Jumat, 07 Agustus 2026 – Hari Biasa Pekan XVIII

Rm Rafael Sudibyo SCJ dari Komunitas SCJ Paroki Para Rasul Kudus Tegalsari Belitang Sumatera Selatang – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Ul. 32:39

Lihatlah, Akulah Tuhan. Tiada Allah lain kecuali Aku. Aku yang menyelamatkan, Aku pulahlah yang menghidupkan.

PENGANTAR:

Membangun kerajaan yang megah dan menguasai dunia bagi Tuhan bukanlah kepastian kebahagiaan dan kesejahteraan. Hal itu berlaku bagi kerajaan-kerajaan seperti Niniwe pada masa lampau, dan ter nyata berlaku pula bagi setiap pengikut Kristus. Jalan salib dan peng ingkaran diri merupakan satu-satunya jalan menuju hidup sejati.

DOA KOLEKTA:

Marilah berdoa: Allah Bapa Mahakuasa dan Kekal, semoga kami mengenal jalan yang harus kamu lalui, agar dapat bertemu dengan Dikau. Berkenanlah bersabda melalui Dia, yang menunjukkan kerajaan-Mu di tengah-tengah kami, ialah Yesus Mesias, Tuhan dan pengantara kami, yang….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Nahum 1:15; 2:2; 3:1-3, 6-7

“Celakalah kota penumpah darah.”

Lihatlah! Di atas gunung berjalan orang yang membawa berita, yang mengabarkan berita damai sejahtera. Rayakanlah pesta-pestamu, hai Yehuda, bayarlah nazarmu! Sebab orang dursila takkan datang lagi menyerang engkau; ia telah dilenyapkan sama sekali! Sungguh, Tuhan memulihkan kebanggaan Yakub, seperti kebanggaan Israel; sebab perusak telah merusakkannya dan telah membinasakan carang-carangnya. Celakalah kota penumpah darah itu! Kota itu seluruhnya dusta belaka penuh dengan barang rampasan, tak henti-hentinya menerkam! Dengar, lecut cambuk dan derak-derik roda! Dengar, kuda lari berderap, dan kereta meloncat-loncat! Pasukan berkuda menyerang, pedang bernyala-nyala dan tombak berkilat-kilat! Banyak yang mati terbunuh dan bangkai bertimbun-timbun! Mayat tidak habis-habisnya, orang-orang jatuh tersandung pada mayat. Aku telah melemparkan aib ke atasmu, akan menghina engkau dan akan membuat engkau menjadi tontonan. Maka semua orang yang melihat engkau akan lari meninggalkan dikau, serta berkata, “Niniwe sudah hancur! Siapakah yang meratapi dia? Dari manakah aku akan mencari pelipur lara untuk dia?”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

KIDUNG TANGGAPAN: Kidung Ul 32:35cd-36ab.39abcd.41

Ref. Tuhanlah yang mematikan, Tuhan pulalah yang menghidupkan.

  1. Dekatlah sudah hari bencana bagi orang-orang jahat, dan segera datanglah apa yang telah disediakan bagi mereka. Sebab Tuhan akan memberi keadilan kepada umat-Nya, dan akan merasa sayang akan hamba-hamba-Nya.

  2. Lihatlah sekarang bahwa Akulah Tuhan. Tiada allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan, Aku pulalah yang menghidupkan. Aku telah meremukkan, tetapi Aku pulalah yang menyembuhkan.

  3. Apabila Aku mengasah pedang-Ku yang berkilat-kilat, apabila tangan-Ku menjalankan penghukuman, maka Aku membalas dendam kepada lawan-Ku, dan mengadakan pembalasan kepada yang membenci Aku.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Mat 5:10)  Berbahagialah yang dikejar-kejar karena taat kepada Tuhan, sebab bagi merekalah Kerajaan Allah. Alleluya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 16:24-28

“Setiap orang akan dibalas setimpal dengan perbuatannya.” 

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya, dan mengikuti Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, akan kehilangan nyawanya. Tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya bagi seseorang jika ia memperoleh seluruh dunia, tetapi kehilangan nyawanya? Apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat-Nya. Pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang setimpal dengan perbuatannya. Aku berkata kepadamu: Sungguh, di antara orang-orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Rafael Sudibyo SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Para pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Rm. Rafael Sudibyo, SCJ, dari komunitas Paroki Para Rasul Kudus Tegalsari Belitang, dalam resi – renungan singkat dehonian, edisi hari minggu biasa pekan XVIII,  Jumat, 7 Agustus 2026. Marilah kita mendengarkan sabda Tuhan; Bacaan dari Injil Suci, menurut Matius (Matius 16:24-28).

