Jumat, 10 September 2021 – Hari Biasa Pekan XXIII

Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas Provinsialat SCJ Palembang Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 16:7-8

Aku memuji Tuhan yang selalu menasihati aku, bahkan waktu malam pun Ia berbicara dalam hatiku. Aku selalu ingat akan Tuhan. Aku tidak goyah karena Ia ada di sampingku.

PENGANTAR

Orang cenderung melihat segi-segi kekurangan orang lain yang kecil-kecil dengan tajam. Kesalahan sendiri dianggap enteng, bahkan minta orang lain memahaminya. Saulus berbuat pula demikian dengan orang-orang Kristen. Karena yakin akan suara hatinya maka ia mengejar mereka. Karena Kristus ia menyadari kesalahannya. Kini sikapnya menjadi longgar. Sebab ia mengalami memperoleh belas kasih, bahkan dari mereka yang dulu dikejar-kejarnya.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa maharahim, Engkau amat sabar dan amat longgar belas kasih-Mu. Semangatilah kiranya kami dengan Roh-Mu, agar dapat saling memaafkan. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Timotius 1:1-2.12-14

“Tadinya aku seorang penghujat, tetapi kini dikasihani Allah.”

Dari Paulus, rasul Kristus Yesus atas perintah Allah, penyelamat kita, dan atas perintah Kristus Yesus, dasar pengharapan kita, kepada Timotius, anakku yang sah dalam iman. Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau. Aku bersyukur kepada Kristus Yesus, Tuhan kita, yang menguatkan daku, karena ia menganggap aku setia, dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku. Padahal tadinya aku seorang penghujat dan seorang penganiaya yang ganas. Tetapi kini aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan, yaitu di luar iman. Malahan kasih karunia Tuhan kita itu telah dilimpahkan bersama dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 16:1.2a.5.7-8.11

Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.

  1. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, “Engkaulah Tuhanku, ya Tuhan, Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.

  2. Aku memuji Tuhan, yang telah memberi nasehat kepadaku, pada waktu malam aku diajar oleh hati nuraniku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

  3. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Yoh 17:7b.a) Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah kebenaran. Kuduskanlah kami dalam kebenaran.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 6:39-42

“Mungkinkah seorang buta membimbing orang buta?”

Pada suatu ketika Yesus menyampaikan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya, “Mungkinkah seorang buta membimbing orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lubang? Seorang murid tidak melebihi gurunya, tetapi orang yang sudah tamat pelajarannya, akan menjadi sama dengan gurunya. Mengapa engkau melihat selumbar dalam mata saudaramu, sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak kauketahui? Bagaimana mungkin engkau berkata kepada saudaramu, ‘Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar dalam matamu’, padahal balok dalam matamu tidak kaulihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Resi Dehonian yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Jumpa Kembali Bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Palembang dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Jumat, 10 September 2021, dalam Masa Biasa Pekan ke 23. Semoga belas kasih dan kerahiman, serta berkat melimpah dari Hati Kudus Yesus turun atas kita semua. Amin.

Tema Resi kita kali ini adalah: Belajar dari Sang GuruMari kita persiapakan hati untuk mendengarkan bacaan hari ini. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

Saudari-saudara sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Bacaan yang kita dengar hari ini masih ada kelanjutannya dengan bacaan kita hari sebelumnya yaitu perihal mengasihi musuh. Tuhan Yesus tahu bahwa ajaran untuk mengasihi musuh tidak mudah untuk dilakukan, orang biasanya akan mengelak dari tuntutan kasih untuk mengasihi musuh dengan menyalahkan musuh dan bersikap permisif terhadap diri sendiri atau menganggap sah-sah saja membenci musuh bahkan dendam terhadap orang yang menyakiti dengan membalas menyakiti.

Untuk membantu kita, Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita bahwa kita harus melihat kesalahan-kesalahan kita terlebih dahulu. Jika tidak, kita akan seperti orang buta yang menuntun orang buta (ayat 39-40). Apabila  kita sudah menyadari kesalahan-kesalahan atau dosa-dosa kita, barulah kita dapat melihat dengan jelas sehingga dapat menolong orang lain menyadari kesalahannya (ayat 41-42). Nah sahabatku yang terkasih, apa yang bisa kita pelajari dari pengajaran Tuhan Yesus kali ini? Saya menawarkan 3 hal.

