Senin, 20 April 2026 – Hari Biasa Pekan III Paskah

Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas SCJ Cipinang-Cempedak Jakarta Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA⁣⁣

Telah bangkit gembala yang baik. la menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya, dan rela mati untuk kawanan-Nya. Aleluya.⁣⁣⁣⁣

PENGANTAR⁣⁣

Karena para pemimpin rakyat tak mampu mengungguli Dia kon Stefanus, yang berbicara fasih dan bijak, maka Stefanus mendapat dakwaan palsu dan ditangkap. Siapa pun yang tampil demi kebenaran dan memberi kesaksian tentang Yesus dan perutusan-Nya, harus mengikuti jejak Sang Guru, yaitu me manggul salib. Namun, kita tahu bahwa Tuhan setia dan bahwa siapa pun yang makan rezeki kehidupan takkan binasa.⁣⁣⁣⁣

DOA KOLEKTA: 

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber cahaya ilahi, Engkau menunjukkan cahaya kebenaran-Mu kepada orang-orang yang sesat, supaya mereka kembali ke jalan yang benar. Semoga kami yang menamakan diri orang kristiani, menjauhkan segala yang bertentangan dengan nama itu, serta berusaha hidup sebagai orang kristiani sejati. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….⁣⁣⁣⁣

ATAU : ⁣⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa pengasih dan penyayang, berkat Yesus Kristus, kami tahu siapakah Engkau bagi kami. Kami mohon semoga kami dapat percaya akan semua sabda-Mu, dan bimbinglah kami melaksanakan semua teladan yang diberikan-Nya kepada kami. Sebab Dialah Putra-Mu ….⁣⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 6:8-15

“Mereka tidak sanggup melawan hikmat Stefanus dan Roh yang mendorong dia berbicara.”

Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mukjizat-mukjizat dan tanda-tanda di antara orang banyak. Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini. – Anggota-anggota jemaat ini adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria. – Mereka datang bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus, tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara. Lalu mereka menghasut beberapa orang untuk mengatakan, “Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah.” Dengan jalan demikian mereka mengadakan suatu gerakan di antara orang banyak serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat; maka mereka menyergap Stefanus, lalu menyerahkan dan membawanya ke hadapan Mahkamah Agama. Lalu mereka mengajukan saksi-saksi palsu yang berkata, “Orang ini terus menerus mengucapkan perkataan yang menghina tempat kudus ini dan hukum Taurat. Sebab kami telah mendengar dia mengatakan bahwa Yesus, orang Nazaret itu, akan merobohkan tempat ini dan mengubah adat-istiadat yang diwariskan oleh Musa kepada kita.” Semua orang yang duduk dalam sidang Mahkamah Agama itu menatap Stefanus, lalu mereka melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 119:23-24.26-27.29-30

Ref. Berbahagialah orang yang hidup menurut Taurat Tuhan.

  1.  Sekalipun para pemuka duduk bersepakat melawan aku, hambamu ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu. Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, dan kehendak-Mu menjadi penasihat bagiku.

  2. Jalan hidupku telah kuceritakan dan Engkau menjawab aku; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.

  3. Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah hukum-Mu kepadaku. Aku telah memilih jalan kebenaran, dan menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Mat 4:4) Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 6:22-29

“Berkerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal.”

Setelah Yesus mempergandakan roti, keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang danau Tiberias, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain yang dipakai murid-murid Yesus. Mereka melihat juga bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat. Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias ke dekat tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya. Ketika orang banyak melihat bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus. Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya, “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?” Yesus menjawab, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.” Lalu kata mereka kepada-Nya, “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?” Jawab Yesus kepada mereka, “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Br Andreas Gatot Yudoanggono SCJ

Vivat cor Jesu per cor Maria. Hiduplah Hati Yesus, melalui hati Maria.

Sahabat Resi Dehonian yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Salam jumpa Bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Rumah SCJ Cipinang Cempedak Jakarta Timur Indonesia, dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Senin, 20 April 2026, Hari Biasa Pekan Paskah yang III. Tema Resi kita kali ini adalah: “Mencari Tuhan dengan hati yang benar” Marilah kita mempersiapkan hati untuk mendengarkan bacaan hari ini. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin

Para Sahabat, Saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Dalam bacaan injil hari ini dikisahkan bahwa orang banyak yang telah mengalami mukjizat penggandaan roti mencari Tuhan Yesus hingga menyeberang ke Kapernaum. Mereka tampak antusias dan setia mengikuti-Nya. Namun Yesus mengetahui bahwa motivasi mereka belum sepenuhnya murni. Mereka mencari Dia bukan karena memahami tanda-tanda ilahi, melainkan karena kenyang oleh roti. Dalam konteks masyarakat yang sering hidup dalam kekurangan, roti adalah simbol kebutuhan dasar. Karena itu, Tuhan Yesus mengarahkan mereka pada makna yang lebih dalam : bukan sekadar bekerja untuk makanan yang dapat binasa, tetapi untuk makanan yang bertahan sampai hidup yang kekal yakni percaya kepada Dia yang diutus oleh Allah. Lalu apa yang bisa kita pelajari? Saya menawarkan 3 hal saja:

