Selasa, 27 Januari 2026 – Hari Biasa Pekan III

Rm Cornelius Maruli Widyan Raswata scj dari Komunitas SCJ Pangkalan Kerinci Riau Keuskupan Padang – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 24:7

Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi, agar masuklah Raja kemuliaan.

PENGANTAR:

Dengan meriah diiringi sorak-sorai Daud mengarak kembali Tabut Perjanjian ke Yerusalem dengan disaksikan rakyat. Di tengah-tengah orang banyak Yesus menyatakan bahwa siapa pun yang melakukan kehendak Bapa, masuk dalam bilangan keluarga-Nya. Ibunda-Nya dijadikan suri teladan. Maka ia menjadi Bunda kaum beriman.

DOA KOLEKTA:

Marilah bedoa: Allah Bapa sumber keselamatan, Engkau menghendaki Putra-Mu tinggal pada kami, menghendaki Dia menjelma dalam diri Yesus, manusia seperti kami. Semoga Dia menjadi keselamatan kami dan kesanggupan kedamaian kami. Sebab Dialah Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami, yang ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kedua Samuel 6:12b-15.17-19

“Daud dan segenap orang Israel mengarak tabut perjanjian dengan sorak-sorai.”

Pada waktu itu Daud pergi mengangkut tabut Allah dari rumah Obed-Edom ke kota Daud, dengan sukacita. Setiap kali para pengangkat tabut Tuhan itu maju enam langkah, Daud mengurbankan seekor lembu dan seekor anak lembu tambun. Daud menari-nari di hadapan Tuhan dengan sekuat tenaga; ia mengenakan baju efod dari kain lenan. Daud dan segenap orang Israel mengangkut tabut Tuhan diiringi sorak-sorai dan bunyi sangkakala. Tabut Tuhan itu dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, yakni di dalam kemah yang dibentangkan Daud untuk itu; kemudian Daud mempersembahkan kurban bakaran dan kurban keselamatan di hadapan Tuhan. Setelah Daud selesai mempersembahkan kurban bakaran dan kurban keselamatan, diberkatinyalah bangsa itu demi nama Tuhan semesta alam. Lalu dibagikannya kepada seluruh bangsa itu, kepada seluruh khalayak ramai Israel, baik laki-laki maupun perempuan, masing-masing seketul roti bundar, sekerat daging, dan sepotong kue kismis. Sesudah itu pergilah seluruh bangsa itu, masing-masing ke rumahnya.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 24:7.8.9.10

Ref. Siapakah itu raja kemuliaan? Tuhanlah raja kemuliaan.

  1. Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi, supaya masuklah Raja Kemuliaan! 2.Siapakah itu Raja Kemuliaan? Tuhan, yang jaya dan perkasa, Tuhan yang perkasa dalam peperangan!

  2. Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi, supaya masuklah Raja Kemuliaan!

  3. Siapakah itu Raja Kemuliaan? Tuhan semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Mat 11:25) Terpujilah Engkau, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 3:31-35

“Barangsiapa melaksanakan kehendak Allah, dialah saudara-Ku.”

Sekali peristiwa datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus ke tempat Ia sedang mengajar. Mereka berdiri di luar, lalu menyuruh orang memanggil Yesus. Waktu itu ada orang banyak duduk mengelilingi Dia; mereka berkata kepada Yesus, “Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.” Jawab Yesus kepada mereka, “Siapa ibu-Ku? Siapa saudara-saudara-Ku?” Yesus memandang orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu, lalu berkata, “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku!”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Cornelius Maruli Widyan Raswata scj

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Para Sahabatku, Saudari-saudara yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus. Salam jumpa bersama Saya, Rm Cornelius Maruli SCJ dari Komunitas SCJ Pangkalan Kerinci, Riau, Keuskupan Padang, Indonesia, dalam RESI (Renungan Singkat) Edisi Selasa, 27 Januari 2026, Selasa – Minggu Biasa III. Semoga Belas Kasih dan Kerahiman dari Hati Yesus yang Maha Kudus memberkati Anda semua. Amin.

