Rabu, 11 Maret 2026 – Hari Biasa Pekan III Prapaskah

Rm Vincen Suparman SCJ dari Komunitas SCJ Wisconsin – USA

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA — Mazmur 119:133⁣

Teguhkanlah langkahku seturut janji-Mu, dan janganlah suatu kejahatan pun menguasai aku.⁣⁣

PENGANTAR⁣: 

Menepati hukum bagi kebanyakan orang modern dianggap sebagai perbudakan diri. Tidak selalu kita melihat hubungan antara peraturan dengan kebahagiaan. Namun, akhirnya tiada persaingan antara kehendak Tuhan dengan tujuan hidup kita. Memang, ada godaan untuk lebih mementingkan hukum dan peraturan daripada manusianya. Cinta kasih harus tetap men jadi daya penjiwa usaha dan karya kita.⁣⁣

DOA KOLEKTA:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, dalam masa Prapaskah ini kami Kaubimbing dan Kauajar dengan sabda-Mu. Semoga dengan berpantang, kami berbakti kepada-Mu dengan sepenuh hati dan dalam doa bersatu sebagai umat-Mu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….⁣

ATAU⁣: 

Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, tanamkanlah hukum cinta kasih di dalam hati kami dan datangkanlah kerajaan-Mu di tengah-tengah umat manusia. Demi Yesus Kristus Putra-Mu,⁣⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Ulangan 4:1.5-9

“Lakukanlah ketetapan-ketetapan itu dengan setia.”

Di padang gurun seberang Sungai Yordan Musa berkata kepada bangsanya, “Hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya. Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaan dan akal budimu di mata bangsa-bangsa. Begitu mendengar segala ketetapan ini mereka akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi. Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti Tuhan, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya? Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum, yang kubentangkan padamu pada hari ini? Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidup. Beritahukanlah semuanya itu kepada anak-anakmu dan kepada cucu-cucumu serta cicitmu.”
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 147:12-13.15-16.19-20

Ref. Pujilah Tuhan, hai umat Allah, pujilah Tuhan, hai umat Allah!

  1. Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anak yang ada padamu.

  2. Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari. Ia menurunkan salju seperti bulu domba dan menghamburkan embun beku seperti abu.

  3. Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan dan hukum-hukum-Nya kepada Israel. Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S : Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Engkau mempunyai sabda kehidupan kekal.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 5:17-19

“Siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi.”

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sungguh, selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah Taurat sekali pun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat-tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Surga. Tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga.”
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Vincen Suparman SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Ada seorang pastor baru dimutasi ke paroki yang baru. Seusai mempersembahkan Misa ia pulang ke pastoran. Fokus utama aktivitas hariannya ialah membersihkan lingkungan pastorannya. Aneka peninggalkan dari pastor sebelumnya disinkirkan, disumbangkan ke orang miskin, atau dibuang agar umat takkan pernah melihatnya lagi. Aneka foto dan lukisan diturunkannya dari dinding. Aneka tanaman buah dan hias ditebang atau diberikan kepada umat yang mau. Sinkat cerita ia tak ingin melihat peninggalan apapun bentuknya dari pastor pandahulunya. Sebagai pastor paroki baru ia ingin menghilangkan jejak dari pastor paroki sebelumnya. Tidak perlu ada program berkelanjutan.

Jesus menyatakan Ia datang bukan untuk menghilangkan Kitab Pernjanjian Lama, tetapi Ia menggenapinya. Berulang kali Ia menekankan bahwa misi utamanya ialah mewujudkan kasih kepada Allah dan sesama. Ini kunci utama dari misi-Nya. Ia memanggil kita untuk masuk ke relung hati kita terdalam. Dari hati itu mengalirlah ketaatan bukan kata-kata atau praktik ibadat yang dilakukan demi dilihat orang lain.

Maka pantaslah kita renungkan lebih mendalam:  Jesus tidak datang untuk menghapus Hukum Taurat. Jesus datang sebagai penggenapan Hukum dengan perbuatan konkret sebagai Pribadi yang berkuasa, perbuatan-Nya bukan legalistic, hanya demi hukum, tetapi demi dan melalui Hukum yang dibuat demi manusia. 

Mentaati Hukum dengan kasih membuat ketaatan kepada hukum bukan Tindakan yang kaku, tetapi selalu mempertimbangkan tujuan dari hukum itu sendiri.

Mereka yang hidup dan mengajarkan peraturan memusatkan perhatian pada pelaksanaan hukum atas dasar kasih dan bukan ritual harafiah, yang dilakukan sesuai dengan apa yang tertulis, melainkan searah dengan tujuan hidup manusia untuk hidup dalam Kerajaan Allah.

Ajaran Jesus merupakan Ajaran yang berkelanjutan. Percaya pada Perjanjian Lama dan mengajarkannya bukan rencana yang terpisah. Kehadiran Jesus menjembatani jurang antara Perjanjian Lama dengan tradisi Sejarah, spiritualitas baru yang diajarkan dalam Perjanjian Baru.

Penerapan dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru selalu menjadi tantangan bagi kita untuk memandang hukum dan peraturan itu dengan selalu melibatkan kasih Allah. Allah melalui Roh Kudus memberikan pedoman dalam mewujudkan kasih kepada sesame. Pedoman Ilahi itu bukan beban tetapi hendaknya tertanam dalam hati kita.

Pada akhinya, Jesus mengundang kita untuk selalu berpedoman pada iman yang mana perbuatan dan tujuan dari perbuatan merupakan perwujud-nyataan dari iman kita. Inilah bentuk rahmat Allah yang membuat kita mampu menyelami nilai-nilai kebenaran.

Ketika kita sedang berusaha untuk mewujud-nyatakan iman, nilai-nilai Kita Suci, dan tradisi, marilah kita menyinkirkan keinginan pribadi, apalagi keinginan untuk mengukir nama. Misi Jesus bukan untuk kepentingan diri-Nya melainkan untuk keselamatan semua orang dan untuk berdirinya Kerajaan Allah.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN⁣: 

Allah Bapa mahakudus, terimalah kiranya doa umat-Mu bersama anggur roti ini dan lindungilah kami dari segala bahaya berkat daya ibadat suci ini.Demi Kristus, ….⁣⁣

ATAU⁣

Allah Bapa sumber kesetiaan, perbaruilah kiranya perjanjian-Mu dengan kami berkat roti anggur ini, berkat Yesus, saksi-Mu yang setia. Sebab Dialah ….⁣⁣

ANTIFON KOMUNI — Mazmur 15:11⁣

Tuhan, Engkau menunjukkan jalan kehidupan kepadaku, dan hadirat-Mu menggembirakan daku.⁣

DOA SESUDAH KOMUNI: ⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus, semoga santapan suci ini menguduskan kami, sehingga layak menikmati janji-Mu. Demi Kristus, ….⁣

ATAU⁣: 

Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau telah menunjukkan kepada kami, siapa yang telah melaksanakan hukum-Mu dengan sempurna, ialah Yesus Kristus, yang penuh cinta kasih. Kami mohon, berilah kami kedamaian dalam mengikuti Dia, yang hidup dan berkuasa sepanjang masa… ⁣

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

2 Comments

  • Epin Roma Maret 10, 2026 at 7:35 pm

    Terima kasih Romo Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin

    Reply
  • Agustinus Suyatno Maret 11, 2026 at 9:51 am

    Terimakasih Romo atas renungan menjadikan berkat bagi semua orang

    Reply

Leave a Comment