
Rm. Agustinus Riyanto SCJ dari Komunirtas SCJ Palembang Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA – Mzm 131:9
Semoga para imam-Mu berpakaian kesucian, dan umat-Mu bersorak kegirangan.
PENGANTAR:
Di seminari Jean Marie tak punya harapan rupanya. Nilai rapornya amat rendah. Ketika akhirnya ia ditahbiskan menjadi imam, cepat-cepat ia disembunyikan di desa terpencil, di mana ia takkan berbuat kesalahan.
Memang tepat, ia tak berbuat kesalahan. Beberapa tahun kemudian orang tahu di mana letak Ars. Dari mana-mana orang besar kecil, kaya miskin, datang kepada imam sederhana ini untuk minta nasihat, pengampunan dosa dan pertolongan. Hidupnya benar-benar sesuai Injil. Kehidupan pribadi, hiburang kemewahan, jauh daripadanya. Yang tak punya harapan, ternyata menjadi harapan banyak orang.
DOA KOLEKTA:
Marilah berdoa: Alla Bapa yang mahakuasa dan penuh belas kasih, Engkau sudah memasyhurkan Santo Yohanes Maria, karena kegiatannya sebagai pastor di Ars. Semoga berkat doa dan teladannya kami berusaha membawa sesama kepada cinta kasih Kristus dan dapat memperoleh kemuliaan abadi bersama mereka. Demi Yesus Kristus, …
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yeremia 30:1-2.12-15.18-22
“Karena kesalahan dan dosamu sangat banyak, maka Aku telah memukul engkau. Tetapi Aku akan memulihkan kemah Yakub.”
Tuhan bersabda kepada Yeremia demikian, “Beginilah sabda Tuhan, Allah Israel, ‘Tulislah segala perkataan yang telah Kusabdakan kepadamu dalam sebuah kitab’.” Beginilah sabda Tuhan tentang Israel, “Penyakitmu sangat parah, lukamu tak tersembuhkan! Tiada orang yang membela hakmu, tiada obat untuk bisulmu, tiada kesembuhan lagi. Sungguh, Aku telah memukul engkau dengan pukulan musuh, dan dengan hajaran yang bengis, karena kesalahanmu banyak dan besarlah jumlah dosamu! Mengapa engkau berteriak karena penyakitmu? Mengapa engkau mengaduh karena kepedihanmu sangat payah? Karena kesalahanmu banyak, dan dosamu besar jumlahnya, maka Aku telah melakukan semuanya ini kepadamu.” Dan beginilah sabda Tuhan selanjutnya, “Sesungguhnya, Aku akan memulihkan keadaan kemah-kemah Yakub, dan akan mengaasihani tempat-tempat tinggalnya. Kota itu akan dibangun kembali di atas reruntuhannya, dan purinya akan berdiri di tempatnya yang asli. Nyanyian syukur akan terdengar dari antara mereka, juga suara orang yang bersukaria. Aku akan membuat mereka berlipatganda, dan mereka tidak akan berkurang lagi. Aku akan membuat mereka dipermuliakan, dan mereka tidak akan dihina lagi. Anak-anak mereka akan menjadi seperti dahulu kala, dan perkumpulan mereka akan tinggal tetap di hadapan-Ku. Aku akan menghukum semua orang yang menindas mereka. Orang yang memerintah atas mereka akan tampil dari antara mereka sendiri. Dan orang yang berkuasa atas mereka akan bangkit dari tengah-tengah mereka. Aku akan membuat dia maju dan mendekat kepada-Ku. Sebab siapakah yang berani mempertaruhkan nyawanya untuk mendekat kepada-Ku?” demikianlah firman Tuhan. Maka kamu akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allahmu.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 102:16-18.19-21.29.22-23
Ref. Tuhan akan membangun Sion dan menampakkan diri dalam kemuliaan.
