Selasa, 28 Juli 2026 – Hari Biasa Pekan XVII

Rm Robertus Susilo Haryono SCJ dari Komunitas Seminari Menengah St Paulus Palembang – Indonesia

 
 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Maz. 79:9

Demi kemuliaan nama-Mu, tolonglah kami, Allah penyelamat. Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami demi nama-Mu.

PENGANTAR:

Ketika umat karena salah sendiri jatuh dalam situasi yang suram tanpa harapan, maka Yeremia, nabi Allah, berseru mohon belas kasih. Jangan berprasangka jahat terhadap sesama merupakan penjelasan Yesus mengenai perumpamaan-Nya. Memang bukan tugas manusia menilai perbuatan sesama.

DOA KOLEKTA:

Marilah bedoa: Allah Bapa mahabaik, Engkau menghendaki sabda-Mu ditaburkan bagaikan biji gandum di ladang. Kami mohon, semoga kami pantas memperoleh kedamaian yang Kauberikan sebagai janji di dalam sabda-Mu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yeremia 14:17-22

“Ya Tuhan, janganlah kiranya membatalkan perjanjian-Mu dengan kami.” 

Air mataku bercucuran siang dan malam tiada hentinya, sebab anak dara, puteri bangsaku, dilukai dengan luka parah, luka yang sama sekali tak tersembuhkan. Apabila aku keluar ke padang, di sana ada orang-orang yang mati terbunuh oleh pedang! Apabila aku masuk ke dalam kota, di sana ada orang-orang sakit kelaparan.” Bahkan baik nabi maupun imam menjelajah negeri yang tidak dikenalnya. Telah Kautolakkah Yehuda sama sekali? Telah merasa muakkah Engkau terhadap Sion? Mengapakah kami Kaupukul sedemikian, hingga tidak ada lagi kesembuhan bagi kami? Kami mengharapkan damai sejahtera, namun tiada sesuatu yang baik. Kami mengharapkan kesembuhan, namun hanya ada kengerian. Ya Tuhan, kami insaf akan kejahatan kami, dan akan kesalahan leluhur kami; kami sungguh telah berdosa terhadap-Mu; janganlah kiranya menolak kami, dan janganlah Engkau menghinakan tahta kemuliaan-Mu! Ingatlah akan perjanjian-Mu dengan kami, janganlah kiranya membatalkannya. Adakah yang dapat menurunkan hujan di antara para dewa kesia-siaan bangsa-bangsa itu? Atau dapatkah langit sendiri memberi hujan lebat? Bukankah hanya Engkau saja, ya Tuhan Allah kami, pengharapan kami, yang membuat semuanya itu?
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur  34:2-3, 4-5,6-7,8-9,10-11

Ref. Demi kemuliaan nama-Mu, lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!

  1. Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.

  2. Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya. Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.

  3. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan, Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

  4. Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

  5. Takutlah akan Tuhan, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab orang yang takut akan Dia takkan berkekurangan. Singa-singa muda merasa kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari Tuhan tidak akan kekurangan suatu pun.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (lih. Mat 13:19.37)  Benih melambangkan sabda Allah, penaburnya ialah Kristus. Semua orang yang menemukan Kristus, akan hidup selama-lamanya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 13:36-43

“Seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.”

Pada suatu hari Yesus meninggalkan orang banyak, lalu pulang. Para murid kemudian datang dan berkata kepada-Nya, “Jelaskanlah kepada kami arti perumpamaan tentang lalang di ladang itu.” Yesus menjawab, “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia. Ladang itu ialah dunia. Benih yang baik adalah anak-anak Kerajaan dan lalang adalah anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman, dan para penuai itu malaikat. Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. Anak manusia akan mengutus malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertak gigi. Pada waktu itulah orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan!”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Robertus Susilo Haryono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Kudus Yesus melalui Hati Maria.

Para pendengar Resi Dehonian yang terkasih berjumpa kembali dengan saya romo Robertus Susilo Haryono, SCJ dari komunitas SCJ Seminari St. Paulus Palembang dalam renungan singkat Dehonian edisi Selasa, 28 Juli 2026. Pada hari ini kita akan mendengarkan dan merenungkan Injil Mateus 13:36-43.

Para pendengar resi Dehonian yang terkasih,  selain Yesus menjelaskan arti perumpamaan gandum dan lalang yang perlu diindahkan oleh para murid. Para murid mesti waspada bahwa di dunia ini tidak hanya yang hal-hal yang baik  yang tumbuh dan berkembang, tetapi yang tidak baik atau kejahatan juga tumbuh dan berkembang. Ada kemiripan antara lalang dan gandum pada awal pertumbuhannya sehingga susah untuk membedakan antara keduanya.  Jika seseorang berusaha memisahkannya sebelum waktunya maka orang akan salah cabut. Orang hanya bisa membedakan antara gandum dan lalang, ketika keduanya telah tumbuh menjadi besar dan bulir-bulirnya telah menjadi masak. Tentu hal ini sangat merugikan karena bisa menghambat berkembangnya gandum.

Para pendengar resi yang terkasih, dalam periko ini Yesus melarang orang mencabuti lalang ketika sedang tumbuh. Yesus membiarkan gandum tumbuh bersama-sama dengan lalang sampai waktu menui tiba.  Pada waktu menuai lalang akan dikumpulkan dan kemudian campakkan kedalam api dan dibakar. Sedang gandum dimasukan kedalam lumbung.  Gandum adalah orang-orang baik yang selalu setia dan berusaha melakukan kehadak Bapa di surga. Orang-orang yang demikian ini akan menimati sukacita bersama Bapa  di dalam kerajaan Surga.

Para pendengar resi dehonian yang terkasih, marilah kita mohon agar kita tetap setia melakukan kehendak Bapa. Itu berarti terus berusaha dan setia melakukan kebaikan kebaikan dan berusaha tidak terpengaruh terhadapa hal-hal yang jahat.  Marilah kita membuka hati terhadap  Roh Kudus agar terus menerangi dan membimbing hidup kita kepada kebaikan agar kita dimampukan membedakan yang baik dan yang jahat sehingga yang baik kita wujudkan dalam hidup kita dan yang jahat kita tinggalkan dan jauhi. Saudara-saudari terkasih Memberkati kita semua. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: 

Allah Bapa mahakudus, kuduskanlah kami menjadi Gereja, menjadi rezeki bagi dunia seturut teladan Putra-Mu terkasih yang wafat-Nya mendatangkan berkat bagi kami Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Matius 13:42

Semua orang saleh akan bercahaya seperti matahari di dalam kerajaan Bapa.

DOA SESUDAH KOMUNI: 

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kebaikan, ajarilah kami mendengarkan Putra-Mu. Semoga sabda-Nya menjadikan kami orang-orang yang memusatkan perhatian pada kedamaian dan kebajikan. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. AMIN

DOWNLOAD AUDIO RESI:

No Comments

Leave a Comment