Jumat, 23 Januari 2026 – Hari Biasa Pekan II

Rm Gregorius Virdiawan Mubin SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St St Petrus Kota Batak Riau – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 57:2

Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; di bawah sayap-Mu aku akan bernaung sampai berlalulah malapetaka ini.

PENGANTAR:

Saul mau membunuh Daud, tetapi ketika ia jatuh ke tangan Daud, Daud tak mau menjamah yang telah diurapi Tuhan. Yesus pun tidak menaruh dendam terhadap mereka yang berbuat jahat kepada-Nya. Hal itu diikuti para murid, dan itu pulalah yang diharapkan dari setiap pengikut Kristus.

DOA KOLEKTA:

Marilah bedoa: Allah Bapa sumber kabar gembira, Engkau memanggil mereka yang Kaukehendaki mewartakan sabda Putra-Mu ke seluruh dunia. Semoga kami pun mewartakan berita kebaikan-Mu, karena Putra-Mu itu Penebus kami,Tuhan dan pengantara kami, yang ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Pertama Samuel 24:3-21

“Aku tidak akan menjamah Saul sebab dialah orang yang diurapi Tuhan.”

Pada suatu hari Saul mengambil 3000 orang pilihan dari seluruh orang Israel, lalu pergi mencari Daud dan orang-orangnya di gunung batu Kambing Hutan. Maka sampailah Saul ke kandang-kandang domba di tepi jalan. Di sana ada gua, dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian dalam gua itu. Lalu berkatalah orang-orang itu kepada Daud, “Telah tiba hari yang dikatakan Tuhan kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu. Maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik!” Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam. Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena telah memotong punca jubah Saul. Lalu ia berkata kepada orang-orangnya, “Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi Tuhan; dijauhkanlah aku dari menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi Tuhan.” Dengan perkataan itu Daud mencegah orang-orangnya; ia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul. Sementara itu Saul bangun meninggalkan gua, hendak melanjutkan perjalanannya. Maka bangunlah Daud, ia keluar dari dalam gua itu dan berseru kepada Saul dari belakang, katanya, “Tuanku Raja!” Saul menoleh ke belakang. Maka Daud berlutut dengan mukanya ke tanah dan sujud menyembah. Lalu berkatalah ia kepada Saul, “Mengapa engkau percaya akan perkataan orang-orang yang mengatakan: Sesungguhnya Daud mengikhtiarkan celakamu? Ketahuilah, pada hari ini Tuanku sendiri melihat, bahwa hari ini Allah menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam gua itu. Ada orang yang menyuruh aku membunuh engkau, tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku: Aku tidak akan menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi Tuhan. Lihatlah ini, Bapaku! Lihatlah punca jubahmu ada dalam tanganku. Dari kenyataan bahwa aku memotong punca jubahmu dengan tidak membunuh engkau, dapatlah kauketahui dan kaulihat, bahwa tanganku bersih dari kejahatan dan pengkhianatan, dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau, walaupun engkau mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku. Tuhan kiranya menjadi hakim di antara aku dan engkau! Tuhan kiranya membalaskan aku kepadamu, tetapi tanganku tidak akan memukul engkau; seperti peribahasa orang tua-tua mengatakan: Dari orang fasiklah timbul kefasikan. Sungguh, tanganku tidak akan memukul engkau! Terhadap siapakah raja Israel keluar berperang? Siapakah yang kaukejar? Anjing mati! Seekor kutu saja! Sebab itu Tuhan kiranya menjadi hakim yang memutuskan perkara kita! Kiranya Dia memperhatikan dan memperjuangkan perkaraku! Kiranya Ia memberi keadilan kepadaku dengan melepaskan aku dari tanganmu.” Setelah Daud selesai menyampaikan perkataan itu, berkatalah saul, “Suaramukah itu, ya anakku Daud?” Sesudah itu dengan suara nyaring menangislah Saul. Katanya kepada Daud, “Engkau lebih besar daripada aku, sebab engkau telah melaukan yang baik kepadaku, padahal aku melakukan yang jahat kepadamu. Telah kautunjukkan pada hari ini, betapa engkau telah melakukan yang baik kepadaku: Walaupun Tuhan telah menyerahkan aku ke dalam tanganmu, engkau tidak membunuh aku. Apabila seseorang menangkap musuh, masakan dilepaskannya dia pergi dengan selamat? Tuhan kiranya membalaskan dengan kebaikan apa yang kaulakukan kepadaku pada hari ini. Dari ini semua, sesungguhnya aku tahu, bahwa engkau pasti menjadi raja dan jabatan raja Israel akan tetap kokoh dalam tanganmu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 57:2.3-4.6.11

Ref. Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku.

  1. Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; di bawah sayap-Mu aku akan bernaung sampai berlalulah malapetaka ini.

  2. Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang mengerjakan segalanya bagiku: Kiranya Ia mengirim utusan dari surga dan menyelamatkan daku, mencegah orang-orang yang menganiaya aku; semoga Allah mengirimkan kasih setia dan kebenaran-Nya.

