
Rm Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St Petrus Kenten Palembang – Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA:
Tuhan bersabda, “Akulah keselamatan umat-Ku. Dalam penderitaan mereka berseru kepada-Ku, dan Aku mendengarkan mereka. Dan Aku menjadi Tuhan mereka selama-lamanya.
PENGANTAR:
Sejurus lamanya orang dapat membiarkan dirinya hidup dibawa arus kebiasaan. Namun, bila kita ingin menyadari diri, maka kita selalu harus memilih atau menentukan sikap. Bila tidak, ada bahaya kita terbawa oleh arus, sehingga tak sanggup dan tak mampu lagi memilih yang lebih baik. Maka, seruan Yesus akan merupakan tuntutan yang mendesak, “Yang tidak meng ikuti Aku, melawan Daku.”
DOA KOLEKTA:
Marilah berdoa: Allah Bapa mahamulia, hari raya Paskah semakin mendekat. Kami mohon dengan rendah hati, semoga kami semakin giat mempersiapkan diri untuk perayaan yang menyelamatkan itu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu ..
ATAU:
Marilah berdoa: Allah Bapa mahasetia, semoga kami Kauberi sabda kesetiaan. Bukalah hati kami dan berilah kami keberanian untuk menjawab dengan hati yang jujur dan tulus ikhlas. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yeremia 7:23-28
“Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara Tuhan.”
Beginilah firman Tuhan, “Inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia! Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan punggungnya dan bukan mukanya. Sejak nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus menerus. Tetapi mereka tidak mau mendengarkan kepada-Ku dan tidak mau memberi perhatian; malahan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat daripada nenek moyang mereka. Sekalipun engkau mengatakan kepada mereka segala perkara ini, mereka tidak akan mendengarkan perkataanmu, dan sekalipun engkau berseru kepada mereka, mereka tidak akan menjawab engkau. Sebab itu, katakanlah kepada mereka: Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara Tuhan, Allah mereka, dan yang tidak mau menerima pengajaran! Ketulusan mereka sudah lenyap, sudah musnah dari mulut mereka.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 95:1-2.6-7.8-9
Ref. Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara-Nya, janganlah bertegar hati.
-
Marilah kita bernyanyi-nyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi Gunung Batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorailah bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.
-
Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita, kita ini umat gembalaan-Nya dan kawanan domba-Nya.
-
Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara-Nya, janganlah bertegar hati seperti di Meriba, seperti waktu berada di Masa di padang gurun, ketika nenek moyangmu mencobai dan menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal
S : (Yl 2:12-13) Berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, sabda Tuhan, sebab Aku ini pengasih dan penyayang.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 11:14-23
“Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku.”
Sekali peristiwa Yesus mengusir dari seseorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak. Tetapi ada di antara mereka yang berkata, “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.” Ada pula yang meminta suatu tanda dari surga kepada Yesus untuk mencobai Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata, “Setiap Kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah pasti runtuh. Jikalau Iblis itu terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi, jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Nah, merekalah yang akan menjadi hakimmu! Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan bersenjata lengkap menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat daripadanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata yang diandalkannya, dan akan membagi-bagi rampasannya. Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku, dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Antonius Edi Prasetyo SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Pendengar Resi Dehonian terkasih, Jumpa kembali dengan saya, Romo Antonius Edi Prasetyo SCJ, dari Komunitas SCJ Paroki St. Petrus Palembang Dalam Resi – Renungan Singkat Dehonian Edisi Kamis 12 Maret 2026
Saudara-saudariku yang terkasih, para sahabat Hati Kudus Yesus. Pernahkah anda melakukan sesuatu yang besar dan penting, lalu menimbulkan dua bentuk tanggapan yang berbeda dari orang-orang di sekitar kita: ada yang mendukung, tetapi ada juga yang menolak? Kita tentu berharap hanya ada satu tanggapan saja, yaitu dukungan. Namun dalam kenyataan hidup, selalu ada orang yang tidak dapat menerima apa yang kita lakukan.
Itulah yang dialami oleh Yesus dalam bacaan Injil yang baru saja kita dengarkan hari ini. Yesus sungguh mengasihi orang yang menderita, terutama kali ini seseorang yang telah lama dibelenggu oleh kuasa jahat. Dengan kuasa Ilahi-Nya, Yesus membebaskan orang ini dari cengkeraman setan yang membuatnya bisu. Tentu saja tindakan Yesus ini membuat banyak orang takjub. Mereka melihat kuasa Allah bekerja di tengah-tengah mereka.
