Kamis, 13 Agustus 2026 – Hari Biasa Pekan XIX

Rm Gregorius Jenli Imawan SCJ dari Komunitas SCJ Postulat-Novisiat St Yohanes Gisting Lampung Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 78:7

Hendaklah kita menaruh kepercayaan kepada Allah, dan jangan melupakan karya-karya-Nya.

PENGANTAR:

Setiap kali kita berdoa ‘Ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami’. Injil menunjukkan sejauh mana hal itu berlaku. Bila kita tidak memaafkan dengan tulus, maka kita pun akan menangani hal yang sama, seperti yang dialami hamba yang kejam terhadap temannya. Bila kita tidak memaafkan dengan tulus, maka doa kita pun tidak jujur dan tak berhimpun atas nama Yesus. Kita akan menjadi penipu dan hamba mata.

DOA KOLEKTA:

Marilah bedoa: Allah Bapa maharahim, kami mohon berilah kami Roh-Mu, agar kami tak jemu-jemunya saling mengampuni. Ajarilah kami menaruh belas kasih kepada siapa pun yang kami jumpai di mana saja. Demi Yesus Kristus ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yehezkiel 12:1-2

“Berjalanlah seperti orang buangan di depan mereka pada siang hari.”

Tuhan bersabda kepadaku, “Hai anak manusia, engkau tinggal di tengah-tengah kaum pemberontak. Mereka mempunyai mata, tetapi tidak melihat. Mereka mempunyai telinga, tetapi tidak mendengar, sebab mereka itu kaum pemberontak. Maka engkau, hai anak manusia, siapkanlah bagimu barang-barang seperti seorang buangan, dan berjalanlah seperti orang buangan di hadapan mereka pada siang hari. Berangkatlah dari tempatmu sekarang ini ke tempat lain seperti seorang buangan di depan mata mereka. Barangkali mereka akan insyaf bahwa mereka adalah kaum pemberontak. Bawalah barang-barangmu itu ke luar seperti barang-barang seorang buangan pada siang hari di depan mata mereka. Dan engkau sendiri harus keluar pada malam hari di depan mata mereka, seperti seseorang yang harus keluar dan pergi ke pembuangan. Di depan mata mereka buatlah sebuah lubang, dan keluarlah dari situ. Di depan mata mereka taruhlah barang-barangmu di atas bahumu, dan bawalah itu ke luar pada malam gelap. Engkau harus menutupi mukamu, sehingga engkau tidak melihat tanah. Sebab Aku membuat engkau menjadi lambang bagi kaum Israel.” Lalu kulakukan seperti diperintahkan kepadaku: Aku membawa pada siang hari barang-barang seperti perlengkapan seorang buangan, dan pada malam hari aku membuat lubang di tembok dengan tanganku; pada malam gelap aku ke luar dan di hadapan mata mereka aku menaruh barang-barangku ke atas bahuku. Keesokan harinya turunlah sabda Tuhan kepadaku, “Hai anak manusia, bukankah kaum Israel, kaum pemberontak itu bertanya kepadamu, ‘Apakah yang kaulakukan ini?’ Katakanlah kepada mereka, beginilah sabda Tuhan Allah, ‘Ucapan ilahi ini mengenai raja di Yerusalem dan seluruh kaum Israel yang tinggal di sana’. Katakanlah, ‘Aku menjadi lambang bagimu. Seperti yang Kulakukan ini, begitulah akan berlaku bagi mereka; sebagai orang buangan mereka akan pergi ke pembuangan. Dan raja mereka akan menaruh barang-barangnya ke atas bahunya pada malam gelap, dan akan pergi ke luar. Orang akan membuat sebuah lubang di tembok supaya baginya ada jalan ke luar, ia akan menutupi mukanya supaya ia tidak melihat tanah itu’.”

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 78:56-57.58-59.61-62

Ref. Janganlah kita melupakan karya-karya Allah.

  1. Mereka mencobai dan memberontak terhadap Allah, Yang Mahatinggi, dan tidak berpegang pada peringatan-peringatan-Nya, mereka murtad dan berkhianat seperti moyang mereka, mereka menyimpang seperti busur yang tak dapat dipercaya.

  2. Mereka menyakiti hati Allah dengan mendirikan bukit-bukit pengurbanan, membuat Dia cemburu karena patung-patung pujaan mereka. Mendengar hal itu, Allah menjadi geram, Ia menolak Israel sama sekali.

  3. Ia membiarkan andalan-Nya tertawan, membiarkan kebanggaan-Nya jatuh ke tangan lawan; Ia membiarkan umat-Nya dimangsa pedang, dan murkalah Ia terhadap milik pusaka-Nya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U :  Alleluya, alleluya

S : (Mzm 119:135)  Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.  

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 18:21 – 19:1

“Aku berkata kepadamu, ‘Bukan hanya sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali kalian harus mengampuni.”

Sekali peristiwa datanglah Petrus kepada Yesus dan berkata, “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadapku? Sampai tujuh kalikah?” Yesus menjawab, “Bukan hanya sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” Sebab hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunasi utangnya, raja lalu memerintahkan supaya ia beserta anak isteri dan segala miliknya dijual untuk membayar utangnya. Maka bersujudlah hamba itu dan menyembah dia, katanya, “Sabarlah dahulu, segala utangku akan kulunasi.” Tergeraklah hati raja oleh belas kasih akan hamba itu sehingga hamba itu dibebaskannya, dan utangnya pun dihapusnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berutang seratus dinar kepadanya. Kawan itu segera ditangkap dan dicekik, katanya, “Bayarlah utangmu!” Maka sujudlah kawan itu dan minta kepadanya, “Sabarlah dahulu, utangku itu akan kulunasi.” Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya ke dalam penjara sampai semua utangnya ia lunasi. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih, lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Kemudian raja memerintahkan memanggil orang itu dan berkata kepadanya, “Hai hamba jahat! Seluruh utangmu telah kuhapuskan oleh karena engkau memohonnya. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?” Maka marahlah tuannya dan menyerahkan dia kepada algojo-algojo, sampai ia melunasi seluruh utangnya. Demikian pula Bapa-Ku di surga akan berbuat terhadapmu, jika kalian tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu. Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya berangkatlah Ia dari Galilea, dan tiba di daerah Yudea, di seberang Sungai Yordan.

Demikianlah Sabda Tuhan 
U. Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Gregorius Jenli Imawan SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Kudus Yesus melalui Hati Maria.

Pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Romo Jenli, SCJ dari Komunitas Postulat – Novisiat SCJ St. Yohanes, Gisting (Lampung), dalam ReSi (Renungan Singkat) Dehonian, edisi hari Kamis, 13 Agustus 2026.

Pernahkah kita berkata, “Saya sudah mengampuni,” tetapi ketika mengingat kembali kesalahan seseorang, hati masih terasa sakit? Kita mungkin sudah melepaskan dengan kata-kata, tetapi belum sepenuhnya melepaskan dalam hati.

Dalam Injil hari ini, Petrus bertanya kepada Yesus berapa kali ia harus mengampuni. Yesus menjawab, “Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” Artinya, pengampunan tidak seharusnya menjadi soal menghitung berapa kali kita sudah melakukannya.

Mengampuni bukan berarti menganggap kesalahan itu tidak penting. Mengampuni berarti memilih untuk tidak membiarkan luka, kemarahan, dan dendam menguasai hati. Kita menyerahkan keadilan kepada Tuhan dan membuka kembali ruang bagi kasih. Maka, marilah bertanya: Siapa yang masih sulit saya ampuni? Mungkin hari ini Tuhan mengajak kita melepaskannya, agar hati kita menjadi lebih bebas untuk mengasihi dan melayani.

Semoga berkat Hati-Nya, meraja dalam hati kita. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa maha penyayang, tanamlah belas kasih-Mu dalam hati kami, setiap kali kami mengenangkan Putra-Mu yang merupakan belas kasih-mu yang menjelma bagi kami semua. Dialah ….

ANTIFON KOMUNI – Matius 18:32-33

Seluruh utangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonnya. Bukankah engkau pun harus mengasihi kawanmu sebagaimana aku telah mengasihani engkau?

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa maharahim, kami bersyukur, sebab berkat belas kasih-Mu Engkau selalu memberi harapan baru. Kami bersyukur pula karena Roh-Mu yang kudus selalu menghidupi kami. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment