Sabtu, 26 Desember 2020 – Pesta St. Stefanus, Martir Pertama

Rm. Gregorius Jenli Imawan SCJ dari Komunitas SCJ Brussel Belgia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA⁣

Pintu surga terbuka bagi Stefanus. Dialah yang pertama di antara para martir. Maka ia berseri mulia di surga, dimahkotai dengan kemenangan.⁣

 

PENGANTAR⁣

Di antara tujuh diakon jemaat di Yerusalem (Kis 6:5) Stefanus memainkan peran yang istimewa. Ia digambarkan sebagai orang yang penuh rahmat dan kekuatan, penuh Roh Kudus. Ia tampil dalam debat melawan orang Yahudi. Tetapi akhirnya Sefanis digelantang ke mahkamah Yahudi dan diputuskanlah hukuman matI. Stefanus merupakan teladan martir Kristiani: ia mewartakan Yesus yang tersalib dan Mesias yang diangkat dalam kemulaan Allah, ia melihat Putra Manusia di sisi kanan Allah dan kesaksiannya itu diteguhkan dengan kata dan darah⁣

 

DOA PEMBUKA⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahakuasa dan mahamulia, hari ini kami rayakan martir pertama Gereja-Mu. Kami mohon, doronglah kami menarut, cinta kasih kepada musuh dan lawan kami sebagaimana Santo Stefanus, yang mendoakan para pembunuhnya Demi Yesus Kristus….

 

BACAAN PERTAMA: Kisah Para Rasul 6:8-10; 7:54-59

“Aku melihat langit terbuka.”

Sekali peristiwa Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mukjizat dan tanda-tanda di antara orang banyak. Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini. – Anggota jemaat ini adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria. – Mereka tampil bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang ini bersoal jawab dengan Stefanus, tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmat Stefanus dan Roh Kudus yang mendorong dia berbicara. Mendengar semua yang dikatakan Stefanus, para anggota Mahkamah Agama sangat tertusuk hatinya. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi. Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit; ia melihat kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Maka katanya, “Sungguh, aku melihat langit terbuka, dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.” Maka berteriak-teriaklah mereka, dan sambil menutup telinga serempak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya dengan batu. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Sementara dilempari, Stefanus berdoa, “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.”

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 31:3cd-4.6.8ab.16bc.17

Ref. Ke dalam tangan-Mu, Tuhan, kuserahkan jiwaku.

  1. Jadilah bagiku gunung batu tempat berlindung, dan kubu pertahanan untuk menyelamatkan daku! Sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku; oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.

  2. Ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku; sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia. Aku akan bersorak sorai dan bersukacita karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku.

  3. Lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan bebaskanlah dari orang-orang yang mengejarku! Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!

BAIT PENGANTAR INJIL

U : Alleluya

S : Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita. 

 

BACAAN INJIL: Matius 10:17-22

“Karena Aku, kamu akan digiring ke muka para penguasa dan raja-raja.”

Pada waktu mengutus murid-murid-Nya, Yesus berkata, “Waspadalah terhadap semua orang! Sebab ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama; dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Karena Aku, kamu akan digiring ke muka para penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berbicara, melainkan Roh Bapamu; Dialah yang akan berbicara dalam dirimu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh; demikian juga seorang ayah akan menyerahkan anaknya. Anak-anak akan memberontak terhadap orangtuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.”

 

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Gregorius Jenli Imawan SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Romo Jenli, SCJ dari Komunitas SCJ – Brussel, Belgia; dalam ReSi – Renungan Singkat – Dehonian, edisi hari Sabtu, 26 Januari 2020.

Pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Romo Jenli, SCJ dari Komunitas SCJ – Brussel, Belgia; dalam ReSi – Renungan Singkat – Dehonian, edisi hari Sabtu, 26 Desember 2020.

Marilah kita mendengarkan Sabda Tuhan pada hari ini, yakni dari Injil Matius 10: 17-22.