-
Maka bangsa-bangsa menjadi takut akan nama Tuhan, dan semua raja bumi menyegani kemuliaan-Mu, bila Engkau sudah membangun Sion, dan menampakkan diri dalam kemuliaan-Mu; bila Engkau mendengarkan doa orang-orang papa, dan tidak memandang hina doa mereka.
-
Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji Tuhan, sebab Ia telah memandang dari tempat-Nya yang kudus, Tuhan memandang dari surga ke bumi, untuk mendengarkan keluhan orang tahanan, dan membebaskan orang-orang yang ditentukan harus mati.
-
Anak hamba-hamba-Mu akan diam dengan tenteram dan anak cucu mereka akan tetap ada di hadapan-Mu. Supaya nama Tuhan diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem apabila para bangsa berkumpul bersama-sama dan kerajaan-kerajaan berhimpun untuk beribadah kepada Tuhan.
BAIK PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya
S : Rabi, Engkau Anak Allah, Engkaulah raja Israel. Alleluya.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 14:22-36
“Tuhan, suruhlah aku datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air.”
Sekali peristiwa setelah mengenyangkan orang banyak dengan roti, Yesus segera menyuruh murid-murid-Nya naik perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh pergi Yesus mendaki bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia seorang diri di situ. Perahu para murid sudah bebrapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di ata air. Melihat Dia berjalan di atas air, para murid terkejut dan berseru, “Itu hantu!” Dan mereka berteriak ketakutan. Tetapi Yesus segera menyapa mereka, kata-Nya, “Tenanglah! Akulah ini, jangan takut!” Lalu Petrus berseru, Tuhan, jika benar Tuhan sendiri, suruhlah aku datang kepada-Mu dengan berjalan di atas air.” Kata Yesus, “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasakannya tiupan angin kencang, Petrus menjadi takut dan mulai tenggelam lalu berteriak, “Tuhan, tolonglah aku!” Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya memegang dia dan berkata, “Orang kurang percaya! Mengapa engkau bimbang?” Keduanya lalu naik ke perahu dan redalah angin. Dan mereka yang ada di perahu menyembah Dia, katanya, “Sungguh, Engkau Anak Allah!” Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. Begitu Yesus dikenal oleh orang-orang setempat, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah. Maka semua orang sakit dibawa kepada-Nya. Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah Dia menjadi sembuh.
Demikianlah Sabda Tuhan
U Terpujilah Kristus
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Riyanto SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Saudara-saudariku pencinta Resi di mana pun berada. Salam damai dan sukacita untuk kita semua. Kehidupan modern menawarkan kenyamanan sekaligus ketidakpastian yang datang bertubi-tubi. Mulai dari krisis ekonomi, kecemasan akan masa depan, tekanan mental, hingga badai masalah keluarga. Injil hari ini memberikan refleksi mendalam tentang bagaimana kita harus merespons badai tersebut. Karena justru badai kerap datang dan menerjang di saat kita hidup baik dan taat.
Perahu para murid diombang-ambingkan gelombang justru setelah mereka menaati perintah Yesus untuk bertolak ke seberang. Ini adalah sebuah teguran keras bagi spiritualitas instan masa kini. Menjadi orang beriman tidak membuat kita kebal dari masalah. Terkadang, badai diizinkan terjadi bukan karena kita berdosa, melainkan untuk melatih keteguhan iman kita agar naik ke level yang lebih lagi agar kita tetap mengarungi samudera kehidupan di dalam perahu iman kita.
Petrus memberikan teladan iman yang luar biasa ketika ia berani melangkah keluar dari perahu atas perintah Yesus. Ia bisa berjalan di atas air selama matanya tertuju kepada Yesus.Namun, petaka terjadi ketika fokusnya terpecah: “Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam…” . Di era kehidupan sekarang, kita dibombardir oleh “tiupan angin” berbagai persoalan hidup yang tidak ringan, penderitaan yang silih berganti, aneka berita buruk, carut marut kehidupan sosial, ekonomi, politik sertra banyaknya opini dunia yang menakutkan. Saat itulah, seperti Petrus, kita lebih fokus melihat besarnya masalah daripada melihat besarnya kuasa Tuhan. Akibatnya, kita mulai tenggelam dalam kecemasan dan depresi walau kita ada dekat dengan Yesus.
