Senin, 27 Oktober 2025 – Hari Biasa Pekan XXX

Rm. Thomas Suratno SCJ dari Komunitas SCJ Teluk Betung Bandar Lampung Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Roma 8:16-17

Roh Allah memberi kesaksian kepada roh kita, bahwa kita ini anak-anak Allah. Kalau anak, berarti juga ahli waris, yakni ahli waris Allah bersama Kristus.

PENGANTAR:

Manusia mendapat waktu semakin banyak. Namun, semakin banyak waktu kita, semakin sulit menyisihkan waktu untuk mempersilakan Roh Allah mendorong kita berdoa, dan menolong sesama. Baiklah kita berupaya agar tetap bebas tidak terbelenggu dan menjadi budak waktu kita, dan mempersilakan Tuhan mempesona kita.

DOA KOLEKTA:

Marilah bedoa: Allah Bapa kami yang mahabaik, berkenanlah mengutus Roh-Mu mendatangi kami dan jadikanlah kami putra dan putri-Mu, yang tinggal di dunia ini dengan bebas serta penuh rasa syukur. Demi Yesus Kristus, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma 8:12-17

“Kalian telah menerima Roh yang menjadikan kalian anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru, “Abba, ya Bapa”.

Saudara-saudara, kita ini orang berutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab jika kalian hidup menurut daging, kalian akan mati. Tetapi jika oleh Roh kalian mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, maka kalian akan hidup. Semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kalian menerima bukan roh perbudakan yang membuat kalian menjadi takut lagi, melainkan Roh yang menjadikan kalian anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru, ‘Abba, ya Bapa’. Roh itu memberi kesaksian bersama-sama roh kita bahwa kita ini anak Allah. Dan kalau kita ini anak, berarti juga ahliwaris, yakni ahliwaris Allah, sama seperti Kristus. Artinya jika kita menderita bersama dengan Dia, kita juga akan dipermuliakan bersama dengan Dia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 68:2.4.6-7ab.20-21

Ref. Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan.

  1. Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya. Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita.

  2. Bapa bagi anak yatim dan pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus; Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia.

  3. Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung beban kita; Allah adalah keselamatan kita. Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan, Allah, Tuhanku, memberi keluputan dari maut.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Yoh 17:17b.a) Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah kebenaran; kuduskanlah kami dalam kebenaran.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 13:10-17

“Bukankah wanita keturunan Abraham ini harus dilepaskan dari ikatannya sekalipun pada hari sabat?”

Pada suatu hari Sabat Yesus mengajar dalam salah satu rumah ibadat. Di situ ada seorang wanita yang telah delapan belas tahun dirasuk roh. Ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. Ketika Yesus melihat wanita itu dipanggil-Nyalah dia. Lalu Yesus berkata, “Hai Ibu, penyakitmu telah sembuh.” Kemudian wanita itu ditumpangi-Nya tangan, dan seketika itu juga ia berdiri tegak dan memuliakan Allah. Tetapi kepala rumah ibadat itu gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat. Lalu ia berkata kepada orang banyak, “Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat.” Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya, “Hai orang-orang munafik, bukankah kalian semua melepaskan lembu dan keledaimu pada hari Sabat dan membawanya ke tempat minum? Nah, wanita ini sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis. Bukankah dia harus dilepaskan dari ikatannya itu karena dia keturunan Abraham?” Waktu Yesus berbicara demikian, semua lawan-Nya merasa malu, sedangkan orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia yang telah dilakukan-Nya.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Thomas Suratno SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Resi yang terkasih,  kita jumpa lagi dalam RENUNGAN SINGKAT DEHONIAN hari ini – Senin, 27 Oktober 2025 – Pekan Biasa XXX.  Bersama saya, Romo Thomas Suratno, SCJ dari Komunitas SCJ Telukbetung-Bandar Lampung mendengar dan merenungkan Sabda Tuhan, yakni Firman Tuhan yang tersurat Luk 13:10-17

Setiap orang yang menderita sakit, baik fisik maupun jiwa, tentu berharap agar segera sembuh atau pulih dari keadaannya, sebab hidup yang sehat, baik jasmani maupun rohani, membawa sukacita dan kebahagiaan. Dalam warta Injil hari ini, kita berjumpa dengan seorang perempuan yang sedang sakit. Ia menderita sudah delapan belas tahun akibat kerasukan roh jahat. Tubuhnya sakit sampai bungkuk punggungnya, sehingga ia tidak dapat berdiri dengan tegak. Penderitaan fisik yang hebat itu tentu memengaruhi batin dan pikiran perempuan tersebut. Mungkin saja ia merasa putus asa dengan keadaannya, tetapi mungkin juga ia tetap sabar dalam pengharapan bahwa keadaannya bisa pulih kembali.

