Selasa, 30 Desember 2025 – Hari Keenam dalam Oktaf Natal

Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Kebijaksanaan 18:14-15

Ketika segalanya diliputi kesunyian, dan malam mencapai puncak peredarannya, turunlah Sabda-Mu yang mahakuasa, ya Tuhan, dari surga, dari singgasana kerajaan.

PENGANTAR:

Betapa sering kita mohon suatu mukjizat, tetapi tidak melihat mukjizat Allah dalam begitu banyak kesempatan. Kesibukan sering membutakan mata hati kita dan membungkam dambaan kita akan Tuhan. Bila kita mau mendalami segala sesuatu dan terbuka terhadap misteri, kiranya kita mendapat kesempatan sebagaimana Hana bertemu dengan cahaya dunia dalam sabda Allah.

DOA KOLEKTA :

Marilah bedoa: Allah Bapa mahakuasa, kami mohon, semoga kelahiran Putra-Mu sebagai manusia baru membebaskan kami dari perbudakan manusia lama. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes 2:12-17

“Orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.”

Aku menulis kepadamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni karena nama Yesus. Aku menulis kepadamu, hai para bapak, sebab bapak-bapak telah mengenal Dia yang ada dari mulanya. Aku menulis kepadamu, hai orang-orang muda, sebab kamu telah mengalahkan yang jahat. Aku menulis kepadamu, hai anak-anak, sebab kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepadamu, hai para bapak, sebab bapak-bapak telah mengenal Dia yang ada dari mulanya. Aku menulis kepadamu, hai orang-orang muda, sebab kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu, dan kamu telah mengalahkan yang jahat. Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang melenyap bersama keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 96:7-8a.8b-9.10

Ref. Hendaklah langit bersuka cita, dan bumi bersorak-sorai dihadapan wajah Tuhan, kar’na Ia sudah datang.

  1. Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya.

  2. Bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya, sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai seluruh bumi!

  3. Katakanlah di antara bangsa-bangsa, “Tuhan itu raja! Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.”

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : Inilah hari yang suci! Marilah, hai para bangsa, sujudlah di hadapan Tuhan, sebab cahaya gemilang menyinari seluruh muka bumi.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 2:36-40

“Hana berbicara tentang Kanak-Kanak Yesus.”

Ketika kanak-kanak Yesus dipersembahkan di Bait Allah, ada di Yerusalem seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer, namanya Hana. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah menikah, ia hidup tujuh tahun bersama suaminya, dan sekarang ia sudah janda, berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah, dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Pada hari kanak-kanak Yesus dipersembahkan di Bait Allah, Hana pun datang ke Bait Allah dan mengucap syukur kepada Allah, serta berbicara tentang kanak Yesus kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. Setelah menyelesaikan semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah Maria dan Yusuf beserta Kanak Yesus ke kota kediaman mereka, yaitu Kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Para Sahabatku, Saudari-saudara yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia.dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Selasa, 30 Desember 2025. Oktaf Natal keenam. Semoga Belas Kasih dan Kerahiman dari Hati Yesus yang Maha Kudus memberkati Anda semua. Amin.  Tema Resi kita kali ini adalah “Menemukan Sukacita dalam Kesetiaan Sehari-hari”. Namun sebelumnya, mari kita persiapakan hati dan kita awali permenunga kita dengan tanda kemenangan Kristus. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus..

