Sabtu, 09 Maret 2024 – Hari Biasa Pekan III Prapaskah

Rm. Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang Cempedak Jakarta – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKAAN — Mazmur 103:2-3⁣

Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Dan jangan lupakan segala kebaikan-Nya. Karena la mengampuni segala kesalahan-Mu.⁣⁣

PENGANTAR:⁣

Sering terdengar, “Melakukan sesuatu untuk memperoleh sur ga.” Tanpa disadari, mulailah dihitung hitung prestasinya: doa, amal baik, misa, ziarah, dst. Namun, hari ini kita dengar, “Aku menghendaki kebajikan, bukan kurban, dan cinta kasih Allah melebihi kurban bakar.” Pengabdian yang benar ialah dengan rendah hati dan tangan kosong menghadap Tuhan.⁣⁣

DOA PEMBUKA⁣:

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber belas kasih, dengan gembira kami rayakan masa tobat tahunan ini. Kami mempersiapkan diri untuk mengenangkan wafat dan kebangkitan Kristus. Semoga misteri Paskah itu sungguh berpengaruh di dalam hidup kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….⁣

ATAU: ⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa mahagung, kasih setia-Mu telah terbukti dalam diri Putra-Mu, yang telah sudi menjadi hamba sekalian orang. Kami mohon, semoga kami hidup serupa Dia, dan menyembah Engkau dalam kebenaran. Sebab Dialah ….⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Hosea 6:1-6

“Aku menyukai kasih setia, dan bukan kurban sembelihan.”

Umat Allah berkata, “Mari, kita akan berbalik kepada Tuhan, sebab Dialah yang telah menerkam tetapi lalu menyembuhkan kita, yang telah memukul dan membalut kita. Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya. Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan. Ia pasti muncul seperti fajar. Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.” Dan Tuhan berfirman, “Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim? Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Yehuda? Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar. Sebab itu Aku telah meremukkan mereka dengan perantaraan nabi-nabi. Aku telah membunuh mereka dengan perkataan mulut-Ku, dan hukum-Ku keluar seperti terang. Sebab Aku menyukai pengenalan akan Allah, lebih daripada kurban-kurban bakaran.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 51:3-4.18-19.20-21ab

Ref. Kasihanilah, ya Tuhan, Kaulah pengampun yang rahim, dan belas kasih-Mu tak terhingga.

  1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!

  2. Sebab Engkau tidak berkenan akan kurban sembelihan; dan kalau pun kupersembahkan kurban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Persembahan kepada-Mu ialah jiwa yang hancur; hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

  3. Lakukanlah kerelaan hati-Mu kepada Sion, bangunlah kembali tembok-tembok Yerusalem! Maka akan dipersembahkan kurban sejati yang berkenan kepada-Mu kurban bakar dan kurban-kurban yang utuh.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S : (Mzm 95:8ab) Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara Tuhan, janganlah bertegar hati.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 18:9-14

“Pemungut cukai ini pulang ke rumahnya, sebagai orang yang dibenarkan Allah.”

Sekali peristiwa, Yesus menyatakan perumpamaan ini kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain. Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang satu adalah orang Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain; aku bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah, dan bukan juga seperti pemungut cukai ini. Aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah, sedang orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Antonius Edi Prasetyo SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Pendengar Resi Dehonian terkasih, Jumpa kembali dengan saya, Romo Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas Biara SCJ Gudang Peluru Jakarta Selatan dalam Resi – Renungan Singkat Dehonian edisi Sabtu, 9 Maret 2024.

Mari kita dengarkan dan renungkan bersama bacaan Injil Suci Menurut Lukas 18:9-14

Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus, Injil yang kita dengarkan hari ini memberikan pelajaran mendalam tentang kerendahan hati dan hakikat kebenaran. Kita baru saja mendengarkan bagaimana Yesus menyampaikan sebuah perumpamaan kepada khalayak tertentu— terutama mereka yang percaya diri akan kebenarannya sendiri dan memandang rendah orang lain. Perumpamaan ini mengontraskan dua individu, seorang Farisi dan seorang Pemungut Pajak, dan bagaimana isi doa-doa mereka di bait suci, mengungkapkan sikap mereka terhadap Tuhan dan diri mereka sendiri. Yesus menggunakan dua individu yang sangat berlawanan dalam masyarakat Yahudi pada waktu itu sebagai subjek perumpamaan-Nya. Pemungut cukai adalah orang yang dianggap berdosa dan dikecam oleh masyarakat, sementara ahli Taurat dihormati dan dianggap saleh.