  1. Memiliki hati yang mau di tuntun. Tuhan mengajari kita agar dengan rendah hati kita mengakui segala dosa dan kesalahan-kesalahan kita. Agar kita tidak seperti orang buta yang menuntun orang buta, tetapi kita harus memiliki sikap hati yang bersedia untuk dituntun oleh Roh Kudus melalui pemeriksaan batin dan mengakui dihadapan Allah bahwa kita manusia berdosa dan bersedia untuk dintuntut menuju kebaikan dan kebenaran.

  2. Meniru ketaatan Tuhan Yesus. Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya. “Sang Guru” pemberi hikmat itu adalah Tuhan Yesus, dan kita semua adalah murid-murid-Nya. Tuhan menyadarkan kita agar kita tetap menjadi murid yang setia dan taat mau untuk belajar pada-Nya. Dalam hal ini kita harus terus menerus belajar dari Sang Guru yaitu Tuhan kita Yesus Kristus. Tuhan Yesus sebagai manusia juga belajar dari keluarga-Nya, dari Bunda Maria, sebagai bangsa Yahudi, Tuhan yesus juga belajar adat-istiadat dari orangtuanya, bahkan sampai wafat Tuhan yesus belajar taat kepada kehendak Bapa-Nya. Sebagaimana yang Tuhan Yesus sendiri sabdakan, dalam Injil Yohanes 13: 15 “Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” Tuhan meminta kita sebagai mudir-murid-Nya untuk meniru telada-Nya dalam hal ketaatan kepada Bapa bahkan sampai wafat-Nya tetap mengasihi orang-orang yang menyalibkan Dia.

  3. Memberikan diri untuk siap di bentuk.  Para sahabat, kita semua sama-sama memiliki selumbar dan balok di dalam mata kita yang membuat kita buta, bagaimana mungkin orang buta menuntun orang buta, jika kita memaksakan diri untuk mengeluarkan selumbar di mata orang lain, itu namanya orang munafik. Sebab hanya Tuhan yang dapat mengeluarkan selumbar yang ada di mata orang lain dan balok yang ada di mata kita.  Dalam Injil hari ini, Tuhan Yesus berbicara tentang kecenderungan manusiawi kita untuk memiliki serpihan dan balok kayu di mata kita. Benda-benda ini menghalangi kita untuk melihat keseluruhan gambar. Tuhan Yesus ingin para murid-Nya menyadari sepenuhnya kecenderungan alami mereka untuk secara otomatis menghakimi orang lain, memperhatikan serpihan di mata orang lain sementara sama sekali tidak melihat balok kayu di mata mereka sendiri. Kesulitannya adalah bahwa bagi kebanyakan dari kita, kecenderungan kita untuk menilai adalah otomatis. Hari ini Tuhan mengajak kita untuk berlatih tidak menghakimi orang lain. Sepanjang hari, waspada dan waspada. Jika sahabatku menyadari bahwa Anda sedang menghakimi orang lain, lepaskan penilaian Anda secara sadar. Di penghujung hari, sebelum beristirahat luangkanlah waktumu untuk melihat kemajuan Anda dalam melepaskan penilaian. Sabar dengan diri sendiri. Kita telah terbiasa menilai orang lain kemungkinan besar sejak keluar keluar dari kanduangan ibu kita.Maka dibutuhkan latihan dan lebih banyak latihan untuk menahan diri dari penilaian. Maka kita harus memberikan diri untuk selalu dibentuk oleh Tuhan setiap hari, belajar dari Hati-Nya yang Maha Kudus agar hati kita senantiasa dirajai oleh Hati-Nya yang penuh dengan kerahiman.

Sahabatku, mari kita belajar dari Sang Guru kita, belajar dari hati-Nya yang Maha Kudus agar kita mampu mengasihi sesama kita bahkan kepada musuh-musuh kita. Semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita dan memberikan rahmat yang sungguh kita butuhkan untuk melepaskan selumbar dab balok di mata kita dan belajar mengasihi sesama termasuk orang yang menyakiti kita. Amin. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin. Tuhan memberkati. Berkah Dalem

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa kami, sumber segala rahmat, kami mohon, berilah kami rahmat-Mu dan hapuslah dosa-dosa kami berkat roti anggur ini, berkat Yesus Putra-Mu terkasih, yang ….

ANTIFON KOMUNI – Lukas 6:42

Keluarkanlah lebih dulu balok dari matamu sendiri, sehingga matamu menjadi cukup terang untuk mengeluarkan serpih dari mata saudaramu.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa, sumber segala rahmat, semoga hati kami terbuka, agar sanggup menghidupkan kebajikan. Kami mohon, semoga dapat saling menaruh cinta kasih dan dapat saling membantu membuat bahagia sesama. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

1 Comment

Leave a Comment