Jumat, 18 September 2020 – Hari Biasa Pekan XXIV

Rm. YAM. Fridho Mulya SCJ Dari Komunitas SCJ Leo Dehon Metro Lampung Indonesia

 
 
 
 

ANTIFON PEMBUKA    –   bdk. 1Kor 14:20

Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pewartaan kita dan sia-sia pula iman kita. Namun, ternyata Kristus telah bangkit dari alam maut sebagai yang sulung dari antara orang mati.

PENGANTAR

Kristus dapat mempesona kita, teladan hidup-Nya menarik. Tetapi bukan itulah alasan kita mengapa kita menjadi pengikut Kristus. Ia lebih daripada seorang teladan. Ia wafat, namun bangkit dan hidup. Maka terbukalah hubungan pribadi dengan Dia. Banyak yang terpesona oleh Dia, terutama murid-murid-Nya, termasuk beberapa wanita. Mereka mengikuti Dia dengan keyakinan: merekalah saksi-saksi kebangkitan Kristus.

DOA PEMBUKA

Marilah berdoa: Allah Bapa kami, sumber kekuatan, semoga hidup kami ini kami sadari dengan kuat, semoga semua orang Kauberi harapan dalam sabda Putra-Mu. Perkenankanlah dunia bernapas berkat daya Roh-Mu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu,

 
BACAAN PERTAMA: I Korintus 15:12.16-20

“Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaanmu.”

Saudara-saudara, jika kami wartakan bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Dan andaikata Kristus tidak dibangkitkan, sia-sialah pewartaan kami, dan sia-sialah pula kepercayaanmu. Apalagi andaikata demikian, kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus, padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, andaikata benar bahwa orang mati tidak dibangkitkan. Sebab andaikata benar bahwa orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Dan andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaanmu dan kamu masih hidup dalam dosamu. Dengan demikian binasa pulalah orang-prang yang meninggal dalam Kristus. Dan jikalau kita berharap pada Kristus hanya dalam hidup ini, maka kita ini orang-orang yang paling malang dari semua manusia. Namun, ternyata Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati sebagai yang sulung dari antara orang-orang yang telah meninggal dunia.

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 17:1.6-7.8b.15

Ref. Pada waktu bangun aku menikmati hadirat-Mu, ya Tuhan.

  1. Dengarkanlah, Tuhan, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku; berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu.

  2. Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku. Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak. Sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu.

  3. Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.

 

BAIT PENGANTAR INJIL:

U: Alleluya
S; Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.

 

BACAAN INJIL: Lukas 8:1-3

“Beberapa wanita menyertai Yesus dan melayani Dia dengan harta bendanya.”

Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid menyertai Dia, dan juga beberapa wanita, yang telah disembuhkan-Nya dari roh-roh jahat serta berbagai macam penyakit, selalu menyertai Dia. Para wanita itu ialah: Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh setan; Yohana, isteri Khuza, bendahara Herodes, Susana dan masih banyak lagi yang lain. Wanita-wanita itu melayani seluruh rombongan dengan harta kekayaan mereka.

 

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. YAM Fridho Mulya SCJ

Vivat Cor Jesus, Per Cor Mariae; Hidup Hati Jesus melalui Hati Bunda Maria.

Para Pendengar Resi Dehonian yang setia, jumpa dengan saya Romo Y.A.M Fridho Mulya, SCJ dari Komunitas Dehon Metro, Lampung, Indonesia, dalam RESI (Renungan Singkat) hari ini Jumat, 18 September 2020. Hati Kudus Yesus menjiwai Anda sekalian.

Para Pencinta Resi yang dikasihi Tuhan Yesus, Ketika saya membaca Injil ini, dan hendak merenungkannya, khususnya ayat satu “Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah”, saya teringat tembangnya Didi Kempot, “Sewu Kutha”, lagunya demikian:

Sewu kutha uwis tak liwati, Sewu ati tak takoni, Nanging kabeh padha ora ngerti, Lungamu neng ngendi, Pirang tahun nggonku nggoleki, Seprene durung bisa nemoni, dst..

(Terjemahannya: Seribu kota sudah dijalani, Seribu hati sudah ditanyai, Tetapi seorangpun tiada yang tahu,  Perginya entah ke mana, Bertahun-tahun sudah mencari . Sampai sekarang tak bisa ketemu.. DST)

Lagu ini mengkisahkan sang Dedi Kempot yang jatuh cinta kepada seorang wanita idaman, dia pergi entak kemana. Dicari di ribuan kota, bertanya kepada ribuan orang, tidak ada orang yang tahu, namun tidak ketemu juga, entah perginya ke mana. Tetapi kisah ini adalah kisah perjalanan hati, hanya di angan-angan, tidak real, tidak sungguh dijalani. Meski digerakkan oleh cinta.

