Minggu, 22 Agustus 2021 – Hari Minggu Biasa XXI

Rm. Andreas Nugroho SCJ dari Komunitas SCJ Palembang – Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA:

Sendengkanlah telinga-Mu, ya Tuhan, dan dengarkanlah aku. Selamatkanlah hamba-Mu, yang berharap kepada-Mu. Kasihanilah aku, ya Tuhan, kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari.

PENGANTAR:

Sering kali, kita berpikir bahwa iman itu hanya urusan ketika kita sedang beribadah atau berdoa. Iman tak jarang kita hayati sebatas di sekitar altar. Apakah memang demikian? Iman bukan hanya soal batin, tetapi iman sesungguhnya harus nyata dan konkret dalam hidup. Apa yang dihayati sesungguhnya harus ditampakkan dalam kata, tindakan, dan perbuatan. Tidak hanya berhenti di situ. Dalam pengalaman konkret itu kita merefleksikan pengalaman kita akan Allah yang menyapa dan melibatkan diri dalam kehidupan kita.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa Yang Mahamurah, dalam diri Yesus Kristus, Putra-Mu, Engkau menganugerahkan kehidupan kekal kepada kami. Kami mohon tariklah diri kami untuk selalu dekat dengan-Mu dan selalu rindu untuk tinggal bersama-Mu. Sebab, Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yosua 24:1-2a.15-17.18b

“Kami akan beribadah kepada Tuhan, sebab Dialah Allah kita.”

Menjelang wafatnya, Yosua mengumpulkan semua suku orang Israel di Sikhem. Dipanggilnya para tua-tua, para kepala, para hakimnya dan para pengatur pasukan Israel. Mereka berdiri di hadapan Allah. Maka berkatalah Yosua kepada seluruh bangsa itu, “Jika kamu menganggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah: Kepada dewa-dewa yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang Sungai Efrat, atau kepada dewa orang Amori yang negerinya kamu diami ini? Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!” Maka bangsa itu menjawab, “Jauhlah dari pada kami meninggalkan Tuhan untuk beribadah kepada allah lain! Sebab Tuhan, Allah kita, Dialah yang telah menuntun kita dan nenek moyang kita dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan; Dialah yang telah melakukan tanda-tanda mukjizat yang besar ini di depan mata kita sendiri, dan yang telah melindungi kita sepanjang jalan yang kita tempuh, dan di antara semua bangsa yang kita lalui. Kami pun akan beribadah kepada Tuhan, sebab Dialah Allah kita.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 34:2-3.16-17.18-19.20-21.22-23

Ref. Kecaplah betapa sedapnya Tuhan, kecaplah betapa sedapnya Tuhan.

  1. Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati, mendengarnya dan bersuka cita.

  2. Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong; wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat, untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi.

  3. Apabila orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan, dari segala kesesakannya, mereka Ia lepaskan. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

  4. Kemalangan orang benar memang banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semua itu; Ia melindungi segala tulangnya, dan tidak satu pun yang patah.

  5. Kemalangan akan mematikan orang fasik, dan siapa yang membenci orang benar akan menanggung hukuman. Tuhan membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua yang berlindung pada-Nya, tidak akan menanggung hukuman.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus 5:21-32

“Rahasia ini sungguh besar! Yang kumaksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.”

Saudara-saudara, hendaklah kamu saling merendahkan diri dalam takut kepada Kristus. Hai isteri, tunduklah kepada suamimu, seolah-olah kepada Tuhan. Sebab suami adalah kepala isteri, sebagaimana Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian pulalah isteri hendaknya tunduk kepada suami dalam segala sesuatu. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri bagi jemaat untuk menguduskannya, setelah menyucikannya dengan air dan firman. Maksudnya ialah supaya dengan demikian Kristus menempatkan jemaat di hadapan-Nya dalam keadaan cemerlang, tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi kudus dan tidak bercela. Demikian pula suami harus mengasihi isterinya seperti tubuhnya sendiri, maka yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri. Sebaliknya ia merawat dan mengasuhnya, seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya. Karena itu, laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Rahasia ini sungguh besar! Yang kumaksudkan ialah hubungan Kristus dengan jemaat.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya.
S : (Yoh 6:63b.68b) Sabda-Mu ya Tuhan, adalah roh dan hidup. Sabda-Mu adalah hidup yang kekal.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 6:60-69

“Tuhan kepada siapakah kami akan pergi? Sabda-Mu adalah sabda hidup yang kekal.”

