
Rm Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St Petrus Kenten Palembang – Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 113:1-2
Pujilah hai hamba-hamba Tuhan, pujilah nama Tuhan! Kiranya nama Tuhan dimasyhurkan, sekarang dan selamanya.\
PENGANTAR:
Kemuliaan Tuhan menunjukkan dengan jelas kekejian dosa. Para nabi dipanggil untuk membersihkan dunia dari segala kejahatan, dan memuji kekudusan Tuhan. Di dalam Gereja pun dituntut agar orang-orang berdosa diampuni.
DOA KOLEKTA:
Marilah bedoa: Allah Bapa, sumber belas kasih, semoga kami selalu menaruh belas kasih dan saling memaafkan, sebagaimana Engkau mengampuni kami melalui Yesus Kristus Putra-Mu, ….
BACAAN PERTAMA: Pembacaan dari Nubuat Yehezkiel 9:1-7; 10:18:22
Tulislah huruf T pada dahi orang-orang, yang berkeluh kesah karena segala perbuatan keji di Yerusalem.
Aku mendengar Tuhan berseru dengan suara nyaring, “Majulah ke mari, hai para penghukum Yerusalem! Bawalah masing-masing alat pemusnah.” Dan lihat, enam orang pria datang dari jurusan pintu gerbang Atas, yang menghadap ke utara, masing-masing dengan alat pemukul di tangannya. Seorang di antara mereka berpakaian lenan, dan di sisinya terdapat suatu alat tulis. Mereka itu masuk dan berdiri di samping mezbah tembaga.
Pada saat itu kemuliaan Allah Israel sudah terangkat dari atas kerub, tempatnya semula, ke atas ambang pintu bait suci. Allah memanggil orang yang berpakaian lenan, yang mempunyai alat tulis di sisinya. Lalu Tuhan bersabda kepadanya, “Berjalanlah dari tengah-tengah kota Yerusalem, dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan keji yang terjadi di sana.”
Dan kepada yang lain-lain aku mendengar Tuhan berkata, “Ikutilah dia dari belakang melintasi kota itu dan pukullah sampai mati [semua orang yang tidak ditandai T.] Janganlah merasa sayang dan jangan kenal belas kasihan! Orang-orang tua, teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan para wanita, bunuh dan musnahkanlah! Tetapi semua orang yang ditandai huruf T, jangan kalian sentuh! Dan mulailah dari tempat kudus-Ku.”
Maka mulailah mereka dengan orang tua-tua yang berada di depan bait suci. Kemudian Ia bersabda kepada mereka, “Najiskanlah bait suci itu dan penuhilah pelatarannya dengan orang-orang yang terbunuh. Ayo, Pergilah!” Mereka pergi ke luar dan memukuli orang-orang sampai mati di dalam kota.
Lalu kemuliaan Tuhan pergi dari ambang pintu bait suci dan hinggap di atas kerub-kerub. Kerub-kerub itu mengangkat sayap mereka, dan waktu mereka pergi, aku melihat mereka naik dari tanah dan roda-rodanya bersama dengan mereka. Lalu mereka berhenti dekat pintu gerbang rumah Tuhan yang di sebelah timur, sedang kemuliaan Allah Israel berada di atas mereka. Itulah makhluk-makhluk hidup yang dahulu kulihat di bawah Allah Israel di tepi sungai Kebar. Dan aku mengerti, bahwa mereka adalah kerub-kerub. Masing-masing mempunyai empat muka dan empat sayap, dan di bawah sayap mereka ada bagian yang berbentuk tangan manusia. Kelihatannya muka mereka serupa dengan muka makhluk-makhluk yang kulihat di tepi sungai Kebar. Masing-masing berjalan lurus ke depan.
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 113:1-6
Ref. Kemuliaan Tuhan mengatasi langit.
-
Pujilah, hai hamba-hamba Tuhan, pujilah nama Tuhan! Kiranya nama Tuhan dimasyhurkan, sekarang dan selama-lamanya.
-
Dari terbitnya matahari sampai pada terbenamnya terpujilah nama Tuhan. Tuhan tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.
-
Siapakah seperti Tuhan, Allah kita, yang diam di tempat tinggi, yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi?
No Comments