Hari ini, Injil menghadirkan sosok Hana, seorang nabi perempuan lanjut usia yang tak pernah meninggalkan Bait Allah. Dalam kesederhanaan hidupnya yaitu dengan berdoa, berpuasa, menanti, Hana menyambut Kanak-Kanak Yesus dengan hati yang penuh syukur. Hanna bukan tokoh besar di panggung dunia, tetapi hatinya besar di hadapan Allah. Kesetiaannya membuat ia mampu melihat karya Allah yang hadir dalam sosok kecil: bayi Yesus. Dari dirinya, kita belajar bahwa kemuliaan Tuhan sering hadir melalui hal yang sederhana. Lalu apa yang bisa kita pelajari dari perikop yang cukup singkat ini? Saya menawarkan 2 hal saja:

  1. Kesetiaan yang Melihat Lebih Jauh. Hana menyambut Tuhan Yesus bukan hanya dengan mata, tetapi dengan hati yang telah dibentuk oleh doa dan pengharapan. Kesetiaan bukan soal melakukan hal besar, tetapi tetap hadir dengan hati yang penuh harap, meski yang terjadi tampak biasa saja. Lalu apa contohnya dalam hidup sehari-hari, Misalnya tetap memberi senyum dan sapaan baik di rumah atau komunitas meskipun hati sedang letih; tetap mendoakan sahabat yang menjauh; tetap berusaha jujur dalam pekerjaan ketika godaan muncul. Kita melakukan hal-hal yang biasa dengan cinta yang tulus. Pertanyaan refleksi bagi kita: ”Di bagian hidup mana aku dipanggil untuk tetap setia, meski tidak ada yang melihat atau menghargainya?”

  2. Doa Sehari-hari yang Mengubah Cara Pandang: Hana hidup dalam ritme yang sederhana yaitu: doa, puasa, ibadah. Rutinitas rohani yang dia lakukan bukan menjadi beban, tetapi menjadi nafas hidupnya yang menjaga hatinya menjadi lebih peka. Doa membuatnya mampu melihat Tuhan Yesus bukan sekadar bayi biasa, tetapi Sang Penyelamat yang lahir di dunia. Lalu tindakan yang mencerminkan sikap seperti itu? Contohnya Kita menyisihkan waktu barang 5 menit saja sebelum bekerja untuk berdoa,: “Tuhan, pakailah aku hari ini”; juga mengakhiri hari dengan ucapan syukur; memilih mendengarkan firman sebelum bermedsos; memberi ruang hening atau waktu hening sebelum mengambil keputusan penting. Yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah: Apakah aku memiliki ritme berdoa dan membantu aku untuk merasakan kehadiran Tuhan dalam keseharian yang kecil dan biasa?”

Nah para sahabatku, saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Dalam masa Oktaf Natal ini, Tuhan tidak meminta kita untuk menjadi orang yang hebat, tetapi orang yang setia. Bukan menjadi sempurna, tetapi menjadi hadir. Bukan menunggu momen besar, tetapi menjemput kasih dalam yang hal-hal yang kecil dan sederhana. Seperti nabi Hanna, semoga kita menemukan Tuhan Yesus dalam setiap perjumpaan, dalam tugas yang sederhana, dalam senyum yang tulus, dan dalam hati yang terus berharap.

Semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita sehingga hati kita menjadi bait kecil di mana Yesus tinggal, berkarya, dan menyembuhkan. Amin.

Hati Yesus yang lemah lembut dan rendah hati, jadikanlah hati kami seperti Hati-Mu. Amin. Dalam Nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin. Tuhan memberkati. Berkah Dalem.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa kami, terimalah kiranya persembahan umat-Mu sebagai pernyataan iman kami akan Kristus, yang akan kami terima dalam sakramen ini. Sebab Dialah, ….

ANTIFON KOMUNI – Yohanes 1:16

Dari kelimpahannya, kita semua telah menerima rahmat demi rahmat.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami, dalam sakramen-Mu kami dipersatukan dengan Dikau. Semoga daya sakramen ini menguatkan kami, agar kurnia-Mu sendiri membuat kami sanggup menerima anugerah-Mu. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

2 Comments

  • Helena Sri Hartini Desember 30, 2025 at 5:46 am

    Amin🙏🙏

    Selamat Natal para Romo Daan Bruder 🙏🙏

    Reply
  • Herlin Desember 30, 2025 at 7:26 am

    Amin

    Reply

Tinggalkan Balasan ke Herlin Cancel Reply