Rabu, 24 Januari 2024 – Peringatan Wajib St. Fransiskus de Sales, Uskup dan Pujangga Gereja (Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristen Hari VII)

Rm. Finsentius Ari Setiono SCJ dari Komunitas SCJ Pasangsurut Palembang – Indonesia

 
 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Sirakh 15:5

Ia membuka mulutnya di tengah umat. Roh kebijaksanaan dan pengetahuan dilimpakan Tuhan ke dalam hatinya, Ia dihias semarak kemuliaan.

PENGANTAR:

Sering kita beranggapan, bahwa kesempurnaan Kristen itu monopoli para imam dan biarawan. Fransiskus selalu menekankan bahwa kesempurnaan seharusnya menjadi tujuan setiap orang beriman. Karena bakat-bakatnya yang menonjol ia dalam usia muda diangkat menjadi uskup Jenewa. Kotbah-kotbahnya menarik banyak orang, berisi dan keluar dari hati. Raja Henri IV dari Perancis pernaha mengatakan : “Orang ini bakat semata-mata, tanpa cacat cela.” Kekayaan rohani dibagikannya dalam banyak terbitan. bersama Santa Yohana de Chantal ia mendirikan Seritkat Visitasi.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa, asal dan tujuan hidup kami, demi keselamatan sesamanya Santo Fransiskus dari Sales, uskup-Mu, sanggup menjadi segalanya bagi semua orang. Perkenenkanlah kami mengikuti teladannya, selalu mewartakan cinta kasih-Mu dalam melayani kepentingan sesama kami, Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kedua Samuel 7:4-17

“Aku akan membangkitkan keturunanmu dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.”

Waktu itu Raja Daud ingin mendirikan rumah bagi Tuhan. Maka datanglah Tetapi pada sabda Tuhan kepada Natan, demikian: “Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman Tuhan: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami? Aku tidak pernah diam dalam rumah sejak Aku menuntun orang Israel dari Mesir sampai hari ini, tetapi Aku selalu mengembara dalam kemah sebagai kediaman. Selama Aku mengembara bersama-sama seluruh orang Israel, pernahkah Aku mengucapkan firman kepada salah seorang hakim orang Israel, yang Kuperintahkan menggembalakan umat-Ku Israel, demikian: Mengapa kamu tidak mendirikan bagi-Ku rumah dari kayu aras? Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman Tuhan semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel. Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi. Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu, sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu. Juga diberitahukan Tuhan kepadamu: Tuhan akan memberikan keturunan kepadamu. Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanya, seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, yang telah Kujauhkan dari hadapanmu. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.” Tepat seperti perkataan ini dan tepat seperti penglihatan ini Natan berbicara kepada Daud.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 89:4-5.27-28.29-30

Ref. Bagi dia Aku akan memelihara kasih setia-Ku untuk selama-lamanya.

  1. Engkau berkata, “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku hendak bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Aku hendak menegakkan anak cucumu untuk selama-lamanya dan membangun takhtamu turun temurun.

  2. Dia pun akan berseru kepada-Ku, “Bapakulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku.” Aku pun akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi Yang Tertinggi di antara raja-raja bumi.

  3. Untuk selama-lamanya Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia dan perjanjian-Ku dengannya akan Kupegang teguh. Aku akan menjamin kelestarian anak cucunya sepanjang masa dan takhtanya seumur langit.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : Benih itu melambangkan sabda Allah, penaburnya ialah Kristus. Semua orang yang menemukan Kristus akan hidup selamanya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 4:1-20

“Seorang penabur keluar untuk menabur.”

