Kamis, 18 Desember 2025 – Hari Biasa Khusus Adven

Rm. Rafael Sudibyo SCJ dari Komunitas SCJ Paroki Para Rasul Kudus Tegalsari Belitang Sumatera Selatang – Indonesia

 
 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA:

Kristus Raja kita akan datang. Ia diwartakan Yohanes sebagai Anak Domba yang dinanti-nantikan.

PENGANTAR:

Hari ini Santo Yosef ditampilkan. Ia ditantang untuk beriman. Yang terjadi memang di luar dugaan dan impiannya. Namun, ia menerima tantangan untuk melayani campur tangan Tuhan dalam sejarah umat manusia dan penuh tanggung jawab.

DOA KOLEKTA:

Marilah bedoa: Allah Bapa mahakuasa, kami ditindas oleh beban dosa karena diperbudak manusia lama. Kami mohon, bebaskanlah kami demi kelahiran manusia baru yang amat kami rindukan, yaitu Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami, yang ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yeremia 23:5-8

“Aku akan menumbuhkan Tunas Adil bagi Daud.”

Beginilah firman Tuhan, “Sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas Adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana, dan akan melakukan keadilan serta kebenaran di negeri. Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah nama yang diberikan orang kepadanya: Tuhan Keadilan kita. Sebab itu, beginilah firman Tuhan, waktunya akan datang bahwa orang tidak lagi mengatakan ‘Demi Tuhan yang hidup, yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir’, melainkan ‘Demi Tuhan yang hidup, yang menuntun dan membawa pulang keturunan kaum Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Allah telah mencerai-beraikan mereka’; maka mereka akan tinggal di tanahnya sendiri.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 72:1.2.12-13.18-19

Ref. Berbelaskasihlah Tuhan dan adil, Allah kami adalah rahim.

  1. Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!

  2. Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, ia akan membebaskan orang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang papa.

  3. Terpujilah Tuhan, Allah Israel, hanya Dia yang melakukan perbuatan ajaib! Terpujilah nama-Nya yang mulia selama-lamanya, dan kiranya kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : O Tuhan, pemimpin umat, yang memberikan hukum kepada Musa di Sinai, datanglah dan bebaskanlah kami dengan lengan perkasa.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 1:18-24

“Yesus akan lahir dari Maria yang bertunangan dengan Yusuf anak Daud.”

Kelahiran Yesus Kristus adalah sebagai berikut: Pada waktu Maria, ibu Yesus, bertunangan dengan Yusuf, ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf, suaminya, seorang yang tulus hati, dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata, “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab Anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Maria akan melahirkan Anak laki-laki, dan engkau akan menamai Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Hal itu terjadi supaya genaplah firman Tuhan yan disampaikan oleh nabi, “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamai Dia Imanuel” yang berarti: Allah menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan Malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Rafael Sudibyo SCJ

Vivat Cor Jesu per Cor Mariae. Terpujilah Hati Yesus melalui hati Maria.

Para pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Rm. Rafael Sudibyo, SCJ, dari komunitas Paroki Para Rasul Kudus Tegalsari Belitang, dalam resi – renungan singkat dehonian, edisi hari Kamis, Pekan Adven III, 18 Desember 2025.

Para pendengar RESI Dehonian yang terkasih, Ada saat-saat dalam hidup ketika segalanya terasa runtuh, bukan karena kita melakukan kesalahan besar, tetapi justru karena sesuatu yang tidak kita pahami. Kita merasa hidup kita berjalan dengan baik, rencana sudah tersusun rapi, masa depan terasa aman. Lalu tiba-tiba, sebuah kenyataan datang dan mengguncang semuanya. Bukan hanya keadaan di luar yang berubah, tetapi hati kita sendiri ikut bergetar.

Di sanalah Injil hari ini membawa kita: ke dalam hati Yusuf.

Yusuf bukan orang yang lemah imannya. Ia bukan orang yang sembrono. Ia adalah seorang yang benar. Artinya, Yusuf hidup setia pada hukum Tuhan, setia pada nilai kebaikan, dan setia pada komitmennya. Justru karena itu, ketika ia mengetahui bahwa Maria mengandung, luka itu terasa begitu dalam. Bukan hanya soal harga diri, tetapi soal kepercayaan yang seolah runtuh.

Injil tidak menceritakan kata-kata Yusuf. Kita tidak tahu apa yang ia katakan kepada Tuhan dalam doanya. Tetapi kita bisa merasakan apa yang mungkin terjadi dalam hatinya: kebingungan, diam yang panjang, malam-malam tanpa tidur, dan doa-doa yang mungkin hanya berisi keluhan tanpa jawaban.

Bukankah itu juga doa kita sering kali? Doa yang tidak indah. Doa yang tidak penuh kata-kata rohani. Doa yang hanya berisi kelelahan dan pertanyaan: “Tuhan, mengapa begini?”

Dalam situasi seperti itu, Yusuf tidak meledak dalam amarah. Ia tidak mempermalukan Maria. Ia memilih jalan yang sunyi: menceraikannya secara diam-diam. Keputusan ini bukan tanda kelemahan, melainkan buah dari hati yang masih mampu mengasihi meskipun terluka. Ini adalah kebenaran yang lahir dari belas kasih, bukan dari kekuasaan.

