
Rm Y Eko Yuniarto SCJ dari Komunitas RR La Verna Pajar Isuk-Pringsewu Lampung-Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 96:1.6
Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, bernyanyilah bagi Tuhan, hai segenap bumi. Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan kehormatan ada di tempat kudus-Nya.
PENGANTAR:
Karya keselamatan Allah tidak terbatas bagi bangsa atau kelompok tertentu saja. Keselamatan Allah dianugerahkan untuk semua orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya. Seperti para murid yang diutus Yesus, begitu pun kita semua diutus untuk mewartakan kabar keselamatan ini. Barangkali perutusan ini akan berhadapan dengan berbagai tantangan dan kesulitan, namun kita harus tetap yakin bahwa Tuhan tetap menyertai kita.
SERUAN TOBAT:
I : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah utusan Bapa yang datang untuk merenggut beban derita dari pundak umat dan mematahkan tongkat si penindas. Tuhan, kasihanilah kami.
U : Tuhan, kasihanilah kami.
I : Engkaulah cahaya terang benderang yang menyinari umat dalam kegelapan. Kristus, kasihanilah kami.
U : Kristus, kasihanilah kami.
I : Engkaulah Pewarta Kabar Gembira Kerajaan Allah, yang ditawarkan kepada kami asal kami mau bertobat. Tuhan, kasihanilah kami.
U : Tuhan, kasihanilah kami.
DOA KOLEKTA:
Marilah bedoa: Allah Yang Mahakuasa dan kekal, bimbinglah tingkah laku kami sesuai dengan kehendak-Mu. Semoga dalam nama Putra-Mu terkasih kami mampu menghasilkan banyak karya yang baik. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. Amin.
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 8:23b-9:3
“Di wilayah bangsa-bangsa lain orang telah melihat terang yang besar.”
Kalau dahulu Tuhan merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Tuhan akan memuliakan jalan ke laut itu, yakni daerah seberang Sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain. Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; terang telah bersinar atas mereka yang diam di negeri kekelaman. Engkau, ya Tuhan, telah banyak menimbulkan sorak-sorai dan sukacita yang besar. Mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti orang bersukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorai di waktu membagi-bagi jarahan. Sebab kuk yang menekan bangsa itu dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 27:1.4.13-14
Ref. Tuhan, Dikaulah penyelamatku.
-
Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapa aku harus takut. Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar.
-
Satu hal telah ku minta kepada Tuhan, satu inilah yang ku-ingini; diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.
-
Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu!
BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus 1:10-13.17
“Semoga kamu seia sekata, dan jangan ada perpecahan di antara kamu.”
Saudara-saudara, aku menasihati kamu demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata, dan jangan ada perpecahan di antara kamu. Sebaliknya, hendaklah kamu erat bersatu dan sehati sepikir. Sebab, Saudara-saudaraku, aku telah diberitahu oleh orang-orang dari keluarga Kloe bahwa ada perselisihan di antara kamu. Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau: Aku dari golongan Apolos. Atau: Aku dari golongan Kefas. Atau: Aku dari golongan Kristus. Apakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan demi kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus? Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, melainkan untuk memberitakan Injil. Dan itu pun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya, alleluya
S : (Mat 4:23; 2/4) Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 4:12-23 (Singkat: 4:12-17)
“Yesus diam di Kapernaum supaya genaplah firman yang disampaikan oleh Nabi Yesaya.”
