Kamis, 09 September 2021 – Hari Biasa Pekan XXIII

Rm. Agustinus Riyanto SCJ dari Komunirtas SCJ Palembang Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Kolose 3:14

Biarlah damai sejahtera Kristus melimpah dalam hatimu, sebab kalian dipanggil untuk hidup berdamai dalam satu tubuh.

PENGANTAR:

Hendaklah kalian bersabar satu sama lain dan saling memaafkan. Sebagaimana Kristus mengampuni kalian.Demikianlah kesimpulan Paulus mengenai cinta kasih.Yesus minta kita mengadili dengan takaran sebagaimana kita ingin diadili, dan menekankan agar kita selalu bersedia memaafkan.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa maharahim, semoga sabda-Mu berkarya penuh di tengah-tengah kami, agar dalam segala tingkah laku kami selalu maaf-memaafkan dan saling membuat bahagia. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Kolose 3:12-17

“Tata hidup keluarga di dalam Tuhan.”

Saudara-saudara, kalianlah orang pilihan Allah, yang dikuduskan dan dikasihi Allah. Maka kenakanlah belas kasihan, kemurahan dan kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan hendaknya kalian saling mengampuni apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain; sebagaimana Kristus mengampuni kalian, demikian pula kalian hendaknya. Dan di atas semuanya itu kenakanlah cinta kasih, tali pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Semoga damai sejahtera Kristus menguasai hatimu, karena untuk itulah kalian dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Semoga sabda Kristus dengan segala kekayaannya tinggal di antara kalian. Hendaknya kalian saling mengajar dan menasihati dengan segala hikmat. Nyanyikanlah Mazmur, puji-pujian dan nyanyan rohani, untuk mengucapkan syukur kepada Allah di dalam hatimu. Dan segala sesuatu yang kalian lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah itu demi nama Tuhan Yesus Kristus, dan dengan pengantaraan-Nya bersyukurlah kepada Allah, Bapa kita.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 150:1-2,3-4,5-6

Ref. Segala yang bernafas, pujilah Tuhan!

  1. Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat! Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat!

  2. Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi! Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling!

  3. Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang! Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan!

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (1Yoh 4:12) Jika kita saling menaruh cinta kasih, Allah tinggal dalam kita; dan cinta kasih Allah dalam kita menjadi sempurna.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 6:27-38

“Hendaklah kalian murah hati sebagaimana Bapamu murah hati adanya.”

Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Dengarkanlah perkataan-Ku ini: Kasihilah musuhmu. Berbuatlah baik kepada orang yang membenci kalian. Mintalah berkat bagi mereka yang mengutuk kalian. Berdoalah bagi orang yang mencaci kalian. Bila orang menampar pipimu yang satu, berikanlah pipimu yang lain. Bila orang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu. Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu, dan janganlah meminta kembali dari orang yang mengambil kepunyaanmu. Dan sebagaimana kalian kehendaki orang berbuat kepada kalian, demikian pula hendaknya kalian berbuat kepada mereka. Kalau kalian mengasihi orang yang mengasihi kalian, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian. [Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian.] Lagipula kalau kalian memberikan pinjaman kepada orang yang dengan harapan akan memperoleh sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyaknya. Tetapi kalian, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan berilah pinjaman tanpa mengharapkan balasan, maka ganjaranmu akan besar dan kalian akan menjadi anak Allah yang Mahatinggi. Sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan orang-orang jahat. Hendaklah kalian murah hati sebagaimana Bapamu murah hati adanya. Janganlah menghakimi orang, maka kalian pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah menghukum orang, maka kalian pun tidak akan dihukum. Ampunilah, maka kalian pun akan diampuni. Berilah, dan kalian akan diberi. Suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan tumpah ke luar akan dicurahkan ke pangkuanmu. Sebab ukuran yang kalian pakai, akan diukurkan pula kepadamu.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Riyanto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Kekuatan Cinta

Para sahabat Resi Dehonian di mana pun berada, Yesus menyebut para pengikutNya sebagai sahabat, dan Dia menunjukkan kepada mereka tanda persahabatanNya. “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu,” (Yoh. 15: 9), bahkan hingga memberikan nyawa-Nya untuk mereka (Yoh. 15: 13). Dia menunjukkan tatanan yang berlaku dalam kerajaan-Nya (Yoh. 15: 15). Dia mengajarkan segala sesuatu yang telah Bapa katakan kepada-Nya (Yoh. 15: 15). Dia juga memberikan kepada mereka kesempatan untuk mengambil bagian dalam karyaNya (Yoh. 15: 16).

Lukas dalam Injil hari ini mempertegas praktek kasih yang perlu kita perjuangkan dalam kehidupan sehari hari. Hal ini tidaklah mudah, karena kasih yang diharapkan Yesus, tidak sama dengan kasih yang selama ini kita kenal atau biasa dilakukan kebanyakan orang. Yesus menegaskan bahwa dengan mengasihi musuh, bahkan memberkati dan mendoakan orang yang mengutuk ataupun mencaci, identitas kita sebagai anak-anak Allah menjadi nyata. Itulah yang membedakan diri kita dengan orang-orang yang belum mengenal Allah! Seperti Allah baik terhadap orang baik ataupun orang jahat, menerbitkan matahari bagi orang jahat dan orang baik, menurunkan hujan bagi orang benar dan tidak benar (Mat. 5: 44-45). Kita pun demikian, kita dipanggil untuk terus berbuat baik tanpa pilih kasih, baik kepada orang baik ataupun orang jahat. Yang kita benci adalah perbuatannya, tetapi setiap pribadinya selalu kita kasihi dan kita doakan.

Mengasihi menjadi kekuatan yang mendatangkan damai dan itulah keselamatan.  Kepada pendengar-Nya, Yesus berkata, “Kasihilah musuhmu!” : berbuat baik dan berdoa bagi mereka, membalas kejahatan dengan kebaikan. Cara ini akan memutus lingkaran setan akan hasrat balas dendam, kebencian dan permusuhan yang selama ini menghancurkan kesatuan serta kehidupan uman manusia. Kasih yang terwujud dalam perbuatan baik tidak boleh hanya dilakukan kepada orang baik, tetapi justru dilakukan kepada orang yang berbuat jahat kepada kita. Dengan begitu, orang-orang akan melihat bahwa kita adalah anak-anak Allah. Mungkinkan hal ini kita penuhi sebagai manusia yang lemah?

Bagi Allah dan bagi siapa saja yang mengandalkan Allah tidak ada yang mustahil. Yesus sendiri menjadi teladannya. Ia tidak hanya mengajarkan tentang kasih, tetapi secara nyata member contoh nyata bagaimana mengasihi mereka yang membenci bahkan memusuhinya. Cara hidup yang tidak biasa itu diajarkan dan dilakukan oleh Tuhan Yesus di dunia ini, supaya kita dapat belajar dan mencontoh apa yang dilakukan olehNya, agar kita sebagai murid-muridNya mampu melakukan cara hidup melampaui apa yang sudah biasa, normal dan sudah umum. Pertanyaan kita sekarang adalah mengapa kita harus mengasihi?

Pertama, karena Yesus lebih dulu mengasihi kita.  Kedua, untuk menghilangkan rintangan doa:“Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu diatas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu” (Mat. 5:23-24). Ketiga, karena Tuhan mengampuni apabila kita juga mengampuni orang lain.  “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu” (Mat. 6:14-15). Keempat,karena dengan mengasihi sesama, kita mengasihi Tuhan;  “Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.” (1Yoh. 4:19-21).

Saudara saudari  yang dikasihi Tuhan, mari kita memohon karunia kasih Allah untuk tinggal dan menguasai hati kita, agar kita pun mampu mengasihi seperti Allah mengasihi. Bukan dengan kasih manusiawi, melainkan dengan kasih Ilahi yang penuh kuasa. Dengan cara ini, kita mewujudkan diri sebagai anak-anak Allah dan pengikut Tuhan Yesus yang sejati. Tuhan mengasihoi dan memberkati kita semua. Amin. ****

DOA PENGANTAR PERSEMBAHAN:

Allah Bapa maha pengasih, berkatilah kiranya roti anggur ini dan kuduskanlah menjadi lambang cinta kasih-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Kolose 3:15

Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kalian telah dipanggil menjadi satu tubuh.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, semoga kami berbelas kasih terhadap sesama, sebagaimana Engkau berbelas kasih kepada kami. Ajarilah kami saling menaruh cinta kasih, agar kedamaian dan kebebasan dapat berkembang di dunia ini. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI

No Comments

Leave a Comment