
Fr Yohanes Kukuh Yogis woro SCJ dari Komunitas SCJ Visma Vijaya Praya (VVP) Yogyakarta – Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA – Mzm. 2773
Dengarlah, Tuhan, seruan yang kusampaikan. Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku, dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah Penyelamatku.
PENGANTAR:
Umat Kristen termasuk Umat Terpilih. Kita adalah milik Allah yang khusus karena diangkat dan diselamatkan meski dalam kelemahan dan kedosaan kita. la memanggil kita untuk mengikuti teladan Yesus, ikut serta menabur dan menuai Sabda Bapa di antara para bangsa di dunia. Tuaian memang banyak, tetapi pekerjanya sedikit. Melalui Ekaristi ini, kita mohon agar Tuhan memberikan kita kekuatan untuk menja- lankan perutusan itu sesuai dengan kehendak-Nya.
TOBAT
I : Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah memilih dan memanggil kami untuk Kaujadikan milik-Mu yang khusus. Tuhan, kasihanilah kami.
U : Tuhan, kasihanilah kami.
I : Hati-Mu tergerak oleh belas kasih kepada mereka yang payah dan terlantar seperti domba tanpa gembala. Kristus, kasihanilah kami.
U : Kristus, kasihanilah kami.
I : Engkau telah mengutus kami untuk mencari domba yang hilang dan tersesat agar kembali kepada-Mu. Tuhan, kasihanilah kami.
U : Tuhan, kasihanilah kami.
DOA KOLEKTA:
Marilah kita berdoa. (hening sejenak) Ya Allah, Engkaulah kekuatan bagi semua orang yang ber- harap kepada-Mu. Dengarkanlah permohonan kami, karena tanpa Dikau, kami yang lemah ini tak sanggup melakukan apa pun. Bantulah kami dengan rahmat-Mu agar dalam melaksanakan perintah-perintah-Mu, kami menyukakan hati-Mu dalam niat yang baik dan dalam tindakan. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.. U Amin.
BACAAN PERTAMA – Pembacaan dari Kitab Keluaran 19:2-6a
Kamu akan menjadi bagi Ku Kerajaan imam dan bangsa yang kudus.
Sekali peristiwa, setelah Bangsa Israel berangkat dari padang gurun Rafidim, tibalah mereka di padang gurun Sinai. Lalu orang Israel berkemah di padang gurun, mereka berkemah di sana di depan gunung itu. Lalu naiklah Musa menghadap Allah, dan Tuhan berseru dari gunung itu kepadanya, “Beginilah hendaknya kaukatakan kepada keturunan Yakub dan kau berikan kepada orang Israel; Kamu sendiri telah melihat apa yang Kaulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap raja- wali, dan membawa kamu kepada-Ku. Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan Firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi Ku Kerajaan imam dan bangsa yang kudus.”
L : Demikianlah Sabda Tuhan. U : Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN – Mazmur 100.2.3.5
S : Bahagia kuterikat pada Yahwe, harapanku pada Allah Tuhanku.
-
Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita; datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
-
Ketahuilah bahwa Tuhan itu Allah; Dialah yang menjadikan kita. Punya Dialah kita, kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
-
Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya; kesetiaan-Nya tetap turun-temurun, kasih setia-Nya untuk selamanya.
BACAAN KEDUA : Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma 5: 6-11
Jika kita diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, apalagi oleh hidup-Nya: pasti kita akan diselamatkan.
Saudara-saudara, waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka, pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar – tetapi untuk orang yang baik mungkin ada orang yang berani mati – Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa..
Apalagi sekarang, saat kita telah dibenarkan oleh Darah- Nya; pasti kita akan diselamatkan dari murka Allah. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, apalagi sekarang, di saat kita telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya. Dan bukan hanya itu! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.
L : Demikianlah Sabda Tuhan. U Syukur kepada Allah.
BAIT PENGANTAR INJIL :
U : Alleluya, Alleluya Alleluya
S : (Mrk. 1:15) Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.
BACAAN INJIL : Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius: 9:36-10:8
Yesus memanggil kedua belas murid dan mengutus mereka
Sekali peristiwa, ketika Yesus melihat orang banyak mengikutinya, tergeraklah hati-Nya oleh belaskasihan, ka rena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka, kata Yesus kepada murid-murid-Nya, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerjanya sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya la mengirimkan pekerja-pekerja ke tuaian itu.” Lalu Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan se gala penyakit serta segala kelemahan. Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus, dan Andreas saudaranya, Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus. Yesus mengutus kedua belas murid itu dan berpesan kepada mereka, “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.” yang
I : Demikianlah Injil Tuhan. U :Terpujilah Kristus.
RESI DIBAWAKAN OLEH : Fr Yohanes Kukuh Yogis Woro SCJ
Vivat Cor Iesu per Vor Mariae. Hiduplah Hati Kudus Yesus melalui Hati Maria.
Sahabat Resi yang terkasih, kita jumpa lagi dalam Renungan Singkat Dehonian hari ini: minggu-14 Juni 2026, Hari Biasa Masa Natal. Bersama saya, Romo Thomas Suratno SCJ dari komunitas SCJ Teluk Betung-Bandar Lampng – Indonesia, mendengar dan merenungkan sabda Tuhan, yakni firman Tuhan yang tersurat dalam Matius 9:36 -10:8
“Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.” (Mat 9:37)
Dalam bacaan Injil ini, Yesus melihat orang banyak yang lelah dan terlantar seperti domba tanpa gembala. Hati-Nya tergerak oleh belas kasihan. Kemudian Ia memanggil kedua belas rasul dan mengutus mereka untuk melayani, menyembuhkan, dan mewartakan Kerajaan Allah. Sabda ini tetap sangat relevan bagi kehidupan kita saat ini.
-
Memiliki Hati yang Peka terhadap Penderitaan Sesama: Yesus tidak hanya melihat kerumunan orang, tetapi Ia melihat luka, kebingungan, dan kebutuhan mereka. Belas kasih menjadi titik awal dari seluruh karya pelayanan-Nya. Di zaman sekarang, kita sering sibuk dengan urusan pribadi sehingga kurang peka terhadap orang-orang di sekitar kita: anggota keluarga yang sedang berjuang, teman yang mengalami kesulitan, atau tetangga yang membutuhkan perhatian. Injil mengajak kita untuk belajar melihat dengan hati seperti Yesus. Santo Vincentius a Paulo berkata: “Kasih adalah penemu yang kreatif tanpa batas.” Kasih sejati tidak berhenti pada rasa iba, tetapi mendorong kita bertindak nyata. Mungkin bukan dengan hal besar, tetapi melalui sapaan, perhatian, doa, atau bantuan sederhana yang dapat menguatkan sesama. Refleksi: Apakah saya masih memiliki hati yang mudah tergerak oleh penderitaan orang lain, atau saya mulai menjadi acuh tak acuh?
-
Menyadari Bahwa Setiap Orang Dipanggil Menjadi Pekerja di Ladang Tuhan: Yesus berkata bahwa tuaian banyak tetapi pekerja sedikit. Kata-kata ini tidak hanya ditujukan kepada para imam atau biarawan-biarawati, tetapi kepada seluruh umat beriman. Di lingkungan keluarga, tempat kerja, kampus, sekolah, maupun masyarakat, kita dipanggil menjadi saksi Kristus. Dunia saat ini membutuhkan lebih banyak orang yang membawa harapan, kejujuran, dan kasih di tengah budaya individualisme dan persaingan. Dalam dokumen Gereja Lumen Gentium artikel 33 ditegaskan bahwa kaum awam mengambil bagian dalam perutusan Kristus dan dipanggil untuk menjadi saksi-Nya di tengah dunia. Artinya, setiap orang memiliki ladang misinya masing-masing. Tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk melayani. Tuhan justru memanggil orang biasa untuk melakukan karya yang luar biasa.
No Comments