Ketika mendengar bahwa Yohanes Pembaptis telah ditangkap, Yesus menyingkir ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh Nabi Yesaya: Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang Sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain; bangsa yang diam dalam kegelapan telah melihat Terang yang besar, dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut telah terbit Terang. Sejak waktu itu Yesus memberitakan, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.” Ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia. Mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Yesus. Setelah pergi dari sana, Yesus melihat pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya; bersama ayah mereka, Zebedeus, mereka sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka, dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Yesus. Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Yustinus Eko Yuniarto SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
“Jawaban tegas atas panggilan kemuridan tanpa alasan dan argumentasi”
Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, kembali berjumpa dengan saya Rm. Yustinus Eko Yuniarto SCJ dari Rumah Retret Laverna, Padang Bulan, Pajaresuk, Pringsewu, Lampung, Indonesia, dalam Resi, Renungan Singkat Dehonian, edisi Hari Minggu Biasa III, pada Hari Minggu Sabda Allah, pesta bertobatnya St. Paulus Rasul dan penutupan pekan doa sedunia, tanggal 25 Januari 2026. Saya berharap Anda semua ada dalam keadaan sehat dan melimpah berkat.
Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Tuhan. Penginjil Matius mengaitkan awal karya publik Yesus dengan ditangkapnya Yohanes Pembaptis (4:12), lengkap dengan kisah tentang kematian Yohanes oleh Herodes Antipas. Mungkin agak sedikit aneh bahwa Yesus berangkat ke Galilea karena pemberitaan tentang ditangkapnya Yohanes Pembaptis. Bisa jadi Yesus bermaksud untuk memulai perutusannya di tempat di mana Yohanes meninggalkan/menyelesaikan perutusannya. Meskipun ungkapan “menyingkir ke Galilea” (ay. 12) berbenturan dengan pemberitaan Yesus di depan umum (ay. 17), tampaknya ada bahaya jika Yesus mesti berkarya di sana.
Yesus dikatakan menetap di Kapernauma atau Kefarnahum atau Kfar Nahum (kampung/desa Nahum). Kota yang terletak di pesisir Barat Laut Danau Galilea. Salah satu kota yang nanti dikutuk Yesus bersama Khorazim dan Betsaida, karena warganya gagal percaya kepada Yesus meskipun di sana Yesus banyak mengajar dan membuat banyak mukjizat. Desa ini terletak di sepanjang jalur perdagangan, yang di sebut “jalan ke laut” atau via maris. Hal ini mau mengatakan bahwa pendengar Yesus di daerah ini jauh lebih banyak dibandingkan desa kecil Nazareth kala itu. Tempat dimana Yesus di tolak di kampungNya sendiri. Bagi Matius, alasan mengapa Yesus berpindah adalah untuk memenuhi nubuat Kitab Suci Yes 9: 1-2 untuk mewartakan pengharapan dengan mengingat lokasi bagian dari suku Zebulon dan Naftali, lalu mengenai ungkapan “Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain” ini semua menjadi sebuah antisipasi penyebaran perutusan Yesus yang juga dilakukan dan berlaku bagi bangsa-bangsa lain. Universalitas ajaran Yesus ditekankan bahwa ajaranNya ditujukan bagi semua bangsa dan semua orang.
Yang pasti bahwa awal pewartaan Yesus akan perutusanNya (ay.17) cocok dengan pewartaan Yohanes (3:2). Frase “sudah dekat” menterjemahkan sebuah kata Yunani enggiken yang artinya “sudah datang” bisa juga diartikan “mendekat”. Ini menjadikan nuansa awal yang baru dalam pemerintahan Allah dengan kedatangan Yesus, maka frase “sejak itu” (ay 17) menandai sebuah peralihan penting dalam kisah, yakni menandai fokus baru dalam kedatangan Yesus untuk menderita di Yerusalem nantinya.