Yesus saat itu sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat orang Yahudi pada hari Sabat. Ketika melihat perempuan itu, Ia berkata, “Hai ibu, penyakitmu telah sembuh.” Ia lalu meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu. Seketika itu juga berdirilah perempuan itu dan memuliakan Allah. Sabda dan tindakan Yesus sungguh berdaya ilahi, sehingga dapat mengubah keadaan perempuan yang sudah lama menderita sakit. Kepala rumah ibadat yang menyaksikan mukjizat ini tidak berani menegur Yesus yang menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat. Ia lebih memilih melarang orang banyak agar tidak membawa orang sakit ke rumah ibadat pada hari Sabat.

Yesus segera menegur keras kemunafikan kepala rumah ibadat, dan membuka hati serta pikiran orang-orang yang ada di situ. Ia berkata, “Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?” Kepala rumah ibadat tidak mampu membaca tanda hadirnya Kerajaan Allah di tengah mereka, teristimewa dalam diri perempuan yang telah disembuhkan Yesus. Lagi pula, hari Sabat bukan untuk membelenggu manusia, melainkan untuk membebaskan dan menyelamatkan. Yesus datang bukan meniadakan hari Sabat, melainkan untuk menyempurnakannya.

Yesus menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat dan apa yang dilakukan tentu membuat gusar kepala rumah ibadat karena menurut aturan Sabat pada hari Sabat tidak boleh bekerja. Tetapi setelah Yesus menjelaskan arti Sabat dan perbuatanNya, mereka pun bersukacita. Belajar dan bercermin pada apa yang telah dilakukan oleh Yesus, marilah kita tidak takut atau ragu-ragu untuk berbuat baik dimanapun dan kapanpun, lebih-lebih menolong mereka yang sakit atau menderita. Kita jauhkan dan berantas aneka bentuk kemunafikan. Aneka macam aturan dan tatanan hidup bertujuan untuk kebaikan umum, maka semua perbuatan baik tidak melawan aturan atau tatanan hidup, melainkan memantapkan aturan dan tatanan tersebut, meskipun sekilas nampak melanggar aturan. Usaha dan kegiatan penyelamatan jiwa manusia dapat dilaksanakan kapan saja dan dimana saja.   

Kita hidup dalam dunia yang sudah sangat maju dalam segala aspek kehidupan manusia, termasuk aspek kesehatan. Sarana dan prasarana dalam bidang kesehatan semakin canggih, tenaga kesehatan pun semakin profesional. Namun, penderitaan dan penyakit tetap tidak terhapuskan dari kehidupan manusia. Manusia tetap menderita dan sakit. Kita pun kerap kali menderita akibat penyakit, baik jasmani maupun rohani. Saat menderita dan sakit, baiklah kita tidak putus asa, tetapi selalu berdoa dan berharap kepada Allah. Kita percaya Tuhan hadir menyembuhkan dan menyelamatkan diri kita seutuhnya.

DOA:  Ya Allah, berilah aku keberanian untuk senantiasa berbuat kasih terhadap sesamaku sebagai uangkapan dan wujud kasih-Mu terhadap kami semua. Amin. Semoga Allah yang mahakuasa memberkati saudara dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa kami yang mahamulia, berkatilah kiranya roti anggur ini dan semoga kami Kaujadikan ahli waris Putra-Mu. Perkenankanlah pula kami hidup menyerupai Dia. Sebab Dialah ….

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 68:20-21

Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung beban kita, Allah adalah keselamatan kita. Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami, sumber kehidupan, Engkau memanggil kami menjadi orang bebas menurut teladan Putra-Mu terkasih. Tumpangkanlah kiranya tangan-Mu di atas kami dan sembuhkanlah kami dari segala dosa kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLIAD AUDIO RESI:

4 Comments

  • Herlin Oktober 27, 2025 at 6:44 am

    Amin

    Reply
  • Firmus dega Oktober 27, 2025 at 7:51 am

    Makasih Romo

    Reply
  • Henri Oktober 27, 2025 at 9:15 am

    Amin. Terima kasih Romo🙏

    Reply
  • Epin roma Oktober 27, 2025 at 10:29 am

    Terima Kasih Romo

    Reply

Tinggalkan Balasan ke Firmus dega Cancel Reply