Saudari-saudariku yang diberkati Tuhan, masih dalam sukacita pesta kelahiran Tuhan, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Natal untuk kita semua. Perayaan Natal pada tahun ini serasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumya; dan kita patut memaklumi bahwa kesederhanaan Natal pada tahun ini dibuat agar kita dan keluarga selalu dalam keadaan yang sehat. Saya rasa, kesederhanaan Natal pada tahun ini membawa kita pada suasana Natal pertama, di mana Yesus lahir hanya di antara beberapa orang dan dalam kesunyian malam yang tenang. 

Meski dalam kesederhanaan, kita tentunya tidak ingin melepaskan makna Natal bagi hidup kita sebagai orang Kristiani. Natal, bagaimana pun bentuk dan cara merayakannya, mengundang kita untuk mengalami dan mengamini bahwa Sang Juruselamat hadir di dunia. Natal juga mengajak kita untuk menjadi saksi keselamatan yang dibawa Tuhan ke dunia. Inilah makna Natal, yakni setelah mengalami dan mengamini bahwa Tuhan hadir, kemudian kita diundang untuk menjadi saksi keselamatan-Nya. Inilah warta yang harus kita gaungkan bagi dunia. Maka, tepatlah jika bacaan Injil pada hari ini kita renungkan. Sebagai bacaan liturgis untuk Pesta Santo Stefanus, Martir pertama yang kita rayakan pada tanggal ini, Gereja mengundang kita untuk menjadi saksi Tuhan dan keselamatan dari-Nya.

Tuhan Yesus dalam bacaan Injil hari ini mengundang kita untuk menjadi saksi-Nya. Memang tidak mudah, bahkan Tuhan pun memperingatkan. Akan ada pertentangan dan perlawanan, baik itu dari orang-orang yang dekat serta jauh dari kita, akan menjadi bagian dan konsekuensi dari misi pewartaan di jaman sekarang. Konkritnya, sering kita mendengar atau bahkan kita sendiri yang megatakan: “Menjadi orang Katolik itu tidak gampang”! Memang demikian adanya dan pengalaman pun menunjukkannya. Meski demikian, Tuhan tidak membiarkan kita sendiri. Ia berjanji akan ada Roh Bapa yang selalu menyertai kita. Dia-lah Roh Yesus sendiri, Dia-lah Roh Kudus.

Merayakan Natal adalah bagian dari pengalaman iman yang mengundang kita untuk menjadi saksi-saksi keselamatan Tuhan; atau juga menjadi orang-orang Katolik sejati di jaman sekarang. Dan, itu bisa terjadi karena Roh Tuhan selalu bersama kita.

Semoga Hati Kudus Yesus, selalu memberkati kita. Amin!

 

DOA PERSIAPAN⁣

Allah Bapa, sumber kemuliaan abadi, kami persembahkan roti anggur pada pesta Santo Stelanus, martir-Mu, yang telah mengurbankan dirinya demi iman. Terimalah kiranya dengan rela tanda bakti cinta kasih umatMu ini. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.⁣

 

ANTIFON KOMUNI – Kis 7:58⁣

Mareka merajam Stefinus yang berdoa, “Tuhan Yesus, terimalah nyawaku.”⁣

 

DOA PENUTUP⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa, sumber keselamatan kami. Kami bersyukur atas kerahiman yang Kau limpahkan kepada kami. Engkau telah menyelamatkan kami dengan kelahiran Putra-Mu terkasih dan menggembirakan kami dengan kelahiran Santo Stefanus di surga. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami…. ⁣

1 Comment

  • Yakobus Filipus Asyar Desember 26, 2020 at 2:07 am

    Apa tidak salah ini RENUNGAN…?
    Koch yang direnungkan Injil Lukas 21:20-28 bacaan untuk Kamis, 26 November 2020….

    Reply

Leave a Comment