Pada suatu hari Yesus mengajar di tepi danau Galilea. Maka datanglah orang yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia terpaksa naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh, lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu ada di darat, di tepi danau itu. Dan Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka dalam bentuk perumpamaan. Dalam ajaran-Nya itu Yesus berkata kepada mereka, “Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga benih itu tidak berbuah. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, lalu tumbuh dengan subur dan berbuah; hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat”. Dan Yesus bersabda lagi, “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” Ketika Yesus sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid menanyakan arti perumpamaan itu. Jawab-Nya, “Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menangkap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, biar mereka jangan berbalik dan mendapat ampun”. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain? Penabur itu menaburkan sabda. Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat sabda itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar sabda, lalu datanglah iblis dan mengambil sabda yang baru ditaburkan di dalam mereka. Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar sabda itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi sabda itu tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena sabda itu, mereka segera murtad. Dan yang lain, yang ditaburkan di tengah semak duri, ialah yang mendengar sabda itu, tetapi sabda itu lalu dihimpit oleh kekuatiran dunia, tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain sehingga sabda itu tidak berbuah. Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut sabda itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat”.
Demikianlah Sabda Tuhan 
U. Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Stefanus Sigit Pranoto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Kudus Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Resi Dehonian dimanapun berada, jumpa lagi bersama saya Rm. Finsentius Ari Setiono SCJ dari Pasang Surut dalam ReSi (renungan Singkat) Edisi Rabu, 24 Januari 2024 pada peringatan wajib St. Fransiskus dari Sales, uskup dan pujangga Gereja. Mari sekarang kita siapkan hati untuk mendengarkan bacaan Injil pada hari ini dari Injil Markus 4: 1-20.

Sahabat ReSi Dehonian yang terkasih, bagaimana kabarnya? Semoga kita semua dalam keadaan yang sehat dan penuh dengan Rahmat. Rahmat Allah juga kami rasakan terutama kami yang tinggal di tengah-tengah petani. Hujan adalah salah-satu rahmat yang kami terima, karena dengan hujan, petani dapat menanam padi. Memang di pasang surut terkenal dengan daerah perairan, namun demikian, tidak semua air bisa mendukung pertanian. Tanah yang digunakan sebagai tempat penanaman padi juga sebelumnya harus diolah dangan baik agar juga mendapatkan hasil pertanian yang baik. Semuanya harus diusahakan dan membutuhkan kerja keras agar apa yang ditabur dapat menghasilkan buah yang baik.

Saudara saudari yang terkasih, pada kesempatan hari ini, Yesus juga menyampaikan sebuah perumpamaan mengenai pertanian. Singkatnya bahwa apa yang ditaburkan diharapkan menghasilkan pertumbuhan yang baik pula. Pastinya benih yang ditaburkan adalah benih yang paling baik dan sangat unggul. Namun demikian, pertumbuhan sebuah bibit juga ditentukan oleh media tanam, maka disini butuh sebuah tanah yang baik. Untuk mendapatkan tanah yang baik itu, dibutuhkan sebuah usaha dengan cara mengolahnya. Pengolahan tanah ini tidak akan sama antara yang satu dengan yang lainnya, tergantung dari kondisi tanah masing-masing. Pada intinya tanah yang berbatu-batupun bisa menjadi subur dengan pengolahan yang tepat. Jika tanah yang subur tidak diolah dengan baik, maka bisa saja tanah yang baik itu tidak dapat menghasilkan buah yang maksimal.

Saudara-saudari yang terkasih, seperti Penabur yang menaburkan benih yang baik, demikian Allah mewahyukan dirinya kepada manusia dengan berbagaimacam cara. Wahyu itu ditaburkan kepada kita manusia yang memiliki kualitas pertumbuhan iman yang berbeda-beda. Seperti tanah yang harus diolah terus menerus, iman kita juga selalu harus diolah terus menerus agar menghasilkan media wahyu yang baik dan akhirnya menghasilkan perbuatan iman yang berlipat ganda. Demikianlah bahwa iman selalu harus diusahakan terus menerus di dalam kehidupan kita. Tuhan memberkati.

