tuhan, ujilah dan selidikilah jalanku. Periksalah batinku dan bimbinglah aku di jalan menuju hidup abadi⁣.⁣

PENGANTAR⁣:

“Manakah cara hidup yang menuju kebahagiaan sejati?” Hidup tanpa Tuhan adalah gersang dan hampa seperti padang gurun. Percaya kepada Tuhan dan mengandalkan Tuhan membuat hidup kita subur, Sekalipun kita tidak termasuk golongan paling kaya, ataupun kaum penabur kemiskinan, namun dalam hidup ini kita harus menjatuhkan pilihan kita, sebab sesudah mati sudah terlambat⁣.⁣

DOA KOLEKTA:

Marilah berdoa: Allah Bapa pencipta dan pemulih kesucian, arahkanlah hati kami kepada-Mu, agar berkat kekuatan Roh-Mu dan giat dalam karya kami teguh dalam iman Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ..⁣⁣

ATAU:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami penguasa alam semesta, Engkau menghendaki diri-Mu menjadi harta kekayaan bagi siapa pun yang percaya kepada-Mu. Kami mohon, semoga iman kepercayaan kami berkembang dengan suburnya dan mempersatukan serta merukunkan umat manusia. Demi Yesus Kristus..⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yeremia 17:5-10

“Terkutuklah yang mengandalkan manusia. Diberkatilah yang mengandalkan Tuhan.”

Beginilah firman Tuhan, “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatan sendiri, dan yang hatinya menjauh dari Tuhan! Ia seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya hari baik; ia akan tinggal di tanah gersang di padang gurun, di padang asin yang tidak berpenduduk. Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! Ia seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan tidak mengalami datangnya panas terik; ia seperti pohon yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. Betapa liciknya hati, lebih licik daripada segala sesuatu! Hati yang sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? Aku, Tuhan, yang menyelidiki hati dan menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan hasil perbuatannya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 1:1-2.3.4.6

Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.

  1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.

  2. Ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya; daunnya tak pernah layu, dan apa saja yang diperbuatnya berhasil.

  3. Bukan demikianlah orang-orang fasik; mereka seperti sekam yang ditiup angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S : (Luk 8:15) Berbahagialah orang, yang setelah mendengar firman Tuhan, menyimpannya dalam hati yang baik dan menghasilkan buah dalam ketekunan.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 16:19-31

“Engkau telah menerima segala yang baik, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.”

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok. Ia berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilati boroknya. Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Sementara menderita sengsara di alam maut, ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dengan Lazarus duduk di pangkuannya. Lalu ia berseru, ‘Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini!’ Tetapi Abraham berkata, ‘Anakku, ingatlah! Engkau telah menerima segala yang baik semasa hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, sehingga mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberangi!’ Kata orang itu, ‘Kalau demikian, aku minta kepadamu Bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingatkan mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka kelak jangan masuk ke dalam tempat penderitaan itu’. Tetapi kata Abraham, ‘Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. Jawab orang itu, ‘Tidak, Bapa Abraham! Tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.’ Kata Abraham kepadanya, ‘Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati’.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Yustinus Eko Yuniarto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

“Setiap kita punya tanggungjawab kepada sesama”

Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, kembali berjumpa dengan saya Rm. Yustinus Eko Yuniarto SCJ dari Rumah Retret Laverna, Padang Bulan, Pajaresuk, Pringsewu, Lampung, Indonesia, dalam Resi, Renungan Singkat Dehonian, edisi hari Kamis, tanggal 5 Maret 2026, Hari Biasa Pekan II Prapaskah. Saya berharap Anda semua ada dalam keadaan sehat dan melimpah berkat.

Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Tuhan. Kondisi hidup kaya dan miskin selalu faktual ada. Kondisi itu nyata ada. Namun apakah lantas kondisi kaya dan miskin boleh dipakai untuk mengukur kualitas moral dan kualitas iman seseorang? Tentu saja tidak boleh dan tidak bisa. Mengapa? Karena ada begitu banyak hal dan faktor yang menjadi alasan dan penyebab mengapa kondisi kaya dan miskin itu terjadi. Persoalannya bukan pada bagaimana orang mengkaitkannya kondisi kaya dan miskin dengan kebaikan ataupun keburukan orang, tetapi pada soal bagaimana sebenarnya cara orang menyikapi kekayaan dan kemiskinannya itu. Si kaya harus punya rasa tanggungjawab terhadap orang di sekitarnya yang kurang beruntung. Berbagi dan empati. Yang miskin juga tidak boleh putus asa dan hilang harap. Si miskin tetap harus berusaha keras sambil berserah kepada Allah. Kondisi miskinnya harus menjadi sarana bantu untuk lebih mengandalkan Allah dalam hidupnya. Dan itulah yang dilakukan Lazarus, hanya bersandar pada Allah, sementara si kaya tidak punya rasa tanggungjawab atas sesamanya. Mengacuhkan dan tak punya kepedulian. Lalu dikisahkan akibat dari sikapnya, bagaimana konsekuensi berbeda dialami oleh keduanya.

