Minggu, 07 Desember 2025 – Hari Minggu Adven II

Rm Andreas Nugroho SCJ dari Komunitas SCJ Rumah Damai Dehon Palembang – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Yes 30:19,30

Hai umat Sion, lihatlah, Tuhan akan datang menyelamatkan para bangsa. Ia akan memperdengarkan suara-Nya yang megah untuk menggembirakan hatimu.

PENGANTAR:

Almasih yang dinubuatkan oleh para nabi dan diwartakan oleh Yohanes Pembaptis datang mengadili bukan menurut apa yang tampak. Ia memutuskan bukan berdasarkan omongan atau desas-desus khalayak ramai. Sementara itu, Yohanes Pembaptis mempersiapkan umat-Nya dengan menyerukan agar orang mempertegas pilihan hidupnya, yaitu mau bertobat. Semoga kita semua juga berani mendengarkan seruan Yohanes Pembaptis; mengambil sikap tobat atas kesalahan dan cara hidup lama yang tidak berkenan di hadapan Allah.

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, menjelang kedatangan-Mu, Nabi Yesaya mempersiapkan umat dengan berseru, “Di padang gurun ratakanlah jalan Tuhan. Luruskanlah lorong-lorong-Nya”. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Mempersiapkan kedatangan-Mu, Yohanes Pembaptis berseru, “Bertobatlah sebab Kerajaan Surga sudah dekat.” Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Yohanes memperingatkan pula, “Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api”. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA KOLEKTA:

Marilah bedoa: Allah Yang Mahakuasa dan Maharahim, janganlah Engkau biarkan kesibukan duniawi menghalangi langkah kami menyongsong Putra-Mu. Semoga berkat bimbingan-Mu yang bijaksana, kami dipersatukan dengan Yesus Kristus, Putra-Mu, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 11:1-10

“Ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan.”

Pada akhir zaman sebuah tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh Tuhan akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan; ya, kesenangannya ialah takut akan Tuhan. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri. Ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang yang terus terikat pada pinggang. Pada masa itu serigala akan tinggal bersama domba, dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput, dan anak-anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Bayi akan bermain-main dekat liang ular tedung, dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan, seperti air laut yang menutupi dasarnya. Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi para bangsa. Dia akan dicari oleh suku-suku bangsa, dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 72:1-2.7-8.12-13.17

Ref. Berbelaskasihlah Tuhan dan adil, Allah kami adalah rahim.

  1. Ya Allah berikanlah hukum-Mu kepada Raja dan keadilan-Mu kepada putra Raja. Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan, dan menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum.

  2. Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya, dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan. Kiranya ia memerintah dari laut sampai ke laut, dan dari Sungai Efrat sampai ke ujung bumi.

  3. Sebab ia akan datang melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, ia akan membebaskan orang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang papa.

  4. Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari, kiranya segala bangsa saling memberkati dengan nama-Nya, dan menyebut dia berbahagia.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma 15:4-9

“Kristus menyelamatkan semua orang.”

Saudara-saudara, segala sesuatu yang dahulu ditulis, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita. Maka kita harus teguh berpegang pada pengharapan berkat ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. Semoga Allah, sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh karena itu, terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita untuk kemuliaan Allah. Yang aku maksudkan ialah, bahwa demi kebenaran Allah, Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat untuk mengukuhkan janji yang telah diberikan Allah kepada nenek moyang kita, dan untuk memungkinkan bangsa-bangsa lain memuliakan Allah berkat kasih karunia yang diberikan Allah kepada mereka. Hal ini kukatakan kepadamu seperti ada tertulis, “Aku akan memuliakan Engkau di antara bangsa-bangsa, dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Lukas 3:4.6; 2/4) Persiapkan jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya; dan semua orang akan melihat keselamatan yang datang dari Tuhan.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 3:1-12

“Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat”