Namun justru di tengah kebingungan itulah Allah masuk. Bukan dengan suara guntur, bukan dengan tanda yang menggetarkan bumi, melainkan dalam mimpi, saat Yusuf berhenti mengendalikan segalanya. Allah berkata, “Jangan takut.” Dua kata ini bukan sekadar penghiburan, tetapi undangan untuk menyerahkan kendali hidup kepada Tuhan.

Allah tidak menjelaskan semuanya. Ia hanya meminta satu hal: percaya.

  • Percaya bahwa apa yang tampak sebagai kekacauan ternyata adalah jalan keselamatan.

  • Percaya bahwa rencana Allah sering kali lahir dari situasi yang tidak kita pilih.

  • Percaya bahwa Tuhan bekerja justru ketika kita merasa paling tidak berdaya.

Anak itu akan dinamai Yesus—Allah yang menyelamatkan. Ia juga disebut Imanuel—Allah beserta kita. Ini berarti Allah tidak menunggu hidup kita rapi dan sempurna untuk hadir. Ia masuk ke dalam keluarga yang rapuh, ke dalam hubungan yang dipenuhi tanda tanya, ke dalam hati seorang pria yang sedang terluka.

Dan Yusuf… ia bangun.

Kalimat ini sangat singkat, tetapi dampaknya luar biasa. Yusuf bangun bukan hanya dari tidur, tetapi dari ketakutannya. Ia bangun dari keinginannya untuk mengamankan dirinya sendiri. Ia bangun untuk memilih taat, meskipun masa depan masih gelap.

Ketaatan Yusuf bukan ketaatan yang penuh kepastian, tetapi ketaatan yang lahir dari kepercayaan. Ia tidak tahu bagaimana orang akan memandangnya. Ia tidak tahu bagaimana hidupnya ke depan. Ia hanya tahu satu hal: Tuhan telah berbicara, dan itu cukup.

Dalam hidup kita, mungkin Tuhan juga sedang mengetuk hati kita—di tengah luka keluarga, keputusan sulit, pengorbanan yang tidak dipahami orang lain. Tuhan tidak selalu memberi penjelasan, tetapi Ia selalu memberi kehadiran.

Permenungan ini mengajak kita bertanya dalam keheningan: Di bagian hidup yang mana aku sedang seperti Yusuf—bingung, takut, tetapi dipanggil untuk percaya?
Beranikah aku taat, meskipun aku belum melihat hasilnya? Maukah aku memberi ruang bagi Allah untuk bekerja, bukan dengan caraku, tetapi dengan cara-Nya?

Semoga seperti Yusuf, kita berani bangun— bukan karena semuanya sudah jelas, tetapi karena kita percaya bahwa Allah beserta kita. Semoga Hati Kudus Yesus merajai hati kita. Amin.

Para Pendengar Resi Dehonian dimanapun anda berada, semoga Tuhan selalu memberkati Langkah laku, aktivitas, dan persaudaraan diantara kita, + Dalam Nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: 

Allah Bapa mahakudus, semoga kurban yang akan kami rayakan menjadikan kami layak di hadapan-Mu. Berilah kiranya kami hidup abadi, karena kami yang lemah ini telah dipulihkan oleh Kristus yang menjadi senasib dengan kami. Sebab Dialah ….

ANTIFON KOMUNI – Matius 1:23

Ia akan dinamai Emanuel, artinya Allah-Beserta-Kita.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa maharahim, semoga benar-benar kami hayati kerahiman-Mu di tengah-tengah umat. Kiranya kami menyongsong perayaan penebusan kami dengan hormat bakti yang besar. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI:

4 Comments

  • Patricia Adiati Prasetyarini, S.Psi Desember 18, 2025 at 8:40 am

    Hari sy melihat status WA sy resi dehonian ini…terus terang sy selama ini hy sekilas melihatnya sj…tp entah kenapa hr ini sy ingin sekali membuka dan membacanya sy baca kembali baacaan hr ini krn sy sll misa pagii…tp ketika sy membaca renungan resi hari ini oleh Rm Rafael Sudibyo SCJ…air mata sy mengaliir sejadinya sy merasa terharu dan smkn dikuatkan
    Terimakasih Romo Soedibyo…sy akan membaca resi dehonian ini tiap hari…
    Apakah bisa sy minta dikirimi secara pribadi by WA yaa Romo…TYM

    Reply
    • admin2 Desember 18, 2025 at 9:41 am

      Silahkan hubungi Romo SCJ yang Anda kenal untuk minta dikirimi resi dehoniannya. Terima kasih sudah ikut mendengarkan. semoga menjadi berkah dan kekuatan. Tuhan memberkati.

      Reply
  • Firmus dega Desember 18, 2025 at 9:09 am

    Makasih Romo

    Reply
  • Firmus dega Desember 18, 2025 at 9:09 am

    Mks Romo

    Reply

Tinggalkan Balasan ke Firmus dega Cancel Reply