DOA PERSEMBAHAN:

Allah Bapa sumber keselamatan kami, kami mempersembahkan roti dan anggur ini dengan permohonan kepada-Mu, agar Toh Kudus menyalakan api cinta kasih-Nya di dalam hati kami, sebagaimana Ia dahulu mengorbankan semangat Santo Fransiskus yang lemah lembut itu. Demi Kristus, …

ANTIFON KOMUNI – 1Kor 1:23-24

Kami memaklumkan Kristus yang tersalib, Kristus, kuasa dan kebijaksanaan Allah.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang maha pengasih, kami telah menyambut sakramen pembawa keselamatan. Kami mohon, semoga kami dapat meneladan cinta kasih dan kehalusan budi Santo Fransiskus, agar pada suatu ketika kami Kauperkenankan ikut serta memuji Engkau di surga. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI:

Santo Fransiskus de Sales

Doctor of The Church Francis de Sales, Gentle Christ of Geneva, The Gentleman Saint, Franz von Sales

Fransiskus dilahirkan di kastil keluarga de Sales di Savoy, Perancis, pada tanggal 21 Agustus 1567. Keluarganya yang kaya membekalinya dengan pendidikan yang tinggi. Pada usia duapuluh empat tahun, Fransiskus telah meraih gelar Doktor Hukum. Ia kembali ke Savoy dan hidup dengan bekerja keras. Tetapi, kelihatannya Fransiskus tidak tertarik pada kedudukan yang tinggi dalam masyarakat. Di hatinya, Fransiskus mendengar adanya suatu panggilan yang terus-menerus datang bagaikan sebuah gema. Tampaknya seperti suatu undangan dari Tuhan baginya untuk menjadi seorang imam. Pada akhirnya, Fransiskus berusaha menceritakan perjuangan batinnya itu kepada keluarga. Ayahnya amatlah kecewa. Ia ingin agar Fransiskus menjadi seorang yang tersohor di seluruh dunia. Dengan pengaruh kuat keluarga pastilah impian itu akan tercapai. Tetapi, Fransiskus bersikeras dan ditahbiskan imam pada tanggal 18 Desember 1593.

Pater Fransiskus de Sales hidup pada saat umat Kristiani dilanda perpecahan. Ia menawarkan diri untuk pergi ke daerah yang berbahaya di Perancis untuk membawa kembali orang-orang Katolik yang telah menjadi Protestan. Ayahnya menentang dengan keras. Ayahnya mengatakan bahwa sudah merupakan suatu hal yang buruk baginya mengijinkan Fransiskus menjadi seorang imam. Ia tidak akan mengijinkan Fransiskus pergi dan wafat sebagai martir pula. Tetapi, Fransiskus percaya bahwa Tuhan akan melindunginya. Maka ia dan sepupunya, Pater Louis de Sales, dengan berjalan kaki menempuh perjalanan ke daerah Chablais. Segera saja kedua imam tersebut merasakan bagaimana menderitanya hidup penuh hinaan serta aniaya fisik. Hidup mereka berdua senantiasa ada dalam bahaya. Namun demikian, sedikit demi sedikit, umat kembali ke pelukan Gereja.

St. Fransiskus kemudian diangkat menjadi Uskup Geneva, Swiss. Bersama St. Yohana Fransiska de Chantal, pada tahun 1610 ia membentuk suatu ordo religius bagi para biarawati yang diberi nama Serikat Visitasi. Fransiskus menulis buku-buku yang mengagumkan mengenai kehidupan rohani dan cara untuk menjadi kudus. Buku-bukunya, Tulisan tentang Kasih Allah dan Pengantar kepada Kehidupan Saleh, masih dicetak hingga sekarang. Buku-buku tersebut digolongkan sebagai buku-buku rohani “klasik”.   

Uskup de Sales wafat pada tanggal 28 Desember 1622 dalam usia limapuluh enam tahun. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Inosensius X pada tahun 1665. Oleh karena pengabdiannya yang gagah berani bagi Gereja, ia diberi gelar istimewa “Pujangga Gereja”. St. Fransiskus dijadikan pelindung para wartawan.

Arti Nama

Fransiskus berasal dari nama Latin Franciscus yang berarti “Orang Perancis”. Nama ini diturunkan dari kata  “Francus”  (yang berarti : “Seorang Franc”, atau “Seorang bebas”). Akar kata ini berasal dari kata Perancis kuno “Franc” yang berarti “Bebas”.

Variasi Nama

Francis, Frances (English), François, Francisque (French), Frantziska, Frantzisko, Patxi (Basque), Franseza (Breton), Francesc, Francesca (Catalan), Frane, Franjo, Franka, Franko, Frano, Fran (Croatian), František, Františka (Czech), Frans (Danish), Franciscus, Frans (Dutch), Frans, Ransu (Finnish), Franz, Franziska, Fränze, Franzi, Ziska (German), Ferenc, Franciska, Fanni, Feri, Ferkó, Franci (Hungarian), Proinsias (Irish), Franca, Francesca, Francesco, Franco (Italian), Francisca, Franciscus (Late Roman), Frens, Frenske (Limburgish), Pranciškus (Lithuanian), Frans (Norwegian), Franciszek, Franciszka (Polish), Francisca, Francisco, Chica, Chico (Portuguese), Frang, Frangag (Scottish), Franjo (Serbian), Franc, Frančišek, Frančiška, Fran, Francka (Slovene), Francisca, Francisco, Curro, Fran, Paca, Paco, Pancho, Paquita, Paquito (Spanish), Frans (Swedish), Ffransis (Welsh)

Bentuk Pendek : Frank, Cissy, Fannie, Fanny, Fran, Frankie, Frannie, Franny, Sissie, Sissy (English)
Bentuk Feminim : Frances (English), Françoise (French)

PEKAN DOA UNTUK PERSATUAN UMAT KRISTIANI

18-25 Januari 2024 (Renungan Alkitab dan Doa)

“Kasihilah Tuhan, Allahmu… dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Luk 10:27)

HARI KE 7

Yesus berkata: Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu? (Lukas 10:36)

Tuhan, tunjukkan kepada kami bagaimana menyapa sesama kami.

Filipi 2:1-5 Mazmur 10:17-18

Refleksi

Pada akhir perumpamaan, Yesus bertanya kepada ahli taurat: siapakah sesama bagi orang yang menjadi korban? Ahli taurat menjawab, “Orang yang menunjukkan belas kasihan.” Dia tidak mengatakan “orang Samaria.” Melalui jawaban ini, kita dapat membayangkan bahwa permusuhan antara orang Samaria dan orang Yahudi membuatnya sulit untuk mengakui jati diri orang yang berbelas kasih. Jawaban orang Yahudi itu mengajak kita menyadari bahwa seringkali kita menemukan sesama dalam diri orang-orang yang paling tidak terduga, bahkan orang-orang yang nama atau asal-usulnya sulit untuk kita ucapkan. Di dunia saat ini, sering kali kita bertemu dengan orang beridentitas keagamaan yang berbeda. Yesus menantang kita melihat pentingnya untuk melintasi batas dan tembok pemisahan.

Seperti halnya ahli taurat, kita dihadapkan kepada

tantangan untuk merenung tentang bagaimana kita menjalani hidup kita, bukan hanya dalam hal apakah kita berbuat baik atau tidak, tetapi apakah, seperti imam dan orang Lewi, kita abai untuk bertindak dengan dasar belas kasihan.

Doa

Allah yang Kudus, Anak-Mu Yesus Kristus datang di tengah- tengah kita untuk menunjukkan jalan kasih sayang.
Bantu kami oleh Roh-Mu untuk mengikuti teladannya, melayani kebutuhan semua anak-anak-Mu, dan dengan demikian memberikan kesaksian Kristiani yang bersatu terhadap jalan-jalan kasih dan belas kasihan-Mu. Kami berdoa dalam nama Yesus. Amin.

1 Comment

  • Firmus dega Januari 24, 2024 at 6:42 am

    Makasih Romo

    Reply

Leave a Comment