  3. Bangkitlah mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu meliputi seluruh bumi! Sebab, kasih setia-Mu menjulang setinggi langit, dan kebenaran-Mu setinggi awan-gemawan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (2Kor 5:19) Dalam diri Kristus Allah mendamaikan dunia dengan Diri-Nya dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 3:13-19

“Yesus memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya untuk menyertai Dia.”

Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia, untuk diutus-Nya memberitakan Injil, dan untuk menerima dari Dia kuasa mengusir setan. Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, yang keduanya Ia beri nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh; selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Gregorius Virdiawan Mubin SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Saudara sekalian yang direngkuh oleh Hati Yesus, kembali bersama saya Pastor Gregorius Virdi Mubin SCJ, dari komunitas SCJ Paroki Kota Batak – Riau. Mari sejenak kita merenungkan bacaan Injil hari ini, hari Jumat Pekan Biasa II. Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin

Memilih yang Tak Layak, Mengurapi yang Tak Sempurna

Seorang pemahat kayu ulung berjalan di tepi sungai dan pemukiman setelah banjir bandang melanda. Di antara tumpukan sampah sisa badai, ia melihat banyak kayu besar ikut terbawa arus hingga ke darat. Beberapa sudah retak, berlumut, bahkan terlihat hancur di satu sisi. Orang lain mungkin hanya melihatnya sebagai sampah yang layak dibakar, namun sang pemahat justru membungkuk, mengambil sepotong kayu yang paling bengkok, dan membawanya pulang. Ia memilih kayu itu bukan karena keindahannya saat ini, melainkan karena ia melihat apa yang bisa kayu itu hasilkan di bawah ketajaman tatahnya. Ini tentang siapa kita di mata Allah, kita semua adalah “kayu hanyut” yang dipilih bukan karena kelayakan kita, melainkan karena kasih-Nya yang berdaulat.

Seperti Musa di Gunung Sinai berjumpa dengan Allah dan membawa hukum, Yesus pun berjumpa dengan Bapa di atas bukit dengan menetapkan sebuah umat baru. Ia memanggil orang-orang yang “dikehendaki-Nya”, hous ethelen. Kata ini menegaskan bahwa panggilan menjadi murid bukanlah sebuah proses rekrutmen profesional berdasarkan prestasi atau resume yang mengkilap, melainkan sebuah inisiatif murni dari kehendak bebas Allah. Yesus tidak mencari tim yang homogen atau sempurna; Ia justru merajut keberagaman yang mustahil secara manusiawi, ada yang emosional, yang ambisius, radikal, pemungut cukai yang dianggap antek-antek asing, hingga penghianat.

Namun, ada satu rahasia besar di balik panggilan yang terlihat berisiko ini. Yesus menetapkan mereka pertama-tama untuk “menyertai Dia”, hina osin met’ autou. Sebelum mereka diutus untuk mewartakan Injil atau diberi kuasa mengusir setan, mereka harus tinggal bersama Sang Guru. Prioritas utama seorang murid bukanlah doing atau melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, melainkan being atau menjadi sahabat bagi Yesus. Di sinilah proses “pemahatan” itu terjadi. Kayu yang bengkok dan berlumut tadi hanya akan berubah menjadi mahakarya jika ia bersedia menetap di meja kerja sang pemahat. Tanpa kedekatan yang intim dengan Yesus, segala pelayanan kita akan kehilangan jiwanya dan kita hanya akan menjadi aktivis yang lelah tanpa kuasa rohani.

Kita pun dipanggil bukan karena kita sudah suci atau mampu, tetapi agar kita disucikan dan dimampukan. Yakinlah, Allah sedang mengerjakan sesuatu yang indah melalui kerapuhan kita. Berhentilah berkata “aku tidak layak,” karena di tangan Sang Pemahat Agung, ketidaklayakan kita adalah ruang bagi rahmat-Nya untuk bekerja. Tugas kita hanyalah satu: tetaplah membiarkan Tuhan menyertai kita melalui doa dan keheningan setiap hari, agar kayu hidup kita yang mungkin masih kasar dan bengkok ini, perlahan-lahan diubah menjadi saksi perdamaian yang nyata bagi dunia. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: 

Allah Bapa, sumber kehidupan, semoga wafat Putra-Mu menunjukkan jalan yang harus kami tempuh menuju hidup sejati. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Markus 3:14

Yesus memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya, menetapkan mereka untuk menyertai Dia, dan untuk diutus sebagai pewarta Injil.

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah berdoa: Allah Bapa maha penyayang, begitu besar kasih-Mu kepada manusia, sehingga Kauserahi sabda-Mu. Berkenanlah mengajar kami menaruh hormat kepada segala yang tertulis tentang Engkau dan semoga kami pantas menerima janji-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

2 Comments

  • Herlin Januari 23, 2026 at 8:09 am

    Amin

    Reply
  • Epin Roma Januari 23, 2026 at 8:08 pm

    Terima kasih Romo Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin

    Reply

Leave a Comment