Selasa, 24 Maret 2026 – Hari Biasa Pekan V Prapaskah

Rm. Thomas Suratno SCJ dari Komunitas SCJ Teluk Betung Bandar Lampung Indonesia

 
 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA  — Mazmur 27:14⁣

Taruhlah harapanmu pada Tuhan. Jadilah perwira dan tabahkanlah hatimu. Percayalah pada Allah.⁣⁣

PENGANTAR: ⁣

Hari ini kita diwejang tentang misteri wafat Yesus di salib. Sebagaimana ular tembaga menjadi tanda kehadiran Allah yang menghukum dan menyelamatkan, demikian pula pengangkatan Yesus di salib merupakan tanda penyelamatan bagi para pengikut-Nya. Perutusan dari Bapa-Nya tetap merupakan teka-teki bagi orang sezaman-Nya. Wafat-Nya di salib akan membuka mata kita, sehingga kita memahami siapa Dia dan siapa yang mengutus Dia.⁣⁣

DOA KOLEKTA:

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber segala kebajikan, bantulah kami mengabdi Engkau dengan tekun. Semoga pada zaman kami ini umat-Mu berkembang dalam kebajikan dan bertambah dalam jumlahnya. Demi Yesus Kristus Putra-Mu ….⁣⁣

ATAU :⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa mahaluhur, arahkanlah mata hati kami kepada yang luhur, kepada Yesus Putra Manusia, dan ajarilah kami meyakini, bahwa salib tanda kehinaan itulah tempat kebahagiaan kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Bilangan 21:4-9

“Setiap orang yang terpagut ular, jika ia memandang ular tembaga itu, ia akan tetap hidup.”

Ketika umat Israel berangkat dari Gunung Hor, mereka berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom. Bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa, “Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air! Kami telah muak akan makanan hambar ini!” Lalu Tuhan menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel itu mati. Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata, “Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan Tuhan dan engkau; berdoalah kepada Tuhan supaya dijauhkan ular-ular ini dari kami.” Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa, “Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.” Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang. Maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 102:2-3.16-18.19-21

Ref. Tuhan, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu.

  1. Tuhan, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu. Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku pada hari aku tersesak. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku; pada hari aku berseru, segeralah menjawab aku!

  2. Maka bangsa-bangsa menjadi takut akan nama Tuhan, dan semua raja bumi menyegani kemuliaan-Mu, bila Engkau sudah membangun Sion, dan menampakkan diri dalam kemuliaan-Mu; bila Engkau mendengarkan doa orang-orang papa, dan tidak memandang hina doa mereka.

  3. Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji Tuhan, sebab ia telah memandang dari tempat-Nya yang kudus, Tuhan memandang dari surga ke bumi.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S : Benih itu adalah Sabda Tuhan, penaburnya adalah Kristus. Setiap orang yang menemukan Dia, akan hidup selama-lamanya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 8:21-30

“Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu bahwa Akulah Dia.”

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang banyak, “Aku akan pergi, dan kamu akan mencari Aku; tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.” Maka kata orang-orang Yahudi itu, “Apakah Ia mau bunuh diri, dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?” Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.” Maka kata mereka kepada-Nya, “Siapakah Engkau?” Jawab Yesus kepada mereka, “Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu? Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu. Akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya itulah yang Kukatakan kepada dunia.” Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa. Maka kata Yesus, “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia yang telah mengutus Aku,menyertai Aku! Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Thomas Suratno SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Saudara-saudari yang terkasih, kita jumpa lagi bersama saya Romo Thomas Suratno, SCJ dari Komunitas SCJ Teluk Betung-Bandar Lampung, mendengar dan merenungkan sabda Tuhan, yakni firman Tuhan yang tersurat dalam Yoh 8:21-30.

Yesus dalam warta Injil tadi menjelaskan bahwa Dia akan pergi ke tempat yang tidak dijangkau oleh orang-orang Farisi. Sedang orang-orang Farisi sendiri justru akan mati karena dosa mereka. Dan dosa pokok mereka adalah mereka tidak percaya kepada Yesus. Mengapa? Karena mereka berasal dari bawah, dari dunia sedangkan Yesus berasal dari atas dan bukan dari dunia. Yesus berkata tentang Bapa yang mengutusNya tetapi orang-orang Farisi tetap tidak percaya. Untuk itu Yesus mengatakan bahwa orang-orang Farisi menjadi percaya pada saat DiriNya ditinggikan: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia barulah kamu tahu bahwa Akulah Dia”. Yesus juga mempertegas diriNya: “Dan Ia yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepadaNya”

