
Rm Yohanes Dwi Feri Antoro SCJ dari Komunitas Asrama Putra Leo Dehon Metro Lampung – Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 131:9
Semoga para imam-Mu berpakaian kesucian, dan umat-Mu bersorak kegirangan.
PENGANTAR:
Kita mengenal retret umat di mana sejumlah besar umat ikut serta. Sebenarnya ini mula-mula karya khas imam-imam Dominikan. Mereka belajar itu dari pendirinya: Santo Dominikus, seorang Spanyol. Ketika ia bersama uskupnya sedang berkeliling, ia tersentuh oleh pengaruh bidaan Albigentes di Perancis. Segera ia mencari pemecahan. Bersama teman-temannya ia berkeliling ke desa-desa, tinggal beberapa waktu di situ, dan mengajar umat. Hubungan langsung dengan umat itu membangkitkan kembali iman umat. Dominikus puas dengan karyanya itu. Kelompoknya berkembang menjadi sebuah ordo: Ordo para Pengkotbah atau Dominikan.
DOA KOLEKTAN:
Marilah berdoa: Allah Bapa yang arif dan bijaksana, Santo Dominikus dengan warta kebenarannya telah menyelamatkan umat-Mu pada masa yang lalu. Semoga kini tetap menolong Gereja-Mu dengan jasa dan doanya serta menjadi pelindung kami yang setia. Demi Yesus Kristus,…
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Habakuk 1:12-2:4
“Orang benar akan hidup berkat imannya.”
Tuhan, bukankah Engkau Allahku sejak sediakala? Bukankah Engkau Yang Mahakudusku, yang takkan mati? Tuhan, Engkau telah menetapkan bangsa Kasdim sebagai penghukum. Ya Gunung Batu, Engkau telah menunjuk bangsa itu untuk menyiksa kami. Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan. Engkau tidak tahan memandang kelaliman. Bagaimana mungkin Engkau sekarang memandangi orang-orang yang berbuat khianat, dan berdiam diri bila orang-orang fasik menelan orang yang lebih baik? Engkau menjadikan manusia seperti ikan di laut, seperti binatang-binatang melata yang tidak ada tuannya. Mereka semua ditariknya dengan kail, ditangkap dengan pukat dan dikumpulkannya dengan payang. Itulah sebabnya ia bersukaria dan bersorak-sorai. Itulah sebabnya ia mempersembahkan kurban untuk pukatnya dan membakar kurban untuk payangnya. Sebab berkat alat-alat itu pendapatan mereka mewah dan rezeki mereka berlimpah-limpah. Itukah sebabnya maka mereka selalu menghunus pedang dan membunuh bangsa-bangsa tanpa kenal belas kasih. Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri terus pada menara. Aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan disabdakan Tuhan kepadaku, dan apa jawaban-Nya atas pengaduanku. Maka Tuhan menjawab aku demikian: Catatlah penglihatan ini, guratlah pada loh batu agar mudah terbaca. Sebab penglihatan ini masih menanti saatnya, namun segera akan terpenuhi dan tidak berdusta. Bila pemenuhannya terlambat, nantikanlah, akhirnya pasti akan datang, dan tidak batal! Sungguh, orang yang sombong tidak lurus hatinya; tetapi orang benar akan hidup berkat imannya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 9:8-9.10-11.12-13
Ref. Orang yang mencari Engkau tidak Kautinggalkan, ya Tuhan
-
Tuhan bersemayam untuk selama-lamanya, takhta-Nya didirikan-Nya untuk menjalankan penghakiman. Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.
-
Tuhan adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan. Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidaklah Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya Tuhan.
-
Bermazmurlah bagi Tuhan, yang bersemayam di Sion, beritakanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, sebab Dialah yang membalas penumpahan darah, karena ingat kepada orang yang tertindas; teriak mereka tidaklah dilupakan-Nya.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya
S : Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut dan menerangi hidup dengan Injil.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 17:14-20
“Sekiranya kalian mempunyai iman, tiada yang mustahil bagimu.”
Sekali peristiwa datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya, “Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.” Maka kata Yesus, “Hai kalian, angkatan yang tidak percaya dan sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kalian? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kalian? Bawalah anak itu ke mari!” Dengan keras Yesus menegur roh jahat itu lalu keluarlah ia dari padanya, dan anak itu sembuh seketika itu juga. Kemudian ketika mereka sendirian, para murid menghampiri Yesus dan bertanya, “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?” Yesus menjawab, “Karena kalian kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sungguh, sekiranya kalian mempunyai iman sebesara biji sesawi saja kalian dapt berkata kepada gunung ini, ‘Pindahlah dari sini ke sana’, maka gunung ini akan pindah, dan tiada yang mustahil bagimu.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Yohanes Dwi Feri Antoro SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Romo Yohanes Dwi Feri Antoro SCJ dari Komunitas Asrama Putra Leo Dehon Metro, Lampung, dalam ReSi (Renungan Singkat) Dehonian, edisi hari Sabtu biasa XVIII peringatan wajib St Dominikus, 08 Agustus 2026. Saudara/I, Injil hari ini menceritakan seseorang yang datang kepada Yesus sambil berlutut memohon belas kasihan-Nya bagi anaknya yang menderita sakit ayan dan sangat menderita. Ia telah meminta bantuan para murid Yesus, tetapi mereka tidak mampu menyembuhkan. Harapan yang sempat muncul berubah menjadi kekecewaan, keputusasaan dan kehilangan harapan. Namun, ia tidak berhenti sampai disitu melainkan datang kepada Yesus. Ia percaya bahwa Yesus dapat menyembuhkan anaknya.
Ketika melihat Yesus menyembuhkan anak tersebut, para murid bertanya: mengapa mereka gagal mengusir roh jahat tersebut?. Dengan tegas Yesus menjawab, “Karena kamu kurang percaya.” Lalu Yesus berkata, “Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindahlah dari tempat ini ke sana”.
Saudara/I terkasih, Sabda Yesus ini mengajak kita memahami bahwa kekuatan seorang murid bukan pertama-tama terletak pada kemampuan, pengalaman, atau jabatan yang dimilikinya, melainkan pada iman kepada Allah. Para murid sebenarnya telah menerima kuasa dari Yesus, tetapi mereka gagal karena tidak lagi mengandalkan Tuhan sepenuhnya. Mereka mungkin lebih mengandalkan diri sendiri daripada bersandar pada kuasa Allah.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun mengalami hal yang sama. Ketika menghadapi persoalan hidup, kita lebih dahulu mengandalkan kemampuan, relasi, harta, atau pengalaman. Semua itu memang penting, tetapi ketika semuanya menemui jalan buntu, kita mulai kehilangan harapan. Maka injil hari ini mengingatkan kita bahwa iman menjadi dasar bagi setiap langkah hidup kita. Beriman berarti tetap percaya bahwa Tuhan selalu bekerja, bahkan ketika kita belum melihat hasilnya. Oleh karena itu ada dua hal yang dapat kita renungkan.
Pertama, gambaran biji sesawi yang kecil. Yesus menggunakan gambaran “biji sesawi”. Biji yang sangat kecil ingin menunjukkan bahwa Allah tidak menuntut iman yang besar menurut ukuran manusia. Yang Allah kehendaki ialah iman yang hidup, tulus, dan terus bertumbuh dalam hidup sehari-hari. Iman sekecil biji sesawi, bila sungguh bersandar kepada Allah, mampu menghasilkan buah yang besar dan memiliki daya ubah dalam hidup kita yang luar biasa. Sebaliknya, iman yang tampak besar tetapi tidak disertai kepercayaan dan penyerahan diri kepada Tuhan akan mudah goyah ketika menghadapi pencobaan sehingga membuat kita mudah jatuh pada kesombongan.
Kedua, “maka gunung itu akan pindah; dan tidak ada yang mustahil bagimu”. Dalam kehidupan kita, “gunung” itu bisa berupa persoalan-persoalan yang kita hadapi. Misalnya: sakit yang berkepanjangan, masalah keluarga, kesulitan ekonomi, kegagalan dalam pekerjaan atau studi, bahkan luka batin yang belum sembuh. Gunung-gunung itu sering kali tampak terlalu besar untuk dipindahkan. Namun, Yesus tidak mengatakan bahwa kita harus kuat dengan kemampuan sendiri. Ia mengundang kita untuk percaya kepada kuasa Allah yang sanggup melakukan apa yang tidak mampu kita lakukan. artinya Yesus mengundang kita untuk selalu berjalan bersama-Nya. Ia tidak akan pernah meninggalkan kita sekalipun kita menghadapi persoalan-persoalan yang sulit dalam hidup ini. Tuhan akan selalu menyertai kita, membimbing dan menuntun kita.
Saudara/I yang terkasih, sabda hari ini mengundang kita untuk membangun iman yang berakar dalam doa, sabda Tuhan, dan penyerahan diri kepada Allah sendiri. Iman yang sejati tidak menghilangkan kesulitan hidup, tetapi memberi kekuatan untuk tetap berjalan bersama Tuhan. Orang yang beriman tidak mudah putus asa, sebab ia yakin bahwa Tuhan selalu hadir dan bekerja pada waktu-Nya.
Maka, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: kepada siapa aku bersandar ketika menghadapi persoalan? Apakah aku sungguh percaya kepada Tuhan, ataukah aku lebih mengandalkan kekuatanku sendiri? Semoga Injil hari ini menguatkan kita untuk terus memupuk iman, meskipun hanya sebesar biji sesawi. Sebab ketika hidup kita sungguh bersandar kepada Tuhan, tidak ada persoalan yang terlalu besar bagi-Nya, dan tidak ada yang tidak mungkin bagi orang yang percaya kepada-Nya. Semoga Tuhan memberkati kita semua, Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin.
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa yang maharahim, berkat permohonan Santo Dominikus sudilah menaruh belas kasih kepada kami dan kabulkanlah doa kami. Demi kekuatan kurban Kristus yang kami rayakan bersama ini. Teguhkanlah kiranya para pejuan iman dengan bantuan rahmat-Mu. Demi Kristus, ….
ANTIFON KOMUNI – Matius 16:24
Barangsiapa ingin menjadi murid-Ku, hendaknya ia menyangkal dirinya memanggul salibnya dan mengikuti Aku..
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Allah Bapa, pelindung dan pengharapan umat-Mu, kami sudah menyambut sakramen suci pada peringatan Santo Dominikus, imam-Mu. Semoga umat-Mu selalu menimba kekuatan baru dari sakramen ini dalam pengabdian yang utuh kepada-Mu. Kiranya Gereja-Mu selalu mengalami bantuan doanya sebagaimana Santo Dominikus dahulu telah membantu menghidupkannya dengan pewartaan sabda-Mu. Demi Kristus, …
DOWNLOAD AUDIO RESI:
No Comments