Kondisi kaya dan miskin idealnya dipandang bukan sebagai ukuran kemuliaan atau kehinaan, melainkan sebagai ujian kehidupan yang menuntut tanggung jawab sosial, moral, dan keadilan, di mana kedua pihak saling berinteraksi dan berbagi dalam ekosistem masyarakat yang seimbang. Orang kaya seharusnya tidak hanya berfokus pada akumulasi harta, tetapi menggunakan kekayaan sebagai alat untuk kebermanfaatan. Maka bagaimana sikap yang harus dibuat oleh si kaya? Tentunya ia harus dermawan dan bertanggung jawab sosial, karena kekayaan yang dimiliki seharusnya disadari membawa tanggung jawab untuk berbagi untuk menjembatani kesenjangan sosial. Ia juga harus bermental “cukup” dan bersyukur. Mentalitas kaya yang benar adalah merasa cukup dan optimis, bukan rakus atau sombong yang nirempati. Si kaya juga harus fokus pada nilai dan jangka panjang. Orang kaya seharusnya fokus menciptakan sesuatu yang bermanfaat (value creation), memiliki visi jangka panjang, serta mengelola asetnya dengan bijak.

Kemiskinan bukanlah sebuah takdir yang tidak bisa diubah, melainkan cobaan yang menuntut usaha dan adab. Maka si miskin pun harus proaktif dan tidak pesimis. Meskipun dalam kekurangan, individu seharusnya tetap berusaha, bekerja keras, belajar, dan tidak hidup dalam ketakutan atau pesimisme. Si miskin harus mandiri dan berencana. Miskin seharusnya tidak berarti malas atau hidup tanpa rencana. Seharusnya ada usaha untuk memperbaiki diri (skill up) dan merencanakan masa depan diri dan keluarganya, seperti pendidikan anak misalnya. Ia juga harus menjaga harga diri. Mengembangkan mentalitas yang kuat, tidak sibuk mencari validasi sosial, melainkan berfokus pada kemandirian ekonominya sendiri.

Maka interaksi keduanya harus ada. Si kaya dan si miskin. Kondisi idealnya bersinergi di mana perbedaan status ekonomi tidak menimbulkan perpecahan, melainkan saling mendukung. Dimana ada kesetaraan dalam kesempatan. Karena keadilan sosial berarti memastikan semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk maju, baik mengenai akses pendidikan dan kesehatan, bukan hanya soal pemerataan hasil. Sikap empati dan rasa solidaritas. Kekayaan tidak membuat yang kaya menjadi angkuh, dan kemiskinan tidak membuat yang miskin putus asa. Keduanya saling membutuhkan, yang kaya butuh tenaga maupun jasa, yang miskin butuh kesempatan dan bantuan. Dan sebenarnya peran kebijakan dari negara juga harus ada. Kalau dalam konteks negara, keadilan ekonomi diterapkan melalui pajak progresif, penyediaan layanan publik dasar seperti misalnya kesehatan maupun pendidikan, dan perlindungan sosial, tentunya itu menjadi tanggungjawab negara atas rakyatnya.

Senada dengan itu semua, kisah Injil tadi mengisyaratkan kepada kita bahwa ada ajakan dari gambaran si kaya dan Lazarus tadi yakni menyikapi secara tepat harta yang dimiliki sebagai sarana bantu menebarkan kasih Allah. Semoga kita tidak dibutakan oleh kekayaan dan tidak kehilangan rasa empati serta tanggungjawab kepada sesama. Tuhan memberkati Anda, dalam nama Bapa dan Putra, dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN⁣: 

Allah Bapa mahakudus, kuduskanlah usaha tobat kami dengan ibadat ini. Semoga matiraga lahiriah yang kami jalankan mempunyai dampak nyata dalam batin kami. Demi Kristus, ..⁣⁣

ATAU: ⁣

Allah Bapa mahakudus, berilah kami rezeki dari altar-Mu, dan selanjutnya perkenankanlah kami memahami sengsara dan wafat Putra-Mu, yang telah menyertai kami dengan tanda itu. Demi Kristus, …⁣⁣

ANTIFON KOMUNI  — Mazmur 119:1⁣

Berbahagialah orang yang suci hatinya, yang patuh kepada hukum Tuhan.⁣⁣

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kekayaan sejati, semoga dampak kurban ini tetap meresap dalam diri kami dan menyemangati kegiatan kami. Demi Kristus, …⁣⁣

ATAU: ⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kekayaan sejati, semoga kami selalu mematuhi sabda-Mu, yang memenuhi nubuat para nabi, yaitu Yesus Kristus,….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

2 Comments

  • Agustinus Suyatno Maret 5, 2026 at 9:08 am

    Terimakasih Romo renungannya bisa belajar impati dan belajar dari si kaya yang tidak peduli pada orang yang membutuhkan akhirnya celaka lupa kebaikan Tuhan…

    Reply
  • Herlin Maret 5, 2026 at 10:26 am

    Amin

    Reply

Leave a Comment