Umat Allah mengalami saat-saat yang sulit di padang gurun. Mereka meragukan Tuhan dan pertolonganNya sehingga yang ada hanya sikap bersungut-sungut. Kepada Musa mereka berkata: “Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di Padang gurun? Sebab di sini tidak ada roti, dan tidak ada air, dan akan makananan hambar ini kami telah muak”. Dosa mereka adalah ketidakpercayaan pada Yahwe dan keterbukaan hati dan budi pada dewa-dewi lain. Jalan keluar yang telah ditempuh Tuhan adalah hukuman pedagogis bagi mereka dan pengakuan dosa mereka secara umum. Meskipun umat berdosa, Tuhan sabar dan mengampuni mereka.

Pemahaman kita diperkaya tentang makna ‘diangkat’ atau ‘ditinggikan’. Dalam Kitab Bilangan, patung ular tembaga dipancang pada tiang yang tinggi dan semua yang dipagut ular memandang ke atas. Dalam Injil, Yesus mengatakan bahwa Dia berasal dari atas dan bahwa pada saat DiriNya diangkat dari dunia maka semua orang akan mengakuiNya. Apa artinya ini? Ketika seorang jatuh dalam dosa Ia mati karena dosa-dosanya. Supaya tetap hidup Ia harus mengangkat kepala, memandang langit seraya memohon belas kasih Tuhan. Ketika seorang bergumul dalam hidupnya, Ia perlu memandang Kristus tersalib. Disanalah Ia akan menamukan keselamatan yang benar.

Fokus perhatian kita adalah pada Yesus yang ditinggikan di atas kayu salib. Dia menderita sengsara untuk keselamatan kita. Dengan memandangNya di atas kayu Salib kita melihat aliran keselamatan yakni cinta kasih yang total dari Bapa kepada manusia. Yesus berkata: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia, sehingga Dia mengutus PuteraNya yang Tunggal sehingga setiap orang yang percaya kepadaNya akan beroleh hidup kekal” (Yoh 3:16). Pandanglah Salib Kristus dan pikulah Salibmu hari demi hari mengikutiNya, itulah jalan hidup yang harus kita tempuh sebagai umat beriman kristiani. Allah telah menjanjikan kehidupan yang kekal karena kita telah percaya pada Putra-Nya, namun kita harus berusaha dan bahkan berjuang untuk tetap setia dan taat akan perintah-perintah-Nya sehingga kehidupan kekal yang telah disediakan Allah akan dapat kita nikmati. Ini semua karena iman kita yang terungkap dan mewujud dalam setiap kata dan tindakan kasih kita gterhadap Allah dan sesama.

DOA: Ya Tuhan Yesus, aku percaya dan semakin yakin bahwa Engkau Juruselamatku karena dengan salib suci-Mu sungguh Engkau telah menebus dosaku dan terus menguduskan diriku serta menerangi jalan hidupku di dunia ini. Amin.

Semoga Allah yang mahakuasa memberkati saudara dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN⁣

Allah Bapa maharahim, kami mempersembahkan kurban pembawa damai dan mohon kepada-Mu, semoga Engkau mengampuni dosa kami dan membimbing hati kami yang mudah goyah. Demi Kristus, …⁣⁣

ATAU : ⁣

Allah Bapa pencipta alam semesta, berkatilah kiranya roti anggur ini menjadi lambang ciptaan baru, lambang Putra-Mu, yang mengubah kami menjadi manusia baru. Demi Kristus, …⁣⁣

ANTIFON KOMUNI  — Yohanes 12:32⁣

Tuhan bersabda, “Apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepada-Ku.”⁣⁣

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, bantulah kami mengejar perkara ilahi, agar hidup kami semakin sesuai dengan anugerah yang kami terima. Demi Kristus, ….⁣

ATAU : ⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kedamaian, kami bersyukur bahwasanya Yesus telah menganugerahi kami lambang kedamaian dalam sengsara dan wafat-Nya. Kami mohon, semoga kami menyadari bahwa keselamatan terletak pada salib-Nya. Demi Kristus, …⁣

DOWNLOAD AUDIO RESI:

1 Comment

  • Epin Roma Maret 24, 2026 at 8:48 pm

    Terima kasih Romo Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin

    Reply

Leave a Comment