Namun sayangnya tidak semua orang mau menerima kenyataan itu. Ada sebagian orang yang justru menuduh bahwa Yesus mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, pemimpin para setan. Tuduhan ini menunjukkan hati yang tertutup dan pikiran yang dikuasai prasangka. Mereka melihat mukjizat, tetapi tidak mau mengakui sumbernya berasal dari Allah. Yesus kemudian menjawab tuduhan itu dengan sangat tegas. Ia menjelaskan bahwa kerajaan yang terpecah tidak akan dapat bertahan. Yesus menegaskan bahwa kuasa yang Ia pakai bukanlah kuasa jahat, melainkan kuasa Allah sendiri yang sedang bekerja untuk membebaskan manusia.
Lalu Yesus mengatakan sebuah kalimat yang sangat kuat: “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa dalam kehidupan beriman, manusia tidak bisa bersikap netral. Tidak ada posisi di tengah-tengah. Kita tidak bisa berkata bahwa kita tidak menolak Yesus, tetapi juga tidak mau sungguh-sungguh mengikuti-Nya.
Saudara-saudariku yang terkasih, Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk melihat diri kita sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali ingin berada di posisi yang aman: tidak terlalu dekat dengan Tuhan, tetapi juga tidak mau dianggap melawan Tuhan. Kita ingin tetap nyaman dengan kebiasaan-kebiasaan lama, dengan dosa-dosa kecil yang kita anggap tidak terlalu penting.
Namun Yesus menegaskan bahwa mengikuti Dia menuntut keberanian untuk mengambil keputusan. Menjadi murid Yesus berarti berpihak kepada kebenaran, kepada kasih, kepada keadilan, dan kepada hidup yang baru.
Di dunia sekarang ini, keberpihakan kepada Kristus juga sering menimbulkan reaksi yang berbeda. Ada yang mendukung nilai-nilai Injil, tetapi ada juga yang menertawakan atau bahkan menolak iman kita. Kadang-kadang ketika kita berusaha hidup jujur, setia, dan melakukan yang baik, kita justru disalahpahami atau dianggap aneh.
Injil hari ini menguatkan kita: jangan takut untuk tetap berdiri bersama Kristus. Sebab kuasa Kristus adalah kuasa yang membebaskan, kuasa yang menyembuhkan, dan kuasa yang membawa hidup.
Maka marilah kita bertanya dalam hati kita masing-masing: apakah selama ini kita sungguh berada di pihak Yesus? Apakah hidup kita membantu orang lain semakin dekat dengan Tuhan, atau justru membuat orang lain menjauh dari-Nya?
Semoga Tuhan meneguhkan hati kita untuk berani berkata: Tuhan, aku mau bersama Engkau. Aku mau berjalan bersama-Mu. Aku mau menjadi bagian dari karya-Mu untuk menghadirkan Kerajaan Allah di dunia ini. Top of Form
Saya memberkati saudara dengan berkat Allah yang melimpah, dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin. Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita semua. Amin Tuhan memberkati. Berkah Dalem.
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa mahakudus, terimalah kiranya persembahan ini dan bersihkanlah kami dari segala kejahatan. Semoga kami tidak mengejar kesenangan fana, sebab kami sudah menerima janji kebahagiaan baka. Demi Kristus, ….
ATAU:
Allah Bapa sumber segala pembaruan, baruilah perjanjian-Mu dengan kami berkat roti anggur ini, berkat Yesus Kristus, saksi-Mu yang patuh setia, yang hidup dan bertakhta sepanjang segala masa.
ANTIFON KOMUNI — Mazmur 119:4
Engkau telah memberikan perintah-Mu agar dipatuhi dengan seksama. Semoga Kauatur langkahku untuk menjalankan hukum-Mu.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kekuatan, kami telah Kausegarkan dengan perjamuan-Mu. Semoga kami memperoleh penebusan-Mu, baik dalam perayaan misteri ini maupun dalam cara hidup kami. Demi Kristus, ….
ATAU:
Marilah berdoa: Allah Bapa pengasih dan penyayang, kami telah mendengar sabda-Mu dan telah ikut serta dalam perjamuan-Mu. Kami mohon, semoga kami menjadi umat-Mu yang pantas, dan selalu menjadi tanda bahwa Engkau selalu hadir di dunia. Demi Kristus, ….
DOWNLOAD AUDIO RESI:
Terima kasih romo Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin
Terimakasih Romo renungan memberikan pencerahan saya berkah Dalem
Amin