Para Pendengar RESI Dehonian yang terkasih dalam Yesus Kristus, Pernahkah kita merasa bahwa mengikut Yesus itu kadang terasa berat dan menuntut banyak hal dari hidup kita? Dalam Injil Matius yang baru saja kita dengar, Yesus menyampaikan sebuah undangan yang sangat radikal bagi setiap orang yang ingin menjadi murid-Nya. Ia tidak menjanjikan jalan yang selalu mulus atau bebas dari masalah, melainkan berkata: “Jika seseorang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku.” Jauh sebelum Ia sendiri berjalan memikul kayu salib menuju Bukit Golgota, Yesus sudah memperkenalkan arti salib itu kepada para murid-Nya. Salib yang dimaksud bukan sekadar beban fisik, melainkan segala bentuk penderitaan, pergumulan, penolakan, dan tantangan yang harus kita hadapi ketika kita berkomitmen untuk terus berbuat baik, mempertahankan kebenaran, serta menjauhi kejahatan di tengah dunia ini.

Para pendengar RESI Dehonian yang dikasihi Tuhan, Pengajaran Yesus ini lahir tepat setelah sebuah peristiwa yang sangat menarik antara Yesus dan Petrus. Petrus baru saja menyampaikan pengakuan iman yang luar biasa bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Namun, begitu Yesus mulai menjelaskan bahwa misi-Nya sebagai Mesias melibatkan penderitaan, penolakan, wafat, dan kebangkitan pada hari ketiga, Petrus langsung menolaknya. Petrus berfokus penuh pada penderitaan hingga ia lupa akan janji kebangkitan. Ia menginginkan Mesias yang menang tanpa harus terluka, seorang Raja tanpa salib. Reaksi keras Yesus, “Enyahlah Iblis!”, menjadi teguran mendalam bagi kita semua. Teguran itu menunjukkan bahwa siapa pun yang mencoba menjauhkan kita dari pengorbanan dan kehendak Bapa sebenarnya sedang disusupi oleh keinginan si jahat untuk menggagalkan rencana keselamatan Allah.

Dari ini, apa sebenarnya yang bisa kita pelajari untuk kehidupan keberimanan kita sehari-hari?

Pertama, kita belajar bahwa mengikut Yesus menuntut penyerahan diri yang utuh. Mengikut Kristus bukan sekadar menyandang status agama, melainkan kesediaan untuk merombak total prioritas hidup kita. Yesus mengajak kita untuk menyangkal diri—artinya kita berani menundukkan ego, ambisi pribadi, dan keinginan-keinginan duniawi yang bertentangan dengan kehendak Allah. Memikul salib berarti kita berani bertahan dan tidak menyerah ketika harus mengalami kesulitan atau kerugian demi mempertahankan kejujuran dan iman kita.

Kedua, kita belajar memahami paradoks kehidupan kekal. Dunia sering mengajarkan kita untuk menggenggam erat-erat kenyamanan, kekayaan, dan kesenangan saat ini. Namun Yesus mengingatkan bahwa jika kita mengorbankan jiwa dan iman kita demi mengejar hal-hal fana tersebut, kita sebenarnya sedang mengalami kerugian terbesar. Sebaliknya, ketika kita rela “kehilangan” kenyamanan egois di dunia ini demi Kristus, kita justru sedang mengamankan kehidupan yang sejati dan mulia dalam kekekalan.

Para pendengar Resi Dehonian yang terkasih, Jalan salib memang menuntut pengorbanan yang tidak kecil, tetapi jalan itu tidak pernah berakhir pada kekalahan atau kubur yang gelap. Di balik setiap salib yang kita pikul dengan setia, ada janji kemuliaan kebangkitan yang telah menanti. Kelak, ketika Anak Manusia datang dalam kemuliaan Bapa-Nya, setiap kesetiaan, ketabahan, dan pengorbanan kita tidak akan pernah sia-sia. Mari kita saling menguatkan agar kita terus dimampukan untuk menyangkal diri, memikul salib kita masing-masing dengan penuh sukacita, dan melangkah mengikut jejak Yesus setiap hari.

Semoga Hati Kudus Yesus merajai hati kita. Amin.

Para Pendengar Resi Dehonian dimanapun anda berada, semoga Tuhan selalu memberkati Langkah laku, aktivitas, dan persaudaraan diantara kita, + Dalam Nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa Mahakudus, semoga kami selalu siap siaga mengikuti Putera-Mu terkasih, setiap kali mengikuti jamuan kurban atas nama-Nya, setiap kali memuji syukur mengenangkan hidup, wafat, dan kebangkitan-Nya. Sebab Dialah….

ANTIFON KOMUNI – Mat. 16:26

Apa gunanya bagi seseorang, jika ia memperoleh seluruh dunia, namun kehilangan nyawanya? Apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

DOA SESUDAH KOMUNI:

Allah Bapa, sumber kebahagiaan, kami bersyukur atas sabda dan salib yang Kaugunakan untuk menunjukkan jalan kedamaian, untuk memberikan semangat dan keteguhan hati mau mengusahakan kedamaian dan keadilan bagi orang. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI:

No Comments

Leave a Comment