Sabtu, 01 Agustus 2026 – Peringatan Wajib St. Alfonsus Maria de Liguori

Rm Antonius Tugiyatno SCJ dari komunitas Kokonao Timika Papua – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – 1 Sam 2:35

Tuhan bersabda, “seorang imam akan Kuangkat bagi-Ku. Ia setia pada-Ku dan bertindak Menurut maksud dan keinginan-Ku.”

PENGANTAR:

Mempelajari hukum dan segala yang berkaitan dengan itu selalu menjadi perhatian Alfonsus. Ia seorang ahli hukum yang cakap di pengadilan Napoli. Perhatian akan hukum tak pernah dilepaskannya, ketika ia menjadi imam. Di dalam Gereja yang akibat Yansenisme menjadi kaku dan statis, dibawanya dinamika dan cinta kasih Injil. Ia mendirikan pula Kongregasi Redemptoris. Kelak ia menjadi uskup dekat Napoli.

DOA KOLEKTAN:

Marilah berdoa: Allah Bapa, penyelamat umat manusia, Engkau selalu membangkitkan tokoh-tokoh agung untuk menyegarkan semangat Gereja-Mu. Semoga kami mengikuti jejak Santo Alfonsus Maria dan giat mengusahakan keselamatan sesama, supaya kami pantas memperoleh ganjaran di surga. Demi Yesus Kristus, …

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yeremia 26:11-16.24

“Tuhan benar-benar mengutus aku kepadamu untuk menyampaikan segala perkataan ini kepadamu.”

Setelah Yeremia ditangkap karena nubuat yang disampaikannya, para imam dan para nabi berkata kepada para pemuka dan seluruh rakyat, “Orang ini patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah bernubuat tentang kota ini, seperti yang kalian dengar dengan telingamu sendiri.” Tetapi Yeremia berkata kepada para pemuka dan seluruh rakyat, “Tuhanlah yang telah mengutus aku bernubuat tentang kota dan rumah ini; Tuhanlah yang mengutus aku menyampaikan segala perkataan yang telah kalian dengar itu. Oleh karena itu perbaikilah tingkah langkah dan perbuatanmu, dan dengarkanlah suara Tuhan, Allahmu, sehingga Tuhan mencabut kembali malapetaka yang diancamkan-Nya atas kalian. Tetapi aku ini, sesungguhnya aku ada di tanganmu. Perbuatlah kepadaku apa yang baik dan benar menurut anggapanmu. Hanya ketahuilah sungguh-sungguh, bahwa jika kalian membunuh aku, maka kalian mendatangkan darah orang tak bersalah atas dirimu dan atas kota ini beserta penduduknya. Sebab Tuhan benar-benar mengutus aku kepadamu untuk menyampaikan segala perkataan ini kepadamu.” Lalu berkatalah para pemuka dan seluruh rakyat itu kepada para imam dan para nabi, “Orang ini tidak patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah berbicara kepada kita demi nama Tuhan, Allah kita.” Maka Yeremia dilindungi oleh Ahikam bin Safan, sehingga ia tidak diserahkan ke dalam tangan rakyat, untuk dibunuh.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 69:15-16.30-31.33-34

Ref. Pada waktu Engkau berkenan, jawablah aku, ya Tuhan.

  1. Lepaskanlah aku dari dalam Lumpur, supaya jangan aku tenggelam; biarlah aku lepas dari orang-orang yang membenci aku, dan dari air yang dalam! Janganlah gelombang air menghanyutkan aku, janganlah tubir menelan aku, atau sumur menutup mulutnya di atasku.

  2. Tetapi aku ini tertindas dan kesakitan, keselamatan dari pada-Mu, ya Allah, kiranya melindungi aku! Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan lagu syukur.

  3. Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; biarlah hatimu hidup kembali, hai kamu yang mencari Allah! Sebab Tuhan mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya yang ada dalam tahanan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Mat 5:10) Berbahagialah yang dikejar-kejar karena taat kepada Tuhan, sebab bagi merekalah Kerajaan Surga.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 14:1-12

“Herodes menyuruh memenggal kepala Yohanes Pembaptis. Kemudian murid-murid Yohanes memberitahukan hal itu kepada Yesus.”

Sekali peristiwa sampailah berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wiayah. Maka ia berkata kepada pegawai-pegawainya, “Inilah Yohanes Pembaptis. Ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya.” Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggu dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus, saudaranya. Sebab Yohanes pernah menegur Herodes, “Tidak halal engkau mengambil Herodias!” Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut kepada orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi. Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah puteri Herodias di tengah-tengah mereka dan menyenangkan hati Herodes, sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya. Maka setelah dihasut oleh ibunya, puteri itu berkata, “Berikanlah kepadaku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam.” Lalu sedihlah hati raja. Tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya, diperintahkannya juga untuk memberikannya. Disuruhnya orang memenggal kepala Yohanes di penjara, dan membawanya di sebuah talam, lalu diberikan kepada puteri Herodias, dan puteri Herodias membawanya kepada ibunya. Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil jenazah itu dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahu Yesus.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Antonius Tugiyatno SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Saudara–saudari sahabat Resi Dehonian yang dikasihi oleh Tuhan, kita berjumpa kembali dalam Resi renungan singkat Dehonian edisi Sabtu 1 Agustus 2026. Hari ini Gereja memperingati St. Alfonsus De Liguori Uskup dan Pujangga Gereja. Bersama saya Romo Antonius Tugiyatno SCJ dari komunitas Kokonao Timika Papua. Kita akan mendengarkan dan merenungkan Sabda Tuhan dari Injil Matius 14: 1-12. Marilah kita memulainya dengan membuat tanda kemenangan Tuhan, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin

Ada sebuah kisah tentang sebatang pohon yang tumbuh di tepi jurang. Setiap hari angin menerpanya dengan keras. Cabang-cabangnya patah, daunnya berguguran, bahkan kulit batangnya terluka. Orang-orang mengira pohon itu akan mati. Namun, mereka tidak tahu bahwa semakin angin mengguncang, semakin dalam akarnya mencengkeram tanah. Tetapi ini bukan tentang pohon, melainkan tentang kebenaran. Kebenaran mungkin sering diterpa ancaman, dihina, bahkan seolah-olah dikalahkan. Namun, justru dalam penderitaan itulah akar kebenaran sejati semakin mencengkeram kuat. Orang dapat membungkam suara seorang nabi, tetapi tidak akan pernah mampu membungkam kebenaran yang ia wartakan. Hari ini kita mendengar kisah tragis wafatnya Yohanes Pembaptis. Di balik kisah yang penuh intrik dan kekerasan itu, Tuhan mengajak kita merenungkan arti kesetiaan kepada kebenaran.

Yohanes Pembaptis tidak sedang mencari musuh. Ia hanya mengatakan apa yang benar. “Tidak halal engkau mengambil istri saudaramu.” Kalimat itu sederhana, tetapi mengandung keberanian luar biasa. Yohanes tahu bahwa ucapannya bisa mengancam nyawanya. Namun ia lebih takut kehilangan kesetiaannya kepada Allah daripada kehilangan hidupnya sendiri. Dunia sering mengajarkan bahwa demi kenyamanan kita boleh sedikit berkompromi. Demi jabatan kita boleh diam. Demi diterima banyak orang kita boleh mengurangi kebenaran. Namun Injil hari ini menunjukkan bahwa seorang murid Kristus dipanggil bukan pertama-tama untuk menjadi orang yang populer, melainkan menjadi orang yang setia. Kesetiaan kepada kebenaran memang tidak selalu menghadirkan tepuk tangan. Kadang justru menghadirkan kesunyian, penolakan, bahkan pengorbanan. Tetapi Tuhan tidak pernah mengukur hidup kita dari seberapa banyak orang menyukai kita. Tuhan melihat apakah hati kita tetap jujur di hadapan-Nya. Ada kalanya kesaksian terbesar bukanlah kata-kata yang lantang, melainkan keberanian untuk tetap melakukan yang benar ketika semua orang memilih jalan yang lebih mudah.

Saudara-saudari terkasih, Yohanes Pembaptis mengajarkan bahwa hidup yang besar bukanlah hidup yang panjang, melainkan hidup yang setia. Suara Yohanes memang berhenti di ruang penjara. Kepalanya memang dipersembahkan di atas talam. Namun pesannya terus menggema selama berabad-abad. Kebenaran tidak mati bersama orang yang mewartakannya. Hari ini Tuhan bertanya kepada kita: Apakah kita lebih takut kehilangan kenyamanan daripada kehilangan kejujuran? Apakah kita lebih ingin disukai banyak orang daripada berkenan di hadapan Allah? Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa, sumber segala cinta kasih, kobarkanlah kiranya hati kami dengan api cinta kasih Roh Kudus. Engkau sudah melimpahkannya kepada Santo Alfonsus, sehingga ia merayakan Ekaristi ini dengan setia dan menyerahkan diri sebagai kurban suci kepada-Mu. Demi Yesus Kristus, …

ANTIFON KOMUNI  – Yoh 10:10

Aku datang supaya mereka memiliki hidup, bahkan hidup berlimpah-limpah.

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah berdoa: Allah Bapa yang patut dipuji, Engkau sudah memberi kami Santo Alfonsus Maria sebagai pembagi dan bentara misteri penyelamatan-Mu. Semoga umat-Mu sering menerima santapan suci, dan tak henti-hentinya memuji Engkau. Demi Yesus Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI:

Santo Alfonsus Maria de Liguori

(Pendiri Kongregasi Redemptoris – Uskup dan Pujangga Gereja) 

Alfonsus dilahirkan dalam lingkungan keluarga bangsawan di Naples Italia pada tahun 1696. Ia adalah seorang anak ajaib yang memiliki kecerdasan yang sangat luar biasa. Ia meraih gelar doktor ilmu hukum dari Universitas Naples pada usia 16 tahun.  Pada usia 21 tahun Alfonsus sudah memiliki praktek hukum sendiri dan menjadi salah satu pengacara terkemuka di Naples. Meskipun begitu ia tidak pernah menghadiri pengadilan tanpa menghadiri Misa dipagi hari. 

Suatu kesalahan yang dibuatnya di pengadilan membuat hidup Alfonsus berubah. Ia merasakan gejolak panggilan religius dalam hatinya untuk meninggalkan dunia dan melayani Yesus. Alfonsus menjadi yakin dengan apa yang telah lama ada dalam pikirannya: ia ingin menjadi seorang imam. Ayahnya berusaha membujuk Alfonsus agar ia mengurungkan niatnya itu. Tetapi, tekad Alfonsus sudah bulat. Ia kemudian belajar teologi dan ditahbiskan menjadi imam pada usia 29 tahun. 

Kehidupan Alfonsus dipenuhi dengan berbagai macam kegiatan. Ia berkhotbah dan menulis banyak buku. Ia membentuk suatu kongregasi rohani yang disebut “Kongregasi Pater-Pater Redemptoris” (CSsR; Redemptoris artinya Sang Penebus). Alfonsus memberikan pengarahan rohani yang bijaksana dan membawa damai bagi umatnya melalui Sakramen Rekonsiliasi. Ia juga menulis lagu puji-pujian, bermain organ dan melukis. St. Alfonsus menulis enampuluh buah buku. Ini sungguh luar biasa mengingat tugas dan tanggung jawabnya yang lain amatlah banyak. Ia juga sering menderita sakit. Ia sering sakit kepala, tetapi segera ia akan menempelkan sesuatu yang dingin ke dahinya dan terus tetap bekerja. 

Meskipun pada dasarnya ia mempunyai kecenderungan untuk bersikap terburu-buru, Alfonsus berusaha untuk menguasai diri. Ia amat rendah hati, hingga ketika pada tahun 1798 Paus Pius VI ingin mengangkatnya menjadi seorang Uskup, dengan lembut ia mengatakan “tidak”. Ketika para utusan paus telah datang secara pribadi untuk menyampaikan keputusan paus kepadanya, mereka menyapa Alfonsus dengan “Tuan yang Termasyhur”. Alfonsus menjawab, “Tolong, jangan memanggilku seperti itu lagi. Sebutan itu akan membuatku mati.” Paus memberikan pengertian kepada Alfonsus bahwa ia sungguh menghendaki Alfonsus menjadi seorang Uskup.

Alfonsus mengutus banyak pengkhotbah ke seluruh wilayah keuskupannya. Umat perlu diingatkan bertobat dan kembali kepada ajaran cinta kasih Tuhan dan akan pentingnya iman mereka. Alfonsus berpesan kepada para imam untuk menyampaikan khotbah yang sederhana. “Saya tidak pernah menyampaikan khotbah yang tidak dapat dimengerti bahkan oleh nenek tua yang paling lugu yang ada di gereja,” katanya. 

Dengan semakin bertambahnya usia, Alfonsus menderita berbagai penyakit. Ia menderita radang sendi yang menyiksanya dan menjadikannya lumpuh. Ia kehilangan pendengarannya serta nyaris buta. Ia juga harus mengalami berbagai kekecewaan dan pencobaan. Namun, Alfonsus memiliki devosi yang amat mendalam kepada Santa Perawan Maria, seperti yang dapat kita ketahui melalui bukunya yang terkenal yang berjudul ‘Kemuliaan Maria’. Segala penderitaan dan pencobaan itu berakhir dengan damai dan sukacita serta kematian yang kudus.

Alfonsus wafat pada tahun 1787 pada usia sembilanpuluh satu tahun. Paus Gregorius XVI menyatakannya kudus pada tahun 1839. Paus Pius IX memberinya gelar Doktor Gereja pada tahun 1871.

Arti Nama

Alfonsus = nama Latin dari nama Jermanik: Alfons.

Alfons = “Bangsawan” atau “Siap” (Old Germanic)

Variasi Nama

Adalfuns, Alfons, Hadufuns, Hildefons (Ancient Germanic), Alfons, Fons, Funs, Funske (Dutch), Alphonso, Alphonzo (English), Alphonse (French), Afonso (Galician), Alfons (German), Alfonso, Alonzo (Italian), Alfons (Polish), Afonso (Portuguese), Alfonz (Slovene), Alfonso, Ildefonso, Alonso (Spanish)

 

Sumber: https://katakombe.org/para-kudus/agustus/alfonsus-maria-de-liguori.html

No Comments

Leave a Comment