Seruan Yesus “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!” mengawali pewartaanNya. Lalu dilanjutkan dengan kisah panggilan para murid, yakni Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya serta dua anak Zebedeus yakni Yakobus dan Yohanes. Kalimat undangan panggilanNya berbunyi, “Mari ikutlah Aku, dan kamu akan Aku jadikan penjala manusia”. Lalu mereka meninggalkan jalanya dan mengikuti Yesus, bahkan Yakobus dan Yohanes meninggalkan perahu serta ayahnya lalu ikut Yesus. Mereka bekeliling di seluruh Galilea, mengajar di rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil, menyembuhkan orang di antara bangsa itu dari segala penyakit dan kelemahan. Empat murid pertama yang dipanggil itu tak berargumentasi apapun, begitu dipanggil langsung ikut, tak beralasan ini dan itu. Maka mereka ini adalah kelompok murid yang mewakili komunitas yang menanggapi secara positif pewartaan Yesus. Mereka ini adalah komunitas yang menerima dan menghidupi apa yang diwartakan oleh Yesus. Dan kebetukan sekali mereka itu bersaudara, Simon saudara Andreas, Yakobus saudara Yohanes. Ini menunjukkan bahwa keluarga juga bisa berpengaruh terhadap iklim panggilan. Lingkungan keluarga dan kekerabatan ternyata punya pengaruh dalam hidup panggilan. Namun yang utama adalah, sikap langsung ikut tanpa beralasan dan berargumentasi itu. Ada kualitas tertentu pada kepercayaan mereka kepada Yesus. Tak ada keraguan dan seolah sudah tahu dan paham betul mengenai konsekuensinya. Sejak awal pun sudah menunjukkan kualitas iman mereka. Kepada Tuhan tak perlu berargumentasi. Mengatakan ya saja dan ikut. Mari kita teladani sikap murid-murid pertama ini dalam hidup kita supaya mengarah pada kualitas iman yang sama. Sikap para murid itu tanda ketenangan dan tidak melulu soal kesenangan. Maka dalam hatimu mintalah ketenangan bukan kesenangan, karena banyak yang terlihat senang namun tak merasakan ketenangan. Tuhan memberkati Anda dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
DOA UMAT:
I : Kristus bersabda, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat”. Marilah kita menanggapi kita menanggapi ajakan-Nya dan berdoa kepada Allah, Bapa kita.
L : Bagi para pemimpin Gereja: Ya Bapa, bimbinglah dan berkatilah para pemimpin Gereja-Mu dalam menggembalakan kami menuju kepada pertobatan sejati sehingga kami layak dan pantas untuk tinggal selalu di dalam Kerajaan-Mu. Marilah kita mohon …
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
L : Bagi para pemimpin bangsa-bangsa: Ya Bapa, curahkanlah karunia Roh Kudus bagi para pemimpin bangsa-bangsa. Semoga pengabdian mereka sunguh membawa sinar harapan dalam kehidupan rakyat yang menderita, dengan menegakkan keadilan bagi mereka yang tertindas, menjujung martabat setiap orang, dan memberi pertolongan serta hiburan kepada mereka yang menderita. Marilah kita mohon
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
L : Bagi mereka yang masih berjuang untuk menemukan arti kehidupan ini: Ya Bapa, tuntunlah mereka yang masih berjuang menemukan arti hidup ini kepada Kristus sebagai jawaban atas kerinduan hati mereka akan kasih, kebaikan, dan kebenaran. Marilah kita mohon …
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
L : Bagi kita semua di sini: Ya Bapa, berkatilah kami semua agar kami mampu menjadi terang bagi semua orang; terang yang menuntun orang kepada kasih Allah. Marilah kita mohon …
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
I : Allah Bapa kami, janganlah membiarkan orang yang percaya kepada Putra-Mu hidup dalam kegelapan dosa. Semoga Putra-Mu menjadi penuntun kami di jalan menyongsong Engkau, Allah kami, sepanjang segala masa. Amin
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Ya Allah, terimalah dengan rela persembahan kami ini. Kami mohon semoga Engkau menguduskannya agar menjadi sakramen keselamatan bagi kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
ANTIFON KOMUNI – Mazmur 34:6
Tunjukkanlah pandanganmu kepada Tuhan maka wajahmu akan berseri-seri dan tidak akan malu tersipu-sipu.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Ya Allah, kami bersyukur atas Sabda-Mu yang menerangi kami dan tubuh Putra-Mu yang menguatkan kami. Semoga kami semakin bertekun mengusahakan persatuan di antara kami sampai kami mengalami kesatuan penuh dengan-Mu di surga. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin
DOWNLOAD AUDIO RESI:
No Comments