Minggu, 13 Desember 2020 – Hari Minggu Adven III

Rm. Vincent Suparman SCJ dari Komunitas SCJ Florida USA

 
 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Flp. 4:4-5⁣

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan. Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Sebab Tuhan sudah dekat.⁣

 

PENGANTAR

Dunia bertanya kepada Gereja: Siapakah engkau itu? Sanggupkah engkau mendatangkan perdamaian dan persaudaraan? Apa yang dapat diharapkan orang daripadamu? Jawaban Gereja, jawaban kita bersama, tak berbeda dengan jawaban Yohanes Pembaptis dalam Injil hari ini, “Aku tak punya jawaban atas segala masalah, tetapi lihatlah Kristus. Kalau kalian menginginkan perdamaian dan mengharapkan kebahagiaan bagi semua orang, maka la sudah hadir di tengah-tengahmu. Dialah Penyelamatmu.” Kita hendaknya berusaha agar dapat mengenal Kristus dan memperkenalkan Dia kepada semua orang yang mencari dan menantikannya.⁣

 

DOA PEMBUKA

Marilah kita berdoa, (hening sejenak): Ya Allah Bapa kami, Engkau memperbarui dunia dalam diri Yesus Kristus, Putra-Mu. Kami mohon, teguhkanlah iman, harapan, dan kasih kami untuk menyongsong kedatangan Putra-Mu sehingga kami pun benar-benar diperbarui. Sebab, Dialah Tuhan kami, Yesus Kristus, yang bersama Engkau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa. Amin⁣

 

BACAAN PERTAMA: Kitab Yesaya 61:1-2a.10-11

“Aku bersukaria di dalam Tuhan.”

Kata nabi, “Roh Tuhan ada padaku, sebab ia telah mengurapi aku. Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati. Aku diutus untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara. Tuhan Allah berkenan kepadaku untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan dan hari pembalasan Allah kita. Aku bersukaria di dalam Tuhan, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku. Sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin pria mengenakan hiasan kepala, dan seperti pengantain wanita memakai perhiasan. Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa.”

 

KIDUNG TANGGAPAN: Lukas 1:46-54

Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.

  1. Aku mengagungkan Tuhan, hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku. Sebab Ia memperhatikan daku, hamba-Nya yang hina ini.

     

  2. Mulai sekarang aku disebut yang bahagia oleh sekalian bangsa. Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa; kuduslah nama-Nya.

     

  3. Kasih sayang-Nya turun-temurun kepada orang yang takwa. Perkasalah perbuatan tangan-Nya; diceraiberaikan-Nya orang yang angkuh hatinya.

     

  4. Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta, yang hina dina diangkat-Nya. Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan; orang kaya diusir-Nya dengan tangan kosong.

     

  5. Menurut janji-Nya kepada leluhur kita, Allah telah menolong Israel, hamba-Nya. Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya untuk selama-lamanya.

 

BACAAN KEDUA: II Tesalonika 5:16-24

“Semoga roh, jiwa, dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tidak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.”

Saudara-saudara, bersukacitalah senantiasa! Tetaplah berdoa dan mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah bagi kamu di dalam Kristus Yesus. Jangan padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat! Ujilah segala sesuatu, dan peganglah yang baik. Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan. Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya, dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia; maka Ia pun akan menggenapinya.

 

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya.
S : (Yes 61:1) Roh Tuhan ada padaku. Ia mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara.

BACAAN INJIL: Yohanes 1:6-8.19-28

“Di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal.”

Datanglah seorang yang diutus Allah namanya Yohanes. Ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Yohanes sendiri bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus kepadanya beberapa imam dan orang-orang Lewi untuk menanyakan kepadanya, “Siapakah Engkau?” Yohanes mengaku dan tidak berdusta, katanya, “Aku bukan Mesias!” Lalu mereka bertanya kepadanya, “Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?” Yohanes menjawab, “Bukan!” Engkaukah nabi yang akan datang?” Ia pun menjawab, “Bukan!” Maka kata mereka kepadanya, “Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?” Jawab Yohanes, “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan, seperti yang telah dikatakan Nabi Yesaya. Di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka bertanya kepada Yohanes, “Mengapa engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?” Yohanes menjawab kepada mereka, “Aku membaptis dengan air, tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia yang datang kemudian daripada aku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.” Hal itu terjadi di Betania yang di seberang Sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis orang.