Berbeda dengan apa yang Yesus lakukan. Sungguh real dan nyata. “Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa.” Tidak disebut secara persis kota atau desa mana yang Yesus kelilingi. Diperkirakan jika Yesus berada di Galilea, tidak jauh dari danau Galilea, di sana ada kota Kaparnaum, tempat Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira yang sakit, kota Tabgha, kota Migdal, kota Tiberias, kota Naim dan banyak yang lain, di situ juga banyak desa. Jarak kota satu dengan yang lain tentu tidak dekat. Tidak ada kendaraan bermotor, semua Yesus lakukan dengan berjalan kaki, paling-paling naik keledai. Maka membutuhkan waktu berhari-hari, berminggu-minggu. Bahkan mungkin berbulan-bulan. Tiada kelelahan. Dua belas murid Yesus gebung bersama Dia, juga perempuan-perempuan. Ini rombongan besar, bisa dipastikan juga membawa bekal, wanita-wanita yang menyiapkan bekal itu. Semua Yesus lakukan melaksanakan pelayanan misinya: “MEMBERITAKAN INJIL KERAJAAN ALLAH”

Misi Yesus memang untuk “memberitakan Injil Kerajaan Allah”.  Itulah kehendak Bapa di surga. Kerajaan Allah itu sesungguhnya Yesus sendiri. Dia adalah utusan Allah, yang mengejawantakan kasih dan keselamatan dari Allah. Kehadiran Yesus, itu untuk menyembuhkan: orang-orang sakit, orang lumpuh, orang-orang yang kerasukan setan; menyucikan,  orang-orang berdosa diampuni dosanya, martabatnya diangkat, kemanusiaannya dihargai, seperti Maria Magdalena yang dibebaskan dari 7 roh jahat, dan wanita-wanita lain yang mengalami kuasa kesembuhan dari Yesus. Yesus membawa kegembiraan, membawa penghiburan, Yesus membawa keselamatan. Sumbu yang berkedip tidak dipadamkan, gelagah yang terkulai tidak dipatahkan.

Dalam melaksanakan misi pelayanan “memberitakan Injil Kerajaan Allah”, Yesus melibatkan 12 murid baru yang dipanggil dari berbagai latar belakang: mereka harus belajar dari Sang Guru, mengalami bersama Sang Guru bagaimana dan apa arti “memberitakan Injil Kerajaan Allah”, mereka harus bersatu dalam kesatuan sebagai kolegia, bahwa “memberitakan Injil Kerajaan Allah” itu sebagai tanggunjawab setiap pribadi yang percaya, juga selalu dalam kesatuan. Bersatu satu sama lain dan bersatu dengan Yesus. Ini menjadi teladan bagi kita.

Yesus juga melibatkan perempuan-perempuan yang telah menerima kesembuhan, seperti Maria Magdalena yang disembuhkan dari kuasa 7 roh jahat  dan wanita-wanita lain yang mendapat perlindungan khusus dari Yesus. Mereka terlibat dengan cara mereka, menghormati Yesus dengan cara memberi sumbangan secara tetap untuk membantu Yesus dan murid-Nya. Pelayanan dan pengabdian perempuan-perempuan itu masih terus menjadi teladan bagi setiap perempuan yang percaya kepada-Nya. Di dalam gereja ada bgitu banyak perempuan yang terlibat dalam pelayanan “mewartakan Injil Kerajaan Allah.” Sejauh kita  melayani Dia, sejauh itu pulalah kata-kata dalam Mat 25:34-40, berlaku untuk kita. “sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraku yang paling hina ini, juga kamu lakukan untuk Aku.”

Karena itu, para Pendengar RESI, kita yang sudah mengimani Yesus yang menderita sengsara, wafat, dibangkitkan dan naik ke surga, sebagai mana Santo Paulus wartakan.  Kita setiap pribadi dalam kolegia dipanggil “memberitakan Injil Kerajaan Allah”. Semua terlibat dengan cara kita, tiada perbedaan, tiada diskriminasi, pria wanita dipanggil untuk misi ini. Kita, dipanggil menjadi nabi “cinta kasih pelayanan perdamaian”. Semakin mengkongkritkan bahwa “memberitakan Injil Kerajaan Allah  menaklukkan semakin banyak orang cinta dan bersatu dalam Hati Kudus Yesus.

Kita mengail dapat gurami                       

Gurami ikan enak diolah                         

Kita dipanggil menjadi nabi                     

Mewartakan Injil Kerajaan Allah            

                   Gurami diolah jadi sajian

                   Dikasih madu terus dikukus

                   Nabi kasih pelayan perdamaian

                   Orang bersatu dalam Yesus

Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita, sehingga hati kita menjadi seperti hatiNya. Tuhan memberkati. Amin.

 

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa sumber kehidupan, bangkitkanlah kami agar dapat hidup baru berkat daya santapan suci ini yang dianugerahkan oleh Kristus,… 

 

ANTIFON KOMUNI – I Korintus 15:14

Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, sia-sialah pemberitaan kami  dan sia-sialah pula kepercayaanmu. 

 

DOA PENUTUP

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber segala kebenaran, kami bersyukur bahwasanya Engkau telah menyampaikan sabda-Mu kepada kami dalam diri Yesus Putra-Mu terkasih.  Kami mohon, semoga sabda-Nya membawa kabar baik bagi manusia dan para bangsa yang terpencil, sakit menderita serta bagi siapa pun yang disinari matahari. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

1 Comment

  • Yohana titik purwasih September 19, 2020 at 8:05 am

    Trmkasih eyang romo…. Atas sabda tuhan yang diberitakan… Semoga kebenaran firman tuhan senantiasa menyertai kita semua… Salam damai salam sehat sejahtera… Gbu

    Reply

Leave a Comment