Doa orang Farisi berpusat pada diri sendiri; dia berterima kasih kepada Tuhan bukan atas belas kasihan-Nya, tetapi karena menjadikannya lebih baik dari yang lain. Dia membual tentang puasa dan perpuluhannya, praktik yang melebihi persyaratan hukum, untuk membenarkan rasa superioritasnya. Sebaliknya, Pemungut Pajak berdiri jauh, bahkan tidak berani menengadah ke langit. Doanya, singkat, sederhana, tetapi penuh kerendahan hati dan penyesalan yang mendalam: “Tuhan, kasihanilah aku, orang berdosa.” Hal ini mencerminkan kesadarannya yang akan kegagalannya sendiri untuk berlaku seperti yang Tuhan inginkan dan ia merasa adanya ketergantungannya pada kasih karunia Tuhan sendiri.

Perumpamaan ini menjungkirbalikkan ekspektasi masyarakat. Orang Farisi, seorang tokoh agama yang dihormati, bukanlah teladan yang patut ditiru, sedangkan Pemungut Pajak, yang sering dibenci masyarakat, dipuji karena kerendahan hatinya. Kebenaran sejati bukanlah tentang ketaatan keagamaan secara lahiriah atau membandingkan diri sendiri dengan orang lain, namun tentang kerendahan hati dan penyesalan yang mencari belas kasihan Tuhan. kebenaran tidak hanya ditemukan dalam kepatuhan hukum, tetapi juga dalam sikap hati yang tunduk dan rendah diri di hadapan Allah.

Saudara-saudari yang terkasih, Yesus mengajak kita untuk merenungkan bagaimana sikap dan pendekatan kita sendiri terhadap Tuhan dan orang lain. Yesus memperingatkan terhadap bahaya sikap merasa benar sendiri dan ilusi bahwa kita bisa mendapatkan perkenanan Tuhan melalui perbuatan kita. Sebaliknya, hal ini mendorong kita untuk menyadari kebutuhan kita akan belas kasihan Tuhan dan mendekati Dia dengan kerendahan hati. Tuhan meninggikan orang yang rendah hati dan merendahkan orang yang sombong, mengingatkan kita bahwa kedudukan kita di hadapan Tuhan tidak bergantung pada prestasi kita, namun pada belas kasihan dan kasih karunia-Nya.

Saya memberkati saudara dengan berkat Allah yang melimpah, dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: ⁣

Allah Bapa sumber segala rahmat, berkat rahmat-Mu kami sanggup merayakan misteri-Mu dengan hati bersih. Semoga dalam perayaan mulia ini kami dapat mempersembahkan bakti yang layak kepada-Mu. Demi Kristus, ….⁣⁣

ATAU : ⁣

Allah Bapa sumber segala rahmat, sudilah menerima persembahan roti anggur ini dan memberkati niat kami mau mengikuti Putra-Mu terkasih selamanya. Sebab Dialah ….⁣⁣

ANTIFON KOMUNI  — Lukas 18:13⁣

Pemungut cukai itu berdiri jauh dan sambil menepuk dada berkata, “Ya Allah, kasihanilah aku, orang berdosa ini.”⁣

DOA SESUDAH KOMUNI:⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa maharahim, kami Kaulimpahi terus-menerus kurnia-Mu. Semoga anugerah-Mu kami hargai dengan pengabdian tulus ikhlas, dan selalu kami terima dengan hati terbuka. Demi Kristus, ..⁣⁣

ATAU: ⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kebahagiaan, kami bersyukur atas sabda dan anugerah-Mu. Kami mohon, perkenankanlah kami menerima maut ataupun hidup sebagai tugas cinta kasih dengan hati yang jujur, seturut Hamba sekalian orang, yaitu Yesus Kristus, ….⁣

DOWNLOAD AUDIO RESI:

1 Comment

  • yud Maret 8, 2024 at 9:33 pm

    maturnuwun.adem.RESI

    Reply

Leave a Comment