
Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA – lih. Yeremia 31:10; Yesaya 35:4
Dengarkanlah sabda Tuhan, hai para bangsa, dan wartakanlah sampai ke ujung bumi: Janganlah takut! Lihatlah, Penebus kita akan datang.
PENGANTAR:
Bila kita bertemu dengan seseorang yang hidupnya mengungguli kita pada umumnya, maka kita cenderung untuk meragukannya. Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita memperbaiki sikap demikian itu. Bileam yang bukan orang Yahudi ternyata digunakan Tuhan sebagai penyambung lidah Tuhan. Yesus membuka hati para pendengar untuk mengagumi keagungan Yohanes Pembaptis dan kekuasaan-Nya.
DOA KOLEKTA:
Marilah bedoa: Allah Bapa sumber cahaya iman, dengarkanlah kiranya dengan rela doa-doa kami. Terangilah kegelapan hati kami dengan rahmat Putra-Mu yang datang mengunjungi kami. Sebab Dialah….
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Bilangan 24:2-7.15-17a
“Sebuah bintang terbit dari Yakub.”
Pada waktu itu Bileam memandang ke depan, dan ia melihat orang Israel berkemah menurut suku mereka. Maka Roh Allah menghinggapi dia. Lalu ia mengucapkan sanjak, katanya, “Inilah tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya; tutur kata orang yang mendengar firman Allah, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa sambil rebah, namun dengan mata tersingkap. Alangkah indahnya kemah-kemahmu, hai Yakub, dan tempat-tempat kediamanmu, hai Israel! Laksana lembah yang membentang luas, laksana taman di tepi sungai, laksana pohon gaharu yang di taman Tuhan, laksana pohon ara di tepi air. Seorang pahlawan tampil dari wangsanya memerintah bangsa yang tak terbilang banyaknya. Rajanya akan naik tinggi melebihi Agag, dan kerajaannya akan dimuliakan.” Kemudian diucapkannya lagi sanjaknya, “Inilah tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya, tutur kata orang yang mendengar firman Allah, dan yang memperoleh pengenalan akan Yang Mahatinggi, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa, sambil rebah, namun dengan mata tersingkap. Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang. Aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat: sebuah bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel; ia meremukkan pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 25:4bc-5ab.6-7c.8-9
Ref. Tuhan adalah kasih setia, bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya
-
Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.
-
Ingatlah segala rahmat dan kasih setia-Mu, ya Tuhan, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. Dosa-dosaku pada waktu muda, dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu.
-
Tuhan itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya
S : (Mzm 85:8) Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu ya Tuhan, dan berilah kami keselamatan-Mu.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 21:23-27
“Dari manakah pembaptisan yang diberikan Yohanes?”
Pada suatu hari Yesus masuk ke bait Allah. Ketika Ia sedang mengajar, datanglah imam-imam kepala dan pemuka-pemuka bangsa Yahudi kepada-Nya; mereka bertanya, “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?” Jawab Yesus kepada mereka, “Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu, dan jika kalian memberi jawabannya, Aku pun mengatakan kepada kalian dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. Nah, dari manakah pembaptisan yang diberikan Yohanes? Dari surga atau dari manusia?” Mereka lalu berunding satu sama lain, “Jika kita katakan, ‘Dari surga’, Ia akan berkata kepada kita, ‘Kalau begitu, mengapa kalian tidak percaya kepadanya?’ Tetapi jika kita katakan, ‘Dari manusia’, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes itu nabi.” Mereka lalu menjawab, “Kami tidak tahu.” Maka Yesus pun berkata kepada mereka, “Jika demikian, Aku pun tidak mau mengatakan kepada kalian dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria
Para Sahabatku, Saudari-saudara yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia.dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Senin, 15 Desember 2025. Pekan Adven yang Ketiga. Semoga Belas Kasih dan Kerahiman dari Hati Yesus yang Maha Kudus memberkati Anda semua. Amin. Tema Resi kita kali ini adalah “Mengenali Karya Tuhan dengan Hati Terbuka”. Namun sebelumnya, mari kita persiapakan hati dan kita awali permenunga kita dengan tanda kemenangan kristus. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus..
Para sahabatku, Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Dalam Injil hari ini, Tuhan Yesus dikisahkan sedang mengajar di Bait Allah ketika para imam kepala dan tua-tua mempertanyakan kewenangan-Nya. Nampak sekali bahwa pertanyaan itu tidak lahir dari kerinduan untuk mengenal kebenaran, melainkan muncul dari ketidak sukaan dan kecurigaan. Mereka sulit menerima bahwa Allah berkarya melalui Tuhan Yesus yang tidak sesuai dengan ukuran dan harapan mereka. Dan ketika Tuhan Yesus mengaitkannya dengan Yohanes Pembaptis, mereka justru memilih jawaban aman karena takut pada penilaian orang banyak. Hati yang tertutup membuat mereka gagal mengenali karya Tuhan yang nyata di hadapan mereka. Lalu apa yang bisa kita pelajari dari periko yang kita dengar hari ini? Saya menawarkan 2 hal saja:
-
Kecurigaan Menutup Mata terhadap Karya Tuhan. Saudari-saudara terkasih, para pemimpin agama melihat dan tahu siapa Tuhan Yesus dan mendengar pengajaran-Nya, tetapi kecurigaan membuat hati mereka tertutup. Mereka lebih sibuk mempertahankan pandangan dan kewenangan sendiri daripada membuka diri pada cara Allah bekerja yang melampaui kebiasaan mereka. Kita pun bisa mengalami hal serupa ketika sulit menerima kebaikan atau kesaksian hidup orang lain, hanya karena ia berbeda, tidak sesuai harapan kita, atau bahkan hidupnya terasa “lebih” dari kita. Lalu yang menjadi pertanyaan refleksi bagi kita adalah: “Apakah aku sungguh membuka hati untuk melihat karya Tuhan, atau justru membiarkan kecurigaan menghalanginya?”
-
Ketakutan Menghalangi Kejujuran Iman: Para imam kepala dan ahli-ahli taurat sebenarnya tahu bahwa Yohanes berasal dari Allah, tetapi mereka tidak berani mengakuinya. Mereka merasa gensi dan merendahkan Yohanes, namun mereka juga takut akan akan orang banyak yang mengakui Yohanes sebagai nabi. Maka mereka memilih bersikap aman dan menutupi ketakutan mereka. Ketakutan akan kehilangan pengaruh dan rasa aman membuat mereka memilih sikap netral yang tidak jujur di hadapan kebenaran. Saudari-saudara, hal itu juga terjadi kepada kita kalau kita tahu mana yang benar, tetapi memilih diam demi kenyamanan, menghindari risiko, atau menjaga citra diri, padahal Tuhan memanggil kita untuk bersikap jujur dan berani. Maka yang menjadi pertanyaan refleksi bagi kita adalah: “Dalam hidup beriman, apakah aku lebih digerakkan oleh keberanian atau oleh ketakutan?”
Amin
Makasih Br