Kamis, 15 Oktober 2020 – Peringatan Wajib Sta. Teresia dari Yesus, Perawan dan Pujangga Gereja

Rm. Yohanes Sigit Winarno SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St. Maria Ratu Rosario Seberang Ulu Palembang – Indonesia

 
 
 
 

ANTIFON PEMBUKA

Bagaikan rusa merindukan air, demikianlah hatiku padaMu, ya Allah Hatiku haus akan Allah, Allah yang hidup.

 

PENGANTAR

Biara sering disebut-sebut sebagai tempat ketenangan dan peristirahatan Tetapi it tidak berati bahwa segalanya berjalan serba lancar dan tenang, bahwa pembaharuan, perubahan selalu diperlukan juga Theresia (Teresa de Cepeda y Ahumada) lahir di Avillah tahun 1515 Pada umur 19 tahun ia masuk biara Karmel. Tetapi pertobatannya baru terjadi pada tahun 1555 ketika melihat gambaran Yesus yang dianiaya. la yakin bahwa Karmel memerlukan pembaharuan. Mula-mula ada yang menentang, sampai diketahui, bahwa bukan nafsu pembaharuan melainkan rasa religius mendalamlah yang menjadi alasannya, pun pula suatu keprihatinan akan hidup bersama. Berkat tulisan-tulisan rohani yang mengungkapkan religiusnya, dialah wanita pertama yang mendapat gelar Pujangga Gereja bersama Santa Katarina dari Siena pada tahun 1970 dari Paus Paulus VI

 

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa, yang bersemayam di istana mulia, atas dorongan Roh Kudus Santa Terasia telah menunjukkan jalan menuju kesempurnaan kepada umat-Mu. Semoga budi kami selalu dibimbing ajarannya dan hati kami dikobarkan keinginan akan kesucian Demi Yesus Kristus, Putra-Mu.

 

BACAAN PERTAMA: Efesus 1:1-10

“Allah telah memilih kita sebelum menciptakan jaga raya.”

Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang yang percaya dalam Kristus Yesus. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kalian. Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di surga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercela di hadapan-Nya. Dengan kasih, Allah telah menentukan kita menjadi anak-Nya oleh perantaraan Yesus Kristus sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita dalam Dia yang dikasihi-Nya. Sebab dalam Kristus dan oleh darah-Nya, kita telah memperoleh penebusan, yaitu pengampunan dosa menurut kekayaan kasih karunia-Nya, yang Ia lempahkan kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. Sebab Allah telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya dalam Kristus, sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan segala sesuatu dalam Kristus sebagai kepala, baik yang di surga maupun yang di bumi.



MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 98:1.2-3ab.3cd-4.5-6

Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Atau. Tuhan telah memperkenalkan penyelamatan-Nya.

  1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.

  2. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang daripada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.

  3. Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!

  4. Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring, bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan!

BAIT PENGANTAR INJIL:

U: Alleluya, alleluya, alleluya.
S: (Yoh 10:6) Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tak seorang pun dapat datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.
  
 

BACAAN INJIL: Lukas 11:47-54

“Darah para nabi, mulai dari Habel sampai kepada Zakharia akan dituntut.”

Sekali peristiwa, tatkala duduk makan di rumah seorang Farisi, Yesus berkata, “Celakalah kalian, sebab kalian membangun makam bagi para nabi, padahal nenek moyangmulah yang telah membunuh mereka. Dengan drmikian kalian mengakui, bahwa kalian membenarkan perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kalian membangun makamnya. Sebab itu hikmat Allah berkata, ‘Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul. Tetapi separuh dari antara para nabi dan para rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya. Maka dari angkatan ini akan dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan, mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan rumah Allah.’ Bahkan Aku berkata kepadamu, ‘Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini.’ Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat, sebab kalian telah mengambil kunci pengetahuan. Kalian sendiri tidak masuk ke dalamnya, tetapi orang yang berusaha masuk kalian halang-halangi.” Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, para ahli Taurat dan orang Farisi terus-menerus mengintai, dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal. Dengan itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-nya.

 

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Petrus haryanto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah hati Kudus yesus melalui Hati Maria

Bapak ibu, saudara saudari dan para sahabat resi yang saya kasihi di dalam Tuhan Yesus Kristus. Hampir semua dari kita pasti pernah punya pengalaman ditegur, diingatkan atau dikritik. Di sekolah, seorang guru berkali-kali menegur siswa yang membuang sampah sembarangan atau ngobrol di kelas pada saat guru sedang menjelaskan. Pengendara sepeda motor ditegur oleh polisi karena tidak memakai helm. Atau seorang ibu menegur anaknya karena sepanjang hari hanya main gadget dan tidak mau belajar. Teguran muncul karena ada sesuatu yang tidak benar atau perilaku yang salah. Tujuan dari teguran tersebut adalah untuk mengingatkan dan mengajak untuk berubah melakukan tindakan yang benar.

Injil yang kita dengarkan tadi, mengkisahkan Yesus menegur orang-orang Farisi. Mereka ditegur oleh Yesus karena sikap munafik yang mereka miliki. Setelah Yesus menegur, ternyata bukan hanya orang Farisi yang tersinggung tetapi juga para ahli Taurat. Mereka semua sangat menekankan hal yang lahiriah, mereka menonjolkan sikap jaim untuk membangun opini public bahwa mereka baik. Padahal hati mereka penuh kebusukan dan ketamakan, mengabaikan keadilan dan belaskasihan pada Tuhan serta sesama. Bahkan mereka menolak kebenaran firman Tuhan yang esensial.

Para sahabat resi yang saya kasihi. Apa yang dapat kita pelajari dari sabda Tuhan ini? Pesan apa yang dapat menjadi permenungan kita hari ini? Melalui firman-Nya, Yesus mengingatkan kita untuk tidak menjadi pribadi yang penuh kepura-puraan. Ia ingin kita seimbang, berlaku wajar, sederhana dan tidak sombong. Ada saatnya kita pun akan ditegur oleh Tuhan ketika kita bersalah atau mulai lupa akan jalan dan panggilan kita sebagai orang beriman. Teguran bukanlah hukuman tetapi ungkapan cinta Tuhan kepada kita karena Ia ingin kita, anak-Nya selamat dan bahagia. Semoga hari ini menjadi hari yang penuh cinta karena rahmat Tuhan berlimpah atas hidup kita. Tuhan memberkati senantiasa. Amin

 

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: 

Allah Bapa kami, Raja Mahamulia,  semoga persembahan kami berkenan di Hati-Mu sebagaimana Engkau berkenan akan pengabdian dan ketaatan Santa Teresia. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami

 

ANTIFON KOMUNI

Kasih-Mu, ya Tuhan, hendak kunyanyikan selamanya. Kesetiaan-Mu, ya Allah hendak kuwartakan turun-temurun

 

DOA PENUTUP:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami yang maha agung keluarga-Mu ini telah Kau Segarkan dengan santapan surgawi.  Semoga kami seturut teladan Santa Theresia, selalu gembira dan memuji kasih setia-Mu.Demi Kristus. Tuhan dan pengantara kami.. 

1 Comment

  • Bian E Admo Oktober 14, 2020 at 3:26 pm

    Semoga aku tdk menjadi pribadi yg penuh kepura-puraan.
    Trimakasih Romo utk renungannya.

    Reply

Leave a Comment