Sekali peristiwa tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan berseru, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!” Sesungguhnya, dialah yang dimaksudkan Nabi Yesaya ketika nabi itu berkata, “Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.” Yohanes itu memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, makanannya belalang dan madu hutan. Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan. Dan sambil mengakui dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di Sungai Yordan. Tetapi waktu melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah Yohanes Pembaptis kepada mereka, “Hai kamu keturunan ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat lolos dari murka yang akan datang? Maka hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Kami adalah anak Abraham. Sebab, aku berkata kepadamu: Dari batu-batu ini pun Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham. Kapak sudah tersedia pada akar pohon, dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian daripadaku lebih berkuasa daripadaku, dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Alat penampi sudah di tangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung; tetapi debu jerami akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Andreas Nugroho SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat  Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya Romo Andreas Nugroho SCJ dari komunitas SCJ-Rumah Damai Dehon Palembang-Indonesia, dalam Resi – Renungan Singkat – Dehonian edisi Minggu, 07 Desember 2025, HARI MINGGU ADVEN II, Sabda Tuhan yang akan kita dengar dan renungkan hari ini dari: Injil Suci menurut Matius 3:1-12

Pada hari ini, kita mendengarkan kisah Yohanes Pembaptis yang menyampaikan warta pertobatan dalam rangka mempersiapkan jalan bagi Tuhan. 

Yohanes Pembaptis menjadi tokoh utama dalam masa adven, dalam mempersiapkan kehadiran Tuhan. Dia mempersiapkan jalan bagi orang-orang pada zamannya supaya bisa memahami kabar baik tentang keselamatan mereka. Dalam sabda Tuhan hari ini: Injil suci menurut Matius 3:1-12, terutama dalam ayat 1-3 dituliskan demikian:

Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: “Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.”

Begitulah cara Tuhan biasanya bekerja; Dia mengirimkan pesan keselamatan kepada kita melalui satu sama lain. Seperti yang pernah dikatakan Santo Paulus, Roma 10:14-15

“Bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus?

Masing-masing punya peran dalam mewartakan keselamatan Allah. Yesus menerima dan memanggil murid-murid pertamanya yang di antara mereka sebelumnya adalah murid Yohanes pembaptis. Yohanes Pembaptis telah menunjukkan kepada mereka nilai pengendalian diri dan doa; dan mendorong mereka untuk mendengarkan suara hati Tuhan, dengan pertobatan dan hati yang setia.

Puncak dari pelayanan singkat Yohanes adalah pertemuannya dengan Yesus. Dia tidak hanya membaptis Tuhan Yesus, tetapi, melainkan juga membantu beberapa pengikutnya sendiri untuk pergi bersama Yesus dan menjadi murid Tuhan yang pertama.

Jelas, Tuhan ingin agar kita sebagai pengikutNya juga mau seperti Yohanes Pembaptis, membantu orang lain untuk mengenal dan mencintai Tuhan.

Di Milan, Italia ada sebuah Gereja bernama Gereja Santa Maria Penuh Rahmat yang masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. Yang menarik adalah,  di dalam gereja, ada lukisan Leonardo da Vinci tentang perjamuan terakhir.

Leonardo da Vinci melukis ‘Perjamuan Terakhir’ di dinding Gereja Santa Maria Penuh Rahmat di Milan selama 3 (tiga) tahun (1495-1498).

Ada sebuah kisah yang sangat menarik terkait dengan lukisan ini. Pada saat Leonardo da Vinci melukis “Perjamuan Terakhir”, dia memiliki musuh yang merupakan sesama pelukis. Da Vinci bertengkar sengit dengan pria ini dan membencinya. Ketika Da Vinci melukis wajah Yudas Iskariot di meja bersama Yesus, dia menggunakan wajah musuhnya sehingga akan muncul selama berabad-abad sebagai orang yang mengkhianati Yesus.

Saat melukis gambar ini, dia senang mengetahui bahwa orang lain akan benar-benar memperhatikan wajah musuhnya di lukisan wajah Yudas. Ketika dia mengerjakan wajah murid-murid lainnya, dia tidak menemukan masalah. Akan tetapi, saat dia mencoba mencoba melukis wajah Yesus, dia tidak berhasil. Da Vinci merasa frustasi dan bingung.

Melukis wajah murid-murid, lancar saja, tapi saat hendak melukis wajah Yesus, berulang kali gagal, dan tidak muncul ide.

Dia lalu menyadari dan menemukan apa yang salah. Kebenciannya pada pelukis lain menahannya untuk tidak menyelesaikan wajah Yesus.