Saat Petrus berteriak, Yesus tidak menunda. “Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia…“. Yesus memang menegur iman Petrus yang kecil, tetapi Ia tetap mengulurkan tangan dan menyelamatkannya. Tuhan kita bukanlah kritikus yang menonton dari jauh, melainkan Penyelamat yang terlibat langsung dalam kekacauan hidup kita. Dalam bagian akhir Injil hari ini, disuguhkan juga kontras yang indah. Di tengah danau, ada Petrus yang tenggelam karena kurang percaya. Di daratan Genesaret, ada orang-orang sakit yang sembuh total hanya dengan menyentuh jumbai jubah Yesus. Ini mengingatkan kita bahwa pemulihan sejati terjadi ketika kita mendekat dan melekat pada Yesus dengan iman yang murni, sekecil apa pun itu.
Saudara-saudariku pencinta Resi, badai di sekeliling kita mungkin tidak langsung mereda, tetapi ketakutan kita akan sirna saat menyadari Siapa yang ada di dalam perahu kehidupan kita. Marilah kita berfokus hanya kepada Yesus yang selalu hadir dalam perahu hidup kita, dan bukan pada tingginya gelombang persoalan hidup, fokuslah pada Dia yang berkuasa atas badai dan gelombang. Ingatlah, sebesar apapun gelombang dan badai yang menerpa hidup kita, ada Yesus yang kuasaNya jauh lebih besar. Ingatlah satu hal ini agar kita tetap selamat, yaitu jangan pernah keluar dari perahu iman sedasyat apapun badai dan ombak menerjang. Tuhan Yesus selalu menyertai dan memberkati seluruh perjuangan hidup kita. Amin.
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, ulurkanlah tangan-Mu dan berkatilah persembahan ini, yang kami sajikan di atas altar-Mu pada peringatan Santo Yohanes Maria. Limpahkanlah kemurahan hati-Mu atas kami, sebagaimana para kudus-Mu Kaumuliakan berkat ibadat pembawa bahagia ini. Demi Kristus, …
ANTIFON KOMUNI:
Dialah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang diangkat Tuhan menjadi kepala atas semua hamba-Nya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahakuasa dan maharahim, semoga perjamuan suci ini memberikan kekuatan ilahi dan keteguhan surgawi kepada kami yang memperingati Santo Yohanes Maria. Semoga kami memelihara keutuhan kurnia iman dan menempuh jalan lurus menuju keselamatan. Demi Kristus …
DOWNLOAD AUDIO RESI:
Resi-Selasa 04 Agustus 2026 oleh Rm Agustinus Riyanto SCJ dari Komunirtas SCJ Palembang IndonesiaUnduh
Santo Yohanes Maria Vianney (1786-1859)

Terimakasih Romo utk renungan nya.
🙏😇
St Yohanes Maria Vianney
Doakanlah kami.
Bacaan Injil hari ini & beberapa hari terakhir ini apakah memang dibuat berbeda dengan bacaan liturgi di gereja?
Mohon dikoreksi apabila saya keliru
Bacaan Injil hari ini & beberapa hari terakhir ini apakah memang dibuat berbeda dengan bacaan liturgi di gereja?
Mohon dikoreksi apabila saya keliru
Selamat pagi Romo.
Sedikit koreksi.
Bacaan Injil hari bukankah tentang Orang Farisi dan ahlu taurat bertanya k Tuhan Yesus mengapa murid-murid-Nya tidak membasuh tangan sebelum makan?
Selamat pagi dan terimakasih atas renungannya Romo, tapi mohon maaf untuk Bacaan Injilnya hari ini sepertinya keliru🙏
Kami mohon doamu Santo Yohanes Maria Vianney. Terima kasih Romo atas renungannya