 

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Vincent Suparman SCJ

Vivat Cor Iesus, Per Cor Mariae. Hiduplah Hati Jesus, Melalui Hati Maria.

Jumpa lagi para pendengar Resi Dehonian bersama saya, Pastor Vincent Suparman, SCJ, dari Komunitas SCJ Florida, Amerika Sarikat,  dalam Edisi 13 December 2020.

Setiap 50 tahun Umat Israel diperintahkan untuk merayakan Tahun Jubelium – satu tahun yang dikhususkan bagi Tuhan(Imamat 25:10-12). Allah tidak ingin umat-Nya melupakan semua berkat dan sukacita yang Ia berikan selama bertahun-tahun.  Di tahun Jubelium Nabi Jesaya menubuatkan bahwa Allah akan mengutus Hamba Yahwe yang terurapi untuk memulangkan para tawanan(Jesaya 61). Hamba Yahwe yang terurapi itu menyampaikan Khabar Gembira – kata yang sama untuk Injil).  Khabar Gembira direalisir secara konkret yaitu membebaskan orang-orang dari dosa, dari kegelapan, dari kehilangan harapan, dan telantar(Jesaya 62:1-2).

Johanes menyadari bahwa ia dipanggil oleh Allah untuk tugas khusus itu. Tugas utamanya ialah mengumumkan kedatangan Sang Mesias. Namun, tugas itu dipertanyakan oleh pemimpin agama: “ Mandat untuk mengumumkan kedatangan Sang Mesias itu berasal dari siapa sehingga ia berani berbicara atas nama Allah”. Lantas, mereka bertanya secara terang-terangan kepadanya,  “Siapakah engkau?” dan “Apa pendapatmu tentang dirimu sendiri?” Mereka ingin mengetahui apakah ia benar diutus oleh Allah? Apakah ia menyatakan dirinya sebagai Mesias atau seorang dari antara para nabi yang dinantikan kedatangannya untuk mengumumkan kedatangan Sang Mesias? (Lih Maleakhi 4:5, Ulangan 18:15).

Tanpa keraguan dan kesalahan Johanes menerangkan panggilan dan missinya. Dalam kerendahan hati dan ketulusannya ia berkata bahwa ia hanyalah suara yang menyiapkan jalan bagi kedatangan Penguasa atas semua bangsa, Mesias dan Raja yang diurapi.

Johanes Pembaptis menjembatani Era Perjanjian Lama dan Era Perjanjian Baru. Ia adalah nabi terakhir dari Era Penjanjian Lama yang mengarahkan umatnya untuk menyambut kedatangan Sang Mesias. Ia adalah saksi pertama dari Era Penjanjian Baru yang menjadi martir. Ia adalah tokoh yang berseru-seru di padang gurun. Ia  menyiapkan jalan bagi Jesus dan memaklumkan missinya untuk membawa umat menerima Jesus: Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa-dosa dunia(Joh 1:29). Ia menyaksikan dari jauh bagaimana Sang Mesias akan menggenapi pelayanan-Nya untuk menebus manusia dari perbudakan dosa. Lebih daripada itu, sesudah manusia diampuni dosa-dosanya, manusia diangkat menjadi anak-anak Allah, Allah Bapa sorgawi kita. Tuhan Jesus datang untuk mendamaikan kita dengan Allah dan kita dijadikan warga Kerajaan Allah. Itulah kerajaan adil dan damai yang berjaya selama-salamanya.

Johanes adalah nabi terbesar di antara para nabi. Tetapi ia hidup sederhana dan setia sebagai pelayan Allah. Ia mengarahkan para muridnya kepada Jesus, Mesias sejati dan Penebus dunia. Sejak awal Gereja memberi gelar kepada  Johanes Saksi Kedatangan Tuhan, Trumpet Surgawi, Pembawa suara Kristus, Suara Firman, Sahabat Mempelai, dan Mahkota Para Nabi.

Mengakhiri renungan kita hari ini, marilah kita membuka diri kita agar Allah memakai kita sebagai pembawa kebenaran dan rahmat. Marilah kita mohon kepada-Nya agar kita menjadi saksi-saksi yang setia memberitakan sukacita Injil dan mengantarkan jiwa-jiwa yang haus bertemu dengan Jesus.

 

DOA UMAT⁣

I : Allah Bapa mengutus Yohanes Pembaptis untuk meluruskan jalan bagi Sang Mesias, Sang Terang Sejati, yakni Tuhan Yesus Kristus. Marilah kita mempersiapkan diri menerima kedatangan Sang Terang dengan memurnikan selalu iman kita dan memanjatkan doa-doa kepada-Nya.⁣

L : Bagi Bapa Suci, para Uskup, dan para Imam: Ya Bapa, kuatkanlah selalu Bapa Suci, para Uskup, dan para Imam dengan Roh Kudus-Mu dalam mewartakan kabar gembira kedatangan-Mu yang menyelamatkan bagi kami umat-Mu.⁣

U : Semoga bersama mereka kami semakin mampu membuka diri me nerima kedatangan Kristus di dalam setiap langkah hidup kami⁣

L : Bagi para pemimpin masyarakat: Ya Bapa, dampingilah para pemimpin agar dengan rendah hati dan penuh rasa tanggung jawab menanggapi serta me wujudkan kesejahteraan umum sesuai kehendak-Mu⁣

U :Semoga bersama mereka kami mampu mewujudia keadilan dan damai sejahtera Kerajaan Mu di tengah tengah kami.⁣

L : Bagi anak-anak yang baru lahir: Ya Bapa berkatilah anak-anak yang baru terlahir di tengah tengah kami sebab kelahiran mereka menampakkan kasih Mu sendiri atas kehidupan.⁣

U : Semoga kehadiran mereka tetap menjadi arte iman serta harapan dalam hidup kami akan Dikau, Sang Sumber kehiduparn dan keselamatan kami⁣

L : Bagi kita sendiri: Ya Bapa, curahkanlah Roh Kudus-Mu bagi kami yang tengah menantikan hari kelahiran Putra Mu, Yesus Kristus⁣

U : Semoga warta sukacita Natal membaca pembaruan bagi hidup kami agar semakin mampu menjadi berkat bagi sesama.⁣

I : Ya Bapa, di dalam diri Kristus, kami mengenal Engkau yang berbelaskasih kepada kami. Bangkitkanlah harapan dan keyakinan kami bahwa Engkau mendengarkan kami, kini dan sepanjang masa U Amin⁣

 

LITURGI EKARISTI⁣

 

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN ⁣

Bapa Yang Mahakudus, terimalah diri kami yang kami persembahkan kepada-Mu bersama dengan persembahan roti dan anggur ini. Jadikanlah kami saksi dan pewarta belas kasih-Mu seturut teladan Putra-Mu Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. U Amin⁣

 

ANTIFON KOMUNI – Bdk Yes 35: 4⁣

Katakanlah kepada yang tawar hati: Tabahkanlah hatimu dan jangan takut. Lihatlah, Tuhan akan datang menyelamatkan kita⁣

 

DOA PENUTUP⁣

Marilah berdoa: Ya Allah, semoga rezeki surgawi yang telah kami terima menguduskan kami sepenuhnya. Tunjukkanlah kepada ka mi jalan yang benar, yaitu jalan hidup Kristus, Putra-Mu. yang akan membawa kami sampai kepada kehidupan kekal. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami⁣. Amin.

 

No Comments

Leave a Comment