Hanya setelah berdamai dengan sesama pelukis dan mengecat ulang wajah Yudas barulah dia bisa melukis wajah Yesus dan menyelesaikan mahakaryanya.

Tuhan Yesus bisa mengajari tentang berdamai, menghargai dan menghormati sesama, hidup dalam kasih, dengan cara yang unik dan tidak biasa. Seperti pengalaman Leonardo da Vinci, ia bisa berdamai, bisa hidup dalam kasih, lewat pengalaman hidupnya sebagai seniman.

Adven adalah saat yang tepat bagi kita untuk mempersiapkan jalan Tuhan dengan bertobat dari dosa-dosa kita, dan memperbaharui hidup kita melalui doa, penyesalan, dan berbagi berkat kita dengan orang lain.

Marilah kita menerima tantangan dari mistikus Jerman Angelus Silesius “Kristus dapat dilahirkan seribu kali di Bethlehem – tetapi semuanya sia-sia jika Dia tidak lahir di dalam hatiku.”

Sikap pertobatan diperlukan agar kita sungguh siap menyambut Tuhan datang. Bertobat berarti berbalik arah menuju keselamatan.

Sebab, hidup dalam kebenciaan, dendam, amarah, suka mengeluh, akan bisa mengarah pada kebinasaan.

Hidup kita yang cenderung mengarah pada kebinasaan, kita ubah menuju arah keselamatan, kebahagiaan kekal yaitu hidup dalam damai, penerimaan, penuh syukur dan murah hati.

Sehingga, pertobatan bagi kita bukan hanya tindakan satu kali tetapi harus dilakukan setiap hari, karena mempersiapkan jalan bagi Tuhan adalah tugas harian kita.

Berkat Allah yang Mahakuasa menyertai kita semua, + Bapa Putra dan Roh Kudus. Amin. Semoga hati Kudus Yesus merajai kita semua. Amin

DOA UMAT:

I : Allah Bapa Yang Mahakasih telah berkenan hadir di tengah-tengah kita melalui Putra-Nya, Yesus Kristus. Kini marilah kita haturkan doa kita sebagai ungkapan keterbukaan hati dan pertobatan dalam mempersiapkan kedatangan kerajaan-Nya yang kian dekat.

L : Bagi Gereja kita.: Semoga Gereja semakin mampu hidup seturut Sabda-Mu dalam memperjuangkan kedamaian dan keadilan yang berlandaskan cinta kasih kristiani. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi para pemimpin masyarakat: Semoga Roh Kebijaksanaan selalu dicurahkan kepada para pemimpin masyarakat sehingga mereka selalu berjuang melayani masyarakat secara adil dan benar. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi mereka yang menderita dan tertindas: Semoga mereka yang menderita dan tertindas selalu terberkati dan terlindungi oleh kasih Bapa melalui uluran kasih dari orang-orang yang senantiasa berjuang mewartakan karya kasih demi keselamatan semua orang. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi kita yang berkumpul di sekitar altar ini: Semoga kita semua selalu hidup oleh kasih Kristus agar semakin rajin dan tekun, bijaksana, dan berani dalam membangun Kerajaan Bapa di tengah-tengah dunia. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

I : Allah Bapa, sumber dan tujuan hidup kami, anugerahilah kami kerukunan sejati dan semangat cinta kasih Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. U : Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Bapa Yang Mahakudus, kami unjukkan kepada-mu persembahan kami ini. Semoga, persembahan ini Kaupersatukan dengan persembahan Putra-Mu sehingga mendatangkan keselamatan bagi kami. Demi Kristus, Tuhan, dan Pengantara kami. Amin

ANTIFON KOMUNI – Bar 5:5; 4:36

Hai Yerusalem, bangkitlah dan berdirilah tegak. Nikmatilah sukacita yang datang dari Allahmu

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami, kami bersyukur atas anugerah santapan rohani yang telah kami terima. Semoga dengan menerima anugerah-mu ini, kami memperoleh kekuatan untuk menantikan dan mengharapkan penebusan dan penyelamatan-Mu yang abadi. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

DOWNLOAD AUDIO RESI:

No Comments

Leave a Comment