Setelah Yesus menyelesaikan ajaran-Nya tentang roti hidup, banyak dari murid-murid-Nya berkata, “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?” Yesus dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, maka berkatalah Ia kepada mereka, “Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? Lalu bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada? Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna! Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.” Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia. Lalu Ia berkata, “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.” Mulai dari waktu itu banyak murid Yesus mengundurkan diri dan tidak lagi mengikuti Dia. Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya, “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Jawab Simon Petrus kepada-Nya, “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal. Kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Andreas Nugroho SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat  Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya Romo Andreas Nugroho SCJ dari komunitas SCJ-Rumah Dehon-Palembang-Indonesia, dalam Resi – Renungan Singkat – Dehonian edisi Minggu, 22 Agustus 2021, MINGGU BIASA XXI. Sabda Tuhan yang akan kita dengar dan renungkan hari ini dari: Injil Suci menurut Yohanes 6:60-69

Kita yang percaya bahwa Yesus hadir secara sakramental dalam perayaan Ekaristi, sudah tidak menemukan kesulitan untuk mengakui bahwa Yesus Tuhan memberikan Tubuh dan Darah-Nya tiap kita merayakan Ekaristi. Dari kutipan sabda hari ini, kita menjadi tahu bahwa banyak orang yang tidak sanggup menerima ajaran Tuhan tentang ‘makan tubuh-Nya dan minum darah-Nya’. Bahkan dikisahkan, banyak orang yang sudah mulai percaya kepada Yesus pun meninggalkan Tuhan terkait ajaran-Nya tentang Roti Hidup.

Yesus pun menantang keduabelas murid-Nya, apakah kamu tidak mau pergi juga? Namun Simon Petrus sebagai wakil kesebelasmurid lainnya, menjawab: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”

Kita yang ikut ambil bagian dalam komuni kudus, menjadi satu kesatuan dalam paguyuban umat yang percaya kepada Tuhan Yesus. Semoga kita yang telah menerima DIA, menjadikan DIA sungguh Raja atas hidup kita dan menyediakan diri dibentuk oleh daya IlahiNya menjadi pribadi yang baik dan berkenan kepadaNya.

Ya Yesus Tuhan kami, kami bersyukur atas segala kebaikan-Mu pada kami yang sering tidak mampu bersyukur atas anugerah hidup yang telah Engkau percayakan pada kami. semoga hari ini, kami mampu mengenali hadir-Mu yang menggerakkan kami melakukan segala hal yang berkenan kepada-Mu. Sebab Engkaulah Tuhan dan Penyelamat kami yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa. Amin

DOA UMAT

I : Kristus adalah Yang Kudus dari Allah. Sabda-Nya adalah Sabda hidup kekal. Dialah tujuan sejati hidup kita. Marilah kita berdoa kepada Bapa agar setia kepada Kristus Sang Sabda hidup kekal.

L : Bagi Gereja: Semoga Gereja tidak penah berhenti mewartakan Injil kepada semua bangsa, bahasa, dan budaya. Marilah kita mohon,…

L: Bagi persatuan semua orang kristiani: Semoga umat kristiani tidak terkurung dalam kepentingan serta tradisi-tradisi manusiawi mereka-sendiri, melainkan saling memperkaya dalam Kristus. Marilah kita mohon,…

L: Bagi mereka semua yang patah semangat karena tertimpa pencobaan dan penyakit tidak menutup hati mereka, tetapi dapat memaknai penderitaan mereka sebagai kesempatan untuk berkembang sebagai manusia dan sebagai orang kristiani. Marilah kita mohon,…

L: Bagi umat kristiani di paroki kita: Semoga kami semua semakin bersatu dan berani semakin terbuka satu sama lain di dalam nama Kristus, Sang Sabda hidup kekal. Marilah kita mohon…

I : Tuhan, Allah kami, berkatilah kami agar memiliki kasih seperti kasih-Mu. Ajarilah kami untuk semakin membuka diri terhadap panggilan keselamatan-Mu bersama dengan semua orang di dalam Putra-Mu, Tuhan Yesus Kristus, saudara kami, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

DOA PENGANTAR PERSEMBAHAN:

Ya Allah, semoga berkat persembahan yang kami unjukkan kepada-Mu ini, Engkau berkenan mencurahkan Roh-Mu kepada kami agar kami layak menerima anugerah Sabda kehidupan kekal Putra-Mu. Sebab, Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin.

ANTIFON KOMUNI:

Bumi penuh buah karya-Mu, ya Tuhan. Engkau menganugerahkan roti dari dalam tanah dan anggur yang menggembirakan hati manusia.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah kita berdoa: Ya Allah, kami bersyukur karena Engkau telah mewahyukan rahasia agung karya keselamatan-Mu kepada kami. Semoga dengan mengenangkan karya penyelamatan-Mu ini, kami semakin dikuatkan dalam iman, diteguhkan dalam pengharapan, dan dikembangkan dalam cinta kasih sehingga kelak kami pun layak memasuki dunia baru yang Kaujanjikan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

1 Comment

Leave a Comment