  1. Memeriksa Motivasi dalam Mengikuti Tuhan: Orang banyak mengikuti Tuhan Yesus, tetapi Tuhan Yesus mengajak mereka melihat lebih dalam: mengapa mereka mencari Dia. Dalam hidup rohani, kita juga bisa rajin berdoa, melayani, atau bekerja, tetapi motivasi kita kadang masih bercampur, yakni mencari kenyamanan, pengakuan, atau hasil tertentu. Yang patut kita tanyakan dalam diri kita adalah: “Apakah saya mencari Tuhan karena sungguh mengasihi-Nya, atau karena mengharapkan sesuatu dari-Nya?”

  2. Bekerja untuk yang Bernilai Kekal: Tuhan Yesus menegaskan bahwa ada pekerjaan yang lebih penting daripada sekadar memenuhi kebutuhan duniawi, yaitu percaya kepada-Nya. Ini bukan berarti kebutuhan hidup tidak penting, tetapi jangan sampai seluruh energi hidup hanya habis untuk hal-hal sementara. Sebagai pengikut Kristus, kita semua diundang mempersembahkan hidup kita, dengan melakukan tugas sehari-hari dengan orientasi pada nilai kasih, pengorbanan, dan kesetiaan. Itu semua sebagai persembahan yang menyukakan Hati Allah. Yang menjadi pertanyaan bagi kita: “Apakah saya menata hidup dan pekerjaan saya hanya untuk keberhasilan duniawi, atau juga untuk pertumbuhan iman dan kasih?”

  3. Iman adalah Relasi, bukan Sekadar Usaha: Ketika orang banyak bertanya, “Apakah yang harus kami perbuat untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah?” dan Tuhan Yesus menjawab sederhana: percaya kepada Dia yang diutus Allah. Iman bukan pertama-tama soal banyaknya aktivitas, tetapi soal relasi yang mendalam, yaitu percaya, berserah, dan berjalan bersama Tuhan. Terkadang kita merasa harus melakukan banyak hal agar dianggap beriman. Padahal, yang Tuhan rindukan adalah hati yang percaya dan setia. Yang menjadi pertanyaan refleksi bagi kita: “Apakah saya lebih sibuk melakukan banyak hal, atau sungguh membangun relasi yang hidup dan intim dengan Tuhan?

Nah para sahabatku, saudari-saudara yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Melalui bacaan injil hari ini kita semua diundang untuk memurnikan hati dalam mengikuti Kristus. Tuhan tidak menolak kebutuhan kita, tetapi Tuhan mengarahkan kita pada makna hidup yang lebih dalam yakni hidup yang berakar pada iman dan kasih. Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk mencari Tuhan bukan karena apa yang kita terima, melainkan karena siapa Dia bagi kita. Ketika motivasi kita dimurnikan, pelayanan kita menjadi ringan, dan hidup kita menjadi persembahan yang penuh makna.

Semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita sehingga kita mampu mencari Dia dengan hati yang tulus, bekerja untuk nilai yang kekal, dan hidup dalam iman yang setia setiap hari. Amin.

Hati Yesus yang lemah lembut dan rendah hati, jadikanlah hati kami seperti Hati-Mu. Amin. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. Tuhan memberkati. Berkah Dalem.

 

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN⁣⁣

Allah Bapa sumber kesucian hidup, terimalah doa yang kami panjatkan ke hadirat-Mu bersama roti anggur ini. Semoga kami layak menerima sakramen cinta kasih-Mu yang agung. Demi Kristus,….⁣⁣⁣⁣

ATAU : ⁣⁣

Allah Bapa mahasetia, curahkanlah Roh-Mu kepada kami, tetap mantap dan patuh setia agar hidup atau mati kami mengikuti Yesus, Putra-Mu terkasih, Tuhan dan pengantara kami.⁣⁣⁣⁣

ANTIFON KOMUNI  — Yohanes 14:27⁣⁣

Tuhan bersabda, “Damai sejahtera kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan dunia kepadamu.” Aleluya.⁣⁣⁣⁣

DOA SESUDAH KOMUNI⁣⁣: 

Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, berkat kebangkitan Kristus Putra-Mu, Engkau memulihkan kami untuk hidup abadi. Semoga rahmat Paskah semakin tampak dalam hidup kami, dan memberi kami kekuatan untuk mencapai keselamatan kekal. Demi Kristus,⁣⁣..⁣⁣

ATAU : ⁣⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kehidupan abadi, berilah kami tanda dan baptislah kami dengan Roh-Mu, agar kami dapat mengimani bahwa Putra-Mulah pemimpin kami, yang menuntun kami meninggalkan kematian dan masuk ke dalam hidup abadi. Sebab Dialah ….⁣⁣

DOWNLOAD AUDIO RESI:

No Comments

Leave a Comment