Tema Resi kita kali ini adalah “Menghidupi Hidup yang selaras dengan kehendak-Nya”. Namun sebelumnya, mari kita persiapakan hati dan kita awali permenungan kita dengan tanda kemenangan Kristus. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.AMIN 

Pendengar Resi Dehonian terkasih, dimanapun engkau berada. Saat Yesus sedang mengajar, ibu dan kaum keluarga-Nya datang dan berusaha untuk menemui-Nya. Yesus mengambil kesempatan itu untuk mengajarkan sesuatu yang penting, yakni, dasar, arah, dan tujuan baru kehidupan Anak-anak Allah. “Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?” Tanya Yesus kepada para pendengar-Nya.

Yesus melanjutkan setelah melihat sekeliling, seolah mengatakan “kalian semua bisa menjadi saudaraku”, Dia berkata “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku, yakni siapapun yang melakukan kehendak Allah!” 

Tentu saja pertanyaan ini mengagetkan, Apakah Yesus menolak Maria, Ibunya ? Apakah Yesus marah karena sebelumnya (Mrk 3:21), Ia sempat dijemput karena dianggap tidak waras? Bukan, Yesus tidak sedang menolak keluarga-Nya, namun mengangkat makna tali persaudaraan dengan diri-Nya lebih dari hubungan darah dan adat istiadat. Lagi pula di sini, sebenarnya Yesus malah menegaskan bahwa Ibu-nya, Maria adalah contoh dari ajaran-Nya. Maria, sepanjang hidupnya melakukan kehendak Allah. Permenungan pertama kita adalah siapapun, termasuk kita bisa menjadi anggota Keluarga Allah jika hidup selaras dengan kehendak-Nya. 

Yesus menekankan “barangsiapa melakukan kehendak Allah, ia adalah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” Permenungan kita kedua adalah mari kita bercermin, instropeksi dan membarui diri kita, sudahkah aku hidup selaras kehendak-Nya? Jadi bukan hanya orang yang menyebut diri sebagai murid, yang secara otomatis akan menjadi anggota keluarga Allah. Yang benar-benar tepat disebut saudara-saudari Yesus ialah mereka yang konsekuen mengikut Dia dan sungguh-sungguh menjadi pelaku kehendak Allah. 

Allah kita adalah Allah yang kudus. Menerima kehadiran-Nya dan melakukan kehendak-Nya tidak dapat dilakukan tanpa sikap kesungguhan atau sembarangan. Tentu, Ia tidak berkenan jika kita hanya memberi-Nya tempat dalam hati, sementara dosa merajalela dalam pikiran, perkataan dan perbuatan kita. Semakin penting dan mulia sesuatu, bukankah semakin kita harus menjaganya? Inilah permenungan kita yang ketiga, “jika kita melakukan kehendak Allah, Allah yang kudus, maka hati, pikiran, perkataan dan perbuatan kita juga akan diperjuangkan menuju pada kekudusan. Roh Allah yang kudus, akan menjadi penuntunnya. 

Maria yang seolah disangkal hari ini adalah teladan sempurna dalam melakukan kehendak Allah. Dia menyatakan diri sebagai hamba Allah, maka kehendak Allah adalah yang terpenting dalam hidupnya. Dia terus berada di dekat Yesus, dan terus mencoba memahami apa yang menjadi kehendak Allah dalam perjalanan hidup-Nya. Bunda Maria terus mengajar kita sepanjang hidupnya bagaimana menjadi anggota keluarga Allah.

Sahabat Resi terkasih, Semoga Allah menuntun hidup kita, keluarga kita, niat baik dan usaha kita untuk hidup selaras dengan kehendak-Nya. Semoga Allah Mahakuasa memberkatimu, Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa kami bersama, terimalah kami sebagai putra dan putri-Mu, bila kami menyimpan dalam hati kami sabda Yesus Putra-Mu, bila kami membagi rezeki dengan mengenangkan wafat dan kebangkitan Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Markus 3:35

Barangsiapa melaksanakan kehendak Allah dialah saudara-Ku, saudari-Ku dan ibu-Ku.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, kami bersyukur karena Yesus Mesias telah menyebabkan kami disebut putra dan putri-Mu. Semoga kami mendiami dunia ini sebagai bait-Mu dengan damai dan jujur. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment