Selasa, 28 Februari 2022 – Hari Biasa Pekan I Prapaskah

Rm. Aegidius Warsito SCJ dari Komunitas SCJ Toronto Kanada

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA — Mazmur 90:1-2⁣

Tuhan, Engkaulah pelindung kami turun-temurun. Dari awal mula sampai akhirat, Engkau mendampingi kami.⁣

PENGANTAR⁣

Belajar berdoa itu sederhana, namun amat sulit juga. Kita cenderung menilai doa kita menurut kata-kata yang indah dan berisi. Padahal, berdoa itu terutama mendengarkan. “Sabda Tuhan tak pernah kembali sia-sia,” kata Nabi Yesaya. Yesus mengajarkan doa “Bapa Kami” kepada para murid⁣

DOA PEMBUKA⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa, kerinduan kami, pandanglah umat-Mu ini. Semoga dalam menjalani masa tobat, hati kami selalu bergembira karena rindu akan Dikau.vDemi Yesus Kristus Putra-Mu, ….⁣

ATAU⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa mahamulia, sabda yang keluar daripada-Mu akan menghasilkan buah di tengah-tengah kami. Perkenankanlah hati kami terbuka untuk menerima segala yang telah tertulis dalam Kitab Suci. Maka dengan demikian, kerajaan-Mu benar-benar tampak dalam diri kami Demi Yesus Kristus Putra-Mu,….⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 55:10-11

“Firman-Ku akan melaksanakan apa yang Kukehendaki.”

Beginilah firman Tuhan, “Seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke sana, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih pada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman yang keluar dari mulut-Ku: Ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 34:4-5.6-7.16-17.18-19

Ref. Tuhan melepaskan orang benar dari segala kesesakannya.

  1. Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.

  2. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru-seru, dan Tuhan mendengarkan: Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

  3. Mata Tuhan tertuju pada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong: wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi.

  4. Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan: dari segala kesesakannya mereka ia lepaskan. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

BAIT PENGANTAR INJIL

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S  : (Mat 4:4b) Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 6:7-15

“Yesus mengajar murid-murid-Nya berdoa.”

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Dalam doamu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doa mereka dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Karena itu berdoalah begini, “Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu. Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kami atas kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Amin.” Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Aegidius Warsito SCJ

Vivat Cor Jesu, Per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus, melalui hati Bunda Maria.

jumpa lagi saudara-saudari pendengar Resi Dehonian bersama saya: Rm. Aegidius Warsito SCJ, dari Komunitas SCJ – Toronto – Kanada, di dalam Resi-renungan singkat – Dehonian edisi hari Selasa, Pekan Pertama Masa Prapaska, tanggal 28 February 2023. Mari kita baca bersama perikopa Injil pada hari ini yang diambil dari Matius 6:7-15

          Para pendengar Resi Dehonian yang budiman, bacaan Injil yang baru saja kita dengarkan bersama berbicara tentang Doa. Pertanyaan yang sering muncul dan yang sering saya dengarkan kurang lebih demikian: “Romo, mengapa kita harus berdoa? Kalau Tuhan tahu apa yang kita butuhkan bahkan sebelum kita menyampaikannya, lalu apa gunanya kita berdoa? Bukankah ini suatu pemborosan waktu atau kesia-siaan?”

          Biasanya saya akan mengatakan bahwa betul Tuhan mengetahui apa yang sebenarnya kita butuhkan, akan tetapi kita tetap perlu berdoa untuk menyampaikan apa yang kita butuhkan, sebab dengan melakukan ini kita mengungkapkan kerendahan hati kita akan pentingnya campur tangan Tuhan di dalam kehidupan kita sehari-hari dan juga  melalui kehidupan doa kita yang teratur dan konsisten, maka kita menjadi dekat dengan Tuhan. Bahkan semakin banyak kita berdoa semakin kita dekat dengan Tuhan. Oleh karena itu, pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak kita semua, jika kita belum memiliki kehidupan doa yang teratur, cobalah kita memiliki kehidupan doa yang teratur dan konsisten. Dan kita sendiri akan terkejut dengan pertumbuhan persahabatan kita dengan Tuhan.

Oleh karena itu, jika kita berdoa bukan pertama-tama karena kita ingin meminta sesuatu kepada Tuhan, karena sesungguhnya Dia mengetahui terlebih dahulu apa yang kita butuhkan. Dia sebenarnya tahu semua yang kita butuhkan dan inginkan hari ini, besok dan di masa depan. Kita berdoa karena kita ingin menjalin kedekatan kita dengan Tuhan sehingga kita bisa menjadi seorang sahabat yang baik dengan Tuhan.

Para pendengar Resi Dehonian yang budiman, ketika kita berdoa dengan takwa, seluruh diri kita berbicara kepada Tuhan dan Dia mendengarkannya dan dalam keheningan hati kita itu Dia juga berbicara kepada kita. Kita akan mendengar bisikan atau suara Tuhan kepada kita. Tentunya hal ini sulit untuk dijelaskan tetapi inilah yang terjadi ketika kita berdoa dengan penuh kekusukan. Hubungan doa dengan Tuhan seperti ini adalah tanda kehidupan doa yang matang.

Mungkin akan mudah hal ini dijelaskan dengan melihat bagaimana relasi antara suami dan istri dalam hidup berkeluarga. Di dalam hubungan hidup berumah tangga sebuah ikatan perkawinan akan semakin diperkuat dan diperkaya seiring dengan seringnya komunikasi antara suami dan istri yang terjalin. Melalui komunikasi yang teratur ini, mereka berdua akan menjadi lebih berkembang-menjadi lebih dewasa di dalam melaksanakan janji perkawinan mereka berdua. Mereka menjadi semakin mengenal secara mendalam apa dan siapa pasangannya itu, bahkan saling mengetahui dan memahami hampir semua hal tentang diri mereka sendiri sehingga tanpa ekpresi verbalpun mereka tahu apa yang sedang diinginkan dan terjadi di dalam pasangannya.

Para pendengar Resi Dehonian yang budiman, hal inilah yang terjadi di dalam  kehidupan doa kita. Semakin kita berdoa secara teratur dan dengan seluruh hati kita kepada Tuhan, semakin kita bertumbuh dalam kedekatan dan persahabatan dengan Tuhan itu sendiri. Dan pada akhirnya akan tiba saatnya ketika kita berdoa kepada Tuhan, kita tidak akan lagi mengucapkan sepatah kata pun. Kita hanya akan berlutut dan tetap diam dan membiarkan hati kita berbicara kepada Tuhan dan kita akan mendengarkan suara Tuhan yang sangat mengasihi dan menyayangi kita semua.

Untuk menutup peremenungan kita, baiklah kalau kita bertanya kepada diri kita masing-masing: bagaimana kehidupan doa kita saat ini? Masih perlukan kita berdoa dijaman yang serba maju dan segala sesuatu bisa kita lakukan sendiri? Apa yang akan kita lakukan di dalam masa Pra-Paska ini, sehubungan dengan kehidupan doa kita?

Saudara/I pendengar Resi Dehonian yang budiman, semoga bacaan Injil pada hari ini dapat membantu kita semua untuk mengisi masa Pra-Paska ini dengan salah satunya memberikan perhatian akan kehidupan doa kita. Semoga kasih Tuhan memberkati langkah dan perjuangan hidup kita di sepanjang hari ini.  Dan semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita semua. Amin

DOA PERSIAPAN⁣

Allah Bapa, Репсipta, persembahan kami ini adalah anugerah-Mu. Semoga Kaujadikan bantuan bagi kami untuk mencapai hidup yang kekal, Demi Kristus,⁣⁣

ATAU:⁣

Allah Bapa kami di surga, berilah kami rezeki yang menandakan datangnya kerajaan-Mu, dan berilah kamı Putra-Mu, Sabda vang membawa kehidupan sejati. Sebab Dialah⁣⁣

ANTIFON KOMUNI — Mazmur 4:2⁣

Ketika aku berseru kepada-Mu, Engkau mendengarkan daku, ya Allah yang mahadil. Engkau membebaskan daku dari deritaku. Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan kabulkanlah doaku.⁣⁣

DOA PENUTUP⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus, kami telah menerima rahmat sakramen-Mu. Semoga kami dapat mengatur hidup kami di dunia ini dengan bijaksana dan tetap mencita-citakan hidup surgawi. Demi Kristus, …⁣⁣

ATAU⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus, semoga Roh-Mu memenuhi hati kami serta mengajar kami berdoa. Taruhlah kata-kata pujian pada lidahku untuk memuliakan nama-Mu. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

1 Comment

Leave a Comment