Sabtu, 27 Februari 2021 – Hari Biasa Pekan I Prapaskah

Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ dari komunitas SCJ Bandar Lampung Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA — Mazmur 19.8⁣

Sempurnalah hukum Tuhan dan menyegarkan jiwa. Benarlah kesaksian Tuhan, hikmat bagi orang sederhana.⁣

PENGANTAR

Peraturan, undang-undang, dan hukum tidak selalu kita sukai, karena sedikit banyak mengekang nafsu kebabasan kita. Na mun, cinta kasih harus mendarah daging dalam tingkah laku kita sehari-hari. Kesetiaan akan kehendak Tuhan dan cinta ka sih kepada sesama merupakan minimum program bagi kita. Sebab, kita dipanggil untuk menjadi sempurna seperti Bapa di surga.⁣

DOA PEMBUKA⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, arahkanlah hati kami kepada-Mu, agar patuh setia berbakti kepada-Mu. Semoga kami selalu mencari Engkau dan mengamalkan karya cinta kasih. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….⁣

ATAU: ⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau menghendaki matahari bersinar menerangi orang baik dan jahat; segala yang bergerak dan merayap Engkaulah yang memberi sinar kehidupan. Kami mohon, semoga kami semakin mengenal Putra-Mu dan menerima belas kasih-Mu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu…⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Ulangan 26:16-19

“Engkau akan menjadi umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu.”

Di padang gurun seberang Sungai Yordan Musa berbicara kepada bangsanya, “Pada hari ini Tuhan, Allahmu, memerintahkan engkau melakukan ketetapan dan peraturan; lakukanlah semuanya itu dengan setia, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu. Pada hari ini engkau telah menerima janji dari Tuhan: Ia akan menjadi Allahmu, dan engkau pun akan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan berpegang pada ketetapan, perintah serta peraturan-Nya, dan mendengarkan suara-Nya. Dan pada hari ini pula Tuhan telah menerima janji dari padamu bahwa engkau akan menjadi umat kesayangan-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, dan bahwa engkau akan berpegang pada segala perintah-Nya. Ia pun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa seperti telah dijanjikan-Nya, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka engkau akan menjadi umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu, seperti yang dijanjikan-Nya.”

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 119:1-2.4-5.7-8

Ref. Berbahagialah orang yang hidup menurut Taurat Tuhan.

  1. Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat Tuhan. Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati.

     

  2. Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu, supaya dipegang dengan sungguh-sunguh. Kiranya hidupku mantap untuk berpegang pada ketetapan-Mu!

     

  3. Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali.

 

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal
S : (2Kor 6:2b) Waktu ini adalah waktu perkenanan. Hari ini adalah hari penyelamatan.

 

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 5:43-48

“Haruslah kamu sempurna, sebagaimana Bapamu di surga sempurna adanya.”

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuh-musuhmu, dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikian kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga. Sebab Ia membuat matahari-Nya terbit bagi orang-orang yang jahat dan bagi orang yang baik pula, hujan pun diturunkan-Nya bagi orang yang benar dan juga orang yang tidak benar. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya daripada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sebagaimana Bapamu yang di surga sempurna adanya.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

 

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Kata kunci yang bisa kita maknai dan menjadi kekuatan iman kita pada perikopa ini adalah “sempurna”. Cita-cita iman kita adalah kesempurnaan. Maka hidup kita akan menjadi semakin bermakna, semakin hidup, dan berdimensi spiritual. Namun demikian, “sempurna” ini sekaligus menjadi kekuatiran kita sepanjang masa sebagai manusia. Pertanyaan yang pastilah muncul adalah bagaimana mungkin kita menjadi sempurna seperti Bapa.

Bayangan kita tentang kesempurnaan adalah suatu keadaan dimana tidak ada cacat cela, tidak ada dosa kesalahan, semuanya serba baik dan benar. Maka saat itu juga kita akan mengatakan tidak mungkin. Memang Allah Bapa adalah yang Mahasempurna. Tidaklah mungkin kita menjadi seperti Allah Bapa yang tanpa dosa dan cacat cela, tanpa kesalahan dan dosa. Bahkan Yesus mengatakan bahwa baru saja kita memandang secara tidak benar, sudah bagian dari dosa. Lalau, bagaimana mungkin kita menjadi sempurna.

Lalau kesempurnaan macam apa yang dikatakan penginjil hari ini?

Jika kita melihat konteks keseluruhan perikopa, kita melihat bahwa Yesus berbicara tentang hal mengasihi. Siapapun dari kita pastilah punya kapasitas dan kemampuan untuk mengasihi. Kasih itu selalu ada dalam setiap diri manusia, karena kita adalah gambar dan rupa Allah. Maka perintah kasih adalah perintah yang universal, siapapun dan dimanapun bisa melakukannya.

Dalam terang ini kita bisa melihat bahwa kesempurnaan yang dituntu dari setiap diri kita adalah kesempurnaan dalam hal mengasihi. Sempurna berarti utuh, tak terbagi, absolut, menyatu kuat padat. Seperti misalnya kita bicarakan tentang bola kaki, bentuknya bulat sempurna. Demikian juga dalam hal mengasihi. Kesempurnaan berarti kita mengasihi dengan sepenuhnya, mengasihi tanpa syarat, kasih yang absolut-tak terbagi. Kesempurnaan terletak ketika kita tetap berani mengasihi kepada orang yang bahkan menjadi musuh kita.

Salah satu tanda kesempurnaan kasih adalah ketika kita berani mengampuni. Mari kita mulai dari pasangan masing-masing, berani saling mengampuni dan memperbaiki diri. Kemudian meluas dalam lingkup keluarga, mengampuni saudara dan saudari yang ada serumah, atau satu keluarga besar. Dan akhirnya kasih kepada siapa saja, di jalan, di kantor, di tempat umum, dimana saja kita berada. Kasih yang tanpa syarat adalah sebuah kesempurnaan yang mampu kita lakukan.

Mengapa? Karena Allah sudah jauh terlebih dahulu mengasihi kita apa adanya. Tuhan memberkati.

 

DOA PERSIAPAN

Allah Bapa sumber kesempurnaan. semoga upacara suci ini memberi kami kekuatan baru dan menjadikan kami layak memperoleh rahmat-Mu. Demi Kristus…..⁣

 

ATAU: ⁣

Allah Bapa Yang Mahasetia, teguhkanlah perjanjian-Mu dengan kami berkat roti anggur ini, berkat Yesus Putra-Mu terkasih. Ajarilah kami benar-benar memahami cinta kasih-Mu kepada kami. Demi Kristus……⁣

 

ANTIFON KOMUNI — Matius 5:48⁣

Tuhan bersabda, “Hendaklah kamu sempurna sebagaimana Bapamu di surga sempurna adanya.”⁣

 

DOA PENUTUP

Marilah berdoa: Allah Bapa maha penyayang. kami telah Kauanugerahi sakramen-Mu dan Kauresapi dengan ajaran-Mu. Semoga kami selalu Kauhibur dengan kehadiran-Mu yang menyelamatkan Demi Kristus,. .

 

ATAU:

Marilah berdoa: Allah Bapa Yang Mahasempurna, Engkau menghendaki kami sempurna sebagaimana Engkau sendiri. Semoga kami memahami apa itu artinya dalam diri Yesus Putra kesayangan-Mu. Perkenankanlah kami membuktikan cinta kasih-Mu dalam tingkah laku kami sehari-hari. Demi Kristus, ….

No Comments

Leave a Comment