Selasa, 14 September 2021 – Pesta Salib Suci

Rm. Petrus Haryanto SCJ dari Komunitas SCJ Palembang Indonesia

 

AUDIO RESI:

Antifon Pembuka    –   Gal 6:14

Kita harus bermegah dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, pokok keselamatan, kehidupan, dan kebangkitan kita, sumber penebusan dan pembebasan kita.

PENGANTAR: 

Tiada tanda, tiada lambang, yang terjalin erat dengan kehidupan umat beriman selain tanda salib. Itulah tanda yang dibuat seorang kanak-kanak pada awal hidupnya dan itulah pula tanda yang menutup kehidupan seseorang. Mula-mula merupakan tanda aib, hina dan kematian, tetapi kemudian menjadi tanda iman, harapan dan cinta kasih. Dengan salib itulah Yesus mematahkan kuasa maut dan dosa. Di balik kegelapan salib bersinarlah cahaya Paska bagi kita.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Ya Allah, Engkau menghendaki Putra Tunggal-Mu menanggung salib demi keselamatan umat manusia. Perkenankanlah kami, yang menghormati misteri salib Putra-Mu di dunia, kelak menerima anugerah penebusan di surga. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Kitab Bilangan 21:4-9

“Semua orang yang terpagut ular akan tetap hidup, bila memandang ular perunggu.”

Ketika umat Israel berangkat dari Gunung Hor, mereka berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom. Bangsa itu tidak dapat menahan hati di tengah jalan. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa, “Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air! Kami telah muak akan makanan hambar ini!” Lalu Tuhan menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel itu mati. Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata, “Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan Tuhan dan engkau; berdoalah kepada Tuhan, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami.” Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa, “Buatlah ular tedung dan taruhlah pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut ular, jika ia memandangnya, akan tetap hidup.” Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang. Maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 78:1-2.34-35.36-37.38

Ref. Aku wartakan karya agung-Mu Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan

  1. Dengarkanlah pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku. Aku mau membuka mulut untuk mengatakan Amsal, aku mau menuturkan hikmat dari zaman purbakala.

  2. Ketika Allah membunuh mereka, maka mereka mencari Dia; mereka berbalik dan mendambakan Allah; mereka teringat bahwa Allah adalah Gunung Batu , bahwa Allah yang Mahatinggi adalah Penebus mereka.

  3. Tetapi mulut mereka tidak dapat dipercaya, dan dengan lidah mereka membohongi Allah. Hati mereka tidak berpaut pada-Nya, dan mereka tidak setia pada perjanjian-Nya.

  4. Akan tetapi Allah itu penyayang! Ia mengampuni kesalahan mereka dan tidak memusnahkan mereka; banyak kali Ia menahan amarah-Nya, dan tidak melampiaskan keberangan-Nya.

BACAAN KEDUA: Filipi 2:6-11

“Yesus merendahkan diri, maka Allah sangat meninggikan Dia.”

Saudara-saudara, Yesus Kristus, walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Sebaliknya Ia telah mengosongkan diri, mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai wafat, bahkan sampai wafat di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia, dan menganugerahkan-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuklututlah segala yang ada di langit, dan yang ada di atas serta di bawah bumi, dan bagi kemuliaan Allah Bapa segala lidah mengakui, “Yesus Kristus adalah Tuhan.”

BAIT PENGANTAR INJIL:

U: Alleluya, alleluya, alleluya
S: Ya Kristus, kami menyembah dan memuji Dikau, sebab dengan salib-Mu, Engkau telah menebus dunia.

BACAAN INJIL: Yohanes 3:13-17

“Anak manusia harus ditinggikan.”

Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.”

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Petrus Haryanto SCJ

Vivat Cor Iesu – per cor Maria – Hiduplah hati Yesus melalui Hati Bunda Maria

Tidak sedikit dari kita yang enggan berbicara mengenai salib. Mengapa? Karena salib dipandang sebatas soal kemalangan atau penderitaan yang tidak mengenakan, sehingga dihindari dan kalau bisa tidak mau menanggungnya.

Padahal kita tahu perkataan Yesus bahwa untuk menjadi murid-Nya maka orang harus menyangkal diri, memanggul salib, dan mengikutiNya (Mat 16:24). Lalu bagaimana mungkin menghindari salib tetapi ingin memperoleh hidup yang kekal? Bukankah harus ada harga yang mesti dibayar untuk memperoleh kehidupan kekal itu? Salah satunya adalah dengan percaya kepada Yesus. Artinya mempercayakan seluruh hidup kita kepada-Nya: pikiran, perasaan/hati, kehendak dan keinginan kita. Dialah yang menguasai seluruh hidup kita dan di tangan-Nyalah keselamatan kita.

Pendengar RESI Dehonian yang terkasih, pada hari ini kita merayakan pesta Salib Suci, untuk mengenang Tuhan Yesus Kristus yang disalibkan untuk kita. Kita semua diundang sekaligus diteguhkan untuk memandang salib sebagai tanda kasih yang paling sejati. Dari salib itulah mengalirlah kasih Allah yang tiada batasnya di dalam diri Yesus satu-satunya Penebus kita. Ia sudah memberi diriNya secara total untuk kita.

Pesta ini mengundang kita untuk juga mengerti, dan mengamini bahwa peristiwa Yesus yang sengsara, wafat dan bangkit mengubah secara total arti salib: dari penderitaan atau penghinaan untuk para penjahat,  menjadi sumber keselamatan dan kemuliaan bagi manusia yang percaya. Salib sebagai kayu yang kasar sudah menjadi altar keselamatan bagi kita. In Cruce Salus! Sebab dengan Salib suciMu ya Tuhan, Engkau telah menguduskan dunia. Ketaatan Yesus untuk memikul salib membuahkan penebusan berlimpah bagi kita semua. Salib Suci-Nya mengalirkan belas kasih dan kerahiman Allah yang menyucikan setiap pribadi dari kita hingga sekarang ini. 

Kita juga terus menerus diundang untuk belajar memikul salib dan mengikuti-Nya dari dekat sebagai jalan kerendahan hati. Dari salib itulah kita dapat ikut serta mewartakan belas kasih Allah, kerahiman Allah kepada sesama terutama mereka yang berkekurangan, yang sakit dan menderita.

Pendengar RESI Dehonian yang terkasih, dalam buku yang berjudul `Who am I to Judge?` Paus Fransiskus mengingatkan bahwa walaupun dunia demikian berdosanya, Yesus tidak datang ke dunia untuk menghakimi, tetapi untuk menyelamatkan. Yesus tidak pernah menolak pendosa yang datang kepada-Nya. Artinya, Misteri Salib Suci Kristus mengajak kita untuk terus menerus belajar mengampuni dan mengampuni. Paus juga selalu mendorong dan meneguhkan kita, secara khusus beberapa saat sebelum Doa Malaikat Tuhan (28 Maret 2021), ia mengatakan bahwa sama seperti Tuhan Yesus dan Bunda Maria, kita semua bisa memikul salib harian kita dengan senantiasa juga terus menatap ribuan sesama saidari dan saudara kita yang juga sedang dalam kesusahan. Mari kita memanggul salib kita masing-masing bersama-sama dengan mereka yang juga sedang memanggul salib mereka. Semoga kita saling menghibur, meneguhkan dan menguatkan, dan akhirnya kita mengalami keselamatan yang dijanjikan oleh Tuhan itu. Tuhan memberkati niat-niat baik kita. AMIN

DOA UMAT

I : Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Putera-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan serta menghidupkan kita oleh wafat dan kebangkitan-Nya. Marilah berdoa kepada-Nya agar kita selalu terbuka akan kasih-Nya.

L : Bagi Gereja Kristus: Ya Bapa, bimbinglah dan tuntunlah Gereja-Mu agar selalu berjuang untuk mengikuti salib suci Putera-Mu dengan terus menerus memperbaharui diri. Marilah berdoa kepada-Nya..

U : Dengan Salib Suci-Mu , Engkau telah menyelamatkan dunia.

L : Bagi mereka yang hidupnya belum terarah: Ya Bapa tuntutnlah mereka yang masih mencari arah hidup-Nya sehingga menemukan Kristus sebagai jalan, keneran, dan kehidupan. Marilah berdoa kepada-Nya..

U : Dengan Salib Suci-Mu , Engkau telah menyelamatkan dunia.

L : Bagi mereka yang tidak mempunyai teman atau terkurung dalam diri mereka sendiri: Ya Bapa, terangilah mereka yang selalu menutup diri sendiri sehingga mulai berani membuka hati bagi persahabat Kristus, yang memampukan meraka untuk terbuka bagi orang lain pula. Marilah berdoa kepada-Nya..

U : Dengan Salib Suci-Mu , Engkau telah menyelamatkan dunia.

L : Bagi diri kita sendiri: Ya Bapa, ajarilah kami untuk setia belajar dari Putera-Mu Yesus, dalam memikul salib-salib kami dengan sabar dan rendah hati, semoga salib-salib itu membawa hidup bagi kami sendiri serta sesama kami. Marilah berdoa kepada-Nya..

U : Dengan Salib Suci-Mu , Engkau telah menyelamatkan dunia.

I : Allah Bapa yang mahabaik, Salib Suci Putera-Mu telah menyelamatkan dunia. Berilah kami damai dan hidup suci berkat Salib Putera-Mu. Dialah Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Ya Allah, kami mohon agar persembahan di atas altar salib, yang telah menghapus dosa seluruh dunia, membersihkan kami pula dari segala dosa. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

ANTIFON KOMUNI  –  Yoh. 12:32

Tuhan bersabda: Apabila Aku telah ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang kepada-Ku.

DOA PENUTUP

Marilah berdoa: Allah Bapa di surga, Engkau telah memuaskan kami dengan santapan kudus. Kami mohon dengan rendah hati: agar kami yang telah Engkau tebus dengan salib Putera-Mu yang menghidupkan, Engkau ikut sertakan dalam kemuliaan kebangkitan-Nya. Sebab dialah Tuhan dan Pengantara kami sepanjang segala masa. Amin.

DOAWNLOAD AUDIO RESI: 

No Comments

Leave a Comment